Translate

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Sebab Dia adalah Tuhan kekuatanku, bersama-Nya ku takkan goyah
Tampilkan postingan dengan label Parenting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Parenting. Tampilkan semua postingan

5 Tips Menjauhkan Buah Hati Anda Dari Masalah

Apakah buah hati Anda yang selalu terlihat baik terlibat masalah? Apakah Anda kuatir dengan siapa ia bergaul? Berikut ini Anda akan menemukan 5 tips pengasuhan yang dapat membantu buah hati Anda menjauh dari masalah.

Seorang anak berusia 10 tahun yang bernama Joe dan adiknya yang berusia 8 tahun, Danny, berkelahi seperti anjing dan kucing. Sang kakak menggunakan otot sedangkan sang adik menggunakan kata-kata.

Tepat sesaat setelah Joe mengangkat tinjunya, Danny melihat gelang Joe yang bertuliskan huruf WWJD. Danny menunjuk gelang itu dan berteriak, “What Would Jesus Do?” Pertengkaran pun tertunda sesaat.

Apakah Anda mengkuatirkan anak-anak Anda yang berkelahi satu sama lain atau anak-anak di luar rumah yang membuat masalah dan merepotkan Anda, Anda tetap harus bertindak. Saya tahu bagaimana kuatirnya Anda. Berikut ini adalah kekuatiran seorang ibu yang mungkin memiliki kekuatiran yang sama dengan yang Anda alami.

Seorang ibu baru-baru ini meminta saya untuk memberikan tips pengasuhan bagaimana menjauhkan anaknya dari teman-temannya yang selalu membuat masalah.

“Anak saya yang berusia 6 tahun dan temannya membuat masalah di sekolah,” tulisnya. “Saya mencoba melakukan berbagai macam cara yang berbeda untuk memisahkan kedua anak ini. Saya bahkan meminta anak saya yang lain untuk memberitahu saya jika anak saya sedang bermain dengan anak itu. Tapi semua usaha itu sepertinya sia-sia.”

Berikut adalah tips pengasuhan untuk menjauhkan anak Anda dari masalah:

Tips #1 – Bicarakan dengan orangtua dari teman anak Anda. Cari tahu apakah mereka juga kuatir mengenai anak mereka yang bermasalah. Pastikan Anda melakukan hal ini dengan sopan. Hindari menyalahkan orangtua dari teman anak Anda. Pikirkan bersama-sama sebagai orangtua untuk menemukan solusi yang terbaik.

Tips #2 – Bicarakan hal ini dengan guru. Tanyakan kepada guru anak Anda sekiranya ada ide-ide yang dapat membantu. Jika semua pihak telah setuju, realisasikan ide tersebut menjadi tindakan.

Tips #3 – Berhati-hatilah dengan laporan anak Anda mengenai perilaku saudaranya kepada Anda. Hal ini dapat membuat keretakan di antara anak-anak Anda. Anak yang Anda mintai tolong untuk mengawasi saudaranya akan dibenci karena menjadi seorang pengadu.

Tips #4 – Dapatkan izin dari orangtua teman anak Anda untuk mendudukkan anak mereka dengan anak Anda dan ajak bicara bersama-sama. Buatlah grafik untuk masing-masing mereka. Pada bagian atas tulislah tujuan yang positif. Buatlah tujuan yang sama untuk masing-masing anak. Tujuan yang diberikan harus merupakan kebalikan dari semua masalah yang mereka lakukan selama ini. Berikan kepada mereka hadiah yang positif untuk hari-hari dimana mereka bertingkah laku baik dan dapatkan laporan yang positif dari guru.

Pastikan agar hadiah tersebut melibatkan Anda. Pertimbangkan untuk menghadiahi mereka membaca buku yang merupakan pilihan mereka sendiri, mengerjakan proyek seni yang mengasyikkan bersama-sama, bermain bola, dll. Saat mereka berperilaku lebih baik, berikan hadiah kepada mereka setiap 3-5 hari sampai mereka tidak memerlukannya lagi.

Tips #5 – Jika semua tips di atas tidak berhasil dan mereka berada di kelas yang sama, mintalah kepada kepala sekolah untuk menempatkan anak Anda di kelas yang berbeda. Sebagaimana Anda, banyak orangtua yang juga menghadapi masalah yang sama. Semoga tips ini dapat membantu.

Membesarkan anak-anak memang tidaklah mudah. Ketika teman bermain anak Anda membawanya ke dalam masalah, hal itu membuat pengasuhan menjadi jauh lebih sulit. Terkadang Anda harus tetap menahan emosi Anda dan meminta bantuan dari para guru, pendeta dan orangtua lainnya. Jika Anda meminta bantuan dengan penuh respek, Anda akan menemukan solusi yang dibutuhkan. Dan satu hal lagi, Anda akan tahu apa yang harus Anda lakukan.

Sumber : saidaonline.com/jawaban.com

Mengatasi Anak Yang Kecanduan Games

Kenapa anak suka sekali bermain games? Jawabannya sederhana, games itu memang enak dan mengasyikkan. Sebenarnya anak ingin sekali bisa ngobrol dengan orangtua, tetapi orangtua sibuk. Merea ingin sekali diskusi dan curhat dengan ayah atau ibunya. Tapi cara bicara orangtua tidak asyik bahkan cenderung menjengkelkan. Mereka butuh orangtua yang enak diajak ngobrol dan jadi teman. Beberapa remaja berkata kepada kami, “Belum dengar papa mama bicara saja, muka mereka sudah tidak enak dilihat.” Mereka mengeluhkan bicara dengan orangtua sering tidak nyambung. Dalam keadaan seperti itulah mereka melarikan diri mencari kegiatan yang asyik. Ternyata mereka temukan dalam bermain games.

Di tengah dunia yang makin mekanistik, banyak anak yang kesepian. Mereka butuh hiburan. Inilah yang dimanfaatkan produsen games. Mereka menggelontorkan ribuan hingga jutaan games. Mulai lewat PC, FB, HP, I Touch, Game Boy, PS, Nintendo, dll. Games menjadi kegiatan alternatif yang menghibur bagi anak-anak. Mereka berhasil menghibur lewat dunia maya. Karena dunia nyata makin tidak nyaman, malah kadang menyakitkan, maka sebagian anak melarikan diri ke dunia maya.

Salah satu sahabat saya, Martin Elvis pernah meneliti di kalangan remaja tentang apa yang mereka inginkan dari orangtua. Dua jawaban tertinggi adalah: Bisa jadi tempat curhat dan ada waktu untuk lebih sering ngobrol.

Jika kita tidak memberikan komunikasi yang baik pada anak-anak dengan segenap waktu, tenaga dan pikiran kita, maka hal itu bisa diambil alih oleh media audio-visual. Sesungguhnya kita sedang berlomba dengan media.

Meski games sangat disukai anak-anak, ada beberapa hal yang tidak bisa dilakukan oleh games terhadap anak kita. Hanya kita yang bisa melakukannya. Pertama, tidak dapat menyebut atau memanggil nama anak kita dengan emosi, tidak mempunyai perhatian secara pribadi, anak kita dianggap sebagai kosumer. Kitalah pribadi yang bisa memanggil namanya, memperhatikan dia, menatap matanya, dan berkomunikasi secara pribadi dengan dia. Kedua, tidak dapat memangku anak kita atau memeluk anak kita. Ketiga, tidak bisa membacakan buku cerita sebelum tidur. Keempat, games juga tidak pernah bisa mendengarkan anak kita.

Bila Anak Kadung Kecanduan Games

Bila anak kadung kecanduan games, apa yang orangtua lakukan? Kecenderungan orangtua adalah mengeluhkan anaknya. Minta supaya anaknya dikonseling, minta agar anaknya berubah, dan lain sebagainya. Ini terbalik. Sesungguhnya, orangtualah yang perlu dikonseling. Orangtualah yang harus berubah terlebih dahulu. Jangan paksakan anak berhenti main atau mengurangi games terlebih dahulu. Tidak! Tetapi sementara anak belum bisa lepas dari games, orangtualah yang mengubah diri.

