Translate

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Sebab Dia adalah Tuhan kekuatanku, bersama-Nya ku takkan goyah
Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan

Cara Pintar Membangun “Koneksi”

Jika Anda seorang pengusaha tentu tahu arti penting dari “koneksi.” Namun koneksi atau hubungan tidak hanya penting bagi para pengusaha, namun setiap orang yang ingin mencapai kesuksesan, termasuk para karyawan. Tanpa koneksi atau hubungan yang baik dengan banyak pihak, seseorang akan mengalami kesulitan meniti karirnya. Untuk itu bagaimana Anda menjalin hubungan dengan orang lain, baik itu klien, rekan kerja, bawahan maupun atasan, sangat menentukan keberhasilan Anda. Berikut adalah beberapa hal yang dapat menjadi pedoman Anda:

Kepercayaan diri

Jika Anda ingin membangun hubungan dengan orang lain, Anda harus menunjukkan kepercayaan diri. Anda harus kenal jati diri Anda yang sesungguhnya. Orang tidak akan memperhatikan suara orang asing, untuk itu Anda harus jadi diri sendiri.

Berkomuikasi dengan kejujuran dan ketulusan

Orang dapat mencium kepalsuan dari jauh. Anda harus menyampaikan pujian yang jujur, menolong dengan tulus dan menjaga agar hubungan Anda dengan orang-orang yang Anda kenal dengan penuh kasih.

Kenalilah pendengan Anda

Kenalilah orang-orang yang ada di sekeliling Anda. Hal ini berarti mengenal nama mereka, riwayat kehidupannya, bahkan impian-impian mereka. Anda harus belajar komunikasi mendengar untuk dapat semua informasi itu. Jika Anda telah mendapatkan semua informasi itu, maka Anda dapat menyampaikan sesuatu yang menjadi kepedulian mereka, bukan hanya apa yang menjadi kepedulian Anda.

Tunjukkan integritas Anda

Banyak orang bisa menyampaikan nasihat, namun sedikit yang bisa menyelaraskan apa yang mereka katakan dengan perbuatan mereka. Jika Anda memiliki integritas jenis ini, maka Anda akan mendapatkan penghormatan dari orang-orang disekitar Anda. Integritas ini akan membangun kepercayaan mereka. Tanpa integritas, sebuah hubungan tidak dapat terjalin dengan baik.

Pergilah ke tempat mereka berada

Seorang komunikator tidak akan membuat jurang pemisah dengan pendengarnya. Entah itu panggung yang terlalu tinggi, jarang dengan pendengar yang terlalu jauh ataupun pemisah imajiner seperti pola pikir yang salah. Hal yang sama juga jika Anda ingin membangun koneksi yang baik dengan orang-orang disekeliling Anda. Robohkan setiap tembok pemisah yang ada. Bicaralah dengan bahasa orang tersebut, dekatkanlah diri dengannya, sesuaikan diri Anda dengan budaya, latar belakang, pendidikan dan lain sebagainya, dari orang tersebut. Sesuaikanlah diri Anda dengan orang tersebut, jangan memaksa orang lain menyesuaikan diri dengan Anda.

Pusatkan perhatian kepada diri mereka bukan Anda

Ini adalah sebuah rahasia keberhasilan setiap orang sukses: mereka menempatkan orang lain lebih penting dari dirinya. Dengan cara pandang tersebut, mereka menjadikan orang lain sebagai pusat perhatiannya, bukan menjadikan dirinya sendiri sebagai pusat perhatian orang-orang di sekitarnya. Setiap orang senang menjadi pusat perhatian, dilayani dan diperhatikan. Jadi, jangan lupakan hal yang sangat penting ini.

Percayalah kepada mereka

Cara membangun hubungan yang baik adalah dengan mempercayai bahwa setiap orang berharga. Dengan cara ini kita dapat membantu orang tersebut melihat potensi yang ada didalam dirinya. Rasa percaya Anda, dapat membantu orang tersebut semakin memaksimalkan kehidupannya.

Tawarkan bantuan dan harapan

Tidak ada seorangpun yang dapat hidup sendiri di dunia ini, semua orang membutuhkan pertolongan orang lain. Untuk itu, tawarkanlah pertolongan kepada orang-orang di sekeliling Anda. Berilah mereka harapan. Dengan menawarkan harapan, Anda memberikan mereka masa depan.

Sebuah koneksi atau hubungan jika dibangun dengan benar akan membentuk sebuah siklus saling memberi dan menerima. Untuk itu awali dari diri Anda, berilah bantuan, perhatian, semangat dan harapan kepada orang-orang sekitar Anda. Dengan cara ini, Anda membangun anak tangga kehidupan menuju sebuah tingkat yang lebih tinggi.


Sumber :

Disadur dari 21 Hukum Kepemimpinan Sejati; John C Maxwell; Immanuel (jawaban.com)

How To Handle ANGRY PEOPLE

Who may also be Aggressive, Antagonistic, Argumentative, Confrontational, Destructive, Explosive, Hostile, Intimidating, Threatening, Vicious or even Violent

WHAT TICK US OFF
All of us feel angry at times, but people ‘do’ angry in different ways. Sometimes anger is directed very precisely at us, or at what we’ve said or done. At other times it seems as though it has nothing to do with us, and we’re receiving the full force of
what might have been meant for someone else. It can also come in three temperatures: hot, cold and neutral.

HOW IT CAN HAPPEN
Anger is felt by everyone. It’s a chemical thing, with all sorts of exciting chemicals being triggered off – to aid our survival. When people explode with anger, they are responding externally in the same way as the chemicals are reacting internally – ie wildly!

But – and this might be hard to believe at first – anger only lasts about 20 seconds maximum. The chemicals, after 20 seconds or so, start to subside. So how come some people seem angry for hours or days or for ever? That’s because they follow the chemicals with thoughts. Typically, they start thinking of what the consequences might have been. Or they remember other people and occasions that have ‘made them feel like this’. Or, very commonly, they start plotting revenge! And – not surprisingly – all these thought patterns start producing their own chemicals, and the vicious (= angry) circle goes round and round all by itself.

