Translate

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Sebab Dia adalah Tuhan kekuatanku, bersama-Nya ku takkan goyah
Tampilkan postingan dengan label Husband and Wife. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Husband and Wife. Tampilkan semua postingan

Mengampuni Pasangan Selingkuh, Mungkinkah?

Memiliki pernikahan yang hebat dan memuaskan bukanlah suatu hal yang mustahil meskipun tampaknya seperti itu dengan terus meningkatnya angka perceraian. Kebenarannya adalah pernikahan tidak kurang dari menjadi pasangan yang baik dan segala sesuatu yang dilakukan memerlukan usaha. Menjalani sebuah pernikahan memerlukan usaha. Bukan karena kerja keras ataupun usaha yang buruk, bukan juga dengan upaya yang tampaknya membosankan, namun pernikahan sesungguhnya merupakan komitmen yang dilakukan setiap hari satu sama lain.

Dalam setiap pernikahan pria dan wanita memiliki peran dan kebutuhan yang berbeda. Tergantung pada pasangan untuk memaknai peran ini dan mendiskusikan apa yang mereka butuhkan dari pasangannya. Sampai Anda membuat segala sesuatunya menjadi jelas antara apa yang Anda butuhkan dan apa yang pasangan Anda butuhkan, Anda sebenarnya sedang berenang melawan arus.

Pada umumnya kebituhan wanita lebih pada hal-hal yang emosional dan kurang kongkrit, sedangkan kebutuhan pria lebih ke arah fisik. Wanita menginginkan kepastian dan stimulasi mental sedangkan pria menginginkan seorang yang aktif dengan hobinya dan saling berbagi ketertarikan. Biasanya pasangan menjadi tidak bahagia dan tidak stabil saat kebutuhannya tidak terpenuhi. Kebutuhan ini kemudian dipenuhi oleh orang lain. Apakah Anda ingin agar orang lain yang memenuhi kebutuhan utama pasangan Anda? Hal ini tidak hanya soal seks. Kebutuhan pasangan bisa dalam bentuk apa saja.

Tentu saja tidak satupun dari informasi ini yang tidak dapat diubah. Bagaimanapun pernikahan merupakan suatu hal yang perlu Anda pelajari dari waktu ke waktu. Upaya yang diperlukan untuk menciptakan pernikahan bahagia adalah dengan memastikan bahwa Anda dapat memenuhi kebutuhan pasangan Anda dan tanpa Anda minta kebutuhan Anda pun akan terpenuhi juga.


Sumber : allwomenstalk/jawaban.com

Kebiasaan Baik Pasangan Bahagia

Tips pernikahan hari ini berupa daftar cara-cara yang dapat Anda gunakan untuk mendukung pasangan Anda. Semakin saya memikirkan hal ini, semakin saya berpikir betapa relevannya hal ini bagi suatu hubungan yang dijalani secara serius, terutama dalam pernikahan.

Tentunya kita semua pernah melihat sebuah hubungan dimana salah satu pihak mengomel pada pasangannya setiap saat – tidak diperlukan cincin untuk menjadi cerewet.

Tips-tips yang dapat Anda gunakan untuk mendukung pasangan dan menciptakan kebiasaan yang baik demi kebahagiaan pernikahan adalah:

Omelan bukanlah suatu hal yang membangun
Kenali dan pelajari kebiasaan pasangan Anda
Tanyakan padanya, “Bagaimana saya dapat menolong?”
Tahu saatnya untuk diam
Lakuan segala sesuatu bersama-sama
Rayakan Kesuksesan

Saya berharap banyak pasangan maupun mereka yang belum berpasangan belajar melakukan tips ini dan menemukan cara untuk menerapkannya dalam kehidupan mereka sehari-hari. Mungkin jika lebih banyak orang yang mengawali kebiasaan baik ini untuk membangun kebiasaan dalam menjalin hubungan yang baik, bisa saja angka perceraian akan menjadi jauh lebih sedikit.


Sumber : allwomenstalk/jawaban.com

10 Cara Menghadapi Mertua Yang Sulit

Kebanyakan wanita diberkati dengan mertua yang luar biasa. Namun, beberapa yang kurang beruntung harus menghadapi mertua yang sulit untuk dihadapi. Bagi mereka yang harus menghadapi situasi berhadapan dengan mertua yang membuat stres, berikut adalah beberapa tips yang dapat menolong.

1. Pisahkan Diri Anda

Anda mugkin merasa perlu untuk menyingkir dari situasi yang panas dan memberikan diri Anda waktu untuk memikirkan hal-hal yang baru saja terjadi dan mengambil waktu untuk merencanakan berdamai dengan mertua. Bersikap sopanlah di hadapannya dan biarkan mertua Anda tahu bahwa Anda memerlukan “time out”.

2. Jangan Diambil Hati

Perilaku mertua Anda kemungkinan besar tidak bersifat pribadi; beberapa mertua memang tidak pernah bisa puas dengan pilihan anak mereka. Karena Anda mencintai pasangan Anda, cobalah untuk senantiasa menunjukkan hal itu di hadapannya.

3. Bangun Pikiran Anda

Jangan menyia-nyiakan tenaga dan emosi Anda hanya untuk mempertahankan konflik dengan mertua; bebaskan pikiran Anda untuk menyadari seberapa sulitnya perilaku mertua Anda untuk Anda pahami, hal itu tidak akan mempengaruhi kemampuan dan rumah tangga Anda untuk menjadi istri dan ibu yang hebat bagi suami dan anak-anak Anda.

4. Kewajiban Suami

Merupakan tanggung jawab suami untuk memimpin keluarga dan melindungi Anda, bahkan dari ibunya sendiri. Sebagai suami seharusnya ia tidak pernah membiarkan ibunya melontarkan perkataan negatif mengenai Anda atau bersikap buruk terhadap Anda. Pastikan bahwa suami memahami apa yang yang Anda rasakan atas situasi ini dan peranan yang harus diambilnya dalam hal ini.

5. Mengunci Pintu

Jangan pernah menyerahkan kunci cadangan rumah Anda kepada mertua (ini hanya berlaku untuk mertua yang sulit). Kunjungan tanpa pemberitahuan tidak selalu bisa Anda sambut dengan baik. Jika Anda atau suami menyerahkan kunci kepadanya, sama halnya Anda menyerahkan kendali rumah ke dalam tangannya, baik Anda suka maupun tidak.

6. Bicara Dengannya

Miliki pembicaraan yang jujur mengenai masalah dengan mertua Anda. Beritahu padanya bagaimana tindakannya mempengaruhi keluarga Anda. Mungkin ia hanya tidak tahu bagaimana ia seharusnya berperan sebagai mertua yang baik.

7. Melihat Setiap Kisah Dari Dua Sisi

Cobalah untuk memahami posisi mertua Anda; mungkin situasi ini berasal dari kesalahpahaman berkepanjangan aau mungkin mertua Anda memiliki kepedulian yang patut Anda perhatikan. Apapun keprihatinan yang dirasakannya, perhatikan dan perbaiki keprihatinannya tersebut.

8. Selalu Menjadi Orang Yang Lebih Baik

Hal ini mungkin sulit namun jangan pernah menghadapi mertua Anda dalam kemarahan. Hadapi situasi yang ada dengan kepala dingin dan dengan pikiran terbuka, dan selalu, SELALU ambillah jalan tengah terbaik.

9. Tempatkan Diri Anda Dalam Posisinya

Tidak peduli bagaimanapun kondisi anak kita, mereka tetap anak kita. Mungkin mertua Anda memiliki kesulitan membiarkan anaknya tumbuh dewasa. Bayangkan diri Anda jika berada di posisinya dan ambillah keuntungan dari perspektif tersebut.

10. Cobalah Untuk Senantiasa Menunjukkan Kasih Kepadanya

UPAYAKAN untuk selalu menjalin hubungan baik dengan mertua. Medium perdamaian mungkin perlu dibuat namun dengan tetap memberi dan menerima akan sepadan dengan usaha Anda untuk menjaga keluarga tetap utuh. Mertua Anda akan selalu menjadi bagian dari keluarga Anda sampai salah satu di antara Anda meninggal dunia. Jadi kenapa tidak memperjuangkan yang terbaik sampai saat itu tiba.

Berurusan dengan perbedaan-perbedaan yang ada dengan mertua bukan suatu hal yang mudah maupun cepat untuk diselesaikan, namun hasil yang damai memiliki nilai yang sangat berarti bagi upaya yang Anda lakukan. Apakah Anda benar-benar ingin menjadi seorang istri yang meminta suami Anda memilih antara ibunya atau Anda? Berhati-hatilah dengan ultimatum karena Anda mungkin tidak akan menyukai hasilnya.


Sumber : allwomenstalk/jawaban.com

8 Trik Membangun Pernikahan Hebat

Tingkat perceraian terus meningkat dan saya sangat tidak suka saat mendengar seseorang yang saya kenal secara pribadi pada akhirnya bercerai! Saya telah menikah selama tujuh tahun. Tentu saja bagi sebagian Anda tujuh tahun bukanlah suatu waktu yang lama. Saya menikah ketika berusia 18 tahun dan tidak menyesal sedikitpun. Anda dapat melihatnya saat ini, kami masih tetap kuat, sama seperti saat pertama kali bertemu. Sepertinya saya tahu beberapa trik yang ckup baik untuk sebuah pernikahan yang hebat! Berikut ini saya akan memberikan 8 trik kepada Anda untuk membangung sebuah pernikahan yang hebat. Apakah Anda hendak melakukannya atau tidak, semuanya terserah kepada Anda, namun trik ini akan selalu tersedia bagi Anda!

1. Tetap Setia Dalam Pernikahan Anda

Menit pertama Anda menikah, itu adalah saat dimana Anda mencurahkan hidup bagi pasangan Anda. Pastikan Anda tetap setia. Seharusnya tidak ada orang ketiga di dalam pernikahan Anda. Sebagian besar perceraian disebabkan oleh mereka yang tidak berlaku setia. Jadi, pertahankan komitmen Anda dengan berlaku setia.

2. Makan Malam Di Luar Sebagai Sebuah Keluarga

Tentu saja, beberapa pasangan meninggalkan anak-anak mereka dengan pengasuh saat pergi makan malam, namun saya tidak pernah melakukan hal ini. Bawa serta anak-anak Anda dan bersenang-senanglah. Ini merupakan cara yang baik untuk saling terhubung satu sama lain, bersama-sama sebagai satu keluarga!

3. Jangan Pernah Bertengkar Karena Uang

Saya selalu mengatakan kepada suami saya bahwa kami tidak akan bertengkar karena masalah uang. Tentu saja uang diperlukan untuk bertahan hidup, namun meributkan uang tidak akan membawa Anda kemana-mana. Daripada bertengkar, duduk tenang dan datanglah dengan solusi agar dapat melewati masalah keuangan. Hal ini selalu berhasil untuk saya!

4. Percaya Pada Pasangan Anda

Anda percaya kepada pasangan Anda, bukan? Jadi, tunjukkan pada pasangan Anda bahwa Anda mempercayai dirinya. Kepercayaan merupakan suatu hal yang sangat vital ketika memasuki suatu hubungan dan juga pernikahan.

5. Jangan Bersikap Negatif

Anda harus meninggalkan sikap negatif jauh-jauh dari pernikahan Anda. Jangan biarkan stres pekerjaan mengganggu pernikahan Anda. Saat stres, Anda dapat mengatakan hal-hal yang akan Anda sesali kemudian namun tak dapat Anda tarik kembali.

6. Luangkan Waktu Bersama

Saya tidak dapat memikirkan ide yang lebih baik untuk terhubung dengan pasangan selain meluangkan waktu bersama. Sebagaimana Anda perlu memberi makan tubuh Anda untuk bertahan hidup, Anda juga perlu memberi makan pernikahan Anda untuk bertahan. Dalam hal ini, makanan pernikahan adalah dengan meluangkan waktu bersama. Anda tidak ingin pernikahan Anda menjadi ‘kurus’, bukan?

7. Memikirkan Penampilan Di Tempat Tidur

Jangan terlalu cuek saat Anda hendak pergi tidur. Saat Anda memikirkan penampilan Anda, saya yakin pasangan Anda pasti akan menyukainya! Pria sangat menyukai renda-renda, terutama yang berwarna hitam dan merah. Jadi, tonjolkan keseksian Anda dan pikirkan penampilan Anda saat hendak beranjak tidur.

8. Berbagi Hobi Bersama

Jika Anda tidak memiliki hobi yang dapat dilakukan bersama-sama, maka temukanlah satu! Banyak pasangan yang memilih untuk pergi memancing bersama, sementara pasangan lainnya memilih untuk traveling bersama. Saya dan suami tidak hanya menyukai ikan, tapi saya juga bermain video games bersamanya. Itulah dua hobi yang kami lakukan bersama. Dalam opini saya, duduk dan menonton televisi bukanlah cara yang baik untuk terhubung, jadi saya tidak menyarankannya sebagai sebuah hobi.

