Translate

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Sebab Dia adalah Tuhan kekuatanku, bersama-Nya ku takkan goyah

Guardian Angels Bagi Para Tunawisma Di Minneapolis

Salvation-Army_main Beberapa malaikat penjaga di Minneapolis berjuang melawan dingin untuk menyelamatlan kehidupan dari para penduduk kota yang paling rentan meninggal dunia akibat cuaca dingin yang berkepanjangan.

Bala keselamatan Harbor Lights tidak hanya menawarkan fasilitas makanan dan kehangatan di tengah suhu minus 20 derajat, namun mereka benar-benar turun ke jalan dan pergi ke pusat kota untuk mencari orang-orang yang membutuhkan fasilitas yang mereka sediakan.

Cuaca yang sangat dingin menyebabkan pasien yang menderita radang dingin terus meningkat di rumah sakit setempat. Akibatnya, tempat penampungan ini harus merawat lebih dari 700 tunawisma setiap malam.

"Kami tidak mengusir siapa pun keluar. Jika mereka muncul di depan pintu, kami akan mencarikan mereka tempat. Bahkan jika mereka hanya butuh untuk sekedar duduk di kursi atau berusaha menghangatkan badan, setidaknya kami akan tetap menawarkan itu untuk mengusir dingin yang membunuh ini meninggalkan mereka," ujar Dominic Bouza dari Harbor Lights, yang telah melayani para tunawisma selama lebih dari satu dekade.

"Kami telah membangun sebuah kapel di musim panas kemarin dan saat ini banyak orang yang bisa berteduh di sana saat malam tiba. Paling tidak ada 50 orang yang tidur di sana pada malam hari, di mana biasanya tempat tersebut kosong," tambah Dominic.

"Saya tidak lagi kedinginan," ujar Muhammad Asad, salah seorang penduduk tunawisma. "Jika saya ingin makan, saya bisa mendapatkannya di sini. Mereka akan memberikan sandwich untuk saya makan."

Kegiatan amal ini semata-mata dapat beroperasi karena sumbangan dan kebaikan yang mereka terima dari orang lain.

"Apa yang kami butuhkan adalah hal-hal yang biasa. Kami membutuhkan topi, sarung tangan dan jaket, dan kami selalu mendapatkan lebih dari para donatur. Kami melayani makan setiap hari, jadi setiap sumbangan sangat berarti bagi kami untuk mendapatkan apa yang kami perlukan setiap hari. Mungkin untuk saat ini kami butuh lebih banyak lagi karena kami perlu tempat tidur tambahan bagi orang-orang ini. Kami sudah kehabisan kamar," ujar Bouza kepada WCCO-TV, Minneapolis.

Meskipun demikian mereka tetap berkomitmen tidak akan mengusir siapa pun pergi dari tempat penampungan - bahkan jika itu berarti banyak dari para tunawisma yang mereka bantu harus tidur di lantai kapel yang baru mereka bangun.

Sumber : cbn.com/jawaban.com

Penduduk Kristen Di Bethlehem Berkurang Drastis

bethlehem-main-image Sangat ironi, jumlah penduduk Kristen di Bethlehem, kota tempat Yesus lahir ternyata terus berkurang karena banyak yang berimigrasi ke negara-negara lain di seluruh dunia terutama ke Amerika dan Eropa

Padahal masyarakat Kristen sendiri sudah menetap di kota ini sejak abad pertama tetapi jika kondisi ini terus berlanjut diperkirakan pada tahun 2025 penduduk Kristen yang hidup di Palestina akan habis sama sekali.

Menurut wartawan BBC untuk urusan agama Christopher Landau, 100 tahun lalu jumlah penduduk Kristen di wilayah Palestina diperkirakan lebih dari 30%. Namun jumlah mereka dewasa ini hanya 2%.

"Kami tahu data ini merupakan kenyataan, namun kami berusaha melawannya. Saya yakin di beberapa desa kami melihat tidak akan ada lagi penduduk Kristen," kata Simon Azazian dari Masyarakat Injil Palestina.

"Misalnya penduduk desa Wirsaid dulunya 100% Kristen, kemudian turun menjadi 60% dan sekarang 40%. Jumlah mereka terus turun." tambahnya.

Saat ini timbul kekhawatiran di antara para pemimpin Kristen di Bethlehem karena kota dan situs-situs bersejarah yang penting hanya akan menjadi semacam peninggalan Kristen saja. Karena tidak ada lagi orang Kristen yang tinggal di sana.

Selain karena imigrasi, penurunan jumlah penduduk Kristen juga dipengaruhi oleh keberadaan kelompok Islam Fundamentalis yang menuntut warga Kristen masuk Islam.

