Translate

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Sebab Dia adalah Tuhan kekuatanku, bersama-Nya ku takkan goyah

Mengampuni Pasangan Selingkuh, Mungkinkah?

Memiliki pernikahan yang hebat dan memuaskan bukanlah suatu hal yang mustahil meskipun tampaknya seperti itu dengan terus meningkatnya angka perceraian. Kebenarannya adalah pernikahan tidak kurang dari menjadi pasangan yang baik dan segala sesuatu yang dilakukan memerlukan usaha. Menjalani sebuah pernikahan memerlukan usaha. Bukan karena kerja keras ataupun usaha yang buruk, bukan juga dengan upaya yang tampaknya membosankan, namun pernikahan sesungguhnya merupakan komitmen yang dilakukan setiap hari satu sama lain.

Dalam setiap pernikahan pria dan wanita memiliki peran dan kebutuhan yang berbeda. Tergantung pada pasangan untuk memaknai peran ini dan mendiskusikan apa yang mereka butuhkan dari pasangannya. Sampai Anda membuat segala sesuatunya menjadi jelas antara apa yang Anda butuhkan dan apa yang pasangan Anda butuhkan, Anda sebenarnya sedang berenang melawan arus.

Pada umumnya kebituhan wanita lebih pada hal-hal yang emosional dan kurang kongkrit, sedangkan kebutuhan pria lebih ke arah fisik. Wanita menginginkan kepastian dan stimulasi mental sedangkan pria menginginkan seorang yang aktif dengan hobinya dan saling berbagi ketertarikan. Biasanya pasangan menjadi tidak bahagia dan tidak stabil saat kebutuhannya tidak terpenuhi. Kebutuhan ini kemudian dipenuhi oleh orang lain. Apakah Anda ingin agar orang lain yang memenuhi kebutuhan utama pasangan Anda? Hal ini tidak hanya soal seks. Kebutuhan pasangan bisa dalam bentuk apa saja.

Tentu saja tidak satupun dari informasi ini yang tidak dapat diubah. Bagaimanapun pernikahan merupakan suatu hal yang perlu Anda pelajari dari waktu ke waktu. Upaya yang diperlukan untuk menciptakan pernikahan bahagia adalah dengan memastikan bahwa Anda dapat memenuhi kebutuhan pasangan Anda dan tanpa Anda minta kebutuhan Anda pun akan terpenuhi juga.


Sumber : allwomenstalk/jawaban.com

Kebiasaan Baik Pasangan Bahagia

Tips pernikahan hari ini berupa daftar cara-cara yang dapat Anda gunakan untuk mendukung pasangan Anda. Semakin saya memikirkan hal ini, semakin saya berpikir betapa relevannya hal ini bagi suatu hubungan yang dijalani secara serius, terutama dalam pernikahan.

Tentunya kita semua pernah melihat sebuah hubungan dimana salah satu pihak mengomel pada pasangannya setiap saat – tidak diperlukan cincin untuk menjadi cerewet.

Tips-tips yang dapat Anda gunakan untuk mendukung pasangan dan menciptakan kebiasaan yang baik demi kebahagiaan pernikahan adalah:

Omelan bukanlah suatu hal yang membangun
Kenali dan pelajari kebiasaan pasangan Anda
Tanyakan padanya, “Bagaimana saya dapat menolong?”
Tahu saatnya untuk diam
Lakuan segala sesuatu bersama-sama
Rayakan Kesuksesan

Saya berharap banyak pasangan maupun mereka yang belum berpasangan belajar melakukan tips ini dan menemukan cara untuk menerapkannya dalam kehidupan mereka sehari-hari. Mungkin jika lebih banyak orang yang mengawali kebiasaan baik ini untuk membangun kebiasaan dalam menjalin hubungan yang baik, bisa saja angka perceraian akan menjadi jauh lebih sedikit.


Sumber : allwomenstalk/jawaban.com

10 Cara Menghadapi Mertua Yang Sulit

Kebanyakan wanita diberkati dengan mertua yang luar biasa. Namun, beberapa yang kurang beruntung harus menghadapi mertua yang sulit untuk dihadapi. Bagi mereka yang harus menghadapi situasi berhadapan dengan mertua yang membuat stres, berikut adalah beberapa tips yang dapat menolong.