Seperti yang Anda lihat, ada 8 trik untuk membangun pernikahan yang hebat. Pada akhirnya, saya ingin menambahkan bahwa tidak ada yang sempurna, sehingga tidak seharusnya Anda mengharapkan pasangan Anda untuk menjadi sempurna.

Sumber : allwomenstalk/jawaban.com

Mengendalikan Pasangan Memicu Masalah Dalam Pernikahan

Apakah Anda pernah jengkel karena pasangan Anda memiliki kebiasaan yang berbeda dari yang Anda lakukan? Apakah Anda marah jika ia memiliki pendapat yang berbeda dan membuat pilihan yang berbeda dari Anda? Jika demikian, Anda telah membuat kontrol pribadi Anda menjadi pemicu masalah dalam pernikahan Anda. Berikut adalah tiga poin penting untuk dipertimbangkan:

1. Ketakutan Mendasari Masalah Pengendalian

Isu pengendalian menyebabkan banyak masalah di dalam pernikahan. Perasaan yang Anda alami saat itu bisa sangat intens termasuk rasa marah terhadap orang lain. Banyak orang merasa lebih aman saat orang lain di sekitar mereka bercermin pada pendapat mereka, kepercayaan mereka dan pilihan mereka. Kebutuhan Anda akan rasa aman dan juga rasa takut menjadi kontribusi akan keinginan Anda agar orang lain menjadi seperti Anda. Pepatah lama yang mengatakan, “Ada keselamatan dalam jumlah,” mengacu pada ketakutan kaum primitif untuk berdiri sendiri.

Selain itu, banyak orang yang merasa lebih memegang kendali ketika mereka dapat memprediksi perilaku orang lain dan bila orang lain itu memenuhi harapan mereka. Dan mereka tidak perlu mengalami bertumbuhnya perasaan tidak nyaman, perubahan, maupun ketegangan terhadap diri sendiri. Sebaliknya, mereka dapat berpura-pura bahwa dunia mereka adalah logis, teratur, dapat diprediksi dan aman.

2. Terlalu Mengendalikan Pasangan Anda Dapat Membuat Anda Merugikan Pernikahan Anda Sendiri

Masalah pengendalian Anda juga dapat dipicu oleh cara pandang Anda yang melihat pasangan sebagai perluasan dari diri Anda sendiri. Persepsi ini pada akhirnya mengakibatkan Anda yang selalu mencoba mendikte pakaian yang dikenakan pasangan, bagaimana dia menata rambutnya, dengan siapa ia berteman, pandangan politik apa yang dianutnya, dan apa yang bisa serta tidak bisa ia lakukan. Sementara pasangan Anda pada awalnya mungkn berusaha untuk berubah agar tidak menimbulkan pertengkaran, dan Anda menciptakan hubungan orangtua-anak yang dinamis namun pada akhirnya akan mendorong pemberontakan dan kebencian atas pengendalian yang Anda lakukan dalam hidup mereka.

3. Menggunakan Penghinaan Dan Nama Julukan Merupakan Upaya Untuk Kembali Mendapatkan Kontrol

Sementara tidak ada hal yang menyeramkan terlibat dalam banyak isu pengendalian di dalam suatu hubungan, perilaku patologis dapat menjadi pemicu dalam beberapa kasus. Misalnya saja, pasangan yang marah karena suami/istrinya tidak menuruti apa yang didiktekannya dapat menjadi kasar. Orang ini mungkin berpikir bahwa ia memiliki hak untuk ‘menghukum’ pasangannya. Nama julukan dan penghinaan yang dilontarkan seringkali digunakan untuk membangun kontrol atas orang lain.

Sangat mudah untuk mengarahkan telunjuk kepada pasangan Anda dan menyatakan bahwa ia perlu berubah. Sangatlah sulit untuk menghadapi masalah Anda sendiri yang belum terselesaikan dan mengambil tanggung jawab untuuk merubah diri Anda sendiri. Ketika Anda menjadi lebih sadar akan masalah pengendalian dalam pernikahan Anda, tempat awal untuk perubahan selalu dimulai dari diri Anda sendiri dan respon Anda terhadap apa yang terjadi.


Sumber : romancestuck.com/jawaban.com

Sentuhan, Kebutuhan Pernikahan yang Seringkali Terabaikan

Sentuhan sangatlah penting bagi seorang bayi dan tetap penting sepanjang hidup manusia. Bahkan, penelitian medis terhadap sentuhan menunjukkan bahwa sentuhan mengembangkan banyak situasi, baik bagi orang dewasa dan anak-anak, dengan mengurangi kecemasan, menenangkan ketakutan, megurangi rasa sakit, menurunkan tekanan darah, mengurangi stres, menenangkan yang sakit dan mengurangi rasa kesepian.

Dengan sentuhan yang menawarkan beragam manfaat tersebut, sungguh memalukan bagi Anda untuk membiarkan hidup berlalu begitu saja tanpa menikmati kasih sayang yang layak Anda terima. Bahkan jika Anda memiliki pasangan yang kurang memberikan sentuhan kepada Anda, Anda masih dapat memberikan sentuhan kepadanya dan mendapatkan penghargaan yang sama. Sentuhan memungkinkan seseorang untuk secara bersamaan menerima dan mengirimkan perasaan, sehingga tidak penting siapa yang memulai bentuk kasih sayang ini.

Terkadang satu-satunya hal yang perlu dilakukan seseorang adalah belajar bagaimana menunjukkan sentuhan. Begitu mereka melakukannya, maka alam secara natural akan mengambil alih. Hal ini dikarenakan tubuh manusia memicu produksi endorfin (respon kesenangan) setiap kali seseorang terlibat dalam perilaku tertentu yang berpusat pada fungsi tubuh yang diperlukan untuk bertahan hidup (makan, pengasuhan, koitus, dsb); bahkan bila terjadi secara kebetulan, banyak di antara area yang sama terjadi dalam hubungan seks.

Ingat, Anda bertanggung jawab untuk mendapati kebutuhan Anda terpenuhi, bukan pasangan Anda. Jika Anda perlu disentuh, maka lakukanlah sentuhan kepada pasangan. Dan Anda berdua akan semakin berbahagia karena hal ini.

Sumber : romancestuck.com/jawaban.com

12 Golden Rule Dalam Berkomunikasi Dengan Pasangan

Apakah Anda sedang menghadapi kencan pertama, meeting dengan rekan kerja, atau hanya sekedar gaul dengan teman-teman Anda, ikuti tips yang tak lekang oleh waktu ini untuk menjadi pembicara yang baik langsung dari Seni Percakapan.

1. Hindari detail yang tidak perlu

Jangan menyimpang dari inti pembicaraan. Misalnya saja, jika sesuatu yang tidak penting terjadi, jangan membuang waktu Anda untuk memperbaikinya.

2. Jangan menanyakan pertanyaan lain sebelum yang pertama dijawab

Jika Anda menanyakan keadaan anak-anak dari kenalan Anda, jangan melompati topik dengan menceritakan kesehatan keluarga Anda sebelum ia menjawab.

3. Jangan menyela saat orang lain sedang berbicara

Usahakanlah untuk membuat pembicaraan Anda secara singkat, berikan kesempatan kepada orang lain untuk berbicara dan jangan menyela.

4. Jangan menentang, terutama jika itu tidak penting

Anda tidak perlu memasukkan rincian ke dalam cerita seseorang. “Mereka yang bertentangan, seringkali menyatakan kembali masalah ini dengan cara lain.”

5. Jangan dominasi semua pembicaraan

Ajukan pertanyaan untuk mencari tahu kesamaan apa yang Anda berdua miliki.

6. Jangan selalu menjadi pahlawan dari cerita Anda meskipun setiap cerita harus memiliki pahlawan

Bangunlah kelebihan orang lain sebagaimana diri Anda sendiri.

7. Pilih topik yang sama-sama disukai

Tariklah minat orang keluar dan tidak menggantungkan percakapan pada topik politik saat momen itu seharusnya membicarakan kentang atau puisi.

8. Jadilah pendengar yang baik

Secara alami Anda akan menjadi seorang pendengar yang baik jika Anda mengikuti peraturan di atas.

9. Percakapan harus selaras dengan keadaan sekitar

Jangan “bicarakan keju saat bulan bisa menjadi topik yang lebih pas”. Dan juga, jangan bicara jika memang lebih tepat untuk diam.

10. Jangan membesar-besarkan

Tidak semuanya itu “yang terbaik”, “yang terburuk” atau “yang terlucu”.

11. Jangan salah mengutip

“Gunakan kutipan untuk kesempatan ini, jangan menjadikan kesempatan untuk dijadikan kutipan”.

12. Peliharalah kebijaksanaan

Jangan menjadi seorang yang tidak benar, tapi tidak berarti harus menyakiti perasaan mereka yang melakukan kesalahan. Jangan mengatakan seseorang terlihat kurang sehat, sakit atau lesu. Hal ini tidak akan membawa percakapan ke tingkat yang lebih jauh dan hanya membuat seseorang merasa tidak nyaman. Jangan juga mengisyaratkan hal itu dengan menanyakan apakah ia telah melalui malam yang panjang. Ingatlah bahwa diam adalah pilihan. “Ucapkan hal yang benar, atau jangan katakan apa-apa”.

Source : saidaonline/jawaban.com

10 Hal Yang Jangan Pernah Anda Lakukan Dalam Suatu Pernikahan

Bagaimana caranya agar Anda dapat berkomunikasi dengan lebih baik kepada suami atau istri Anda?

Ternyata ada 10 hal yang jangan pernah Anda lakukan saat Anda sudah menikah. Apa sajakah itu? Ini dia:

  1. Jangan manfaatkan pasangan Anda.
  2. Jangan berasumsi dengan bertingkah seolah-olah tahu apa yang dipikirkan pasangan (jangan menjadi paranormal).
  3. Jangan menyalahkan pasangan Anda setiap ada masalah.
  4. Jangan menciutkan perasaan dan harga diri pasangan.
  5. Jangan katakan Ya jika Anda memang tidak bermaksud demikian
  6. Jangan gunakan diam sebagai senjata untuk melawan pasangan Anda.
  7. Jangan bertindak sewenang-wenang.
  8. Jangan mengancam.
  9. Jangan mengabaikan atau melalaikan pasangan Anda.
  10. Jangan melihat masalah hanya dari sudut pandang Anda sendiri. Posisikan diri Anda pada posisi pasangan juga.

Perhatikan kesepuluh hal ini dengan serius dan dapati bagaimana komunikasi antara Anda dan pasangan dapat berjalan dengan lebih baik saat Anda tidak melanggar kesepuluh hal ini.

Source : saidaonline/jawaban.com

menikah Dengan “Anak Mama”, Apa yang Harus Dilakukan ?

Kuatnya hubungan antara suami Anda dengan ibu dan keluarganya mungkin telah membuat Anda tersentuh saat Anda masih berkencan. Namun saat ini Anda menyadari bahwa Anda telah menikahi anak mama – dan hal ini dapat menghancurkan hubungan Anda. Antara suami ‘anak mama’ Anda, yang selalu berpaling kepada ibunya untuk segala hal dan menunjukkan ketidak-dewasaan, dan ibu mertua Anda, yang selalu menjadi wanita nomor satu dalam kehidupan anak laki-lakinya, akan membuat Anda bersiap-siap untuk menjambaki rambut Anda. Namun sebelum Anda menendang suami ‘anak mama’ dan ibu mertua Anda ke jalanan, Anda dapat mencoba memahami hubungan yang ada di antara mereka dan menunjukkan kepada suami Anda bahwa Anda saat ini seharusnya dijadikan prioritas nomor satu.

Langkah pertama sangatlah menentukan jika Anda benar-benar menguasai hati sang ‘anak mama’. Berikut adalah beberapa tanda bahwa suami Anda memang benar-benar ‘anak mama’:
Keinginan ibunya adalah perintah baginya. Jika ibunya ingin agar ia mengerjakan sesuatu, mengantarnya ke dokter, makan bersamanya, dsb, ia akan selalu mengiyakan tak peduli apa yang menjadi keinginan Anda.
Ia ingin memiliki kontak dengan ibunya setiap hari atau hampir setiap hari baik lewat telepon maupun bertemu langsung.
Ia selalu memilih ibunya daripada istri dan anak-anaknya, jika ia memang memiliki mereka.
Ia tidak pernah pindah jauh dari ibunya, atau ia masih tinggal dengan ibunya (dan saat ini Andapun tinggal bersama dengan ibunya).
Ia mengalami kesulitan untuk mengambil keputusan tanpa campur tangan ibunya, dan mungkin mengharapkan Anda untuk terus memperlakukannya seperti seorang bayi.
Ia mungkin memiliki keterikatan finansial dengan ibunya, yang terus ia talikan di dasinya.