Faktor-faktor ekonomi juga ikut ambil bagian. Warga Kristen, seperti halnya tetangga mereka yang Muslim di kota-kota seperti Bethlehem, menghadapi kesulitan besar dalam mencari penghidupan. Sebagian warga Muslim Palestina juga berimigrasi, namun jumlahnya tidak besar.

Penurunan penduduk Kristen terjadi di sebagian besar negara di Timur Tengah yang mayoritas berpenduduk Muslim.

Sumber : bbc.co.uk/indonesia/jawaban.com

Harmony Dust, Penjangkau Jiwa Exotic Dancer

Harmony Dust adalah mantan penari eksotis di klub-klub malam. Ia memulainya semenjak ia berusia 19 tahun demi menutupi hutangnya sebesar $35.000. Awalnya ia berpikir bahwa ia akan bekerja hingga ia bisa menutupi hutangnya tersebut, lalu ia pun bisa kembali untuk hidup "normal." Tetapi ternyata lingkaran dunia tersebut tetap saja mengikat kehidupannya.

Di lain kisah, kekasihnya yang selama ini ia perjuangkan untuk terus bersamanya pun terus memperdayanya. Uang hasil pekerjaannya pun ia berikan pada kekasihnya. Keinginan untuk hidup normal pun terasa semakin jauh saja bagi Harmony. Semakin lama, Harmony mulai merasa kehilangan jati dirinya. Takut tertolak dan dihakimi membuat ia semakin jauh dari kehidupan normal, hingga akhirnya orang-orang yang menjadi terhubung dengan ia adalah para penari strip lainnya, para pelanggan, dan kekasihnya yang abusive.

Hingga akhirnya Harmony menemukan Tuhan. Dalam kesaksiannya, Harmony mengatakan, "Bagai pria sejati, Ia mengejar saya dengan kasihnya yang tak terbatas hingga akhirnya ia menangkap hati saya." Harmony akhirnya menemukan kekasih sejati yang tak akan pernah meninggalkan dirinya. Perjalanannya untuk berubah tidaklah mudah dan ia tetap melakukan kesalahan-kesalahan yang sama. Tetapi Harmony menemukan bahwa rasa sakit untuk menjadi sama itu lebih menyakitkan daripada rasa sakit karena berubah. Pencariannya akan kasih pria bagi dirinya berakhir sama sekali. "Saya tidak sempurna, tetapi saya merasa penuh dan saya bebas," ujar Harmony.

Di tahun 2004, Harmony Dust yang menuliskan biografinya dalam buku berjudul "Scars and Stilletos" ini memulai pelayanan Treasures (harta tak ternilai, red). Treasures adalah sebuah pelayanan unik, penjangkauan faith-based dan kelompok pendukung bagi wanita-wanita yang bekerja di industri seks. Mereka ingin melihat wanita-wanita tersebut dapat mengalami mematahkan belenggu dan menyembuhkan luka hati yang didapatkan melalui hubungan pribadi dengan Yesus Kristus.

Setiap tahunnya, tim Treasures mengunjungi lebih dari 150 strip club dan memberikan tas gift kepada wanita-wanita yang bekerja disitu. Isi tas tersebut adalah kosmetik-kosmetik dan perhiasan serta sebuah pesan sederhana yang bertuliskan "loved beyond measure, daughters of a King!" yang artinya "Dicintai tak terhingga, putri-putri Raja!"

Tak hanya itu saja, tim Treasures yang terdiri dari wanita-wanita mantan pekerja industri seks tersebut juga memberikan bimbingan konseling, bantuan legal, dan kesehatan bagi wanita-wanita tersebut yang ingin keluar dari pekerjaan mereka dan membangun hidup baru.

Luar biasa yang dikerjakan oleh Harmony Dust dan rekan-rekannya dalam Treasures. Mengingat berdasarkan statistik justru di masa sekarang adalah jumlah terbanyak dimana wanita-wanita dipekerjakan di industri seks dibandingkan sebelum-sebelumnya. Di Indonesia sendiri masih ada saja wanita-wanita yang bekerja di industri seks dan mungkin mereka belum pernah mendengar pernyataan bahwa hidup mereka berharga, mereka sangat dicintai oleh Sang Pencipta yang bahkan mengangkat mereka sebagai putri-Nya. Tentu saja hidup mereka akan diubahkan oleh pesan kasih Kristus.

Sumber : berbagaisumber/Tmy/jawaban.com

Pengadilan Malaysia, Allah Bukan Hanya Untuk Orang Muslim

Pengadilan Malaysia akhirnya memutuskan bahwa orang Kristen memiliki hak konstitusional untuk menggunakan kata Allah untuk merujuk kepada Tuhan pada Kamis (31/12) lalu, hal ini berarti mematahkan larangan pemerintah Malaysia bahwa kata "Allah" adalah ilegal bagi orang non-muslim.