1. Pisahkan Diri Anda

Anda mugkin merasa perlu untuk menyingkir dari situasi yang panas dan memberikan diri Anda waktu untuk memikirkan hal-hal yang baru saja terjadi dan mengambil waktu untuk merencanakan berdamai dengan mertua. Bersikap sopanlah di hadapannya dan biarkan mertua Anda tahu bahwa Anda memerlukan “time out”.

2. Jangan Diambil Hati

Perilaku mertua Anda kemungkinan besar tidak bersifat pribadi; beberapa mertua memang tidak pernah bisa puas dengan pilihan anak mereka. Karena Anda mencintai pasangan Anda, cobalah untuk senantiasa menunjukkan hal itu di hadapannya.

3. Bangun Pikiran Anda

Jangan menyia-nyiakan tenaga dan emosi Anda hanya untuk mempertahankan konflik dengan mertua; bebaskan pikiran Anda untuk menyadari seberapa sulitnya perilaku mertua Anda untuk Anda pahami, hal itu tidak akan mempengaruhi kemampuan dan rumah tangga Anda untuk menjadi istri dan ibu yang hebat bagi suami dan anak-anak Anda.

4. Kewajiban Suami

Merupakan tanggung jawab suami untuk memimpin keluarga dan melindungi Anda, bahkan dari ibunya sendiri. Sebagai suami seharusnya ia tidak pernah membiarkan ibunya melontarkan perkataan negatif mengenai Anda atau bersikap buruk terhadap Anda. Pastikan bahwa suami memahami apa yang yang Anda rasakan atas situasi ini dan peranan yang harus diambilnya dalam hal ini.

5. Mengunci Pintu

Jangan pernah menyerahkan kunci cadangan rumah Anda kepada mertua (ini hanya berlaku untuk mertua yang sulit). Kunjungan tanpa pemberitahuan tidak selalu bisa Anda sambut dengan baik. Jika Anda atau suami menyerahkan kunci kepadanya, sama halnya Anda menyerahkan kendali rumah ke dalam tangannya, baik Anda suka maupun tidak.

6. Bicara Dengannya

Miliki pembicaraan yang jujur mengenai masalah dengan mertua Anda. Beritahu padanya bagaimana tindakannya mempengaruhi keluarga Anda. Mungkin ia hanya tidak tahu bagaimana ia seharusnya berperan sebagai mertua yang baik.

7. Melihat Setiap Kisah Dari Dua Sisi

Cobalah untuk memahami posisi mertua Anda; mungkin situasi ini berasal dari kesalahpahaman berkepanjangan aau mungkin mertua Anda memiliki kepedulian yang patut Anda perhatikan. Apapun keprihatinan yang dirasakannya, perhatikan dan perbaiki keprihatinannya tersebut.

8. Selalu Menjadi Orang Yang Lebih Baik

Hal ini mungkin sulit namun jangan pernah menghadapi mertua Anda dalam kemarahan. Hadapi situasi yang ada dengan kepala dingin dan dengan pikiran terbuka, dan selalu, SELALU ambillah jalan tengah terbaik.

9. Tempatkan Diri Anda Dalam Posisinya

Tidak peduli bagaimanapun kondisi anak kita, mereka tetap anak kita. Mungkin mertua Anda memiliki kesulitan membiarkan anaknya tumbuh dewasa. Bayangkan diri Anda jika berada di posisinya dan ambillah keuntungan dari perspektif tersebut.

10. Cobalah Untuk Senantiasa Menunjukkan Kasih Kepadanya

UPAYAKAN untuk selalu menjalin hubungan baik dengan mertua. Medium perdamaian mungkin perlu dibuat namun dengan tetap memberi dan menerima akan sepadan dengan usaha Anda untuk menjaga keluarga tetap utuh. Mertua Anda akan selalu menjadi bagian dari keluarga Anda sampai salah satu di antara Anda meninggal dunia. Jadi kenapa tidak memperjuangkan yang terbaik sampai saat itu tiba.

Berurusan dengan perbedaan-perbedaan yang ada dengan mertua bukan suatu hal yang mudah maupun cepat untuk diselesaikan, namun hasil yang damai memiliki nilai yang sangat berarti bagi upaya yang Anda lakukan. Apakah Anda benar-benar ingin menjadi seorang istri yang meminta suami Anda memilih antara ibunya atau Anda? Berhati-hatilah dengan ultimatum karena Anda mungkin tidak akan menyukai hasilnya.