Sometimes anger is directed appropriately at us, for what we said or did, whether or not we meant to. At other times it can seem directed at us, or indeed at the whole world, for no apparent reason. It’s almost as though the person has no internal compartments for containing it, and it has spread within him or her, and comes whooshing out at any opportunity. (Or, with some people, it seems like every opportunity.)

LET’S NOW EXAMINE THE DIFFRENET TEMPERATURES

Hot anger happens almost instantly, often without warning, and can be really threatening. Some people seem literally to explode, and come over as physically threatening and in-yourface. As they are so incensed, they can seem wildly out of control. They often get really personal with their insults, and it’s sometimes hard to hear what they are actually saying through their heated activity.

Cold anger is very, very calculated. The chemicals have subsided, and in the ensuing calm, the brain plots its next steps: what it is going to do, and how it can make itself felt. It can, therefore, be genuinely chilling. The message is clear. Every single word is clear. And the intention to have the message heard is chillingly clear and deliberate, in a controlled, almost clinically cutting way. And – unlike hot anger, which is pretty instantaneous – cold anger can sometimes be plotted and prepared and lie dormant for a very, very long time indeed.

‘Inactions speak louder than words’
I have a friend who always expresses her feelings and thoughts out loud, all the time. Her boss was the opposite – he sulked in 
silence. One day we were chatting about how she’d never been able to persuade her boss that she was upset, no matter how much she expressed her feelings. I suggested to her that instead of emoting her way (ie loudly), she tried emoting her boss’s way (ie coolly). The next evening she rang me, excitedly of course. ‘It worked brilliantly. My boss asked me first thing if I’d had a good weekend. Instead of telling him all about my problems, as I used to do (to which my boss used to say automatically “Good”), I just sort of grunted and mumbled “OK”, avoiding eye contact. Five minutes later he came back with a silly query – obviously made up. I just grunted a short answer back. Another five minutes later he rushed back shouting, “What on earth is wrong – I’ve never seen you like this before?” It worked: I got through by using his language (cool), not mine (hot).’

Neutral anger may sound like a contradiction in terms; how can ‘anger’ come over as ‘neutral’? Surely it needs energy – either searingly hot, or deliberately held back and cold? Well, neutral anger is also calculated, but it states the obvious so that the message is simple and clear – rather than reinforced with hot dramatics, or chilling effect.

People from the United States can be especially brilliant at this, and can ‘do’ angry in a very neutral way, eg by saying calmly and factually ‘What you did made me feel very, very angry.’ (And then they leave a potentially endless pause, having said and done all that they chose to do, thus handing the baton over to the other person to accept the responsibility to respond.)

TIPS FOR HANDLING ANGRY PEOPLE
Hot anger can seem to consume the person who’s ‘doing’ it, and there’s usually little point in saying anything until there’s less heat. A key tip is not to take it personally, as you’ll be so mortified inside that you’ll withdraw into yourself and the person will think you’re ignoring them! So, the main things that a hot-anger person needs are:

  • not to be ignored, as they’d feel they’re not getting through to you, and so they’d have to increase their signals;
  • not to be patronized, such as being told to Calm Down; it doesn’t work when you’re Angered Up!
  • not to be outdone; if you start telling them how angry or upset you are about their approach, or anything else, it denies them their agenda and voice;
  • to be noticed; good eye contact is important, but soften your gaze and don’t stare!
  • to be acknowledged as ‘angry’ on a personal level, then to have some help to move the situation forward, on an impersonal ‘what exactly needs to happen next’ level.

A good way of acknowledging someone who is angry is to respect their position by saying, for instance, ‘You’re right.’  And then leave a jolly good long pause in place for them to consider this. If they don’t hear you (and ‘being’ angry seems to divert all the energy away from the ears), simply repeat it: ‘You’re right.’

And whenever I’ve said this, it has pretty much always taken the wind out of their sails. Or, as one client said, ‘It really took my sails out of the wind, thank you.’ When I asked how, he said that he knew he was right, and now that I knew he was right, he couldn’t ‘do’ angry any more.

Is this being untrue to myself, saying that the other person is right? Not at all – because I truly believe that they are right to feel whatever they feel. (I am not, however, saying that I would feel the same if I were in their shoes.)

‘No, Mr Nicholls’
I was working in a shoe shop in Brighton, between leaving school and starting college. One Saturday, the tallest and secondangriest man I have ever seen came thundering into the shop, pulled me outside and pointed to the window display. ‘I want that pair of shoes for my wife.’ I assumed that the woman a few steps behind him was the wife in question and a quick glance at her feet suggested that the shoes in the window would be much too small. I explained that we put the smallest shoes in the window display, so we could fit more in. I explained that his wife’s feet were not the same size as the shoes in question. I explained that the window dresser was not in attendance (yes, I think I actually used that phrase!) until Tuesday – and none of this worked. He pretty soon turned into the first-angriest man I’d ever seen. Eventually he stormed out of the shop, dragging a rather pale wife but leaving behind a stream of colourful language.

The manager, Mr Nicholls, came up to me, and in his kindly way hit the nail on the head when he gently said ‘Well, Mr Leibling, I don’t think you could have handled that much worse, could you?’ He was absolutely right. I had tried everything except the tips above!

TIPS

COUNT TO TEN
Cold and neutral anger are highly effective in practice because they are the considered responses to a situation and internal chemical reactions that have already cooled down – so there’s no external ‘situation’ to cool down to begin with. (The old suggestions of counting slowly to 10 before responding, or ‘holding your tongue’ or ‘biting your lip’, come to mind here.)

‘Out of the mouths’
I remember being out for dinner with friends. Their three-year-old (who had previously been banished to his room for a minor misdemeanour) came slowly down the stairs. He calmly stopped halfway, paused, and then looked from parent to parent. He quietly said ‘You make me very unhappy’ and then, oh so slowly, turned back upstairs again – leaving the three of us with enormous lumps in our throats.