Sekali Anda menyadari bahwa Anda memang menikah dengan ‘anak mama’, Anda harus menentukan perilaku mana yang dapat ditoleransi dan yang tidak bagi Anda pribadi. Misalnya saja, tidak masalah bagi Anda jika suami berbicara dengan ibu mertua sekali atau dua kali dalam sehari, sepanjang hal itu tidak mengurangi waktu Anda berdua untuk bersama. Anda mungkin tidak akan suka jika ia berpaling kepada ibunya untuk sebuah masalah yang seharusnya didiskusikan dengan Anda. Anda mungkin tidak masalah dengan keluarga ipar yang tinggal di kota lain dekat dengan kediaman Anda, namun Anda mungkin tidak akan suka jika suami Anda memaksa tinggal di rumah yang sama dengan mereka.

Sebuah kesalahan besar yang seringkali dilakukan para istri adalah mengumbar perasaan marah mereka kepada suami dan ibu mertua tanpa berpikir terlebih dahulu. Herb Goldberg, seorang psikolog terlatih di Los Angeles dan penulis buku hubungan suami istri, mengatakan wanita perlu menjaga perdamaian dan tidak membuat masalah dalam hubungan antara suami dan ibunya, bahkan jika itu melanggar batas. Sebaliknya, wanita perlu mengembangkan identitas personal yang kuat, menetapkan batasan dengan suaminya dan bukan dengan ibu mertuanya, serta berdiri teguh.

Hubungan Anda dengan suami seharusnya tidak menjadi pusat kehidupan Anda. Diri Anda tetap harus menjadi prioritas utama. Berlakulah sedikit egois. Bekerja, melakukan hobi, dan memiliki ketertarikan serta hubungan dengan teman-teman dan keluarga di luar keluarga suami Anda. Suami Anda harus mengakui bahwa Anda adalah seorang yang mandiri, dan dapat meninggalkannya jika ia terus mengabaikan Anda dan mengabaikan kebutuhan Anda, ujar Goldberg.

Hindari untuk mengomeli suami Anda dan memintanya untuk menghabiskan lebih banyak waktu bersama Anda atau memilih Anda melebihi ibunya. Anda hanya akan melukai suami Anda dengan merendahkan ibunya dan perannya sebagai seorang suami. Perasan sakit ini dapat berubah menjadi kebencian, yang merupakan racun untuk pernikahan.

“Anda harus memberikan bimbingan dan menetapkan batasan dengan cara yang penuh kasih,” ujar Diana Kirschner, seorang psikolog klinis di New York dan penulis buku hubungan. Dia menambahkan bahkan bila Anda telah melakukannya dengan cara yang penuh kasih, menetapkan batasan tetap bisa menimbulkan badai. Tetapi Anda harus tetap teguh tanpa menjadi marah. Jika suami meminta Anda menghadiri makan malam keluarga dengan para ipar untuk kelima kalinya dalam tiga minggu terakhir, Kirschner mengatakan, Anda harus mengatakan sesuatu seperti, “Kamu bisa pergi, tapi saya tidak akan pergi. Saya sudah menghadiri berbagai acara keluarga akhir-akhir ini, dan saat ini saya perlu waktu untuk diri saya sendiri.” Kemudian, Anda harus bertahan pada pendirian Anda dan tidak menghadiri acara tersebut, bahkan jika ibu mertua membuat Anda merasa bersalah atau suami Anda berbeda pendapat dengan Anda.

Seringkali, ada ketegangan dan kecemburuan antara ibu dari ‘anak mama’ dan mereka yang menikahi putra mereka. Berbesar hati kepada ibu mertua mungkin sulit untuk dilakukan, namun akan selalu menguntungkan Anda. Semua ahli sepakat bahwa tetap bersikap ramah dan hormat kepada ibu mertua adalah satu-satunya solusi. “Jangan mencoba untuk mengoreksi sang ibu,” ujar Kirschner. “Anda tidak akan pernah menang.” Namun hal ini tidak berarti Anda harus bersama dengan ibu mertua setiap saat atau berbicara kepadanya sebanyak yang suami Anda lakukan, dan bukan berarti Anda dapat diperlakukan dengan buruk olehnya. Anda dapat menjaga sedikit jarak. Biarkan suami – dan anak-anak, jika Anda telah memilikinya – memiliki hubungan dengannya, namun Anda dapat melihatnya, dan seluruh keluarga asal suami, kurang dari itu. Semuanya tergantung Anda, dan Anda harus memutuskan berdasarklan tingkat kenyamanan Anda.

Pada akhirnya, suami Anda yang akan menjadi faktor penentu apakah hubungannya dengan ibunya akan menghancurkan pernikahan Anda. Ia mungkin belum menyadari hal itu, namun menjadikan Anda sebagai prioritas utama, bertumbuh, dan terpisah dari keluarga asalnya juga baik untuknya. “Anda tidak bisa bahagia dengan menjadi keduanya, menjadi seorang suami sekaligus anak mama karena Anda akan selalu ditarik ke dua arah,” ujar Kirchner. Jika sang suami menerima batasan Anda dan mulai mengutamakan Anda, maka Anda dapat melanjutkannya dengan membangun keluarga Anda sendiri. Jika suami tidak dapat menerima batasan Anda, Anda harus bersedia untuk pergi menjauh karena menurut para ahli, seringkali itulah saatnya anak mama mulai mendapatkan tindakan mereka secara bersama-sama dan meluruskannya.

Namun, Anda tidak dapat melakukan hal itu untuknya. Dia sendirilah yang harus menjadi seorang yang memutuskan ketergantungannya. Kirschner menambahkan, “Ia harus membangun batasan antara keluarga barunya dengan keluarga asalnya atau ia akan memecah belah dan menyengsarakan kehidupan pernikahannya selamanya.” Atau paling tidak sampai istrinya mengucapkan selamat tinggal dan meninggalkannya sendiri dengan ibunya.

Source : newlyweds.about.com/jawaban.com

Mungkinkah Tetap Berteman Dengan Mantan Meskipun Sudah Menikah?

Pernahkah Anda memperhatikan bahwa kebanyakan orang ‘lupa’ memperhatikan pasangan mereka saat bertemu mantan kekasih di tempat umum? David kecil pada suatu waktu keceplosan berkata pada ibunya bahwa ayahnya sedang berbicara dengan wanita berpakaian ketat yang dikenalnya di masa lalu di tengah suatu acara makan malam dan hubungan itu berakhir dengan hubungan seks. Lalu, wajah sang ayah berubah menjadi merah dan ia merasa bersalah untuk alasan yang tidak jelas (kecuali mungkin untuk pemikirannya) dan ibu juga menjadi marah. Lagipula, jika itu memang bukan masalah yang besar, lalu kenapa ayah tidak memberitahu ibu?

Salah satu kebenaran sederhana dari pernikahan adalah tetap berteman dengan kekasih di masa lalu bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan, terutama ketika Anda sudah berada di dalam dunia pernikahan. Meskipun pasangan bisa saja bersikap seolah-olah tidak peduli, namun sebenarnya mereka peduli dan seluruh hubungan ‘pertemanan’ Anda bisa menjadi masalah bagi pernikahan pada beberapa titik.

Pertama-tama, Anda harus realistis dengan mantan kekasih mana yang Anda pilih sebagai teman. Jika pria yang sering Anda temui di masa lalu (sebelum dengan suami Anda) hanya sekedar bertemu saat makan siang dan dalam waktu singkat menjadi teman favorit untuk menghabiskan waktu saat senggang, hal yang alami bagi suami Anda untuk merasa canggung. Namun jika Anda menceritakan kepadanya setiap detil seluk-beluk hubungan yang Anda jalani bersamanya, maka Anda tidak dapat menyalahkan suami Anda jika ia berharap agar Anda tidak berteman dengannya.

Demikian juga, jika mantan pacar yang telah Anda kencani tiga tahun sebelum Anda menikah dengan istri Anda, tiba-tiba menjadi teman favorit Anda di facebook, istri Anda tentu saja memiliki alasan untuk kuatir. Meskipun semua hal ini terjadi secara terbuka pada semua pihak, tetaplah sulit untuk menjadi sekedar teman dengan orang yang pernah berbagi tingkat keintiman tertentu. Dan jauh lebih sulit untuk memaksa pasangan Anda dapat menerima hal ini.

Bahkan reuni masa SMA dapat menyebabkan pergolakan pada pasangan yang sudah menikah dan dapat menyebabkan perceraian. Dan saat kecemburuan akan seseorang yang Anda kencani dua puluh tahun lalu sepertinya salah tempat, kebanyakan pasangan menikah yang senang untuk berpikir ataupun membodohi diri mereka sendiri dengan percaya bahwa dirinya adalah “satu-satunya orang yang dicintai” pasangannya. Tidak semua pasangan seperti ini. Beberapa orang memang benar-benar terbuka untuk berteman dengan kekasih mereka di masa lalu dan tidak merasa bahwa mantan kekasihnya itu akan menjadi ancaman. Untuk orang-orang yang seperti ini – lanjutkanlah!

Namun ada satu hal yang harus benar-benar dimengerti, satu masalah yang terjadi di dalam pernikahan bisa membuat pasangan Anda dengan mudah lari ke pelukan mantannya, bahkan jika itu hanya untuk satu malam. Oleh karena itulah banyak pasangan yang merasa mungkin lebih baik bagi mereka menghindar untuk berteman baik dengan orang yang pernah tidur bersama atau mereka kencani di masa lalu. Terus terang saja, akan selalu ada kecurigaan yang mengintai dalam pikiran pasangan Anda apa yang sebenarnya Anda bicarakan atau pikirkan ketika Anda berdua sedang bersama. Dan anehnya, Anda juga akan selalu ingin tahu apa yang mungkin akan menyelinap dalam pikitan Anda (baik Anda mengakuinya maupun tidak).

Salah satu alasan mantan kekasih akan mengingatkan Anda akan masa lalu karena sesuatu telah menghalangi mereka untuk menjadi bagian dari masa depan Anda. Bertahun-tahun setelah hati pilu akibat perpisahan, mudah untuk melupakan rasa sakit. Namun, ada beberapa alasan nyata bahwa Anda berdua tidak lagi bersama. Seringkali, mempertahankan mantan sebagai teman akan menimbulkan respon yang tidak baik saat Anda telah menikah. Tidak berarti Anda tidak seharusnya atau tidak dapat berteman dengan seseorang yang berlawanan jenis, karena Anda bisa. Namun menghilangkan mantan kekasih dalam kehidupan Anda saat ini mungkin merupakan ide yang baik.

Jika suami atau istri Anda terbuka dengan gagasan ini – ada kesempatan baik bagi mereka untuk berbohong demi menyelamatkan muka. Tidak ada pasangan yang ingin dipandang sebagai seorang yang tidak rasional, berprasangka atau mudah cemburu di mata pasangan mereka. Inilah yang sebenarnya mereka rasakan, dan mengakui hal ini kepada Anda akan membuat mereka terlihat dan merasa bersalah di hadapan Anda. Oleh karena itu, mereka bersikap seolah-olah mereka tidak keberatan bahkan berpartisipasi dalam pertemanan itu. Namun, tetap saja ada perasaan canggung yang bisa menimbulkan perasaan bahwa pernikahan sedang terancam sepanjang waktu. Hal ini merupakan suatu hal yang terjadi pada pasangan dari waktu ke waktu, namun hal itu sama sekali berbeda dengan mencari dan mempertahankan persahabatan dengan mantan kekasih di masa lalu. Daripada memaksa pasangan Anda untuk berada dalam posisi ini, akan lebih dihargai jika Anda membiarkan masa lalu Anda tetap berada di masa lalu dan mengusahakan untuk memiliki hubungan yang substansial dan sporadis. Lebih baik lagi jika harus menghadapi situasi di atas, putra maupun putri Anda bisa menjadi saksi.

Pernikahan cukup sulit untuk dihadapi. Pada titik tertentu, saat panas cinta yang menggila memijakkan kaki saat Anda sudah menikah, kenangan akan masa lalu dengan mudah dapat memicu penyesalan, yang bila dibiarkan akan berlalu seiring waktu. Sangat mudah untuk ‘berteman’ dengan seseorang dari masa lalu yang tidak berbagi beban tanggung jawab dalam hidup Anda. Namun, jika Anda terlalu mengejar persahabatan, hal itu akan menimbulkan stres baik pada pasangan Anda maupun pernikahan Anda.

Sedapat mungkin, berteman dengan mantan kekasih di masa lalu belum tentu merupakan ide yang baik demi terciptanya pernikahan yang bahagia – bagi Anda yang ingin tetap seperti itu. Beberapa orang mungkin mengklaim bahwa nasehat ini dangkal, pemikiran yang sakit dan penuh prasangka, bahkan kejam. Anda mungkin berpikir bahwa bagian dari menjadi dewasa adalah menyisihkan kecemburuan dan rasa tidak aman yang kekanak-kanakan, sedangkan pernikahan didrikan atas dasar kepercayaan dan kejujuran. Namun sifat alami dari keadaan dapat membuat hubungan segitiga dimana pada akhirnya setidaknya satu orang akan merasa terluka. Dan kemungkinananya adalah orang tersebut merupakan pasangan Anda.