Sumber : allwomenstalk/jawaban.com

8 Trik Membangun Pernikahan Hebat

Tingkat perceraian terus meningkat dan saya sangat tidak suka saat mendengar seseorang yang saya kenal secara pribadi pada akhirnya bercerai! Saya telah menikah selama tujuh tahun. Tentu saja bagi sebagian Anda tujuh tahun bukanlah suatu waktu yang lama. Saya menikah ketika berusia 18 tahun dan tidak menyesal sedikitpun. Anda dapat melihatnya saat ini, kami masih tetap kuat, sama seperti saat pertama kali bertemu. Sepertinya saya tahu beberapa trik yang ckup baik untuk sebuah pernikahan yang hebat! Berikut ini saya akan memberikan 8 trik kepada Anda untuk membangung sebuah pernikahan yang hebat. Apakah Anda hendak melakukannya atau tidak, semuanya terserah kepada Anda, namun trik ini akan selalu tersedia bagi Anda!

1. Tetap Setia Dalam Pernikahan Anda

Menit pertama Anda menikah, itu adalah saat dimana Anda mencurahkan hidup bagi pasangan Anda. Pastikan Anda tetap setia. Seharusnya tidak ada orang ketiga di dalam pernikahan Anda. Sebagian besar perceraian disebabkan oleh mereka yang tidak berlaku setia. Jadi, pertahankan komitmen Anda dengan berlaku setia.

2. Makan Malam Di Luar Sebagai Sebuah Keluarga

Tentu saja, beberapa pasangan meninggalkan anak-anak mereka dengan pengasuh saat pergi makan malam, namun saya tidak pernah melakukan hal ini. Bawa serta anak-anak Anda dan bersenang-senanglah. Ini merupakan cara yang baik untuk saling terhubung satu sama lain, bersama-sama sebagai satu keluarga!

3. Jangan Pernah Bertengkar Karena Uang

Saya selalu mengatakan kepada suami saya bahwa kami tidak akan bertengkar karena masalah uang. Tentu saja uang diperlukan untuk bertahan hidup, namun meributkan uang tidak akan membawa Anda kemana-mana. Daripada bertengkar, duduk tenang dan datanglah dengan solusi agar dapat melewati masalah keuangan. Hal ini selalu berhasil untuk saya!

4. Percaya Pada Pasangan Anda

Anda percaya kepada pasangan Anda, bukan? Jadi, tunjukkan pada pasangan Anda bahwa Anda mempercayai dirinya. Kepercayaan merupakan suatu hal yang sangat vital ketika memasuki suatu hubungan dan juga pernikahan.

5. Jangan Bersikap Negatif

Anda harus meninggalkan sikap negatif jauh-jauh dari pernikahan Anda. Jangan biarkan stres pekerjaan mengganggu pernikahan Anda. Saat stres, Anda dapat mengatakan hal-hal yang akan Anda sesali kemudian namun tak dapat Anda tarik kembali.

6. Luangkan Waktu Bersama

Saya tidak dapat memikirkan ide yang lebih baik untuk terhubung dengan pasangan selain meluangkan waktu bersama. Sebagaimana Anda perlu memberi makan tubuh Anda untuk bertahan hidup, Anda juga perlu memberi makan pernikahan Anda untuk bertahan. Dalam hal ini, makanan pernikahan adalah dengan meluangkan waktu bersama. Anda tidak ingin pernikahan Anda menjadi ‘kurus’, bukan?

7. Memikirkan Penampilan Di Tempat Tidur

Jangan terlalu cuek saat Anda hendak pergi tidur. Saat Anda memikirkan penampilan Anda, saya yakin pasangan Anda pasti akan menyukainya! Pria sangat menyukai renda-renda, terutama yang berwarna hitam dan merah. Jadi, tonjolkan keseksian Anda dan pikirkan penampilan Anda saat hendak beranjak tidur.

8. Berbagi Hobi Bersama

Jika Anda tidak memiliki hobi yang dapat dilakukan bersama-sama, maka temukanlah satu! Banyak pasangan yang memilih untuk pergi memancing bersama, sementara pasangan lainnya memilih untuk traveling bersama. Saya dan suami tidak hanya menyukai ikan, tapi saya juga bermain video games bersamanya. Itulah dua hobi yang kami lakukan bersama. Dalam opini saya, duduk dan menonton televisi bukanlah cara yang baik untuk terhubung, jadi saya tidak menyarankannya sebagai sebuah hobi.