The principles, however, are exactly the same as for hot anger. For example, with the three-year-old child in the case study we might say something like ‘You’re right.’ (Pause) ‘I’m sorry I made you unhappy.’ (Pause) ‘Come here and tell me what you want me to do.’ (Pause) ‘And we’ll have a big cuddle while I’m listening.’ This:

  • acknowledges the person and their feelings;
  • acknowledges your own position;
  • makes it clear that you intend putting things right, by listening to their thoughts;
  • moves the situation forward by putting the event into the past tense, where it belongs; even though the child said, ‘you make me very unhappy’, we contain the event in the past tense.

TIPS FOR HANDLING ANGRY PEOPLE
1. FULL STOPS
After you’ve said what you need to say, shut up! (The full stop prevents you drivelling on and undoing your case or diluting the effect. It also allows the other person space to take on board the implications of what you’ve just said.)

2. RISE TO THE OCCASION
If the other person is standing and you’re sitting, stand up slowly and respectfully, eye to eye (that is, I to I).

3. SPEAK UP
If they’ve been loud and you’ve been quiet, speak just a little more loudly than before, and see how this gets you noticed.

4. BE PRECISE
It can be useful to ask the other person, coldly or neutrally, what exactly they are angry about and what exactly they need from you. Maybe you could do this at the time that they’re ‘doing’ angry, or maybe sometime later – especially if they’ve already stomped off! – in a note or phone call.

Source :

Mike Leibling – A Guide To Difficult People And How To Handle Them

Building Your Personal Brand Online

Most salespeople never spend enough time developing their own personal brand and defining for the customer and their market who they are and what they stand for. Instead they focus on the company brand and the company image. Don’t get me wrong; promoting the company and the company image is important—but being known in your industry makes you more valuable as a resource than a brand alone will. Prospect and customers buy you first; then they buy the idea that you can help them find a solution for their needs, and finally they buy the product.

Ask yourself this question right now: “When someone searches my name in Google, what are the top 10 search results?” Go ahead, type your name in Google right now and see. If the top 10 searches don’t include your name and something related to what you sell, if one doesn’t include some video of a client who is thrilled with what you did for her, you need look no further to understand why customers are not buying from you. The most credible people can be found in a search. Now search your competitors; do you find them? If not, great, you now have an advantage.

It’s time to start being seen so you can sell, so let’s get started.

  1. Go to www.godaddy.com right now and buy yourname.com. If yourname.com is not available, I want you to buy therealyourname.com. It is important to have your name in the domain URL because when people search for you we want your domain to come up fast in the search results.
  2. Now go to www.weebly.com and set up a free account. You are about to become a Web designer. Don’t worry, no technical skills are required; if you can drag and drop and type, you can have a web site up with a blog in about an hour. This is going to become the single most important repository of you on the Web. You’ll talk about deals you’ve closed with which companies (where using company names is allowed). You’ll post testimonials about working with you. Don’t have testimonials? Don’t worry, we’ll get to that.
  3. Now type this link into your Web browser: www.weebly.com/weebly/main.php. You’ll see a page that will show you how to configure your domain (so that when someone types in www.yourname.com, your new web site comes up).

It is that simple. You now have a functioning web site where you can begin to build your credibility online. You can make the web site as complicated as you want, but the simpler it is for people to find out what they want to know about you, the better. Here are some things to include on your web site:

  • Your professional bio. This is a sketch of who you are, your education, your work experience, including past employers, some of your thoughts on the industry you are working in, and a little something personal; if you have a wife or husband and kids, mention them—better yet, put a picture of them with you on the site. If you have hobbies, put some pictures of you doing your hobbies, or at least mention a couple. I like to golf but I’m terrible at it, so in my bio I might write: Avid golfer whose score will make you feel great about your game, no matter how you play! Show them you are real and have a sense of humor.
  • Testimonials. Create a link on your site called What My Clients Say. On the page that it links to, you’ll place quotes from your past clients and videos from current and past clients.
  • Client list. Create a link to your client list—all the companies you’ve sold to in the past. This is a place for you to showcase the kind of companies you’ve sold to so people can see that you have experience selling to companies like theirs. People like buying from people who already have experience with others like them. Your experience is worth a lot, and if they get experience with their relationship with your company, that is a huge plus.
  • Contact Me link. Create a Contact Me link at the top of your homepage. On your Contact page tell people how they can connect with you. Include your office phone number, your cell number, and your direct e-mail address. (When you write your e-mail address, write it like this:dave at boldapproach.com, so that your name and address will not be harvested by spam robots that will fill your inbox with spam.)
  • Your blog. If you are unfamiliar with blogs and their purpose, let me explain. A blog is like an online diary in which you collect your thoughts about whatever you choose. You don’t have to journal the contents of your soul; in fact, I recommend against it. Instead, write about what is going on in your industry. Write about the problems customers have and how they can solve them (using your products and services, where possible). Your blog posts don’t have to be long—just long enough to tell your story or make your point. Include a photo where you can; it makes the post more interesting. In your headlines, try to include keywords that your customers might search for, to make it more likely that they’ll find your blog in their search. For the next 90 days I’d like you to write at least three blog posts per week. If you do and if you follow my instructions about keywords and writing about your industry, you’ll be surprised what starts to show up in the searches around your name, your industry, and your products. If you’ve never read a blog, why not start with mine: http://boldapproach.typepad.com. It will give you an idea of how it works, plus you’ll learn many new ideas that I shared in my blog after I wrote this book. One last note: No bashing your company, your competitors, or your boss on your blog; leave that to someone else. Your blog is about creating business, not attacking others.

That’s it. You’ve now created your first line of visibility on the Web.

I know what you are thinking; you are thinking, “My company won’t let me do that and it seems like a lot of work.”

Get over it.

That’s right, I said Get over it. I have yet to see a company policy that says you can’t have a web site about yourself online. The policy may dictate what you can say about the company and your clients, so just follow your company’s guidelines. And remember, when you get testimonials, you’ll capture two kinds: one about working with you and one about working with your company.