Hal ini tampaknya merupakan kemenangan bagi kebebasan beragama di negara berpenduduk mayoritas Muslim ini, di mana larangan telah menjadi simbol dari apa yang dilembagakan bagi kaum minoritas dan merupakan diskriminasi agama.

Pengacara pemerintah mengatakan mereka akan berkonsultasi dengan Departemen Dalam Negeri sebelum memutuskan apakah akan mengajukan banding atas putusan Hakim Lau Bee Lan ke pengadilan yang lebih tinggi, di mana larangan masih dapat dipulihkan. Mereka memiliki satu bulan untuk mengajukan banding.

Hakim Lau menyatakan dalam penilainnya orang Kristen mempunyai "hak konstitusional untuk menggunakan kata Allah" dan bahwa Kementerian Utama "tidak berdaya" untuk memberlakukan larangan.

Dia menangani gugatan yang diajukan pada akhir tahun 2007 oleh koran Herald, publikasi utama Gereja Katolik Roma di Malaysia, setelah diblokir pemerintah kareno non-Muslim dilarang menerjemahkan kata Tuhan sebagai Allah dalam literatur mereka.

"Ini memang kasus yang sangat sensitif bagi bangsa kami," editor Herald, Pendeta Lawrence Andrew, mengatakan dalam sebuah pernyataan. Dia mengatakan putusan kebebasan konstitusional menjunjung tinggi kebebasan berbicara, ekspresi dan agama.

Pihak berwenang bersikeras bahwa kata Allah adalah kata Islam yang harus digunakan secara eksklusif oleh umat Islam, dan bila digunakan oleh agama-agama lain akan menyesatkan.

Larangan telah mempengaruhi edisi Herald berbaghasa melayu, yang dibaca kebanyakan oleh suku-suku asli yang berpindah agama ke Kristen pada dekade lalu. Edisi Mandarin, Inggris dan Tamil tidak menggunakan kata Allah.

Sekitar 60 persen dari penduduk Malaysia yang berjumlah 27 juta orang adalah Muslim Melayu. Sepertiga dari penduduknya adalah etnis Cina dan India, dan banyak diantaranya adalah orang Kristen.

Sumber : Washington Post/Jawaban.com

Celana Yang Basah

Doni, seorang anak laki-laki kecil berusia 9 tahun, sedang duduk di bangku kelasnya ketika tiba-tiba celananya menjadi basah dan sebuah genangan air ada di antara kakinya. Doni berpikir jantungnya akan berhenti karena dia tidak pernah membayangkan hal ini. Sebelumnya dia belum pernah mengompol dan dia tahu jika teman-temannya tahu dia akan menjadi bahan ejekan teman-temannya seumur hidupnya.

Menyadari keadaannya, Doni mulai menundukkan kepalanya dan berdoa kepada Tuhan,"Tuhan Yesus, sekarang aku berada dalam keadaan darurat. Aku memerlukan bantuan-Mu karena lima menit dari sekarang aku akan menjadi bahan tertawaan teman-temanku.Amin."

Setelah selesai berdoa, dia mengangkat mukanya dan melihat ibu guru sedang memperhatikannya. Ketika bu guru mulai mendekatinya, seorang temannya yang bernama Susie membawa sebuah akuarium ikan emas  bulat yang berisi air. Susie berjalan di depan bu guru dan secara sengaja menumpahkannya di atas pangkuan Doni. Doni menjadi marah meskipun dalam hatinya dia berteriak,"Terima kasih, Tuhan! Terima kasih, Tuhan!"

Dengan sekejap hal yang harusnya memalukan berubah menjadi simpati. Bu guru segera mengangkatnya dan memberinya celana yang lain sementara celana basahnya dijemur. Teman-temannya bersama mulai mengepel lantai di bawah bangkunya. Sebuah simpati yang luar biasa, bukan? Namun ejekan yang harusnya diterima Doni justru diterima oleh Susie.

Dia mencoba untuk membantu, namun teman-temannya justru menyuruhnya keluar sambil berkata,"Kamu tidak usah membantu, dasar bodoh!"

Suatu hari, ketika mereka bersama-sama menunggu bis jemputan, Doni mendekati Susie dan berkata,"Kamu sengaja melakukannya, bukan?" dan Susie membalas dengan berkata," Aku juga pernah mengompol di kelas kok."

Di kayu salib, Tuhan Yesus juga sudah mengambil semua penghinaan yang harusnya kita tanggung dan memberi kita kasih karunia yang besar. Tuhan yang turut merasakan penderitaan kita sehingga Dia mampu menolong kehidupan kita.

Sumber :spiritual short.stories.com/jawaban.com