Source : professorshouse.com/jawaban.com

Lakukan Yang Terbaik Mempertahankan Pernikahan Anda

Membuat sebuah hubungan berhasil membutuhkan usaha. Periksalah daftar strategi yang patut Anda coba dan pasti dapat membantu untuk memperbaiki interaksi antara Anda dan pasangan serta saling mengasihi satu sama lain agar hubungan Anda bertumbuh.

Bersikap Jujur

Kejujuran merupakan kebijakan yang terbaik, dan menyatakan perasaan Anda secara langsung kepada pasangan Anda dapat membuat perbedaan yang besar. Katakan pada pasangan Anda apa yang Anda rasakan daripada menyimpannya di dalam hati dapat membantu Anda menghindari pertengkaran di kemudian hari. Anda tidak dapat berharap pasangan Anda tahu apa yang Anda rasakan mengenai suatu hal tanpa Anda mengatakan kepadanya.

Bersikap Penuh Kasih Sayang

Setelah Anda menikah selama beberapa waktu, perilaku saling memberi dan menunjukkan kasih sayang satu sama lain seringkali dilupakan karena terlalu mudah untuk dilakukan setelah masuk dalam pernikahan – namun hal itu justru membuat pasangan Anda merasa tidak lagi dicintai. Gerakan kecil dapat membuat perbedaan yang besar, sehingga tawarkanlah pelukan, ciuman dan tanda-tanda lainnya yang menunjukkan keintiman paling tidak sekali dalam sehari.

Bersikap Menghargai

Apakah Anda hanya berasumsi bahwa pasangan Anda membuang sampah setiap minggu? Apakah Anda berharap pasangan Anda akan memanaskan mobil saat bensin tinggal sedikit? Sangatlah hebat jika ia memang melakukan semua ini, namun Anda harus meluangkan waktu untuk memberitahunya betapa Anda menghargai segala yang dilakukannya. Anda tidak harus menulis “terima kasih” untuknya setiap kali ia membongkar mesin cuci piring, tapi katakan “terima kasih” dan biarkan ia tahu Anda memperhatikan setiap hal baik yang dilakukannya bagi Anda.

Bersedia Untuk Berkompromi

Anda tidak bisa selalu mendapatkan apa yang Anda inginkan. Masing-masing Anda harus bersedia berkompromi untuk menghindari pertengkaran atau membuat hubungan Anda terus melangkah maju ke depan. Sepanjang Anda menyadari hal ini dan berusaha memenuhi paling tidak setengan dari keinginan pasangan Anda bila perlu, Anda harus bisa terus bersama dengan berkompromi dan merasa positif mengenai hubungan pernikahan Anda.

Source : sheknows.com/jawaban.com

Melepaskan Hubungan Yang Salah

Dengan semakin mendekatnya perayaan hari Valentine, banyak dari antara kita yang akan mengkaji ulang hubungan cinta yang sedang kita jalani. Mary Pender Greene, pakar hubungan dan psikoterapis dari New York City mengatakan, “Hubungan percintaan adalah sesuatu yang indah. Hubungan seperti itu memperkaya hidup kita dan membuat sebagian besar kita meningkatkan perasaan akan keterikatan, harga diri dan kesejahteraan. Penelitian terbaru menemukan bahwa meningkatnya pengalaman cinta dan seks akan meningkatkan pandangan kita terhadap kehidupan dan memperbaiki kesehatan kita.”

Tahapan awal dari suatu hubungan cinta biasa kita kenal dengan periode bulan madu – saat dimana hati terasa berbunga-bunga dan penuh dengan kebahagiaan yang seringkali tidak berlangsung lama.

Pender Greene melanjutkan, “Pasangan dalam suatu hubungan percintaan cenderung menunggu sampai mereka merasa nyaman satu sama lain – biasanya tiga bulan atau lebih – sebelum mereka mulai menunjukkan pribadi mereka yang sebenarnya yang sebelumnya masih tertutup rapi saat pertemuan-pertemuan awal. Tersingkapnya beberapa masalah seperti penyalahgunaan obat-obat terlarang – pengangguran tingkat kronis atau hutang yang bertumpuk dapat membuat Anda mempertanyakan pilihan Anda akan pasangan Anda. Jika Anda mulai disingkapkan beberapa hal perihal pasangan yang mengganggu Anda, mungkin sudah saatnya untuk mengevaluasi kembali hubungan Anda.”

Cobalah untuk mengesampingkan beberapa penyingkapan kebenaran akan masalah pasangan Anda, karena perilaku seseorang dapat berubah jika dihadapkan pada konteks realita yang baru, seperti tekanan pekerjaan ataupun perselisihan keluarga. Jika perubahan perilaku itu mengubah perasaan Anda terhadap orang tersebut, maka bisa jadi inilah waktu bagi Anda untuk melanjutkan hidup.

Pender Greene mengidentifikasi beberapa tanda-tanda peringatan yang menunjukkan hubungan Anda sepertinya tidak dapat dipertahankan lebih lama:

  1. Rasa keterikatan di antara Anda berdua terasa lebih mirip persahabatan.
  2. Saat pasangan Anda berkata, “Aku mencintaimu”, terasa berat bagi Anda untuk mengatakan hal yang sama.
  3. Anda hanya memiliki sedikit topik untuk dibicarakan satu sama lain.
  4. Salah satu pihak berkhianat.
  5. Ada perasaan ‘ga nyambung’ ketika Anda mencoba untuk berkomunikasi dengannya.
  6. Kepura-puraan di antara Anda lebih menarik daripada hubungan itu sendiri.
  7. Pembicaraan Anda berdua mengenai masa depan bersama hanya terlihat bagaikan fantasi atau tidak nyata.
  8. Anda menemukan bahwa Anda berdua lebih sering bertengkar daripada bersenang-senang.
  9. Melakukan hubungan seks di luar nikah karena kurangnya pengendalian diri, dan rasa bersalah yang mengikuti hal itu.
  10. Pasangan Anda tidak mendukung pekerjaan maupun hobi Anda di luar hubungan percintaan Anda berdua.
  11. Anda menemukan bahwa diri Anda melihat orang lain lebih menarik daripada pasangan Anda.

”Anda dapat berlama-lama menjalani suatu hubungan yang tidak bahagia karena telah menjadi bagian dari rutinitas Anda dan Anda tidak tahu apa yang harus dilakukan jika Anda melepaskan diri darinya,” ujar Pender Greene.

“Anda dapat melanjutkan hubungan tersebut dalam bentuk lain jika hubungan tersebut memenuhi beberapa tujuan fungsional, seperti persahabatan yang sederhana atau hubugan sosial yang lebih luas. Selain itu, semakin lama Anda mempertahankan sebuah hubungan yang tidak memuaskan, semakin sedikit kesempatan Anda untuk mendapatkan seorang pasangan yang baik. Melepaskan pasangan Anda saat ini bisa jadi merupakan suatu hal yang sulit, tidak nyaman, bahkan menakutkan, tetapi itu bukanlah akhir dari dunia ini. Keputusan Anda untuk mengakhiri sebuah hubungan yang salah bisa jadi akan menjadi awal kehidupan Anda yang baru.”

Sumber : shine/jawaban.com

6 Kunci Meluputkan Pernikahan Anda Dari Perceraian

Dr. Gary Rosberg dan istrinya Barbara telah mengidentifikasikan sejumlah prinsip-prinsip alkitabiah yang menurut mereka merupakan kunci untuk meluputkan pernikahan dari perceraian. Dengan mengikuti petunjuk-petunjuk berikut ini tidak hanya akan meningkatkan hubungan Anda dengan pasangan Anda di waktu ini, namun dengan melakukannya akan membentuk pola anak-anak Anda untuk melakukan hal yang sama dengan pasangan mereka di masa yang akan datang.

Berikut adalah 6 kunci untuk meluputkan pernikahan dari perceraian. Jika Anda ingin segera memperkuat hubungan yang ada di antara Anda dan pasangan, mulailah tunjukkan pada pasangan Anda:

1. Cinta yang mengampuni

Karena pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib, semua dosa kita telah diampuni. Cinta yang penuh dengan pengampunan yang ditunjukkan oleh Yesus merupakan hal yang sangat penting dalam pernikahan. Cinta yang mengampuni menawarkan sebuah awal yang baru setelah salah satu pasangan telah menyakiti atau menyinggung pasangannya. Tanpa pengampunan, tidak akan pernah ada pernikahan terakhir.

2. Cinta yang melayani

Apakah Anda mengetahui kebutuhan terdalam dari pasangan Anda? Mencintai pasangan Anda dengan hati yang melayani merupakan cara terbaik dan tercepat untuk mengetahui apa yang dibutuhkannya. Layani satu sama lain dalam kasih (Anak Manusia sendiri datang ke dunia bukan untuk dilayani tapi untuk melayani).

3. Cinta yang gigih

Pernikahan bagaikan lari marathon dan bukan lari cepat jarak pendek. Apakah Anda mempertahankan pernikahan Anda untuk jangka panjang atau apakah Anda memiliki kecenderungan untuk meloncat keluar saat keadaan menjadi sulit? Cinta yang gigih dapat menopang kita untuk melalui pencobaan hidup (dan pencobaan adalah apa yang membuat pernikahan apapun menjadi nyata).

4. Cinta yang melindungi

Dengan kata lain, biarkan pasangan Anda tahu bahwa Anda akan melakukan apa saja untuk mempertahankan pernikahan dan membuat Anda berdua tetap bersama (tentu saja untuk pernikahan yang sesuai dengan hukum dan moral). Budaya modern saat ini tidak lagi terlalu tertarik dengan pernikahan – meskipun pernikahan sebenarnya merupakan tulang punggung masyarakat. Menjaga cinta akan melindungi hati Anda dan juga pasangan Anda dari ancaman yang ada di dalam pernikahan. Percayalah, ancaman itu ada!

5. Merayakan cinta

Betul, rayakan pernikahan Anda! Siapkan hadiah terbaik untuk pasangan Anda. Merayakan cinta akan melengkapi Anda untuk mempertahankan hubungan yang memuaskan baik secara emosional, fisik dan rohani dengan pasangan Anda. Jadi rayakanlah!

6. Memperbaharui cinta

Pernikahan tidak akan bertahan jika salah satu maupun kedua belah pihak terus menantang integritas dengan mengancam untuk pergi. Faktanya adalah memperbaharui cinta akan memungkinkan baik bagi suami maupun istri untuk menganggap bahwa janji pernikahan adalah sesuatu yang tidak dapat dihancurkan (seperti yang dilakukan oleh Tuhan). Jadi bagilah karunia pernikahan ini bersama dengan pasangan Anda setiap hari. Bersukacitalah di dalam kenyataan bahwa Anda berdua akan selalu bersama selamanya – “dalam keadaan suka maupun duka!”

Keenam ekspresi vital dari cinta ini akan membuat pernikahan Anda menjadi lebih baik. Keenam hal ini juga akan membantu Anda untuk mengajarkan kepada anak-anak Anda bagaimana memahami semua yang Alkitab katakan mengenai cinta dan pernikahan.

Cinta membutuhkan waktu – menciptakan sebuah hubungan yang baik membutuhkan waktu. Jadi terus pertahankan, terus berdoa, dan mulailah menciptakan pernikahan yang terluput dari perceraian dengan mengasihi pasangan Anda!

Sumber : cbn.com/jawaban.com

Serumah Dengan Mertua Tanpa Konflik, Mungkinkah Itu ?

Hidup bersama dengan mertua Anda atau mertua Anda tinggal bersama Anda merupakan sebuah situasi yang kompleks – terutama bagi Anda yang tinggal di Afrika dan Timur tengah, dan bagian lain di bumi ini dimana tinggal bersama mertua adalah praktek budaya yang umum. Tinggal bersama mertua dapat bekerja dengan baik bagi beberapa rumah tangga. Namun beberapa dari Anda mungkin tidak memiliki keluarga yang mudah diajak bekerjasama sehingga membuat hidup bersama menjadi lebih mudah.

Situasi seperti ini sebenarnya cukup membingungkan karena Alkitab berkata sebagai pasangan menikah, Anda harus meninggalkan orangtua dan bersatu sebagai suami istri (baca: Kejadian 2:24; Matius 19:5; Markus 10:7 dan Efesus 5:31). Namun ketika Anda harus berhadapan dengan situasi yang tidak memungkinkan untuk mewujudkan hal itu, kehidupan pernikahan menjadi lebih rumit.

Bagaimana Anda dapat menjalani prinsip Alkitab untuk “pergi dan bersatu” saat Anda telah menikah, namun masih hidup satu atap dengan mertua Anda secara damai? Anda selalu ingin mengasihi dang “menghormati” mertua Anda, karena Anda tahu itu adalah hal yang tepat untuk dilakukan. Namun ketika mertua Anda tidak membuat hal itu menjadi mudah, bagaimana Anda harus menghadapi hal itu?