Beberapa saran praktis:

  1. Sediakan waktu dan kebersamaan dengan anak lebih banyak. Menemani anak di rumah. Jika Anda sangat sibuk, aturlah sedemikian rupa. Anggap saja anak Anda sedang “sakit” dan perlu ditemani.
  2. Mengembangkan cara berkomunikasi yang lebih enak dan nyambung dengan anak.
  3. Berusaha memahami kebutuhan anak, termasuk bahasa anak. Menyelami games-games yang dimainkan supaya bisa menjadi pintu masuk Anda bicara dengan anak.
  4. Rencanakan waktu untuk makan bersama dan rekreasi bersama. Ngobrol dengan remaja yang enak adalah saat situasi mereka juga enak, saat makan dan santai.
  5. Jangan bicara apalagi dengan marah-marah kepada anak saat mereka sedang main games. Hal itu justru membuat mereka bertambah terluka. Berusaha bicara dengan menatap anak dengan kasih sayang.
  6. Jika ibunya yang lebih nyambung, biar si ibu yang jadi juru bicara. Jika si ayah yang lebih tepat bicara, biar si ayah yang bicara dengan si anak. Jangan bicara saat anak sedang tidak suka Anda ajak bicara. Hanya menambah luka si anak.
  7. Jika konflik makin tajam dan anak Anda sudah tidak mau mendengarkan Anda, maka pergilah menjumpai seorang konselor dan mediator keluarga agar ia menjembatani kembali komunikasi yang retak dan rusak. Konselor ahli tentunya punya cara untuk menyambung kembali tali komunikasi yang sudah putus.

Tidak Ada Jalan Yang Mudah

Jika komunikasi sudah terjalin dengan baik, ngobrol sudah enak, barulah orangtua bisa menyampaikan keinginannya. Disepakati bersama apa saja kegiatan yang juga mengasyikkan buat anak. Hobi apa saja yang bisa dikembangkan dan disalurkan supaya perhatian anak tidak melulu ke games. Mendengar aspirasi dan harapan anak kepada orangtua, dan sebagainya.

Kalau sudah kecanduan, maka tidak ada jalan yang mudah dan gampang. Kadang membuat kita menangis dan berjuang kembali merebut anak-anak kita. Sebagai orangtua kitalah yang perlu dengan rendah hati berubah. Supaya dengan perubahan kita, anak-anak berubah.


Sumber : Julianto Simanjuntak, MDiv, MSi/jawaban.com

Bertengkar Di Depan Anak Menunjukkan Ketidakdewasaan

Sebagai orangtua, kita semua bersalah untuk hal ini. Kita bertindak seperti anak-anak di depan anak-anak kita ketika kita masuk ke dalam sebuah argumen dengan pasangan kita. Keadaan ini sangatlah menyedihkan ketika putra putri kita melihat langsung ketidakdewasaan kita sebagai orangtua dan dampak terburuk dari hal ini adalah emosional mereka pun ikut rusak karena kesalahan kita.

Jadi, mengapa kita melakukannya? Orangtua memiliki kemampuan ajaib untuk lupa bahwa anak-anak mereka mendengar dengan jelas setiap perkataan yang keluar dari mulut mereka saat bertengkar. Atau orangtua malah berpikir bahwa anak-anak mereka terlalu kecil untuk memahami isi dari pertengkaran dan mengabaikan untuk menyadari bahwa nada negatif yang kita gunakan akan ditiru anak-anak kita. Anak-anak melakukan apa yang kita lakukan bukannya apa yang kita katakan, meskipun kita seringkali berharap sebaliknya. Jika mereka melihat kita menyelesaikan perselisihan dengan perdebatan, mereka akan mempelajari taktik yang sama.

Lalu apa yang harus kita lakukan saat kita tidak sependapat dengan pasangan sementara anak-anak sedang berada di hadapan kita? Tunda ketidaksetujuan Anda untuk sementara waktu. Simpan masalah untuk sementara waktu sampai anak-anak tertidur atau bermain di luar rumah. Sangatlah tidak adil bagi mereka untuk melihat ayah dan ibunya bertengkar hebat di hadapan mereka sementara mereka tidak dapat melakukan apa-apa untuk memihak. Seorang anak tidak boleh berada di dalam posisi dimana mereka harus memilih salah satu antara ayah atau ibunya. Tidak ada yang dapat membuat seorang anak merasa sangat tidak aman ketika mereka melihat ayah dan ibunya tidak berada dalam satu tim yang solid. Dan jika orangtua tidak berada di dalam tim yang sama, maka anak-anak akan merasa mereka perlu pergi untuk mencari rasa aman.

Salah satu dampak terburuk dari berdebat di depan anak-anak adalah saat kita sebagai orangtua hendak menerapkan pengasuhan atas mereka. Secara garis besar pola pengasuhan harus diputuskan bahkan sebelum pasangan memiliki anak. Hal-hal seperti pengaturan pola tidur, sekolah, disiplin, sistem kepercayaan, dan persiapan keuangan anak merupakan beberapa contoh dari hal-hal pengasuhan yang penting. Tidak memiliki rencana pengasuhan alu kemudian bertengkar tentang gaya pengasuhan yang berbeda tidak akan menghasilkan apa-apa selain mengurangi rasa hormat anak-anak kepada ayah dan ibunya. Saat berbeda pendapat, carilah solusi bersama tapi tidak di depan anak-anak. Jika Anda merasa masih perlu banyak belajar untuk menjadi figur orangtua yang baik, maka berpura-puralah untuk selalu menjadi orangtua yang baik sampai Anda benar-benar telah berhasil. Bagian dari menjadi orangtua yang baik adalah saat kita dapat memainkan peranan sebagai orangtua dengan baik.

Salah satu efek samping terburuk dari hidup di dalam lingkungan yang tidak bersahabat adalah stres. Stres seharusnya jangan pernah menjadi bagian hidup dari seorang anak. Beberapa stres yang menyehatkan seperti tantangan menyelesaikan tugas sekolah, pengalaman melakukan hal-hal baru, atau perubahan normal dalam kehidupan seorang anak adalah baik, untuk membantunya bertumbuh sebagai seorang pribadi. Bagaimanapun juga stres negatif yang disebabkan karena tinggal di dalam sebuah keluarga tidak bahagia yang dipenuhi konflik sangatkah buruk bagi kesehatan mental dan fisik seorang anak. Jika kali lain Anda harus bertengkar untuk memutuskan apakah si kecil harus dilatih sepak bola atau les piano, mintalah masukan dari anak Anda sendiri akan kegiatan apa yang ingin dipilihnya.

Belajarlah untuk memilih pertengkaran Anda. Jika Anda seorang yang selalu memulai pertegkaran, mungkin masalah terletak pada Anda dibandingkan pasangan Anda. Hal yang lebih mengkuatirkan dari hal ini adalah Anda mungkin mengasuh anak Anda dengan cara yang sama. Memukul dan memarahi anak merupakan cara yang menyedihkan dan sangat tidak efektif untuk memotivasi, mendorong maupun menginspirasi buah hati Anda untuk mencapai kapasitas kedewasaan terbaik yang ia bisa. Hal terburuk dari semua, sebutan yang serigkali kita berikan saat sedang berada di tengah pertengkaran dapat meninggalkan kesan yang permanen baik bagi pasangan maupun anak yang mungkin belum mengerti bahwa sebutan itu hanya terlontar dalam suasana panas saat itu saja.

Apakah ada batasan usia bagi seorang anak untuk melihat langsung bagaimana orangtuanya berdebat tanpa terkena dampak buruknya? Mungkin tidak ada. Tak peduli berapapun usia seorang anak, apakah di sekolah dasar, remaja maupun orang dewasa yang bahkan mungkin sudah menjadi orangtua, mendengar orangtuanya bertengkar akan selalu membuatnya canggung, tidak nyaman, dan tertekan. Tanpa diragukan lagi bahkan bagi manula jika masih memiliki orangtua dan melihatnya bertengkar akan merasakan hal yang sama.

Jika Anda menemukan bahwa diri Anda terus-menerus berdebat dengan pasangan Anda, baik di depan anak-anak maupun hanya antara Anda berdua, mungkin Anda berdua perlu introspeksi diri dan mengembangkan kepribadian Anda. Perpustakaan dan toko buku dipenuhi dengan buku pengembangan diri yang dapat membantu Anda memiliki pernikahan yang lebih harmonis. Beberapa orang bahkan memperlakukan orang asing lebih ramah daripada memperlakukan pasangan mereka sendiri. Bersikap baik dan hormatilah satu sama lain maka anak-anak Anda akan mendapatkan manfaat dari lingkungan yang damai dimana mereka dibesarkan. Belajarlah bagaimana mengontrol emosi Anda, mengontrol amarah Anda, dan mungkin sedikit lebih mengalah dan suka menolong, pada akhirnya akan membuat Anda menjadi seorang yang lebih menyenangkan untuk berada di sekitar siapapun juga.