“There he goes again, talking about testimonials,” I hear you say. It is much easier than you think to get quality video testimonials. Here’s how you do it:

  1. You’ll need to buy or borrow a digital camera that can capture video. You’ll want to get one that does 30 frames per second (fps). I recommend the Canon SD series, which you can find here: http://budurl.com/mycam. This is exactly the camera I use. They cost about $150 as of this writing and they are phenomenal. I’ve taken mine all over the world and collected testimonials without fail.
  2. After you’ve developed a great relationship with the client and have provided them with an exceptional experience, use this script to ask them for a testimonial: “I hope your experience working with me was phenomenal. (Pause, they’ll most likely say something like, “You were great to work with”; then continue) Selling is getting more and more competitive, and I’m doing some new things to stay ahead of the curve. I’m wondering if you’d mind saying what you just said into my tiny pocket camera?” (Pull out the camera and show it to them, then thank my good friend Joel Bauer of www.infotainer.com for that specific camera phrasing, it works wonders.) Clients will nearly always agree. If they say that their company doesn’t allow them to do testimonials, remind them that they are not doing a testimonial about a product or their company; they’re simply telling how it was to work with you, and that will typically cover the rest.
  3. Use the free video-editing software on your PC or Mac to edit the file (it is as easy as drag and drop, cut and paste), then upload the clip to www.youtube.com. When you upload it be sure to create a title that says, “<Client name> leader in <Industry> says <Your name> is amazing” (or something that they actually did say). In the Tag section put keywords that include your name, the client’s name, the client’s company name (if you’re allowed to use it), your company name (if you can use it), product names, and any other keyword terms potential clients might search on.

You’ll be tempted not to take action on the things I just explained in the last few pages, but I’m going to encourage you do these things anyway. The reason nobody’s buying from you is not that people don’t have money or needs; it is because you are unwilling to break out of your old habits. New ideas create new opportunities. The hidden benefit of having this online presence is that the next time you are looking for a job, you’ve got one of the most amazing resumes that you can ever send, available right at your fingertips.

Be sure to let people know your web site exists by including your web site link in your signature line in your e-mails and on your business card, and put it anyplace else that you can think of where your clients can learn more about you.

Sumber : How To Sell When Nobody’s Buying – David Lakhani

Panduan Praktis Membuat Business Plan

Setelah memutuskan bisnis yang kelihatannya bagus, langkah berikutnya yang penting adalah:

Anda perlu merancang sebuah business plan.

ROAD MAP

Seorang pilot tidak akan terbang dari Jakarta ke Semarang tanpa rencana penerbangan yang rinci.

Rencana penerbangan tersebut memberitahu pilot berapa banyak bahan bakar yang ia butuhkan, landmark penting yang harus dicari, dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke tujuan.Ini adalah cetak birunya untuk perjalanan yang sukses dan lancar.

Rencana bisnis bisa disamakan dari rencana penerbangan. Ini adalah cetak biru anda untuk perjalanan sukses. Membuat rencana bisnis memaksa anda untuk berhati-hati memikirkan rencana usaha anda. Ini akan detail mengenai berapa banyak uang yang anda perlukan untuk memulai dan itu akan membantu anda memahami bagaimana menghadapi persaingan.

Menulis sebuah rencana bisnis akan mempertajam ide-ide pemasaran Anda, membantu Anda memahami proyeksi biaya dan penjualan, dan banyak lagi.

Membuat dan menggunakan rencana bisnis juga memungkinkan investor dan pemberi pinjaman untuk menganalisis apakah bisnis yang anda usulkan bernilai ratusan juta rupiah, membantu anda mengenali pasar dan persaingan, memungkinkan anda untuk memahami bisnis anda lebih baik

Ada dua kelemahan utama untuk tidak memiliki rencana bisnis.

Pertama, tanpa rencana bisnis, perusahaan anda seperti sedang berjudi. Mungkin berhasil, mungkin gagal. Sebuah rencana bisnis yang diteliti mengurangi risiko kegagalan.

Kedua, tanpa rencana bisnis, anda tidak akan menarik investor. Jika Anda memerlukan dana luar untuk mendapatkan dan memulai bisnis anda, siapapun investornya kan ingin melihat rencana bisnis anda. Apakah Anda berencana untuk mendekati bank, investor perorangan, atau sebuah perusahaan modal ventura, rencana bisnis merupakan pra syarat utama untuk mendapatkan dana.

ELEMEN BUSINESS PLAN

1. Halaman judul

Halaman judul harus mencakup nama bisnis, logo jika anda memiliki satu, nama pemilik, alamat usaha dan nomor telepon, alamat e-mail, dan situs web bisnis jika punya

2. Ringkasan Eksekutif

Ringkasan eksekutif adalah bagian yang paling penting dari rencana bisnis anda. Hal ini sangat penting karena itu adalah bagian yang akan fokus pada investor.

Jika mereka tertarik, maka mereka akan membaca lebih lanjut ringkasan eksekutif bisnis anda. Tetapi jika mereka tidak tertarik, semua kerja keras anda akan sia-sia.

Ringkasan eksekutif menggambarkan pokok-pokok rencana. Meskipun bisnis anda akan dijelaskan secara rinci nanti dalam rencana bisnis, pengenalan tiga atau empat halaman pembuka akan dapat menangkap perhatian calon investor atau pemberi pinjaman. Hal ini harus menjelaskan apa bisnis anda, siapa pasar anda, apa yang berbeda tentang bisnis anda, mengapa ini adalah saat yang tepat untuk melakukan usaha ini, dan mengapa ini adalah kesempatan yang unik. Selain itu, jumlah uang yang diperlukan juga harus dicantumkan.

Tulislah ringkasan eksekutif terakhir setelah anda memikirkan rencana keseluruhan.

3. Daftar isi

Selanjutnya muncul daftar isi yang berisi daftar judul bagian dan nomor halaman.

4. Deskripsi Bisnis

Pada bagian ini, menggambarkan mengenai bisnis anda dan bagaimana anda melihatnya tumbuh.

Sertakan deskripsi dari produk atau jasa yang anda akan jual, ceruk pasar, dan seterusnya. Jelaskan bagaimana produk atau jasa anda akan menawarkan sesuatu yang berbeda dari opsi lain di pasar.