Sejujurnya, kami juga tidak tahu. Konflik dengan mertua sepertinya suatu hal yang tidak mungkin diselesaikan! Namun Alkitab berkata bersama dengan Tuhan tidak ada yang mustahil! Jadi jika tidak ada pilihan lain bagi Anda untuk terus tinggal dengan mertua, maka harus ada jalan untuk membuatnya berhasil. Mungkin tidak sedamai atau senyaman seperti yang Anda inginkan, tapi dengan pertolongan Tuhan, Anda dapat melakukannya.

Alkitab mengingatkan kita bahwa berbagai penderitaan akan kita hadapi di dalam kehidupan ini. Bahkan dalam kehidupan pernikahan kita diberitahu bahwa “mereka yang menikah akan menghadapi banyak masalah dalam hidup ini” (1 Korintus 7:29).Amsal 27:17 dimana Anda memiliki kesempatan untuk mengizinkan Tuhan membawa keluar karakter-Nya di dalam Anda saat keadaan dan orang-orang menggosok Anda dengan cara yang dapat menimbulkan percikan api. Ikuti aturan untuk hidup kudus sebagaimana yang dapat Anda baca di Kolose 3. Tinggal bersama dengan mertua mungkin merupakan sebuah kesusahan atau “masalah” yang Anda butuhkan untuk berjalan dalam bimbingan dan kekuatan Tuhan. Bisa jadi situasi ini menjadi sebuah situasi dimana “besi menajamkan besi” seperti yang dituliskan Alkitab dalam

Memang benar idealnya Anda dan mertua hidup di dalam rumah tangga yang terpisah. Namun hal yang ideal tidak selalu mungkin untuk dijalani. Jadi setelah Anda berdoa, jika Anda melihat bahwa keadaan tidak akan berubah saat ini, pilihan bijaksana berikutnya adalah melakukan yang terbaik dari setiap keadaan dimana Anda berada di dalamnya, daripada menghabiskan energi untuk mengeluh dan mengharapkan hal yang tak dapat Anda ubah saat ini. Ada saatnya untuk berkata-kata dan ada saatnya juga untuk diam dan biarkan Tuhan yang berkata-kata (lihat Pengkhotbah 3:1-8). Di waktu yang lain Tuhan memberitahu kita untuk “puas dengan keadaan yang sedang kita hadapi” (lihat Filipi 4:12-13). Dan mungkin inilah yang sedang Anda hadapi saat ini. Mintalah pada Tuhan untuk memperlihatkan apa yang harus Anda lakukan dalam tahap kehidupan Anda ini.

Perlu diingat bahwa Anda dan pasangan masih bisa “meninggalkan” orangtua Anda dalam pola pikir maupun perilaku Anda – mencari cara untuk dapat bersatu bersama, meskipun Anda tidak dapat hidup terpisah dengan keluarga Anda dalam menjalani hari-hari hidup Anda. Anda hanya harus lebih cerdas untuk mewujudkan hal ini – dengan tegas menempatkan batasan-batasan yang memungkinkan. Tuhan dapat menunjukkan kepada Anda bagaimana melakukan hal ini.

Anda bahkan mungkin memiliki pasangan yang tidak sepenuhnya mendukung Anda agar dapat melalui situasi yang sulit ini. Tentu saja hal ini pasti menyedihkan dan membingungkan Anda karena hal ini jelas bukanlah pernikahan yang dimaksudkan Tuhan! Tapi jangan menyerah. Tuhan bersama dengan Anda saat Anda berseru meminta pertolongan pada-Nya. Serahkan situasi yang Anda hadapi kepada-Nya dan secara terus-menerus mintalah petunjuk-Nya untuk melakukan yang terbaik dari setiap situasi yang sepertinya sangat buruk sekalipun!

Dan jangan menyerah jika Anda berdoa dan Tuhan sepertinya berdiam diri selama beberapa waktu. Diamnya Tuhan tidak akan berlangsung selamanya. Bukan berarti Tuhan tidak mendengar seruan Anda, namun ada alasan dibalik sikap diam Tuhan yang perlu Anda terima. Dia adalah Tuhan dan jalan-Nya bukanlah jalan Anda. Tuhan memberitahu kita di dalam Alkitab, “Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.” (Yesaya 55:9) “Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN.” (Yesaya 55:8)

Jika Anda bertanya-tanya kenapa Tuhan tidak menjawab doa Anda secepat yang Anda harapkan atau dengan cara yang sama seperti yang Anda yakini bagaimana IA seharusnya peduli terhadap masalah ini maupun masalah lainnya, pertimbangkan pemikiran berikut ini, yang datang dari ajaran Oswald Chambers dalam bukunya My Utmost for His Highest, (dipublikasikan oleh Barbour Company). Chambers menulis:

Kita memiliki gagasan bahwa Tuhan akan memberikan ganjaran pada iman kita. Mungkin ini hanyalah tahap awal; tetapi kita tidak akan rugi apa-apa dengan memiliki iman. Iman membawa kita ke dalam hubungan yang benar dengan Tuhan dan memberikan kesempatan kepada Tuhan untuk bertindak dan menunjukkan kuasa-Nya. Tuhan sering mengetuk pintu hati Anda melalui pengalaman hidup sehingga Anda dapat berhubungan dengan-Nya. Tuhan ingin Anda mengerti bahwa ini adalah sebuah kehidupan dari iman, bukan sebuah kehidupan sentimentil semata dengan menikmati berkat-berkat-Nya.

Kehidupan awal dari iman Anda sangatlah sempit dan intens, menetap pada pengalaman hidup yang mendatangkan cahaya dan penuh dengan keindahan; lalu Tuhan akan menarik berkat-nya secara sadar untuk mengajar Anda berjalan dengan iman. Anda lebih layak baginya saat ini daripada Anda dahulu yang melalui hari-hari Anda penuh dengan kegembiraan dan kesaksian yang mendebarkan.

“Iman secara alami haruslah diuji dan ujian sejati dari iman bukanlah untuk mempersulit kita mempercayai Allah, tapi karakter Allah harus dijernihkan di dalam pikiran kita sendiri. Saat iman bekerja, ia harus melampaui segala batasan yang ada... Iman di dalam Alkitab adalah iman kepada Tuhan yang menentang segala sesuatu yang berlawanan dengan-Nya – Saya akan tetap bertahan pada karakter Tuhan apapun yang Ia bisa lakukan. ‘Meskipun aku harus mati, aku akan tetap percaya kepada-Nya’ – ungkapan ini merupakan ungkapan iman yang paling agung yang terdapat di seluruh Alkitab.”

Mungkin sepertinya Allah tampak kejam saat ia menarik diri dari Anda ketika Anda sedang menghadapi begitu banyak masalah, tetapi kami mendorong Anda untuk memahami bahwa Tuhan memiliki alasan kenapa ia mengizinkan hal-hal tertentu terjadi dengan cara-cara tertentu dan pada saat-saat tertentu. Saat Tuhan berdiam diri, mungkin merupakan saat ketika IA mempercayai Anda untuk hidup dengan iman pada saat ini dan untuk bekerjasama dengan Dia untuk menambah kapasitas karakter Anda melampaui batas dari apa yang Anda pikir mungkin harus terjadi. Kami mendorong Anda untuk percaya pada keheningan-Nya dan percaya pada hati-Nya. Tuhan mengasihi Anda dan mengetahui apa yang terbaik bagi semua pihak pada akhirnya.

Jika Anda memiliki pasangan yang mengakui mandat Alkitab untuk “pergi dan bersatu” namun Anda tidak dapat melakukannya pada saat ini, mintalah pada Tuhan sebagai pasangan yang telah menikah untuk menolong Anda – bahkan jika ini adalah sesuatu yang Anda rasakan harus Anda lakukan dengan pikiran dan tindakan Anda agar Anda dapat tinggal di rumah yang sama sebagai sebuah keluarga. Tuhan akan memimpin Anda (pada waktu yang tepat) saat Anda bersandar pada-Nya, bukan pada apa yang Anda lihat saat ini (lihat Amsal 3:5-6).

Jika Anda tidak memiliki pasangan yang mengakui mandat “pergi dan bersatu”, maka tanyalah Tuhan apa yang harus Anda lakukan untuk menjalani hidup setiap hari (jam, menit) dengan batasan-batasan hidup yang Anda miliki. Tuhan akan menjadi penuntun Anda. Dan apa yang Anda lihat hari ini pada pasangan Anda dapat berubah di masa depan. Percayakan Tuhan untuk hal ini.

Untuk membantu Anda lebih lanjut dalam perjalanan ini, carilah artikel lainnya yang dapat Anda baca dan dapat memberikan wawasan bagaimana Anda harus berperilaku dalam situasi hidup yang Anda hadapi saat ini. Bahkan jika keadaan yang Anda hadapi tidak sama dengan apa yang Anda baca, berdoalah. Minta Tuhan untuk menunjukkan kepada Anda apa yang bisa dan tidak dapat Anda gunakan, dan apa yang dapat Anda sesuaikan sedemikian rupa sehingga dapat dipraktekkan di dalam situasi Anda saat ini. Buka hati dan pikiran Anda pada setiap kemungkinan yang Tuhan tunjukkan pada Anda.

Pastikan bahwa apa yang Anda lakukan tidak bertentangan dengan Firman Tuhan. Sangatlah penting bagi Anda untuk tidak membiarkan pikiran Anda sendiri atau roh yang bertentangan menyamar sebagai “malaikat terang” (yang bekerja melawan cara Allah) untuk menipu Anda. Waspadalah! (lihat 1 Petrus 5:8-11) Biarkan Alkitab melalui bimbingan Roh Kudus menuntun Anda ke dalam kebenaran untuk setiap keputusan yang Anda buat.

“Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.” (2 Timotius 3:16-17)

Mintalah Tuhan untuk menolong Anda menjadi kuat dalam melakukan apa yang terbaik dan tepat untuk semua pihak – terutama bagi kesehatan pernikahan Anda.

Sumber : marriagemissions.com/jawaban.com

Alarm Bahaya Di Pernikahan Anda

Bagaimana Anda tahu bahwa pernikahan Anda sedang berada di dalam krisis? Itu adalah sebuah pertanyaan yang bagus! Sebuah pertanyaan yang mungkin Anda pikir Anda tahu jawabannya tapi seringkali tidak seperti itu.

Kita semua tahu bahwa setiap pernikahan pernah mengalami masa-masa penuh tekanan dimana segala sesuatu sepertinya berada di luar kendali. Selama masa ini, pernikahan Anda sepertinya sedang diserang (dan bisa jadi memang demikian). Tapi seringkali serangan itu terjadi dengan sangat halus pada awalnya sehingga Anda tidak menyadari adanya bahaya sampai semuanya telah terlambat.

Jadi, untuk membantu Anda mengenali tanda-tanda peringatan hadirnya krisis dalam pernikahan Anda, apakah serangan itu terlihat dengan jelas atau datang secara halus, berikut adalah daftar tanda peringatan yang tidak boleh Anda abaikan. Adanya hal ini dalam pernikahan seharusnya menyadarkan Anda untuk membuat beberapa perubahan penting atau bencana besar pada akhirnya akan menjadi nyata.

Ketika mengabaikan kebutuhan satu sama lain dan Anda maupun pasangan sedang berjalan dalam kekosongan emosional satu sama lain. Ketika hal yang negatif lebih sering terlihat dalam hubungan Anda daripada hal yang positif, ada hal yang harus Anda ubah (baik dalam sikap maupun tindakan) atau krisis pernikahan akan mengikuti.

Ketika salah satu pihak memperlakukan pasangannya dengan cara menghina atau tidak hormat, berhati-hatilah! Jika perilaku seperti ini menjadi hal yang normal dalam pernikahan Anda dimana salah satu pihak sepertinya tidak pernah dapat melakukan sesuatu dengan benar, pernikahan Anda sebenarnya sedang berada di dalam masalah yang serius. Hal yang perlu diingat dalam segala laku Anda: “...hendaklah hidupmu berpadanan dengan Injil Kristus,…” (Filipi 1:27).

Ketika kepercayaan menjadi isu yang terjadi terus-menerus. Kepercayaan merupakan dasar dari pernikahan untuk bertahan. Kepercayaan DAPAT dibangun kembali tapi membutuhkan usaha yang tidak mudah. Kepercayaan harus kembali hadir dalam pernikahan Anda atau hubungan pernikahan Anda akan benar-benar runtuh.

Ketika perang terbuka terjadi dalam hubungan Anda – baik dalam lingkup rumah maupun di depan umum, Anda berada pada titik krisis dari pernikahan Anda. Pernikahan Anda tidak dapat bertahan bila diserang terus-menerus. Terkadang, hal terbaik yang dapat Anda lakukan adalah dengan memastikan Anda tidak ikut berkontribusi dalam melakukan serangan verbal. “dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat.” (1 Petrus 3:9). Tidak berarti Anda tidak dapat ‘memperkatakan kebenaran di dalam kasih’ kepada pasangan Anda, tetapi Anda menghentikan serangan dan penghinaan yang mungkin sering terlontar dari mulut Anda juga.