Berdebat adalah tentang kontrol. Salah satu pihak selalu bersikeras bahwa dia benar sementara yang lain selalu salah. Jika Anda memiliki pola seperti ini setiap saat, maka memperbaiki masalah kepribadian perlu diupayakan. Memilih perkelahian dan menjadi jahat hanya akan membuat Anda tidak disukai oleh siapapun juga, dan sangat berbahaya bagi Anda sebagai pasangan mapun sebagai orangtua. Pertimbangkan jika menyakiti perasaan orang lain layak untuk dibenarkan. Bukankah Anda akan lebih bahagia jika membuat orang lain bahagia sebagai imbalannya? Duduklah dan pikirkan apa yang dapat Anda lakukan untuk menjadi seorang yang lebih baik dan lebih lembut baik sebagai pasangan maupun sebagai orangtua.

Jika perdebatan menjadi masalah dalam pernikahan Anda dan Anda tidak bisa mempertahankannya hanya antara Anda berdua, carilah konseling. Lebih buruk lagi jiak Anda terus-menerus berdebat di depan anak-anak Anda dan pada akhirnya berakhir dengan perceraian. Maka anak-anak pun tidak memiliki pilihan selain harus memilih antara ayah atau ibunya. Tidak ada anak-anak yang dapat melihat perceraian sebagai sebuah pengalaman yang positif. Luka yang tak pernah sembuh merupakan hasil dari retaknya hubungan orangtua. Jika Anda merasa sulit untuk mempertahankan pernikahan, pertimbangkan perasaan anak-anak. Semua anak-anak berhak untuk tumbuh dalam lingkungan yang damai dan stabil.\

Sumber : profesorhouse.com/jawaban.com

7 Tips Menghadapi Amukan Balita Di Depan Umum

Ketika balita Anda mengamuk di rumah, Anda dapat memindahkannya ke ruangan lain, menjauhinya, atau mengabaikan semua amukannya. Namun ketika Anda berada di luar rumah dan di tempat umum, di tengah tatapan mata orang banyak yang tidak dapat membantu, jauh lebih sulit bagi Anda untuk mengambil suatu tindakan.

Setiap ibu terkadang berharap agar tidak ada anak lain di taman. Karena anak-anak lain akan membawa mainan mereka sendiri, sepeda mereka sendiri – dan orangtuanya. Kemudian anak Anda ingin menggunakan sepeda yang dimiliki anak lain. Saat anak yang memiliki sepeda berkata tidak, anak Anda pun mengamuk, dan orangtua lain hanya melihat dengan pandangan tidak setuju ketika Anda mencoba memberikan alasan kepada anak Anda yang baru berusia tiga tahun namun gagal.

Berikut adalah 7 saran yang dapat Anda gunakan untuk menghindari amukan anak di depan umum:

1. Mulailah Secara Cerdas

Beberapa persiapan pekerjaan dapat memusingkan kepala ketika amukan datang sebelum dimulai. Bila Anda berada di rumah, mainkan peranan skenario yang berbeda. Berikan anak kesempatan untuk berlatih menanggapi berbagai situasi. Misalnya saja jika pandangan balita Anda tertuju pada mainan keren yang dimiliki anak lain dan tidak tertarik untuk meminjamkan mainannya kepada anak Anda, apa yang dapat anak Anda lakukan atau katakan? Lakukan dengan memberikan beberapa opsi, dan tekankan tidak semua anak akan berbagi dengan anak Anda. Pertimbangkan agar anak Anda membawa mainannya sendiri saat pergi ke tempat umum.

2. Tetapkan Harapan Sejak Awal

Sangatlah penting untuk menetapkan harapan sebelum Anda meninggalkan rumah. “Kita akan pergi ke toko untuk membeli susu, telur, dan roti. Kita tidak pergi untuk membeli mainan.” Mintalah agar anak Anda mengulangi informasi ini dan tetap bahas hal ini dengannya. “Kita tidak akan membeli mainan. Jack tidak akan berteriak atau menangis. Apakah kamu akan berteriak atau menangis?”

Banyaknya pengulangan akan membantu Anda memberi penekanan pada maksud Anda, sebagaimana kata-kata refrase anak Anda akan kembali kepada Anda.

3. Persiapan

Jika Anda tahu semua ibu lain membawa makanan ringan saat berjalan-jalan ke taman dengan anak-anak mereka, bawalah sesuatu yang dapat dikunyah anak Anda. Jangan tarik anak Anda dan memaksanya terus bermain selama tiga jam dengan berharap balita Anda akan tetap ceria dan tenang sepanjang waktu tanpa adanya hadiah kecil. Dan jangan bawa anak Anda ke restoran yang hanya akan membuat Anda menunggu lebih lama untuk mendapatkan makanan pembuka.

4. Perjelas Aturan Anda

Jika Anda membuat pengecualian terhadap suatu aturan, perjelas tentang apa yang Anda lakukan. Misalnya saja, jika Anda tidak pernah membeli es krim di taman, tetapi Anda melakukannya hari ini untuk merayakan kesuksesan balita Anda ke toilet sendiri, katakan demikian secara eksplisit, “Kita biasanya tidak membeli es krim di sini, tapi hari ini berbeda. Hari ini kita membeli es krim karena kamu berhasil menggunakan toilet! Hari ini berbeda dan spesial. Besok kita tidak akan membeli es krim di sini, tapi hari ini kita membelinya.”

5. Abaikan Penghakiman Dari Orang Lain

Anda telah melakukan persiapan, Anda telah membuat rencana – dan entah kenapa hal itu tidak berjalan dengan baik. Saat ini Anda terjebak di tengah-tengah toko dengan seorang anak yang sedang menjerit, troli yang penuh dengan barang belanjaan, dan kerumunan pasang mata yang tidak bersahabat memperhatikan setiap gerak Anda. Apa yang Anda lakukan?

Pertama-tama, ingatlah bahwa orang asing akan tetap menjadi orang asing. Mereka tidaklah terlalu penting. Siapapun yang memiliki anak pasti secara diam-diam mengucapkan doa agar mereka tidak berada di posisi Anda saat itu. Bagaimana dengan mereka yang menghakimi Anda?

Siapa yang membutuhkan mereka? Buang mereka dari pikiran Anda, dan berkonsentrasilah pada anak Anda. Ingat juga bahwa meskipun kita menganggap semua orang mengawasi gerak-gerik kita, kebanyakan orang sebenarnya jauh lebih egois dan terlalu sibuk memikirkan diri mereka sendiri daripada fokus pada orang lain.

Jika Anda sedang tidak terburu-buru, bawalah anak Anda ke tempat yang relatif tenang dari toko dan dudukkan ia di lantai, di kereta belanja, di kursi, atau dimanapun. Duduklah atau berdiri di dekatnya dan keluarkan ponsel, buku atau barang apapun yang dapat pura-pura dijadikan fokus Anda selama beberapa menit. Abaikan anak Anda dan jangan merespon sampai ia berhenti berteriak. Jangan membuat alasan atas tingkah lakuknya, jangan minta maaf atas kelakuan anak Anda, dan jangan sungkan untuk melontarkan komentar sinis kepada siapa saja yang merasa perlu berkomentar atas gaya pengasuhan Anda. Ingat, mereka bukan masalah Anda.

Anak Anda pada akhirnya akan tenang, dan Anda bisa memberinya pilihan: apakah  akan menyelesaikan kegiatan ini secara baik-baik, pulang dan mendapatkan sedikit pujian atas ketaatannya, atau membayar barang belanjaan saat ini juga, pulang dan ia harus menghabiskan waktunya selama satu jam di dalam kamar.

6. Jangan Menyerah

Namun bagaimana jika Anda harus menyelesaikan belanjaan Anda? Maka lakukanlah. Sedapat mungkin, abaikan anak Anda. Jangan memberikan respon, dan jangan menyerah pada godaan untuk mengatakan, “Berhenti merengek!” Abaikan anak Anda dan fokus untuk tidak mendengarkan anak Anda.

“Teriakan dan tangisan akan menjadi masalah ketika orangtua menyerah pada anak terlalu cepat atau terlalu sering. Hal ini hanya akan mengajarkan kepada anak bahwa amukan merupakan sebuah cara yang efektif untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan,” ujar Diane Ryals, pendidik dari University of Illinois Extension family life. Jadi, jangan lakukan itu. Lakukan apa yang perlu Anda lakukan, bawa balita Ada ke mobil atau bawa pulang ke rumah, dan biarkan ia tahu betapa kecewanya Anda atas perilaku yang ditunjukkannya.