Anda juga perlu menunjukkan bahwa target pasar yang anda tuju itu memiliki potensi yang sangat besar, dan idealnya semakin bertumbuh.

Contohnya, jika and ingin membukan usaha kecil warung pizza, maka anda perlu menjelaskan anda yakin bahwa ada permintaan untuk pizza tersebut, contohnya dalam radius 5 km dari lokasi anda berjualan.

Atau anda mau membuka bisnis dalam skala nasional atau bisnis melalui internet, kemudian anda juga harus bisa menjelaskan adanya kebutuhan secara lingkup nasional mengenai produk/jasa yang anda jual.

Anda harus menentukan target bisnis anda dengan tepat. Contoh kasusnya adalah apabila anda memutuskan untuk membuka restoran khusus pizza, dan diperkirakan ada kurang lebih 20.000 orang yang potensial berada di dekat restoran pizza anda yang memungkinkan untuk datang dan membeli pizza di restoran anda, maka hal itu disebut feasible market/kemungkinan pasar. Nah, anda harus menentukan berapa porsi orang yang akan menjadi pelanggan anda, yaitu yang disebut market share/pangsa pasar.

Anda juga harus menjelaskan mengenai bentuk hukum bisnis anda, apakah kepemilikan tunggal, kemitraan, UD, CV, atau PT.

5. Manajemen

Tidak mungkin untuk meremehkan betapa pentingnya kontribusi tim manajemen anda di mata investor yang potensial.

Bank dan kreditur lainnya akan dengan serius menyelidik latar belakang dan pengalaman dari tim manajemen anda. Jika anda hanya membuka bisnis kecil kepemilikan tunggal, maka anda hanya perlu untuk mendokumentasikan keterampilan dan kemampuan anda sendiri.

Tetapi jika anda membutuhkan orang lain untuk membantu anda menjalankan bisnis, anda sebaiknya memiliki tim yang bagus di tempat yang tepat dan jika anda belum membuat sebuah tim bersama-sama, sekarang akan menjadi waktu yang tepat untuk mulai melakukannya.

Tim macam apa yang harus dibentuk ? Pastinya anda bertanya apakah anda mungkin perlu seorang direktur pemasaran, pengacara, akuntan, direktur operasi, atau direktur penjualan ? Itu semua tergantung pada jenis bisnis yang ada dalam pikiran anda dan apa yang dibutuhkan untuk melaksanakan visi anda. Apa pun itu, adalah penting untuk menciptakan sebuah tim dari orang-orang yang memenuhi syarat yang dapat mengesankan para petinggi.

6. Deskripsi Industri

Bagian ini adalah tempat semua latar belakang penelitian dan analisis dari ide-ide anda. Anda harus memberikan ringkasan mengenai garis besar dari industri dimana anda akan berada. Informasi mengenai hal tersebut dapat anda peroleh dari asosiasi perdagangan, majalah, situs, buku, wawancara dan pertemuan bisa dibahas di sini. Diskusikan mengenai tren makro ekonomi dan indikator ekonomi yang relevan.

7. Kompetisi
Sertakan semua informasi terkait tentang pesaing anda, termasuk jangka waktu mereka telah berkecimpung dalam bisnis, lokasi mereka, dan penjualan rata-rata tahunan. Bagaimana anda akan mengalahkan kompetisi? Apakah anda menawarkan lokasi yang lebih baik, kenyamanan yang lebih besar, harga yang lebih baik, jam kerja, kualitas lebih baik, pelayanan yang lebih baik, atau beberapa keuntungan lain?

Mulailah dengan menganalisis sebagai berikut:

Apa saja yang sudah dilakukan kompetitor dengan benar atau salah ?

Apa saja kebutuhan pelanggan yang belum bisa dipenuhi oleh kompetitor ?

Bagaimana cara anda untuk merayu dan memikat pelanggan untuk berpindah ?

8. Strategi Pemasaran

Bagaimana posisi barang atau jasa anda di pasar ?

Apakah anda akan memenuhi suatu klien kelas atas, jenis yang lain, atau kelas yang lain?

Apa yang akan menjadi strategi harga anda?

Bagaimana anda akan mempromosikan bisnis Anda?

Iklan dan pemasaran apa yang akan anda usulkan ?

9. Sales Forecast

Ketika membuat rencana bisnis, sangat penting untuk menghindari membuat angka-angka di luar realita.

Pastikan anda tidak membuat kesalahan tentang itu karena nantinya anda akan tergoda untuk menyingkirkan angka-angka yang realistis demi sebuah tujuan yang lain. Mengapa? Karena salah satu alasan untuk menciptakan rencana bisnis adalah untuk mendapatkan pendanaan, dan salah satu cara untuk mendapatkan dana adalah untuk menunjukkan potensi anda untuk pertumbuhan yang eksplosif, sehingga anda mungkin tergoda untuk membuat angka-angka yang bombastis untuk mendukung hal itu.

Tapi itu adalah kesalahan untuk melakukannya, karena dua alasan.

Pertama, investor yang canggih dan pemberi pinjaman dapat melihat melalui angka-angka palsu tersebut, memperlihatkananda sebagai seorang pemula, dan siswa dengan nilai yang buruk dan tentunya anda tidak akan mendapatkan pendanaan. Kedua, meskipun rencana bisnis anda adalah untuk dilihat oleh mata saja, angka inflasi dapat menyebabkan harapan yang tadinya realistis menjadi tidak realistis, yang, pada gilirannya, dapat menyebabkan kegagalan bisnis dimana anda akan kehabisan uang sebelum waktunya.

Jadi anda sudah diperingatkan bahwa lebih bijaksana untuk berurusan dengan kenyataan, terutama ketika membuat asumsi tentang penjualan anda. Anda perlu mencari tahu berapa banyak yang dapat anda harapkan untuk menjual dalam beberapa tahun mendatang. Ya, tentu saja, anda tidak tahu sekarang, dan anda akan membuat beberapa asumsi. Yang saya katakan adalah bahwa ketika melakukan hal itu, hati-hatilah dan jangan tergoda untuk melakukan kesalahan. Jadilah konservatif. Jika anda menjual lebih banyak, itu bagus. Jika tidak, setidaknya rencana anda akan memperingatkan anda.