Ketika ada kekerasan dalam bentuk apapun, baik yang datang dari pihak suami maupun istri, akan menempatkan pernikahan ke dalam krisis. Kekerasan merupakan situasi yang sangat rumit dan kritis. Tidak ada saran baku yang dapat diberikan (terutama mengingat latar belakang budaya seringkali dapat memperumit masalah). Temukan cara untuk melindungi diri Anda sendiri maupun menghentikan perilaku kasar pasangan Anda.

Jika perilaku anak Anda menumpuk stres dalam hubungan Anda, pernikahan Anda sedang berada di dalam tahap kritis. Sebuah indikator melibatkan anak-anak Anda. Perilaku mereka seringkali menjadi barometer apa yang sebenarnya sedang terjadi di rumah. Anda dan pasangan mungkin merasa hubungan pernikahan Anda tidak bermasalah dan konflik merupakan hal yang biasa, namun anak Anda dapat merasakan ada sesuatu yang salah dan perlu diubah. Lakukan apapun yang Anda perlukan untuk menjadi contoh teladan bagaimana menyelesaikan konflik secara sehat sebelum anak-anak Anda berdamai dengan diri mereka sendiri, dengan hidup Anda dan juga hati Anda.

Jika keluarga atau teman memberitahu Anda bahwa mereka melihat adanya masalah dalam pernikahan Anda, perhatikan hal ini. Dengan demikian Anda mendapatkan bantuan terbaik di saat yang tepat. Karena seringkali pasangan suami istri melakukan hal yang sama berulang kali tapi mengharapkan hasil yang berbeda. Itu tidak mungkin! Jika Anda tidak dapat membangun jembatan hubungan antara Anda dan pasangan tanpa memperoleh bantuan dari luar, jadi jangan menunda untuk mencari bantuan pernikahan yang bersahabat. Jangan ragu untuk mengeluarkan biaya jika memang dibutuhkan karena sebuah perceraian jauh lebih mahal. Jadi bijaksanalah untuk menyelamatkan pernikahan Anda.

Jika pasangan Anda mengatakan, “Aku mencintaimu tapi aku tidak lagi jatuh cinta kepadamu”. Ini merupakan awal dari sebuah akhir jika pasangan Anda tidak lagi bersedia untuk bekerja-sama membangun kembali perasaan yang sudah hilang. Hal ini TIDAK mustahil untuk diatasi, tetapi DIBUTUHKAN pengakuan dan intensionalitas dari kedua belah pihak untuk kembali menghembuskan nafas kehidupan dalam hubungan Anda sehingga cinta mendapat kesempatan untuk bertumbuh.

Ketika Anda maupun pasangan mencari cara untuk menghabiskan waktu senggang sendiri-sendiri daripada menghabiskannya bersama, masalah serius sedang menyerang hubungan Anda. Anda tidak dapat mengontrol pasangan Anda dan terkadang ketika Anda mencoba untuk memintanya melakukan apa yang seharusnya ia lakukan (yang baik menurut Anda), hal ini malah bisa menjadi bumerang. Tapi akuilah keberadaan krisis ini, dan akui bahwa Anda dapat mengontrol upaya dan waktu yang Anda investasikan ke dalam hubungan Anda. Mintalah hikmat Tuhan, carilah bagaikan mencari harta karun, dan lihatlah apa yang akan Tuhan lakukan di dalam hati dan pernikahan Anda saat Anda menjadikan-Nya sebagai penasehat Anda yang luar biasa.

Bila salah satu pihak mencari tempat lain untuk memenuhi kebutuhan emosional dan seksual di luar pernikahan, sudah pasti pernikahan Anda sedang berada di dalam krisis. “Dapatkah orang membawa api dalam gelumbung baju dengan tidak terbakar pakaiannya?” – atau pernikahannya – (Amsal 6:27). Mungkin awalnya Anda hanya mulai berhubungan melalui facebook, chatting, atau gym, maupun tempat lain untuk menemukan seseorang yang asyik diajak bicara atau jalan bersama. Tapi ketika jenis godaan seperti ini diberi makan bahkan dengan membuka pintu keingin-tahuan, maka krisis dipastikan akan meledak di dalam pernikahan Anda. “Jauhkanlah dirimu dari percabulan! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri. Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, -- dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!” (1 Korintus 6:18-20).

Ketika salah satu pihak berselingkuh, orang lain sedang diberikan kuasa dan kesempatan untuk membagi cinta yang dimiliki Anda berdua secara eksklusif. Sebuah pernikahan berada dalam kondisi darurat ketika terjadi pengkhianatan. Jangan biarkan diri Anda maupun pasangan Anda melanjutkan serangan terhadap hubungan eksklusif yang seharusnya hanya dimiliki suami dan istri. Pernikahan dirancang sebagai sebuah hubungan perjanjian eksklusif antara suami, istri dan Tuhan. “Minumlah air dari kulahmu sendiri, minumlah air dari sumurmu yang membual. Patutkah mata airmu meluap ke luar seperti batang-batang air ke lapangan-lapangan? Biarlah itu menjadi kepunyaanmu sendiri, jangan juga menjadi kepunyaan orang lain. Diberkatilah kiranya sendangmu, bersukacitalah dengan isteri masa mudamu” (Amsal 5:15-18).

Jika tawa telah menghilang dari hubungan Anda, waspadalah! Hal ini mungkin tidak tampak sebagai hal yang kritis seperti hal lainnya, tapi jangan tertipu. Jika Anda mengalami hal ini, saatnya bagi Anda mengembalikan tawa ke dalam hubungan Anda. Pasangan yang tidak tertawa bersama telah kehilangan sebuah komponen penyembuhan yang penting dalam hubungan mereka. Alkitab mengatakan, “Hati yang gembira adalah obat yang manjur” (Amsal 17:22). Jika Anda tidak lagi tertawa bersama, pernikahan Anda secara alami akan mengalami krisis. “Tawa mengikat orang. Persahabatan manapun akan mengatakan bahwa tawa menjadi jarak terdekat antara dua manusia – khususnya dalam pernikahan” (Drs. Les and Leslie Parrott).

Ketika pengharapan untuk menyelesaikan masalah yang serius tidak lagi dimiliki dalam hubungan Anda, pernikahan Anda benar-benar berada pada titik kritis. “Harapan yang tertunda menyedihkan hati, tetapi keinginan yang terpenuhi adalah pohon kehidupan.” (Amsal 13:12). Arahkan pandangan Anda kepada Tuhan untuk menunjukkan kemana Anda harus menaruh pengharapan Anda, dan investasikanlah dengan bijaksana. Jangan gunakan waktu Anda ketika Anda percaya doa-doa Anda seharusnya sudah dijawab. Sandarkan keinginan Anda kepada Tuhan dan Anda tidak akan pernah kehilangan pengharapan. “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.” (Amsal 3:5-6).

Bila kata “cerai” seringkali dilontarkan sebagai ancaman, seringkali hal itu pada akhirnya benar-benar terjadi. Anda harus berhenti untuk melakukan hal itu. Investasikan energi Anda untuk mencari solusi daripada mencari jalan untuk lari dari masalah. “Ada jalan yang disangka lurus, tetapi ujungnya menuju maut.” (Amsal 16:25) – dalam hal ini bisa jadi kematian pernikahan.

Karena menyangkut banyak peringatan, pertimbangkanlah untuk melakukan hal ini:
Siapa memperhatikan firman akan mendapat kebaikan, dan berbahagialah orang yang percaya kepada TUHAN. Orang yang bijak hati disebut berpengertian, dan berbicara manis lebih dapat meyakinkan.
(Amsal 16:20-21)

Sumber : marriagemissions.com/jawaban.com

Sambutlah Kedatangan Cintamu

Menyambut bulan cinta membuat saya memikirkan cinta. Tanpa terasa waku berlalu dengan sangat cepat. Hampir dua tahun lamanya saya mengabdikan diri menjadi seorang istri dan selama 10 bulan terakhir menjadi seorang ibu yang berbahagia dari seorang putri yang cantik.

Saya berkenalan dengan Dion enam tahun yang lalu. Saat itu saya masih bergumul dengan hati saya yang masih mengharapkan mantan padahal sudah setahun hubungan kami berakhir. Apa yang saya lalui bersama sang mantan bukanlah suatu hal yang mudah. Air mata dan pengkhianatan mewarnai hubungan kami. Tapi itulah kebodohan cinta dan saya terjebak di dalamnya. Setahun berlalu saya tetap belum bisa melupakannya, bahkan masih berharap kami dapat bersatu kembali. Saat itulah Dion masuk dalam kehidupan saya.

Saya tidak tahu apa yang membuat saya menerima cintanya saat itu. Tapi sampai saat ini saya sangat bersyukur karena saya melakukannya. Banyak hal yang kami lalui, termasuk proses dimana saya berusaha lepas dari ikatan emosional dengan sang mantan. Dan Dion selalu ada di sisi, mendampingi setiap proses sampai saya bisa lepas sepenuhnya. Setelah hampir 4 tahun menjalin kasih, kamipun memutuskan untuk menikah.

Suatu hari, tanpa sengaja saya menemukan sebuah catatan kecil. Saat membacanya, saya hanya bisa tersenyum geli. Di situ tertulis:

Kriteria pria idaman saya:
Rambut gondrong
Gaya slengek’an (saya tidak suka pria yang selalu terlihat rapi)
Orangnya ramai dan ceria (karena saya pendiam dan pemalu)
(Saya menyebut salah satu suku di Indonesia)
Dll, dll...

Dan ketika saya memandang Dion, tak satupun kriteria yang saya minta ada pada dirinya. Mencoba flashback pada masa lalu, saya mencoba menyelami apa yang sedang saya pikirkan saat itu sampai-sampai saya bisa menulis semua kriteria itu. Kurang lebih sebenarnya saya menuliskan apa yang saya inginkan yang ada di dalam hati saya, dan pada saat itu saya juga sudah memiliki seseorang yang saya taksir di lingkungan gereja. Jadi bisa saja kriteria-kriteria tersebut sebenarnya merupakan gambaran dari pria tersebut.

Ketika saya melihat pada masa kini, Dion adalah satu-satunya pria yang membuat saya merasa sangat nyaman dan bisa menjadi diri saya sendiri. Saya tidak pernah malu menunjukkan segala kekurangan saya di hadapannya. Saya teringat ketika kami masih berpacaran, tanpa malu saya berani minta tambah saat kami sedang makan di restoran padang. Dan itu hampir selalu terjadi (entahlah saat itu saya memang memiliki selera makan yang sangat besar).

Dion adalah pria terbaik yang pernah saya kenal. Dia bisa begitu memahami saya dengan segala kekurangan dan kelebihan saya. Dia tidak pernah mempermasalahkan selera makan saya yang besar, dia tidak pernah komplain dengan bentuk tubuh saya, dia tidak mempermasalahkan apakah saya memotong pendek rambut saya atau membiarkannya panjang, dia juga tidak keberatan dengan dandanan saya yang seadanya. Bersamanya saya merasa begitu bebas dan merdeka mengekspresikan diri saya apa adanya.

Satu hal yang pasti, enam tahun terakhir sejak mengenal Dion merupakan tahun-tahun terbaik dalam hidup saya. Satu hal yang saya sadari dan itu tertanam dalam hati saya, yaitu Tuhan tidak selalu memberikan apa yang saya inginkan tapi IA pasti memberikan apa yang saya butuhkan. Dan kenyataan itu terlihat jelas dalam kehidupan saya saat ini ketika saya menikah dengan Dion, seorang pria yang tak pernah ada dalam bayangan saya, bahkan tak masuk satupun dari kriteria yang pernah saya tuliskan bertahun-tahun yang lalu.

Satu hal yang tak dapat dipungkiri, Dion merupakan hadiah terbaik yang Tuhan berikan dalam hidup saya. Saya hanya berharap agar ia dapat merasakan apa yang saya rasakan tentangnya, betapa ia begitu berharga dan berarti bagi saya. Karena selama enam tahun terakhir ini, saya tidak hanya sekedar jatuh cinta kepadanya tapi bertumbuh di dalam cinta bersamanya. Suatu hal yang tak dapat dibayar dan ditemukan oleh daftar kriteria pria idaman sebaik apapun.

Suumber : jawaban.com

Membangun Keintiman Yang Menakjubkan

Saat Anda berpikir tentang keintiman, apa yang terbersit dalam pikiran Anda? Kencan yang romantis? Pembicaraan yang hangat? Makan malam yang romantis? Menghabiskan waktu bersama? Hubungan seks?

Beberapa waktu yang lalu, saya mengartikan ‘keintiman' sebagai kedekatan secara fisik dalam hubungan kami. Namun pengertian itu sekarang telah berkembang.

Setelah melalui beberapa tahun pernikahan, hubungan kami semakin diwarnai dengan keegoisan yang semakin menipis, semakin kaya namun sedikit dalam hal fisik. Tolong jangan salah dimengerti, aspek fisik dalam hubungan kami masih tetap penting dalam memenuhi kebutuhan kami. Namun elemen keintiman dari hubungan fisik itu mendapatkan sudut pandang yang baru, lebih berarti dan mengalami lebih banyak pengalaman.