7. Jadilah Konsisten

Selama Anda menangani amukan balita Anda secara efektif di rumah – dengan mengabaikan dan tidak menyerah – pada akhirnya mereka akan mengurangi perilaku ini ketika sedang berada di luar rumah bersama Anda. Meskipun hal ini tampaknya sulit untuk dipercaya saat ini, akan tiba harinya ketika Anda meminta remaja Anda untuk pergi keluar bersama. Sampai saat itu tiba, teguhkan hati Anda dan Anda dapat menikmati es krim ketika tiba di rumah.

Sumber : sheknows.com/jawaban.com

10 Cara Mengajarkan Nilai Kepada Anak Anda

Dalam masyarakat yang dikendalikan konsumerisme dan nilai-nilai media yang tidak Anda setujui, bagaimana Anda dapat menanamkan nilai-nilai dalam kehidupan anak-anak Anda? Berikut adalah 10 gagasan yang dapat menolong Anda.

1. Ceritakan Kisah Hidup Anda Dan Ajarkan Nilai Hidup Melalui Kisah Tersebut

Anak-anak senang mendengar cerita tentang masa kecil Anda. Tenunan dalam beberapa dilema moral, dan Anda punya peluang besar untuk mengajarkan nilai-nilai kepada mereka. Kisah hidup sangat efektif diceritakan pada saat tidur, ketika hanya ada sedikit ganguan. Mereka tertidur dengan kisah yang masih berputar-putar di kepala mereka.

2. Hidupi Kehidupan Anda Seturut Dengan Nilai-Nilai Yang Anda Ajarkan

Anak-anak belajar dengan meniru, terutama pada usia muda. Mereka sangat mahir dalam melihat keselarasan antara apa yang Anda katakan dan apa yang Anda lakukan. Jangan berikan sinyal yang membingungkan; ikuti nilai-nilai hidup Anda setiap saat.

3. Tanamkan Nilai-Nilai Agama, Iman Dan Spiritualitas Anda

Tampaknya sangat penting untuk membiarkan anak Anda tahu bahwa mereka tidak sendirian. Bimbing Anak Anda sejalan dengan iman dan kepercayaan Anda yang akan menguatkan nilai hidup mereka, dan sebagai orangtua Anda meletakkan pondasi bagi kehidupan mereka kelak.

4. Perhatikan Siapa Lagi Yang Mungkin Mengajarkan Nilai Kepada Anak Anda

Kenali guru, pelatih maupun teman-teman anak Anda. Siapapun yang menghabiskan waktu dengan anak Anda mungkin dapat mempengaruhi mereka. Kenali nilai dan kepercayaan mereka juga.

5. Tanyakan pertanyaan kepada Anak yang Dapat merangsang Dialog mengenai Nilai Hidup

Memberitahu anak Anda nilai seperti apa yang harus mereka miliki tidaklah terlalu efektif, terutama ketika anak Anda beranjak dewasa. Tanyakan kepada mereka pertanyaan yang membuat mereka ‘penasaran’ yang akan diikuti dengan diskusi yang mengarah pada nilai. “Apa yang kamu pikirkan mengenai perkelahian itu?” akan menjadi jauh lebih efektif daripada Anda mengatakan, “Dia seharusnya tidak memulai perkelahian itu!”

6. Bicarakan Nilai Kepada Mereka Dengan Cara Yang santai Dan Mudah

Tidak ada yang dapat mengubah anak-anak Anda lebih daripada mengajarkan nilai kepada mereka setelah mereka membuat kekacauan! Bicara kepada mereka saat semuanya sedang santai, dan lakukan secara terbuka. Hindari menggunakan “nada menggurui” yang hanya membuat anak Anda ingin berlari ke pintu.

7. Batasi Pengaruh Televisi Dan Video Game

Salah satu cara untuk mengajarkan nilai-nilai kepada anak-anak Anda adalah dengan menunjukkan kepada mereka apa yang Anda hindari. Perusahaan-perusahaan akan menghabiskan jutaan rupiah untuk menayangkan iklan dan mencoba menyakinkan anak-anak Anda bahwa mereka akan merasa lebih baik jika mereka mengenakan pakaian yang tepat, dll. Jika Anda ingin menunjukkan kepada mereka ada cara yang lebih berharga untuk menghabiskan waktu Anda, batasi diri Anda juga untuk menonton televisi.

8. Libatkan Anak Anda Dalam Membantu Orang Lain

Anak-anak mempelajari nilai ketika mereka mengalaminya. Biarkan mereka memiliki pengalaman untuk membantu orang lain dengan menyumbangkan sebagian uang jajan mereka kepada yang membutuhkan, atau terlibat dalam kegiatan amal. Saat anak Anda melihat apa yang terjadi saat mereka melakukannya, sebuah nilai penting akan dibentuk untuk seumur hidup mereka.

9. Miliki Percakapan Mengenai Nilai Yang Sering Dalam Rumah tangga Anda

Jangan membuat kesalahan dengan hanya membicarakan nilai ketika ada yang salah. Anak Anda perlu mendengar nilai Anda yang selalu tercermin dalam percakapan Anda. Ini merupakan cara lain bagi mereka untuk mengetahui bahwa hal itu penting.

10. Miliki Harapan Tinggi Untuk Sistem Nilai Anak Anda

Anak Anda cenderung naik ke tingkat harapan Anda. Sistem nilai mereka seringkali mencerminkan sistem niai Anda, sepanjang Anda terus mengharapkan mereka untuk menjadikannya sebagai bagian penting dari kehidupan mereka. Saat anak Anda membuat sebuah keputusan, minta mereka untuk mempertimbangkan apakah keputusan mereka sejalan dengan sistem nilai mereka sendiri.

Sumber : saidaonline/jawaban.com

Ayah Vs Ibu Dalam Mendisiplin Anak

Orangtua tidak selalu sepakat mengenai cara yang tepat untuk mendisiplin anak, sehingga seringkali muncul perdebatan dengan anak, seperti “Tetapi kata mama!” atau “Tapi sama papa boleh!” Sangatlah penting bagi keluarga Anda, untuk mencoba dan berperilaku konsisten dengan gaya pengasuhan Anda.

Banyak orangtua yang memiliki cara yang berbeda untuk mendisiplin anak mereka. Bahkan hal ini seringkali menimbulkan perdebatan orangtua di hadapan anak-anaknya. Lalu apa yang dapat dilakukan orangtua untuk mencegah terjadinya hal ini?

Saat orangtua memiliki gaya pendisiplinan yang berbeda, hal ini pasti akan menimbulkan ketegangan dan perdebatan. Ketegangan dapat terjadi kapan saja bila dua orang atau lebih bekerja sama untuk suatu proyek namun setiap pihak memakai pendekatan yang berbeda.

Mengasuh anak juga memiliki kemiripan dengan kerjasama lainnya. Setiap orang membawa pola pengasuhan yang telah dipelajari dan dihadapinya sepanjang hidupnya. Sebagai orangtua, kita dipengaruhi oleh pendekatan disiplin yang kita alami saat tumbuh dewasa, dan kita cenderung menerapkan pendekatan disiplin itu ke anak-anak kita tanpa membicarakannya terlebih dahulu dengan pasangan kita.

Bayangkan sebuah tim baseball yang bersemangat untuk memenangkan sebuah pertandingan, tetapi dipandu oleh dua orang pelatih yang memiliki aturan yang berbeda dan informasi yang saling bertentangan. Bayangkan ketegangan dan reaksi dari para pemain saat mereka menyaksikan para pelatih bertengkar. Ketika Anda dan istri bertengkar di depan anak-anak, Anda mungkin tidak menyadari bagaimana mereka akan terpengaruh. Ada anak yang mungkin akan belajar “beginilah cara yang seharusnya untuk menyelesaikan konflik”. Anak yang lain mungkin akan belajar bagaimana menguasai dan melawan pasangannya, yang mungkin akan menyebabkan lebih banyak kebingungan dan kesusahan di dalam keluarga.

Hal yang perlu digasrisbawahi adalah Anda dan istri sebagai orangtua harus selalu berusaha berada di halaman yang sama. Itulah cara terbaik untuk berhenti berdebat dengan adanya anak Anda yang menyaksikan.