Seperti yang Anda lihat, ada 8 trik untuk membangun pernikahan yang hebat. Pada akhirnya, saya ingin menambahkan bahwa tidak ada yang sempurna, sehingga tidak seharusnya Anda mengharapkan pasangan Anda untuk menjadi sempurna.

Sumber : allwomenstalk/jawaban.com

Mengendalikan Pasangan Memicu Masalah Dalam Pernikahan

Apakah Anda pernah jengkel karena pasangan Anda memiliki kebiasaan yang berbeda dari yang Anda lakukan? Apakah Anda marah jika ia memiliki pendapat yang berbeda dan membuat pilihan yang berbeda dari Anda? Jika demikian, Anda telah membuat kontrol pribadi Anda menjadi pemicu masalah dalam pernikahan Anda. Berikut adalah tiga poin penting untuk dipertimbangkan:

1. Ketakutan Mendasari Masalah Pengendalian

Isu pengendalian menyebabkan banyak masalah di dalam pernikahan. Perasaan yang Anda alami saat itu bisa sangat intens termasuk rasa marah terhadap orang lain. Banyak orang merasa lebih aman saat orang lain di sekitar mereka bercermin pada pendapat mereka, kepercayaan mereka dan pilihan mereka. Kebutuhan Anda akan rasa aman dan juga rasa takut menjadi kontribusi akan keinginan Anda agar orang lain menjadi seperti Anda. Pepatah lama yang mengatakan, “Ada keselamatan dalam jumlah,” mengacu pada ketakutan kaum primitif untuk berdiri sendiri.

Selain itu, banyak orang yang merasa lebih memegang kendali ketika mereka dapat memprediksi perilaku orang lain dan bila orang lain itu memenuhi harapan mereka. Dan mereka tidak perlu mengalami bertumbuhnya perasaan tidak nyaman, perubahan, maupun ketegangan terhadap diri sendiri. Sebaliknya, mereka dapat berpura-pura bahwa dunia mereka adalah logis, teratur, dapat diprediksi dan aman.

2. Terlalu Mengendalikan Pasangan Anda Dapat Membuat Anda Merugikan Pernikahan Anda Sendiri

Masalah pengendalian Anda juga dapat dipicu oleh cara pandang Anda yang melihat pasangan sebagai perluasan dari diri Anda sendiri. Persepsi ini pada akhirnya mengakibatkan Anda yang selalu mencoba mendikte pakaian yang dikenakan pasangan, bagaimana dia menata rambutnya, dengan siapa ia berteman, pandangan politik apa yang dianutnya, dan apa yang bisa serta tidak bisa ia lakukan. Sementara pasangan Anda pada awalnya mungkn berusaha untuk berubah agar tidak menimbulkan pertengkaran, dan Anda menciptakan hubungan orangtua-anak yang dinamis namun pada akhirnya akan mendorong pemberontakan dan kebencian atas pengendalian yang Anda lakukan dalam hidup mereka.

3. Menggunakan Penghinaan Dan Nama Julukan Merupakan Upaya Untuk Kembali Mendapatkan Kontrol

Sementara tidak ada hal yang menyeramkan terlibat dalam banyak isu pengendalian di dalam suatu hubungan, perilaku patologis dapat menjadi pemicu dalam beberapa kasus. Misalnya saja, pasangan yang marah karena suami/istrinya tidak menuruti apa yang didiktekannya dapat menjadi kasar. Orang ini mungkin berpikir bahwa ia memiliki hak untuk ‘menghukum’ pasangannya. Nama julukan dan penghinaan yang dilontarkan seringkali digunakan untuk membangun kontrol atas orang lain.

Sangat mudah untuk mengarahkan telunjuk kepada pasangan Anda dan menyatakan bahwa ia perlu berubah. Sangatlah sulit untuk menghadapi masalah Anda sendiri yang belum terselesaikan dan mengambil tanggung jawab untuuk merubah diri Anda sendiri. Ketika Anda menjadi lebih sadar akan masalah pengendalian dalam pernikahan Anda, tempat awal untuk perubahan selalu dimulai dari diri Anda sendiri dan respon Anda terhadap apa yang terjadi.


Sumber : romancestuck.com/jawaban.com