Perkiraan penjualan anda yang jujur seharusnya berisi angka-angka berikut :

  • Perkiraan bulanan untuk 1 tahun mendatang, baik dalam rupiah dan jumlah unit yang terjual
  • Perkiraan tahunan untuk dua hingga empat tahun berikutnya, baik dalam rupiah dan jumlah unit yang terjual
  • Asumsi-asumsi anda yang mendasari prediksi tersebut

Darimana anda mendapatkan informasi ini? Waktu untuk penelitian lebih lanjut! Menganalisis potensi pesaing. Pertimbangkan penjualan mereka, pola lalu lintas, jam operasi, masa sibuk, harga, kualitas barang dan jasa, dan sebagainya. Jika memungkinkan, berbicara dengan pelanggan dan staf penjualan. Perkiraan secara khusus mengenai apa yang mungkin pesaing anda akan buat dalam bulan-bulan tertentu. Perkiraan penjualan anda dapat didasarkan pada rata-rata penjualan bulanan yang beroperasi pada usaha sejenis yang berukuran di pasar yang sama. Kedua, minta informasi dari asosiasi perdagangan anda dan majalah untuk mendapatkan gambaran atau ide mengenai apa yang bisa dilakukan dalam bisnis anda.

Perkiraan penjualan anda secara konservatif. Bisnis anda bukan yang sudah stabil dan lama berdiri namun anda baru saja memulai sebuah bisnis. Sangat tidak mungkin bahwa penjualan anda akan menuju puncak mengalahkan pemain lama yang sudah ada. Setidaknya anda akan butuh beberapa tahun untuk itu. Akhirnya, termasuk dalam bagian ini adalah strategi penjualan anda (penjualan tujuan, target pelanggan, peralatan penjualan, dukungan penjualan), distribusi rencana (langsung kepada masyarakat, grosir, ritel), dan struktur harga (markup, margin, break-even point).

10. Analisis Keuangan

Di sini Anda akan menggunakan analisis sebelumnya anda untuk menjelaskan berapa biaya untuk mendapatkan dan menjalankan bisnis anda berapa banyak biaya untuk tetap menjaga itu terjadi. Anda juga akan menjelaskan berapa banyak uang yang anda minta dan bagaimana akan dihabiskan.

Bagian ini akan didasarkan pada beberapa neraca keuangan sepeerti neraca, laporan laba rugi, dan proyeksi arus kas. Di sini sekali lagi, anda akan membuat asumsi keuangan, dan asumsi-asumsi ini dapat membuat atau menghancurkan bisnisanda. Jika anda tidak memahami perencanaan keuangan, anda perlu mempelajari atau menyewa seorang profesional untuk membantu anda. Hal itu penting karena analisa keuangan sering merupakan bagian paling sulit dari rencana bisnis bagi pengusaha kecil. Sangat mudah untuk membayangkan sebuah ide dan kesuksesan yang sedang menunggu anda tetapi akan sangat sulit dan butuh kerja keras untuk menempatkannya dalam bentuk angka-angka. Meskipun demikian, anda harus melakukannya.

Mulailah dengan laporan laba rugi dan beban. Ini adalah seperti sebuah proyeksi pendapatan dan biaya. Ini harus mencakup proyeksi pendapatan rinci, biaya operasi, dan perkiraan keuangan untuk tahun depan operasi dan selama dua tahun berikutnya. Hal ini juga harus mencakup perkiraan arus kas masuk dan arus keluar setiap bulan untuk tahun berikutnya.

Darimana Anda mendapatkan informasi ini? Informasi tersebut dapat diperoleh dari pesaing, pemasok, asosiasi perdagangan, kamar dagang, web, dan publikasi perdagangan. Selanjutnya Anda akan perlu menyertakan laporan laba rugi. Ini adalah ringkasan dari transaksi proyeksi bisnis selama jangka waktu tertentu. Ini menjelaskan perbedaan antara pendapatan dan biaya.

Neraca bisnis ini merupakan gambaran umum dari usaha pada suatu titik waktu tertentu. Ini harus mencakup proyeksi aset dan kewajiban. Laporan arus kas menunjukkan berapa banyak uang tunai bisnis anda, kapan, dan darimana akan datang. Sebagai contoh, berapa banyak persediaan yang akan dibutuhkan, dan berapa biayanya setiap bulan? Laporan arus kas sangat penting karena memaksa anda untuk melihat secara realistis di garis bawah dan menentukan apakah anda akan mendapatkan uang yang cukup untuk menangani utang-utaang Anda. Bagian keuangan dari rencana bisnis anda juga harus menganalisis penggunaan setiap dana pinjaman yang anda cari, termasuk jumlah pinjaman, dan mengenai syarat dan ketentuannya.

Akhirnya, anda perlu untuk mengungkapkan situasi keuangan anda dan seberapa banyak dari keuangan pribadi anda memberikan kontribusi pada perusahaan.

11. Strategi Keluar

Rencana bisnis anda juga dapat berisi strategi keluar yang mungkin anda lakukan seperti menjual bisnis anda ataupun pensiun.

12. Lampiran

Lampiran harus berisi hal-hal sebagai berikut :

- Pembuktian dokumentasi dan artikel yang menarik

- Nama dan informasi kontak untuk referensi Anda

- Nama bank anda sekarang

- Nama pengacara dan akuntan

- Surat pernyataan kekayaan bersih

- Surat pernyataan

- Asuransi (kebijakan, jenis, dan jumlah cakupan)

Nah, demikianlah sedikit panduan praktis dari saya mengenai bagaimana caranya membuat business plan.

Selamat Berbisnis !

Sumber : Tommi Sugiarto Karunia, Chief Instructor

Mengapa Reksadana Terproteksi Diminati?