Berikut adalah beberapa strategi yang dapat membantu:

  1. Menyetujui sinyal yang dapat mengingatkan Anda berdua bahwa percakapan telah cukup panas dan perlu dihentikan.
  2. Buatlah komitmen baik untuk menghormai dan bertindak berdasarkan sinyal tersebut. Anda mungkin akan meninggalkan pertengkaran dan sepakat untuk memiliki waktu menenangkan diri untuk sesaat. Atau atur waktu untuk kembali mendiskusikan pendapat Anda yang berbeda. Atau tuliskan apa yang Anda rasakan dan bagikan kemudian pada pasangan Anda, agar ia dapat memahami dasar dari pendekatan disiplin Anda.
  3. Buatlah ‘buku aturan’ keluarga Anda sendiri. Tulislah secara jelas, dapat diterima, dan dapat dilakukan (baik oleh orangtua maupun anak-anak) mengenai perilaku mana yang dapat diterima dan yang tidak. Keluarga Anda, sebagaimana tim baseball, akan menjadi lebih sukses jika Anda memiliki panduan yang jelas.
  4. Pertimbangkan untuk mengikuti kelas pengasuhan bersama. Dengan cara demikian Anda memiliki pengalaman pengasuhan umum yang dapat Anda gambarkan. Dengarkan bagaimana orang lain mengasuh anaknya (dan kenapa) dapat memberikan perspektif baru untuk apa yang Anda inginkan bagi keluarga Anda sendiri. Meskipun kita telah belajar bagaimana menjadi orangtua dari orangtua kita, sebagai orang dewasa kita akan mendapatkan manfaat dengan mempelajari ketrampilan yang baru.
  5. Carilah pihak ketiga yang profesional jika Anda tidak dapat menemukan cara untuk bekerjasama di area dimana Anda ingin berkembang. Terkadang perspektif luar akan membantu kita memahami alasan-alasan yang mendasari perselisihan.
  6. Ingat kesuksesan Anda. Selama pernikahan, Anda dan istri tanpa diragukan lagi pasti berhasil bernegosiasi dalam berbagai situasi – dimana masing-masing dari Anda melepaskan dan mengambil sesuatu sampai menemukan jalan tengah. Anda juga bisa sukses mengakhiri perdebatan di depan anak-anak jika memang menginginkannya. Hal ini memang tidak akan menjadi mudah, namun akan bermanfaat. Dan anak Andalah yang akan menjadi pemenang utamanya.

Setelah mengatakan semua itu, sangatlah penting untuk tidak berlebihan dalam mencoba menghindari pertengkaran. Setelah percekcokan kecil di hadapan anak-anak – dan menyelesaikannya secara damai – dapat benar-benar bermanfaat bagi mereka; karena hal itu menunjukkan merupakan suatu hal yang mungkin untuk berselisih pendapat dengan orang yang Anda kasihi, dan hubungan itu tidak akan berakhir hanya karena orang bertengkar satu sama lain.

Sumber : sheknows.com/jawaban.com

Berkonfrontasi Secara Positif Dengan Buah Hati Anda

Tanya: “Apa yang kamu ingin ubah dari hubunganmu dengan orangtuamu?”

Jawab : “Kalau ayahku marah, dia akan berteriak. Begitulah cara dia dulu dibesarkan, dan meskipun dia berusaha untuk mengendalikan dirinya, tetap saja dia terus melakukannya.” (Katie H., 15 tahun).

Apakah Anda ingin berkonfrontasi dengan baik? Kedengarannya seperti mustahil bukan? Tapi percaya atau tidak, ada beberapa langkah yang dapat membantu Anda berkonfrontasi secara tepat dengan anak remaja Anda. Seperti apa konfrontasi yang baik itu? Konfrontasi yang baik adalah konfrontasi dimana Anda mengatasi permasalahan yang terjadi dengan cara yang lebih memulihkan, daripada memperlebar jurang dalam hubungan Anda dengan anak Anda.

Konfrontasi yang baik melibatkan komitmen untuk memecahkan suatu konflik. Prosesnya dimulai dengan mendiskusikan masalah atau ketidaksetujuan dan berakhir dengan solusi yang dapat dilakukan, sebuah kompromi, atau rencana tindakan tertentu. Untuk Anda yang pernah mengalami sakitnya bertengkar dengan anak remaja Anda, konfrontasi yang baik mungkin kelihatannya mustahil. Biarkan saya meyakinkan Anda bahwa konfrontasi yang baik bukan saja mungkin, tapi ini merupakan cara yang positif untuk semakin mempererat hubungan Anda dengan keluarga.

Konfrontasi yang baik ditentukan sejak awal mulanya, dengan kata lain, direncanakan. Konfrontasi yang baik tidak terjadi begitu saja saat kemarahan menyala dan memuncak, namun pada waktu dan tempat yang telah ditentukan sebelumnya. Terjadi saat Anda meyakinkan kembali bahwa Anda mencintai mereka sebelum membahas masalah yang terjadi. Konfrontasi yang baik berarti Anda dan anak remaja Anda akan sama-sama punya kebebasan untuk berbicara tentang hal-hal yang penting bagi masing-masing dan Anda berdua telah sepakat untuk tidak menggunakan kata-kata yang kasar atau menghina.

Konfrontasi yang tepat harus melibatkan pendengar-pendengar yang baik, masing-masing sepakat untuk mengesampingkan tuduhan atau asumsi pribadi. Ketimbang menunjuk pada kekurangan pribadi (seperti “Kamu sembrono sekali!”), diskusikanlah solusi yang praktis (seperti “Mama ingin kamarmu dirapikan dua kali seminggu. Hari apa saja kamu punya waktu untuk membersihkannya?”).

Anak saya dan saya sama-sama dominan. Kemarahan saya membara, sementara dia meledak-ledak. Kami berdua sangat memperhatikan tentang isu-isu yang ada. Sekali kami menemui jalan buntu dan saya putuskan bahwa saat itu adalah saat yang tepat untuk konfrontasi yang baik. Kami mengalami konfrontasi yang buruk sehari sebelumnya. Saya kehilangan kendali, dia juga kehilangan kendali. Tidak ada solusi.

Kami berdua terluka dan marah. Saya menemuinya di halaman depan, di dekat kolam, saat udaranya sejuk. Saat kami berdiri di luar, rasanya begitu damai. Kami berdua sama-sama berhati-hati pada awalnya. Saya membiarkan Ryan tahu bahwa saya mengasihinya dan bahwa saya sangat menyesali kata-kata yang saya ucapkan sehari sebelumnya. Dia meresponinya dan mengatakan bahwa dia juga menyesal dengan kata-katanya. Saya berkata padanya bahwa saya mau mendengarkan apa yang mau dia katakan, dan memintanya untuk melakukan hal yang sama terhadap saya. Saya berjanji padanya bahwa saya dan dia akan berusaha menyelesaikannya bersama-sama dan menghasilkan jawaban.

Satu jam berikutnya kami berbicara. Saya mengatakan kembali kepadanya tentang hal-hal positif yang telah dia lakukan. Dia mengatakan bahwa dia benar-benar merasa perlu untuk mendengarnya dari saya. Saya mendengarkan sementara dia menceritakan rasa frustasinya terhadap beberapa hal yang terjadi dalam hidupnya. Saya menjelaskan padanya bagaimana saya merasa tidak berdaya saat dia marah karena hal-hal kecil sementara saya tidak mengetahui apa yang salah. Saya memintanya untuk memberitahu saya kapanpun dia merasa disakiti sehingga saya bisa mendoakannya dan memberi semangat padanya. Dia memeluk saya dan memberitahu saya bahwa dia mengasihi saya. Kata-kata kemarahan dari hari sebelumnya terasa hilang begitu saja saat kami berdua duduk dan berbicara. Itu adalah konfrontasi terbaik yang pernah kami alami.

Seringkali, konfrontasi muncul sebagai ungkapan dari kemarahan yang akhirnya dapat membakar habis harapan dari komunikasi yang sehat. Ketika tekanan darah Anda menyentuh langit-langit kepala Anda, itu bukan saat yang terbaik untuk berkonfrontasi. Kata-kata Anda ucapkan saat itu bisa menghancurkan hubungan Anda dengan anak Anda lebih jauh daripada yang Anda sadari.

Pernyataan: “Mama saya tidak selalu mengucapkan kata-kata yang baik, dan saya benar-benar merasakan bagaimana kata-katanya itu mempengaruhi perasaan saya tentang diri saya sendiri.” (Annie T., usia 18 tahun).

Biarkan anak remaja Anda mengetahui bahwa Anda akan berbicara dengannya ketika Anda dan dia sudah sama-sama tenang, daripada membuang waktu yang berharga untuk mengacaukan hubungan Anda dengannya karena kemarahan yang meledak. Percekcokan dan pertengkaran yang berkelanjutan akan semakin membuat jarak antara Anda dan anak remaja Anda, dan jarak ini akan semakin membuat Anda sulit mendekatinya, begitupun sebaliknya. Tapi jika Anda melalui proses konfrontasi dengan baik, Anda mempunyai kesempatan untuk melihat situasinya dari sudut pandang anak Anda dan mengenalnya dengan lebih baik.