Setelah melalui beberapa tahun, pernikahan kami berkembang menjadi hubungan partnership yang semakin dalam dengan meningkatnya kepercayaan, percaya diri dan rasa aman dalam hubungan kami. Kemampuan kami untuk berkomunikasi dan memecahkan masalah pun semakin berkembang. Berkurangnya ego kami membuat kami saling melayani satu sama lain, selalu mencari cara yang kreatif untuk mengekspresikan cinta kami dan mengembangkan keromantisan dalam berumah tangga.

Hubungan kami pun berkembang dari hanya sekedar keintiman fisik menjadi keintiman spiritual yang dalam.

Sejujurnya, level keintiman yang baru ini sungguh mengejutklan saya. Belum lama berselang, Sheri dan saya membuat keputusan dan komitmen spiritual yang sepertinya, bagi kami, tidak ada hubungannya dengan pernikahan kami. Namun hasil dari perubahan hidup kami saat ini adalah kehidupan yang lebih kuat, pernikahan yang lebih menggairahkan - keintiman secara spiritual. Ternyata keputusan dan komitmen kami secara rohani menjadi satu paket dengan keintiman spiritual bagi kami berdua.

Pada dasarnya, keintiman spiritual dalam pernikahan adalah mengenai bersekutu dengan Tuhan; mempergunakan kasih-Nya, kekuatan dan kepemimpinan untuk mempergunakan kuasa-Nya dalam pernikahan Anda.

Inisiatif Dalam Keintiman Spiritual

Ingatlah, keintiman spiritual tidak ‘terjadi' begitu saja. Kami membuat keputusan dan komitmen yang spesifik dan membuat kami memiliki akses terhadap apa yang menjadi kerinduan Tuhan dalam pernikahan kami.

Darimana Memulainya: Bersekutu Dengan Tuhan

Setengah dari tahun-tahun awal pernikahan kami, Sheri dan saya jauh dari Tuhan. Memang kami adalah orang ‘baik', kami rutin ke gereja, kami berdoa - tapi kami tidak benar-benar mengenal Tuhan.

Mencoba menjadi orang baik adalah hal yang penting, namun apa yang diinginkan Tuhan sesungguhnya adalah memiliki hubungan pribadi dengan Anda. Anda dapat melakukannya dengan mengambil keputusan - dengan sederhana Anda dapat mengatakan kepada-Nya kalau Anda benar-benar kacau dan membutuhkan Yesus Kristus menjadi Juru Selamat pribadi Anda. Anda memutuskan untuk berbalik dari dosa-dosa Anda, sebaik yang Anda bisa, dan meminta Yesus menjadi teman dan pemimpin hidup Anda. Katakan secara singkat kepada Tuhan, berdoa kepada-Nya.

Mengalami moment yang sangat berarti seperti itu akan meluncurkan Anda ke dalam hubungan pribadi dengan Yesus Kristus. Hidup Anda akan berubah. Pernikahan Anda akan berubah.

Untuk mencapai keintiman spiritual dalam pernikahan Anda merupakan hal yang mendasar bila Anda bersama pasangan berada dalam halaman yang sama secara spiritual. Artinya, Anda dan pasangan Anda keduanya perlu untuk ‘melakukan bisnis' dengan Tuhan; Anda berdua perlu untuk menerima Yesus dan mengikut Dia.

Bayangkan sebuah segitiga. Dalam hubungan pernikahan Kristen, Tuhan berada di bagian puncak dan Anda beserta pasangan berada di kedua sisi di kaki segitiga tersebut. Saat Anda berdua bertumbuh secara spiritual, Anda akan bergerak ke atas bersama-sama ke arah Tuhan, sebagai puncak dari segitiga.

Jika Anda dan pasangan Anda percaya pada hal yang berbeda atau berada dalam jalur pertumbuhan rohani yang bertolak belakang, Anda tidak hanya renggang secara hubungan, tapi juga lambat secara pertumbuhan rohani atau bahkan mati.

Mengikutsertakan hubungan pribadi dengan Tuhan sebagai hal yang utama dan merupakan langkah yang penting dalam memulai keintiman spiritual. Berikutnya, Anda perlu meningkatkan hubungan Anda dengan Tuhan. Anda perlu memposisikan diri Anda dalam kegiatan yang dapat memfasilitasi Tuhan - sehingga menyebabkan perubahan dalam pernikahan Anda.

Berdoa Bersama

Salah satu kegiatan terintim yang dapat Anda lakukan sebagai pasangan adalah berdoa bersama. Saat Anda berbicara kepada Tuhan secara bersama-sama, membagikan pemikiran Anda yang paling pribadi, doa menjadi sebuah usaha bersama sebagai tim dan dapat mengikat secara rohani. Kolaborasi kesatuan doa dari pasangan Anda melahirkan satu suara, berkuasa untuk menyatukan mimpi-mimpi pernikahan Anda, dan doa itu menjadi perhatian dan permintaan Anda berdua.

Sheri dan saya menemukan saat kami berdoa bersama, lebih mudah untuk mendapatkan jawaban dari doa kami. Berdoa bersama memimpin kami kepada komunikasi sepanjang hari dan menyebabkan kami dapat bersama-sama melihat bagaimana Tuhan akan merespon doa kami.

Berdoa juga sama dengan mendengarkan. Terkadang berdoa bersama juga menambah kesensitifan akan karya Tuhan dalam pernikahan kami. Kami berada dalam keselarasan dengan pimpinan Tuhan dalam hidup kami. Pada awalnya, berdoa bukanlah hal yang nyaman untuk dilakukan bersama. Bagi sebagian besar kita, berdoa adalah sebuah kegiatan yang harusnya dilakukan secara pribadi. Menyingkapkan pemikiran pribadi kita kepada orang lain - meskipun itu adalah pasangan kita sendiri - bukanlah hal yang mudah. Berikut beberapa saran yang dapat saya berikan:

Sampai Anda berdua dapat merasa nyaman berdoa bersama, salah satu dari Anda sebaiknya mengambil alih untuk memimpin doa.
Putuskan atas kesepakatan bersama apa yang perlu untuk didoakan. Ingatlah model "ACTS": Adoration (penyembahan), Confession (pengakuan), Thanksgiving (ucapan syuklur) dan Supplication (permohonan). Tentu saja Anda tidak perlu melakukan persis seperti ini. Ini hanyalah sebuah panduan.
Anda juga dapat mencoba untuk menulis permohonan doa Anda terlebih dahulu.

Komunitas Bersama

Agar dapat bertumbuh dalam kepenuhan akan "potensi keintiman", Anda perlu menerjunkan diri Anda dalam pemikiran orang lain. Langkah pertama Anda untuk masuk dalam komunitas adalah terlibat di gereja. Tidak hanya hadir saat ibadah - Anda perlu berpartisipasi dan terhubung dengan gereja lokal.

Gereja dapat memberikan pengajaran, mengikutsertakan Anda dalam penyembahan dan menyediakan tempat bagi Anda untuk terlibat dalam komunitas Kristen. Jika Anda ingin mengalami keintiman spiritual dalam pernikahan Anda, Anda berdua harus terhubung dengan komunitas.

Tambahan pula, gereja Anda dapat menyediakan kegiatan yang memperkaya pernikahan Anda: retreat, workshop, pelatihan dan konseling. Ambillah keuntungan dari sumber-sumber ini.

Hubungan Bersama

Trial and error bukanlah cara yang efektif untuk mencapai keintiman spiritual, cara pendekatan yang justru dilakukan oleh banyak pasangan. Cara paling tepat untuk mencapai keintiman spiritual adalah terlibat dalam hubungan yang dekat dengan orang Kristen lainnya dan belajar melalui teladan hidup mereka.

Hubungan pembinaan, dalam konteks small group atau hubungan 1-1, akan memperkecil kesalahan dan menjagai langkah Anda saat Anda bergerak maju. Ini adalah komunitas dalam level yang lebih dalam.

Hubungan seperti ini dapat mendukung Anda. Jika Anda telah menikah, Anda pasti mengalami ‘beberapa hal' - kehilangan pekerjaan, kesulitan keuangan, sakit penyakit, masalah pernikahan... bahkan kematian. Saat hidup Anda terus berjalan, Anda perlu untuk dikelilingi oleh orang-orang yang berkualitas.

Terkadang arti dari sebuah hubungan ‘muncul' begitu saja, tapi seringkali hubungan ini tidak muncul dalam berbagai kesempatan - Anda perlu mengambil inisiatif.

Tempat pertama yang perlu Anda lihat atau perhatikan adalah seputar gereja dan small group Anda. Tanyakan pada diri Anda sendiri: Pernikahan siapa yang dapat saya teladani?  Apakah saya kenal dengan pasangan yang memiliki ‘pernikahan bahagia'? Pernikahan siapa yang dapat menjadi teladan bagi kami?

Pikirkanlah pertanyaan ini dengan serius. Terhubung dengan hubungan yang memiliki mentor merupakan cara tercepat untuk mendapatkan keintiman spiritual.

Keintiman spiritual dalam pernikahan Anda dapat membawa keuntungan yang sangat besar. Hubungan yang terjalin di antara kami kuat dan nyaman; kami memiliki keyakinan akan masa depan; pernikahan kami bertumbuh dari hanya sekedar keintiman manusia menjadi kedekatan yang hanya Tuhan sendiri mampu ciptakan dalam hubungan suami istri. Bahkan pernikahan yang ‘baik' tak dapat dibandingkan secara kualitas dari pernikahan yang berpusat pada Tuhan. Ambillah resiko ini: Temukan keintiman spiritual dalam pernikahan Anda.

Sumber : Jim Mueller – christianwomentoday/jawaban.com

Valentine Romantis Bagi Pasangan Suami Istri

Dalam imajinasi populer, hari Valentine dihubungkan dengan cinta yang bersemi dan kencan pertama. Namun pasangan menikah tidak perlu merasa diabaikan. Berikut adalah beberapa cara indah yang dapat Anda gunakan untuk merayakan Hari Valentine bersama dengan pasangan Anda dan menyalakan kembali keajaibaan akan gairah cinta mula-mula.

Susuri kembali perjalanan kenangan dengan pasangan Anda dengan menyusun lembaran memo dari peristiwa romantis yang paling signifikan dalam hubungan Anda. Hal itu bisa berupa surat cinta, kartu romahtis, atau bahkan puisi cinta yang dulu Anda tuliskan untuk pasangan Anda. Carilah foto-foto yang menunjukkan kencan-kencan awal Anda, masa tunangan, pernikahan, bulan madu serta saat-saat romantis lainnya dari liburan keluarga dan kehidupan sehari-hari. Hal ini akan menjadi hadiah Valentine yang paling indah selain mengingatkan pasagan Anda banyaknya hal berarti yang telah Anda lalui bersama di masa lalu.

Pergilah Berkencan

Rencanakan kencan merayakan Valentine dengan menonton film dan makan malam bersama. Titipkan anak-anak pada babysitter atau di tempat teman kepercayaan Anda sehingga Anda dapat menghabiskan waktu bersama belahan jiwa Anda tanpa harus mengkuatirkan apa yang sedang terjadi di rumah. Anda bisa menonton film box office terbaru di bioskop atau mungkin menonton opera atau konser jika Anda berdua adalah pecinta musik klasik. Nikmati malam itu senyaman mungkin dengan menikmati makan malam di tempat makan favorit Anda dan jika terdapat lantai dansa, jangan ragu untuk menarik pasangan Anda berdansa bersama. Alternatif lainnya, Anda dapat menciptakan kencan pertama dengan menemui pasangan Anda dimana Anda pergi berdua untuk pertama kalinya, makanlah menu yang sama, dan jika memungkinkan, menarilah dengan musik yang sama. Hal ini tidak hanya membuat Anda berdua menghidupkan kembali kenangan gairah muda tetapi juga memungkinkan Anda untuk menegaskan kembali cinta di antara Anda satu sama lain.

Jika Musik Adalah Makanan Cinta, Mainkanlah...

Banyak hal dapat disampaikan melalui musik yang mungkin sulit Anda ungkapkan dengan kata-kata. Hadiahi pasangan Anda dengan Mp3 player terbaru di hari valentine atau yang lebih baik lagi, isilah ke dalam Mp3 player milik pasangan Anda beberapa lagu romantis favorit Anda berdua. Untuk menambahkan sentuhan spesial di dalamnya, pilihlah lagu-lagu yang memiliki kenangan dengan masa lalu Anda berdua, misalnya saja lagu dimana liriknya dikutip oleh pasangan saat melamar Anda atau lagu yang dinyanyikan di pesta pernikahan Anda.