Reksadana terproteksi memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Dari segi resiko, reksadana investasi terbilang aman karena melindungi modal awal para investor. Namun dari segi keuntungan, Anda jangan terlalu berharap banyak dari reksadana jenis ini.

Harus di mengerti bahwa reksadana terproteksi bukanlah sebuah instrument yang memberikan perlindungan atas modal para investornya, namun dikatakan terproteksi karena modal para investor di investasikan pada instrumen investasi yang terbilang cukup aman atau resikonya kecil.

Reksadana terproteksi ini biasanya melakukan investasi maksimum 100% pada Surat Hutang Negara dan maksimum 20% pada Instrumen Pasar Uang atau kas. Untuk tingkat return, perkirakan bisa mencapai 7 hingga 9 % pertahun.  Pada tahun 2010 ini, berdasarkan berita yang dirilis oleh Inilah.com, tingkat return dari Reksadana Terproteksi mencapai 8,5%.

Jika Anda membandingkan dengan deposito, pada tahun 2010 ini rata-rata bunga deposito berada di kisaran 6,94 % - 7,48 %, jadi investasi di Reksadana terproteksi masih terbilang lebih menguntungkan. Bahkan jika Anda berani menginvestasikan pada reksadana campuran, return yang Anda terima bisa mencapai 14 – 15 % dan di reksadana saham malah mencapai 25%.

Investasi ditentukan oleh keberanian Anda dalam mengambil resiko. Semakin besar resiko yang berani Anda ambil, maka kemungkinan return yang Anda terima semakin besar. Namun jika Anda ingin main aman, maka reksadana terproteksi adalah pilihan yang sangat menarik untuk saat ini. Selamat berinvestasi.

Sumber : jawaban.com

Cara Efektif Mengelola Bisnis Keluarga

Bisnis keluarga yang di operasikan di rumah, memberikan potensi penghematan besar. Namun jika tidak dipersiapkan dengan baik, hal ini bisa membuat Anda mengalami banyak konflik.

Bisnis keluarga artinya menghasilkan keuntungan tanpa mengorbankan keluarga, namun melibatkan mereka. Untuk itu berikut ini beberapa hal yang perlu Anda perhatikan:

Kenali perbedaan kepribadian dari seluruh anggota keluarga Anda

Dengan mengenali kekuatan dan kelemahan dari tiap-tiap anggota keluarga Anda, maka akan lebih mudah untuk menempatkan mereka di posisi yang tepat. Hal ini akan membuat setiap orang efektif dalam menjalankan pekerjaan mereka.

Minta masukan dari semua orang

Ingatlah bahwa ini adalah bisnis keluarga, jadi pendapat setiap anggota keluarga Anda sama pentingnya dengan pendapat Anda.

Lakukan sesuatu yang keluarga Anda sama-sama sukai

Cintai apa yang Anda kerjakan, maka hal tersebut akan sukses. Hal ini berlaku juga dalam bisnis keluarga. Temukan satu hal yang sama-sama disukai oleh keluarga Anda, maka bisnis akan menjadi sesuatu yang menyenangkan.

Tentukan batasan waktu

Karena bekerja di rumah, terkadang sulit untuk menentukan batasan waktu. Namun hal ini sangat penting. Sebagai contoh jika Anda membuka warung kelontong di rumah, tentukan jam kerjanya, Anda bisa tentukan mulai jam 8 pagi hingga jam 6 sore. Setelah itu, pastikan bahwa Anda menggunakan waktu untuk kebersamaan keluarga.

Memiliki ruang kerja

Jika Anda menjalankan bisnis keluarga di rumah, Anda harus memiliki ruang kerja khusus. Pastikan fasilitas yang Anda butuhkan tersedia disana, contohnya listrik, saluran udara, internet dan kebutuhan kantor lainnya.

Semakin berkembang bisnis Anda, maka kebutuhannya akan semakin besar. Akan tiba saatnya bahwa Anda akan mempekerjakan orang luar atau bahkan memiliki kantor sendiri dengan menyewa atau membeli sebuah ruko. Namun sebelumnya, Anda harus membangun dasar yang kuat agar bisnis tersebut berhasil. Selamat mencoba.

Sumber : entrepreneur.com / jawaban.com

Empat Pilihan Investasi Para Miliader

Meningkatkan kekayaan dapat dengan berbagai macam cara. Jika Anda adalah salah satu dari mereka yang memiliki kemampuan untuk melipatgandakan harta, maka salah satu cirinya adalah cepat melirik peluang investasi. Kondisi sesulit apapun, tidak membuat seorang usahawan putusasa, bagi mereka kesulitan adalah peluang yang tersembunyi di balik kerja keras.

Beberapa instrument investasi yang menarik para usahawan atau miliader untuk jangka panjang ada beberapa macam. Berikut adalah beberapa pilihan miliader kawasan Asia yang dapat juga menjadi pilihan investasi Anda:

Emas dan perhiasan

Saat ini emas masih menjadi primadona para miliader di daerah Asia. Bagi masyarakat Asia, emas masih menjanjikan keamanan sebuah investasi. Anda akan menemukan mereka yang suka investasi pada emas, baik batangan maupun perhiasan diantara masyarakat China, India, dan juga di Indonesia. Di China saja, menurut berita yang dirilis oleh VivaNews, para miliader menghabiskan sepertiga hartanya atau sekitar 34 persen untuk memborong emas, perhiasan, berlian dan juga jam tangan mewah.

Barang-barang seni

Koleksi barang seni menjadi sebuah pilihan investasi yang unik, selain memiliki potensi kenaikan harga yang tinggi, Anda pun dapat menikmati keindahan seni serta prestise tersendiri. Namun kesulitan yang ada dalam investasi jenis ini adalah bentuk perawatan yang memiliki tingkat kesulitan yang tinggi. Jika barang seni tidak dirawat dengan baik, maka dapat rusak dan beresiko turunnya nilai jual.