Pernyataan: “Orangtua saya dan saya bertengkar hampir setiap hari. Paling tidak ketika kami bertengkar itu berarti saya tidak perlu mengijinkan mereka mendekat pada saya.” (Eleanor T., usia 16 tahun).

Banyak orangtua merasa takut bahwa jika mereka memilih untuk melalui konfrontasi dengan baik dibanding menegakkan hukum, mereka akan kehilangan otoritas mereka. Ijinkan saya memberitahu Anda: Ketika Anda kehilangan kendali dan hubungan Anda sudah sampai pada tahap saling berteriak dan bertengkar, atau jika Anda harus menggunakan kekerasan fisik untuk membuat anak remaja Anda mematuhi kata-kata Anda, itu berarti Anda sudah kehilangan otoritas.

Sumber : cbn.com/jawaban.com

10 Hal Yang Perlu Menjadi Evaluasi Orangtua

Salah satu ketakutan anak-anak masa kini dari orangtua mereka adalah menjadikan urusan anak sebagai pekerjaan sewaktu-waktu atau nomor dua dan bukan yang utama.

Saat ini semakin jarang orangtua yang mau menghabiskan waktunya bersama-sama keluarga sebagai akibat kesibukan pekerjaan. Akibatnya kita seringkali terfokus pada perilaku anak-anak dan tidak pada perilaku yang kita miliki. Mengapa tidak melihat perilaku Anda dari persfektif anak-anak?

Dalam sebuah survei yang dilakukan terhadap 100.000 anak-anak di ibukota, apa yang mereka paling inginkan dari orangtua mereka? Berikut 10 jawaban yang dapat dijadikan evaluasi bagi para orangtua:

1. Anak-anak ingin orangtua mereka tidak bertengkar di depan mereka. Anak-anak cenderung melakukan apa yang orangtuanya lakukan, tidak pada apa yang mereka katakan. Bagaimana Anda mengatasi perbedaan ini?

Apakah Anda tidak setuju melihat pertengkaran anak Anda? menyerang orang lain atau mempertahankan diri sendiri? Hati-hati apabila orangtua melakukannya, kemudian anak-anak akan belajar bagaimana mengatur marah dan menyelesaikan konflik dengan cara yang orangtua contohkan.

2. Anak-anak ingin orangtua memperlakukan setiap anggota keluarga sama. Memperlakukan anak sama bukan berarti memperlakukan mereka sama rata. Setiap anak memiliki keunikan dan masing-masing membutuhkan kasih sayang dan pengertian yang sama. Evaluasi hubungan orangtua dengan setiap anak.

3. Orangtua yang jujur. Pernahkah Anda para orangtua mengatakan sesuatu yang tidak jujur pada anak-anak? Orangtua mungkin tidak menyadari apa yang ia tengah contohkan pada anak-anaknya. Apakah orangtua mengatakan apa yang ia maksud adalah apa yang ia katakan?

4. Orangtua yang toleran pada orang lain. Ketika orangtua toleran pada orang lain, anak-anak akan belajar sabar dengan siapa aja yang berbeda dengan mereka. Dalam cara apa orang memberi contoh toleransi pada anak?

5. Orangtua yang ramah pada teman-teman mereka ketika berkunjung ke rumah. Jika kelompok teman dekat anak Anda sering berkunjung ke rumah, kemudian orangtua akan tahu dimana anak-anak berada selain berada di rumah dan sekolah. Pererat kebijakan pintu terbuka dan mengenal teman-teman mereka.

6. Orangtua yang membangun semangat bersama dengan anak-anak. Ketika anak-anak masuk dalam usia remaja, orangtua yang memperat semangat bersama akan memiliki pengaruh lebih besar pada anak mereka.

7. Orangtua yang mau menjawab pertanyaan anak. Pernahkah orangtua merasa bersalah ketika mengatakan, "Sekarang papa/mama sibuk, kita bicaranya nanti saja." Kemudian hal itu malah tidak pernah terjadi. Sisihkan waktu untuk menjawab pertanyaan anak dan ketika orangtua tidak mengetahui jawaban, akui dan tawarkan untuk mencari jawabannya.

8. Orangtua yang menanamkan disiplin ketika dibutuhkan tetapi tidak di hadapan orang lain. Jangan menanamkan disiplin di hadapan orang lain terutama di depan teman-temannya. Anak-anak menginginkan batasan tetapi jarang orangtua yang mau mengerti. Orangtua sebenarnya harus tahu kapan dan dimana menanamkan disiplin yang tepat.

9. Orangtua yang konsentrasi pada kelebihan dan kebaikan anaknya daripada kekurangannya. Lihat anak-anak sebagai potongan gambar puzzle yang tidak komplit dan konsentrasi untuk menggabungkan potongan puzzle menjadi gambar yang indah daripada menghilangakn potongan gambar tersebut. Buat daftar kelebihan-kelebihan anak Anda dan cari waktu yang tepat untuk menunjukkannya pada mereka.

10. Orangtua yang konsisten. Orangtua seringkali tidak konsisten tetapi berusahalah untuk konsisten. Keadaan tidak konsisten dapat merusak anak-anak. Anak-anak harus tahu cinta dan batasan Anda konsisten sehingga akan muncul rasa percaya pada orangtua.

Sumber : parenting.com/jawaban.com

Tips Membangun Hubungan Dengan Anak Adopsi

Mengadopsi seorang anak ke dalam keluarga merupakan salah satu momen yang paling menyenangkan dalam kehidupan setiap keluarga. Pastikan agar pengenalan anggota keluarga baru dari keluarga Anda dapat menjadi pengalaman indah yang positif baik bagi anak angkat Anda maupun anak kandung yang telah Anda miliki.

Memiliki ikatan dengan anak adopsi merupakan langkah penting untuk menjadi sebuah keluarga, terutama bila anak yang diadopsi masuk ke dalam sebuah keluarga yang telah memiliki anak biologis. Anda mungkin bersemangat menyambut anak baru Anda dengan menyambar anak adopsi ke dalam pelukan dan memintanya untuk bergabung ke dalam keluarga, namun kesalahan besar yang dapat Anda lakukan adalah dengan melakukan segala hal itu dengan terburu-buru.

Menurut Dr. Scott Hatlzman, MD dari Brown University, “Memperkenalkan anak-anak kepada seorang anak adopsi bukanlah satu langkah kejadian, namun proses yang melalui serangkaian fase.”

Perubahan bisa menjadi sulit bagi semua orang, namun anak-anak dapat menjadi tangguh dengan dukungan yang tepat. Berikut adalah beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk memastikan bahwa proses ini merupkaan suatu hal yang positif ketika mendorong anak-anak biologis dan anak adopsi Anda memiliki hubungan dan saling terikat sebagai saudara.

1. Persiapan Waktu

Saat mengadopsi anak, pendekatan “Surprise!” kepada anak-anak biologis Anda bukanlah pilihan terbaik. Persiapkan anak biologis Anda untuk kedatangan tambahan anggota keluarga baru dengan membacakan buku-buku mengenai adopsi kepadanya, tekankan pentingnya anak biologis Anda dalam proses ini, dan selebihnya untuk membantu mengurangi kemungkinan timbulnya kebencian akibat perubahan besar dalam keluarga.

2. Waktu Bermain

Untuk membantu membangun hubungan emosional antara anak kandung dengan anak adopsi, biarkan mereka menghabiskan waktu bersama dan memiliki waktu mereka sendiri. Setelah pengenalan awal, rencanakan tanggal khusus agar mereka dapat bermain bersama-sama, berjalan-jalan ke taman, berjalan-jalan ke taman, maupun aktivitas yang dapat mereka nikmati bersama untuk meletakkan landasan dan membangun hubungan saudara.

3. Fokus Satu – Satu

Semua orangtua ingin membuat anak-anak mereka merasa istimewa, dan menghabiskan waktu khusus dengan setiap anak kandung maupun anak adopsi Anda adalah kunci untuk memperkuat pesan ini. Bersaudara tidak berarti selalu melakukan segala sesuatu bersama-sama. Dengan melakukan hal ini akan membantu memberikan penekanan kepada peran masing-masing anak sebagai anggota keluarga inti dari keluarga Anda yang sedang berkembang.

4. Membangun Tradisi

Mengembangkan tradisi bersama di antara anak-anak kandung dan anak adopsi sangatlah penting. Baik itu melalui kegiatan mingguan maupun hobi bersama, berbagi pengalaman akan membantu mempromosikan ikatan dan keterikatan.