Lakukan Apa Yang Anda Nikmati

Hari Valentine merupakan waktu yang tepat untuk merencanakan aktivitas yang disenangi Anda berdua. Jika itu berarti menghabiskan waktu yang tenang di tengah alam, pesanlah perjalanan tur yang membuat Anda dapat menikmati burung atau melihat konservasi satwa liar. Jika Anda berdua pecandu adrenalin, habiskan hari dengan scuba-diving atau mendaki pada fasilitas olahraga petualangan terdekat. Para pecinta seni di sisi lain dapat menghabiskan waktu dengan mendatangi galeri seni maupun pameran sambil menikmati kopi panas mengebul. Inti dari seluruh ide ini adalah memiliki waktu yang baik untuk melakukan apa yang Anda sukai sambil menikmati kebersamaan satu sama lain.

Memesan Resort Peristirahatan

Sebagai pasangan suami istri yang mungkin sudah memiliki anak-anak, Anda berdua bergumul dengan tanggung-jawab antara pekerjaan dan keluarga. Jadi, apa lagi yang lebih baik daripada merayakan Valentine dengan menyewa resort terdekat dan menghabiskan hari dengan bersantai dan dilayani dengan baik? Misalnya saja jika resort itu memiliki kolam renang khusus, bersantailah di pinggiran kolam sambil menikmati minuman kesenangan Anda berdua. Setelah itu, Anda dapat berkeliling dan menikmati klub kesehatan mereka, termasuk jacuzzi dan sauna. Dan terakhir, sambil menghabiskan sisa malam di restoran khusus resort tersebut, nikmati makanan unggulan sambil merayakan cinta antara Anda dan pasangan.

Menikmati Valentine Tak Terlupakan Di Rumah

Di sisi lain, jika Anda ingin menghindari menu yang mahal dan banyaknya tawaran paket liburan yang terlalu tinggi, mengapa tidak merayakan Valentine dalam kenyamanan dan kehangatan rumah Anda sendiri. Hal ini hanya membutuhkan sedikit perencanaan terlebih dahulu. Titipkan anak-anak di tempat mertua atau teman terpercaya dan belilah semua keperluan sehari sebelumnya. Saat Anda tinggal berdua, ciptakan nuansa malam romantis dengan lilin beraroma wangi, musik lembut dan sebotol minuman dingin. Jauhkan makanan pembuka dan ingatlah untuk mematikan semua sumber gangguan termasuk telepon seluler dan BlackBerry. Habiskan malam dengan menonton film sentimentil dengan DVD atau berdansa dengan lagu kenangan romantis dan Anda tidak akan pernah mau keluar lagi.

Membuat Kupon Cinta Untuk Pasangan Anda

Ini adalah hari Valentine dan suntikan beberapa hal yang menyenangkan dalam hubungan Anda dengan menghadiahi satu set kupon cinta yang dapat ditebus kapan saja ia menginginkannya. Kupon tersebut dapat berupa pijat selama satu jam, memasak makan malam di rumah, ataupun ide lainnya. Sambil menyiapkan kupon, ingatlah apa yang Anda bisa lakukan dan apa yang Anda ingin lakukan bagi pasangan tanpa Anda perlu merasa tertekan atau juga berupa hal-hal yang seringkali menjadi permintaan pasangan kepada Anda. Pasangan Anda akan menerima isyarat cinta Anda dengan penuh sukacita dan bergairah dan Andapun akan memiliki daftar hal-hal romantis yang harus dilakukan satu sama lain sepanjang tahun.

Sebagai pasangan suami istri Anda menyadari bahwa permen dan mawar di hari Valentine berbeda dengan cinta yang Anda maknai saat ini – cinta yang cukup dewasa untuk menghadapi tantangan hidup sehari-hari tapi masih cukup bersemangat untuk membuat Anda saling tertarik satu sama lain. Jadilah kreatif dengan cara yang sederhana untuk mengekspresikan cinta Anda kepada pasangan . Dan dalam menyambut Valentine di tahun ini pastikan untuk memperkaya momen bahagia dan saat-saat romantis yang Anda habiskan bersama.

Sumber : futurescopes.com/jawaban.com

Mertua Oh Mertuaku

Hubungan mertua-menantu memang membutuhkan sentuhan tersendiri. Perhatikan cerita Stephanie, yang mengeluh, "Ibu mertuaku tidak pernah setuju dengan apapun yang saya lakukan. Terakhir kali Joe dan saya mengunjunginya, hal itu terjadi lagi. Saya mencoba untuk bersikap baik dan menolong, saya mencuci semua panci dan wajan setelah makan malam. Setelah saya selesai, kemudian dia mencuci semuanya kembali!"

Stephanie bukan pasangan baru. Dia telah menikah dengan Joe selama 15 tahun. Selama itu dia dan ibunya Joe secara diam-diam berjuang untuk bersikap ramah satu sama lain. Pada saat ibu Joe datang berkunjung, Stephanie benar-benar berusaha untuk membersihkan dan membuat rumah itu nyaman untuk sang mertua. Namun saat sang mertua tiba di rumah mereka, dia mengeluarkan peralatan pembersih dan menyemprotkannya ke kamar mandi dan dapur. Stephanie berasumsi bahwa ibu mertuanya melakukan hal itu karena dia berpikir Stephanie adalah seorang pengurus rumah tangga yang ceroboh dan jorok.

Setelah kejadian panci dan wajan yang terakhir, Stephanie menumpahkan rasa frustasinya kepada kakak Joe, Connie. "Saya tahu ibumu membenci saya dan berpikir saya ceroboh dan seseorang yang buruk. Sepertinya apapun yang saya lakukan untuk menyenangkan hatinya tidak berhasil." Connie menjawab, "Stephanie, ini bukanlah mengenai kamu. Ini mengenai dorongan dari dirinya untuk menjaga segala sesuatu bersih. Aku tumbuh bersamanya. Aku mengenal dia. Dia seperti ini bahkan sejak sebelum kamu dan Joe bertemu. Pada saat dia mencuci ulang panci dan wajan, itu bukannya menuduhmu, sesungguhnya itu hanya karena dia memiliki standar yang berbeda (dan yang sebagian besar akan menganggap standar itu tidak masuk akal) mengenai kebersihan. Lupakanlah. Masih ada banyak permasalahan yang lebih penting."

Walaupun untuk sementara Stephanie tidak bisa benar-benar melupakannya, dia mulai melihat sang mertua dari sisi yang berbeda. Dia mulai mencoba mencari jalan untuk menolong yang tidak melibatkan standar kebersihan yang tinggi dari mertuanya - seperti pergi ke supermarket untuk membeli susu atau mengantarkan cucian ke binatu. Stephanie mungkin tidak akan memiliki hubungan yang akrab dengan mertuanya, tapi akhir-akhir ini mereka bisa lebih ramah satu sama lain.

Sementara Anda memprioritaskan keramahan di keluarga besar, akan menjadi lebih mudah untuk berfokus pada cara yang lebih efektif untuk mengatasi rasa marah dan frustasi. Yang Alkitab katakan pada 1 Korintus 13 mengenai kasih juga berlaku pada keramahan. Hal ini benar-benar manjur : Coba baca bagian kasih dan ganti dengan kata keramahan atau ramah. Jika Anda berhasil tetap ramah, Anda juga telah menambahkan kemampuan untuk bersikap tenang bahkan pada saat Anda sedang merasa sangat jengkel.

Sumber : focusonfamily/jawaban.com

Siapa Yang Anda Sakiti ?

Ketika berusaha menyakiti orang lain, siapa yang sebenarnya paling kita sakiti?

Pertanyaan inilah yang terus saya renungkan selama beberapa minggu terakhir ini saat saya memikirkan tindakan dari salah seorang yang dekat dengan saya. Alih-alih merayakan pernikahan dengan membuatnya menjadi inklusif, intim dan spesial, seorang wanita yang saya kenal memutuskan untuk membawa pernikahannya ke dalam sebuah pernyataan politik termasuk keluarga, teman dan orang-orang tercinta dalam rangka untuk menyakiti dan mempermalukan mereka.

Wanita ini benar-benar menghancurkan dirinya sendiri, dan saya mencoba memahami motivasi dari tindakannya yang tidak berperasaan. Apa yang memotivasi seseorang untuk melukai orang-orang terdekatnya? Apakah untuk mendapatkan perhatian? Apakah untuk membalas dendam? Apakah kebutuhan agar orang lain juga merasakan dan mengalami rasa sakit yang ia rasakan di dalam dirinya? Atau apakah hal itu sebagai pelarian dari tekanan tak terlihat dan harapan yang ia rasakan karena menjadi orang terakhir di keluarganya yang menikah?

Pada saat keluarga harusnya merayakan ulang tahun pernikahan, orangtua, kerabat dan pasangannya terpecah belah dan tidak saling menyapa satu sama lain, terpisah dengan penyesalan dan melukai perasaan. Saya bertanya-tanya apakah pendekaatan yang dilakukan wanita ini bijaksana dan memang diperlukan mengingat dampak berikutnya yang mungkin terjadi dari kejadian ini. Sakit hati yang ia lontarkan menunjukkan kerentanan jauh di dalam dirinya sendiri dimana ia belum siap menangani hidup yang dijalaninya saat ini.

Saya berbicara dengan banyak orang mengenai perasaan, terutama dengan mereka yang memiliki masalah dengan pernikahan dan sedang berjuang untuk menemukan makna dari segala hal yang terjadi di sekitar mereka. Ketika pernikahan mulai berantakan, saya bertemu dengan orang yang merasa kebingungan, sedih, frustrasi, marah dan sakit hati. Dari semua perasaan itu, sakit hati adalah perasaan yang paling kita pahami.

Inti masalah bagi Anda dan pasangan lainnya yang merasa sakit hati adalah dengan menemukan arti dari perasaan ini dan belajar untuk mengembangkan respon yang tepat. Kita dapat mengkomunikasikan perasaan sakit hati yang kita rasakan kepada pasangan atau orang yang kita kasihi dan membuka diri terhadap kerentanan, atau kita dapat menekan perasaan sakit hati yang kita rasakan dan membiarkannya memanifestasikan diri dalam bentuk lain. Persoalannya adalah jika kita memilih untuk menyimpan perasaan kita yang terluka, hal itu dapat bermanifestasi melalui cara yang membahayakan hubungan. Kita dapat memilih untuk membiarkannya meledak di saat kritis dan menggunakan segenap kekuatan yang ada sehingga menyebabkan kerusakan yang sangat parah, atau kita dapat menyimpannya dan membiarkan perasaan itu meracuni kita, atau kita dapat menggunakan perasaan itu untuk mempermalukan seseorang di saat yang kita anggap tepat.

Tapi sebenarnya siapa yang paling kita sakiti? Tidak ada kebaikan yang kita dapatkan saat kita melukai orang lain. Tidak ada kebaikan yang kita dapatkan saat kita mengubah pernikahan menjadi sebuah ajang kompetisi. Tidak ada kebaikan yang kita dapatkan dengan mengubah rasa sakit hati itu menjadi taktik atau senjata untuk melukai orang lain. Satu-satunya orang yang Anda jatuhkan adalah diri Anda sendiri. Dan pihak yang paling terluka adalah hubungan itu sendiri.

Akui rasa sakit Anda dengan menggunakan pernyataan “saya”. Pahami mengapa Anda merasa sakit hati. Apakah seseorang dengan sengaja telah menyakiti Anda? Apakah harapan yang Anda miliki pada seseorang telah kandas? Apakah orang yang Anda kasihi telah menyentuh masalah yang belum sepenuhnya dapat Anda tangani? Apakah seseorang telah menyentuh salah satu ketakutan Anda?

Saya ingin agar pernikahan Anda dikenang di saat-saat Anda menghembuskan nafas terakhir, saat ketika Anda merasa begitu terkait dengan pasangan Anda dan merasa seolah-olah hati Anda hancur saat kehilangan dirinya. Saya ingin agar pernikahan Anda dikenang dengan melibatkan pasangan di dalam hidup dan perjalanan emosional Anda. Dan saya ingin agar pernikahan Anda dikenang sebagai saat untuk mengasihi pasangan Anda dengan cinta kasih yang cukup untuk mengatakan kepadanya akan apa yang Anda rasakan, menekan godaan dan untuk mengasihi pasangan dengan kasih yang cukup untuk mengekspos diri terhadap kerentanan.

Sebuah pernikahan yang berhasil adalah tentang membuka diri Anda kepada spektrum emosional yang sepenuhnya sebagai pasangan, dan menghidupi setiap momen dan emosi sepenuhnya. Di saat-saat seperti inilah Anda akan benar-benar terbuka dan rapuh dimana Anda akan sangat terhubung dengan pasangan. Kali lain saat Anda melihat pasangan Anda, katakan padanya mengenai sesuatu yang menakutkan bagi Anda. Mintalah agar ia juga melakukan hal yang sama. Pada saat itulah Anda akan terhubung dengan pasangan Anda melalui keintiman yang sangat dalam. Hal ini mungkin langkah pertama Anda terhadap pemulihan pernikahan Anda.

Dan Anda berdua menang.

Sumber: savemymarriagetoday.com/jawaban.com