Property

Tanah dan bangunan yang berada di lokasi yang strategis masih menjadi pilihan yang layak Anda perjuangkan dalam investasi. Banyak miliader yang sukses karena bidang property ini, jadi Anda patut pertimbangkan. Nilai property seperti emas, pasti naik. Namun jika resesi terjadi seperti yang dialami Amerika pada beberapa tahun lalu, bisa saja nilai property turun. Namun jika kondisi berangsur membaik maka nilai property akan stabil kembali. Jadi untuk emas dan property tidak cocok untuk investasi jangka pendek.

Surat-surat berharga

Saham, obligasi dan reksadana adalah salah satu peluang yang patut Anda incar. Bentuk investasi ini selain likuid juga menjanjikan keuntungan yang cukup signifikan. Namun sebelum melakukan investasi, hukum wajib yang harus Anda lakukan adalah mempelajari masing-masing dari instrument surat-surat berharga ini.

Investasi adalah bagian dari kesuksesan, jika Anda tidak ingin mengalami kesulitan di masa-masa kemarau, maka simpanlah hasil ladang Anda selama musim menuai masih berlangsung. Selama Anda masih produktif, pastikan Anda mengatur dengan baik penghasilan Anda dan pilihlah investasi yang tepat.

Sumber : jawaban.com

Memilih Usaha Franchise

Ingin usaha namun tidak tahu harus memulai dari mana? Kenapa tidak mencoba dengan membeli franchise sebuah usaha saja. Itulah saran yang umum saat ini dengan menjamurnya berbagai usaha franchise yang hanya bermodal mulai dari 2-3 juta rupiah hingga yang ratusan juta rupiah. Namun apakah menjalankan usaha franchise semudah itu? Belum tentu.

Setiap usaha pasti ada resikonya masing-masing, demikian juga usaha franchise. Untuk itu Anda perlu memperhitungkannya dengan baik. Anda perlu tahu dimana titik lemahnya dan dimana kekuatannya. Berikut adalah beberapa hal yang bisa Anda gunakan untuk menguji skala keberhasilan sebuah franchise:

  1. Unit yang berhasil. Sebelum membeli sebuah franchise mintalah data berapa franchise yang telah terjual, berapa yang bertahan dan berapa yang telah tutup. Jika jumlah unit yang terjual terus bertambah selama beberapa tahun, dan jumlah yang tutup sedikit, maka franchise tersebut dapat Anda pertimbangkan.
  2. Keadaan finansial penjual franchise. Dua hal yang perlu Anda ketahui, apakah si pemilik franchise memiliki keuangan yang stabil dan kuat, dan kedua apakah perusahan tersebut memiliki laporan yang bagus antara pemasukan dan pembayaran tagihan-tagihan. Jika dua hal ini tidak baik, maka lebih baik Anda lewatkan.
  3. Tren di unit franchise yang telah terjual. Anda perlu menanyakan apakah penjualan di unit-unit yang ada saat ini terus naik atau tetap, atau bahkan turun. Jika tidak ada kenaikan yang signifikan, maka itu adalah sebuah petunjuk untuk menjauhi produk itu.
  4. Lakukan survey dan riset. Anda dapat melakukan riset singkat dengan datang atau menghubungi beberapa orang yang telah membeli franchise tersebut. Dengan melakukan riset singkat ini Anda dapat menghindari jebakan-jebakan yang mungkin ada di depan Anda.

Memiliki sebuah usaha tentu saja membutuhkan waktu, pikiran dan juga uang Anda. Jadi membeli sebuah usaha franchise bukan berarti pekerjaan yang ringan, namun tetap membutuhkan kerja keras dari Anda. Jadi jangan cepat menyerah ketika menghadapi tantangan.

Sumber : entrepreneur.com / jawaban.com

Cara Efektif Mengelola Bisnis Keluarga

Bisnis keluarga yang di operasikan di rumah, memberikan potensi penghematan besar. Namun jika tidak dipersiapkan dengan baik, hal ini bisa membuat Anda mengalami banyak konflik.

Bisnis keluarga artinya menghasilkan keuntungan tanpa mengorbankan keluarga, namun melibatkan mereka. Untuk itu berikut ini beberapa hal yang perlu Anda perhatikan:

Kenali perbedaan kepribadian dari seluruh anggota keluarga Anda

Dengan mengenali kekuatan dan kelemahan dari tiap-tiap anggota keluarga Anda, maka akan lebih mudah untuk menempatkan mereka di posisi yang tepat. Hal ini akan membuat setiap orang efektif dalam menjalankan pekerjaan mereka.

Minta masukan dari semua orang

Ingatlah bahwa ini adalah bisnis keluarga, jadi pendapat setiap anggota keluarga Anda sama pentingnya dengan pendapat Anda.

Lakukan sesuatu yang keluarga Anda sama-sama sukai

Cintai apa yang Anda kerjakan, maka hal tersebut akan sukses. Hal ini berlaku juga dalam bisnis keluarga. Temukan satu hal yang sama-sama disukai oleh keluarga Anda, maka bisnis akan menjadi sesuatu yang menyenangkan.

Tentukan batasan waktu

Karena bekerja di rumah, terkadang sulit untuk menentukan batasan waktu. Namun hal ini sangat penting. Sebagai contoh jika Anda membuka warung kelontong di rumah, tentukan jam kerjanya, Anda bisa tentukan mulai jam 8 pagi hingga jam 6 sore. Setelah itu, pastikan bahwa Anda menggunakan waktu untuk kebersamaan keluarga.

Memiliki ruang kerja

Jika Anda menjalankan bisnis keluarga di rumah, Anda harus memiliki ruang kerja khusus. Pastikan fasilitas yang Anda butuhkan tersedia disana, contohnya listrik, saluran udara, internet dan kebutuhan kantor lainnya.

Semakin berkembang bisnis Anda, maka kebutuhannya akan semakin besar. Akan tiba saatnya bahwa Anda akan mempekerjakan orang luar atau bahkan memiliki kantor sendiri dengan menyewa atau membeli sebuah ruko. Namun sebelumnya, Anda harus membangun dasar yang kuat agar bisnis tersebut berhasil. Selamat mencoba.

Sumber : entrepeneur.com/jawaban.com