5. Mencari Dukungan

Adopsi merupakan sebuah pengalaman yang kompleks. Sebuah keluarga menyambut seorang anak menjadi anggota keluarga baru ke dalam rumah mereka mungkin membutuhkan dukungan luar dari pihak yang profesional dan berpengalaman menghadapi kasus adopsi dan pencampuran keluarga. Cobalah cari organisasi yang dapat membantu di daerah lokal Anda.

Perlu diingat bahwa membantu anak biologis Anda membangun ikatan dengan saudara baru mereka sama pentingnya dengan ikatan yang terjadi antara anak angkat dengan orangtua barunya. Jagalah agar jalur komunikasi tetap terbuka, dan berikan dorongan melalui hal-hal umum yang terjadi di antara anak-anak Anda. Penerimaan terjadi secara bertahap, dan hal itu memang normal. Namun menyatukan anak kandung dengan saudara adopsi mereka dapat memperkaya kehidupan setiap anggota keluarga. Dengan sedikit dedikasi dan kesabaran, keluarga Anda akan segera melupakan seperti apa keluarga Anda dahulu sebelum anak adopsi datang memberkati kehidupan Anda!

Sumber : sheknows.com/jawaban.com

Kumpulan Kata Bijak Yang Dapat Mengajar Anda Menjadi Orangtua Yang Baik

Salah satu cara saya untuk belajar adalah menemukan kata-kata bijak dan menerapkannya di dalam hidup saya. Banyak kata bijak yang telah saya temukan dan beberapa di antaranya saya buat sendiri berdasarkan pengalaman diri sendiri dan orang lain. Saya membagikan kumpulan kata bijak ini dengan rendah hati dan berharap orang lain akan menikmati saat membacanya dan belajar dari orangtua, keluarga dan juga kata bijak yang memberikan motivasi. Berikut adalah beberapa di antaranya:

Tidak ada orangtua yang sempurna sehingga jadilah salah satu orangtua yang punya kekurangan dan juga kelebihan. – Sue Atkins

Anak Anda akan menjadi seperti Anda; jadi bersikaplah sebagaimana Anda ingin mereka bersikap. – David Bly

Berhentilah untuk berusaha membuat anak Anda sempurna, tapi teruslah mencoba untuk menyempurnakan hubungan Anda dengannya. – Dr. Henker

Orangtua perlu mengisi ember harga diri anak mereka dengan sangat tinggi sehingga seluruh dunia tidak mampu mengurasnya sampai kering. – Alvin Price

Saat anak Anda bertumbuh mereka mungkin lupa dengan apa yang Anda katakan, namun mereka tidak akan melupakan bagaimana Anda membuat mereka merasa dikasihi. – Kevin Heath

Berikan dorongan dan dukungan kepada anak-anak Anda karena anak-anak cenderung hidup dengan apa yang Anda percayai atas hidup mereka. – Lady Bird Johnson

Jika anak Anda memiliki kelemahan, ajar mereka untuk mengubahnya menjadi sebuah kekuatan! Satu-satunya kegagalan adalah tidak mencoba. – Kevin Heath

Anak-anak belajar integritas dari kita: “Integritas adalah apa yang kita katakan, apa yang kita lakukan, dan apa yang kita katakan kita lakukan.” – Don Galer

Jika Anda ingin anak-anak Anda berkembang, biarkan mereka mendengar hal-hal baik yang Anda katakan mengenai mereka kepada orang lain. – Haim Ginott

Anak-anak sangat perlu tahu – dan mendengar dengan cara yang dapat mereka pahami dan ingat – bahwa mereka dicintai dan dihargai oleh ayah dan ibunya. – Paul Smally

Seni pengasuhan ibu adalah mengajarkan seni untuk hidup kepada anak-anak. – Elaine Heffner

Biarkan anak-anak Anda mengamati tindakan kebaikan Anda yang tidak mengenal tempat dan waktu, karena hal itu dapat menular. – Kevin Heath

Semua orangtua harus tahu bahwa: “Mereka yang mengenal kesabaran mengenal kedamaian.” – pepatah Cina

Berkomunikasi dengan anak-anak adalah jalan 2 arah, terkadang mereka hanya memerlukan kita hadir untuk mereka dan mendengarkan. – Kevin Heath

Ikatan yang menghubungkan keluarga Anda yang sejati bukanlah satu darah melainkan rasa hormat dan sukacita dalam kehidupan masing-masing. – Richard David Bach

Ketika Anda memberikan sedikit dari diri Anda untuk seorang anak, Anda memberikan sedikit dari diri Anda untuk masa depan mereka! – Kevin Heath

Anda memiliki banyak pilihan. Anda dapat memilih mengampuni ganti balas dendam, sukacita ganti putus asa. Anda dapat memilih bertindak dan bukannya bersikap apatis. – Stephanie Marston

Biarkan anak-anak Anda melihat Anda menolong orang lain dan tidak mengharapkan imbalan apapun. Hal itu bisa menular. – Kevin Heath

Sebarkan cinta kemanapun Anda pergi: pertama-tama di rumah Anda. Berikan cinta kepada anak-anak Anda, kepada suami atau istri, kepada tetangga di samping Anda. – Mother Teresa

Kebaikan kecil dan acak dapat membuat perbedaan di dunia dan di dalam kehidupan seseorang. – Kevin Heath

Cinta dan rasa hormat merupakan aspek yang paling penting dari pengasuhan, dan untuk semua jenis hubungan. – Jodie Foster

Berbagi adalah peduli – mengajar anak-anak kita untuk berbagi adalah mengajar mereka untuk berbelas kasihan dan mengasihi. – Kevin Heath

Jika Anda memiliki banyak, berikan kekayaan Anda. Jika Anda memiliki sedikit, berikan hati Anda. – pepatah Arab

Saat berbicara dengan anak, bukan tentang apa yang kita katakan tapi bagaimana kita mengatakannya! Perhatikan nada suara dan komunikasi non verbal Anda.

Saat berbicara dengan anak-anak saya, saya dapat membuat mereka mendengar lebih baik dengan tidak berbicara sambil memandang mereka di bawah, namun berbicara dengan mereka sejajar sambil menatap mata mereka. – Kevin Heath

Ujian karakter yang sebenarnya dari seseorang adalah bagaimana mereka memperlakukan orang lain yang tidak mereka butuhkan dalam kehidupan. – Lee Corso

Hadiah terbaik adalah memberikan dari hati Anda. – Kevin Heath

Sebagai seorang tentara saya bangga dengan hal itu, namun saya lebih bangga menjadi seorang ayah. – Jenderal Douglas MacArthur

Hadiah dan investasi terbaik yang dapat Anda berikan kepada anak Anda adalah waktu Anda. – Kevin Heath

Sangat penting untuk mengakui kesalahan Anda dan meminta maaf kepada anak Anda. Hanya dengan cara itu Anda akan membangun kepercayaan. – Kevin Heath

Pria, wanita maupun anak-anak, kita semua dapat memiliki dampak besar bagi orang-orang di sekitar kita. Kita dapat mengubah dunia, satu orang pada satu waktu! – Kevin Heath

Dorong anak-anak kita untuk bermimpi: “Imajinasi akan membawa kita ke dunia yang tidak pernah ada. Namun tanpa imajinasi kita tidak akan pergi kemana-mana.” – Carl Sagan

Jangan takut untuk memberikan tanggung jawab kepada anak-anak, hadirlah di sana untuk membimbing dan mendukung mereka, tidak hanya melakuan hal-hal bagi mereka. – Kevin Heath

Kehadiran lebih dari sekedar ada di sana. – Malcolm Forbes

Biologis menjadikan kita ayah dan ibu, apa yang ada di dalam hati menjadikan kita mama dan papa. – Kevin Heath

Sudah saatnya bagi orangtua untuk mengajar anak muda dalam keragaman dimana ada keindahan dan ada kekuatan. – Maya Angelou

Cinta adalah memberikan waktu dan perhatian yang tak terbagi kepada anak-anak Anda. – Kevin Heath

Cara paling pasti untuk memenangkan hati seorang anak adalah dengan menghabiskan waktu bersama dengan mereka. – Kevin Heath

Anda tidak memilih keluarga Anda. Mereka adalah karunia Tuhan bagi Anda. – Desmond Tutu

Pada akhirnya anak-anak tidak akan mengingat mainan mahal yang Anda belikan untuk mereka, namun mereka akan mengingat waktu yang Anda habiskan bersama dengan mereka. – Kevin Heath

Jika anak hidup dalam penerimaan dan persahabatan, ia belajar untuk menemukan cinta di dunia. – Dorothy Law Neite

Orangtua perlu mendengar sebanyak yang mereka harapkan dari anak-anak mereka: “Tugas pertama dari cinta adalah mendengarkan”. – Paul Tillich

Anak-anak belajar apa yang mereka hidupi. – Dorothy Law Neite

Pujilah anak-anak Anda secara terbuka, tegur mereka secara diam-diam. – W. Cecil

Lakukan ini setiap malam: “Selalu cium anak Anda di malam hari – bahkan jika mereka sudah tertidur.” – H. Brown, Jr

Orangtua juga membuat kesalahan, jangan coba sembunyikan atau menutupi hal itu dari mereka. Akui kesalahan itu dan ajar anak Anda dari kesalahan yang Anda buat. – Kevin Heath

Bagi saya, pengasuhan bicara tentang kepercayaan. Jika Anda tidak hidup dari apa yang Anda katakan atau lakukan, bagaimana Anda berharap anak-anak Anda akan mendengarkan Anda? – Kevin Heath

Apa yang saya sukai dari anak-anak adalah kemampuan bawaan mereka untuk mencintai tanpa syarat – kita semua dapat belajar dari hal ini. – Kevin Heath

Tips parenting: pujilah anak Anda akan suatu hal baik yang mereka lakukan saat mereka berpikir Anda sedang tidak memperhatikannya! – Kevin Heath

Jika anak-anak Anda mengagumi Anda, Anda telah sukses melakukan pekerjaan terbesar dalam hidup ini. – Unknown

Kata bijak terfavorit yang memiliki dampak terdalam dalam hidup saya adalah ini: Hiduplah sedemikian rupa sehingga ketika anak-anak Anda berpikir tentang keadilan dan integritas, mereka memikirkan Anda – H. Jackson Brown Jr.

Sumber : more4kids.info/jawaban.com

Hm…Apakah Anda Sudah menjadi Pendengar Yang Baik Untuk Anak Anda ?

Meskipun berbicara dengan anak-anak kita sangatlah penting karena itu adalah cara mereka belajar, namun kita juga harus sadar bahwa kita perlu mendengarkan sudut pandang mereka. Hal ini sangatlah penting, karena tidak hanya mengembangkan bahasa dan kemampuan kognitif mereka, namun menjadi sebuah cara yang indah untuk tumbuh kembang harga diri mereka karena suara mereka didengarkan. Mendengarkan anak Anda secara serius merupakan salah satu cara penting untuk memiliki hubungan yang dekat dan terhubung dengan mereka.

Untuk memastikan apakah Anda seorang pendengar yang baik bagi anak-anak Anda, tanyakan ketujuh pertanyaan ini kepada diri Anda sendiri:

Apakah Anda menghabiskan lebih banyak waktu untuk berbicara dengan anak Anda daripada mendengarkan?
Apakah Anda menyelesaikan kalimat yang belum selesai mereka ucapkan?
Apakah Anda menyela saat anak Anda sedang berbicara?
Apakah Anda telah merencanakan apa yang akan Anda katakan sebelum anak Anda selesai berbicara?
Apakah Anda memberikan jawaban maupun solusi kepada anak Anda daripada membiarkan mereka berusaha mengerjakannya sendiri?
Apakah Anda menanyakan pertanyaan tertutup atau pertanyaan terbuka? (Pertanyaan tertutup adalah pertanyaan yang cukup dijawab dengan ya atau tidak.

Pertanyaan terbuka adalah menanyakan apa yang mereka ucapkan untuk membuka percakapan baru).
Apakah Anda telah bertanya kepada diri Anda di akhir hari, “Apakah saya telah benar-benar mendengarkan anak saya hari ini?”

Jika jawaban Anda atas perrtanyaan-pertanyaan ini membuat Anda berpikir bahwa Anda perlu lebih mendengarkan anak-anak Anda, merupakan sebuah langkah besar bagi Anda untuk memastikan kedekatan yang penuh kasih dengan anak-anak Anda dan sebuah kesempatan yang Anda berikan kepada mereka untuk meningkatkan kepercayaan diri mereka. Pendapat dan ide-ide mereka akan didengarkan dan mereka akan benar-benar menjadi bagian dari pembuat keputusan dalam keluarga Anda. Sebuah hadiah luar biasa yang Anda berikan bagi mereka!

Jika jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini membuat Anda berpikir bahwa Anda telah mendengarkan anak-anak Anda dengan baik, selamat. Anda telah memberikan awal yang baik kepada mereka sehingga mereka mampu mengekspresikan perasaan dan pikiran mereka yang dapat menjadi kontribusi dalam diskusi keluarga.

Intinya adalah mendengarkan anak-anak Anda secara serius merupakan hal yang sangat penting dan sebagai orangtua kita harus sadar akan hal itu. Kita dapat mendengarkan anak-anak kita dengan mulut yang tertutup dan hati yang terbuka, untuk membebaskan anak-anak kita mengekspresikan siapa diri mereka yang sebenarnya dalam setiap kesempatan.

Sumber : saidaonline/jawaban.com

Jangan Anggap remeh waktu Pribadi Bersama Remaja Anda

Remaja membutuhkan orangtua mereka untuk merasakan kasih sayang yang murni. Orantua masih menjadi pribadi yang signifikan dan mendasar bagi kehidupan mereka, dan anak remaja masih membutuhkan sumber kasih sayang dan dukungan dalam kehidupan mereka, terutama dengan perubahan yang mereka alami. Namun, saat anak kita beranjak menjadi seorang remaja, seringkali kita malah kehilangan koneksi dengan mereka, koneksi yang telah kita bangun saat mereka masih anak-anak.

Beberapa orangtua merasa ‘berkabung’ secara mendalam atas hilangnya hubungan ini, namun sebenarnya Anda tidak ‘kehilangan’ anak remaja Anda. Jauh di dalam hatinya ia masihlah anak kecil yang Anda kenal, namun saat ini ia sedang kembali mempelajari kehidupan dan dunia. Ia sedang membangun identitas dan individualitasnya sendiri, terpisah dari orangtuanya.

Sebuah cara yang sangat ampuh untuk membangun hubungan dan mendapatkan kembali anak remaja Anda adalah dengan menyediakan ‘waktu spesial’, waktu pribadi bersamanya. Hal ini mungkin berupa waktu khusus hanya antara Anda dengannya, tanpa saudaranya yang lain maupun anggota keluarga lain bersama dengan Anda. Perlakuan ini bisa berupa pergi keluar seharian bersamanya, makan di luar, atau kegiatan lainnya. Berikut adalah beberapa point terbaik yang dapat Anda lakukan untuk menjalani hal ini:

1. Saat mengatur waktu khusus ini, sangat penting bagi Anda untuk menepati janji Anda. Setelah janji dibuat dan tanggal telah ditetapkan, Anda harus menepatinya. Melanggar janji benar-benar dapat merusak kepercayaan anak Anda atas Anda dan ia mungkin dapat menafsirkan hal ini bahwa waktu khusus ternyata tidaklah penting bagi ayah atau ibunya, atau bahwa Anda tidak benar-benar ingin melakukannya. Jadi saat mengatur waktu khusus ini, pastikan bahwa waktu yang Anda tetapkan sangat realistis dan dapat ditepati sehingga memperkecil kemungkinan timbulnya masalah yang membuat Anda kesulitan menepati janji.

2. Tunjukkan pada anak remaja Anda bahwa Anda benar-benar ingin menghabiskan waktu bersamanya. Pastikan agar ia melihat hal itu. Kegembiraan Anda menantikan waktu khusus bersamanya akan memperlihatkan kepadanya betapa berartinya kebersamaan itu bagi Anda.

3. Biarkan anak remaja Anda memilih apa yang akan Anda lakukan bersama-sama. Ini adalah saat ketika anak remaja Anda dapat melakukan apa yang diinginkannya bersama dengan Anda. Ini adalah hari spesial baginya. Ikuti apa yang ia katakan, dan berikan kebebasan kepadanya untuk memilih.

4. Saat keluar bersama, rileks dan nikmati diri Anda sendiri. Berikan diri untuk membebaskan dan mendengarkan anak remaja Anda. Jangan bahas topik yang menyakitkan. Hindari topik yang pernah Anda bawa sebelumnya dan menimbulkan respon yang negatif. Waktu khusus bicara tentang memutuskan hubungan dengan kebiasaan yang lama dan kembali membangun hubungan dengan pribadi nyata yang berada di balik anak remaja Anda.

Di luar waktu khusus ini, anak remaja Anda dapat memperoleh rasa kedekatan dan kepedulian yang akan membangun kepercayaan diri mereka dalam kemampuan mereka untuk berpikir, untuk mengasihi, dan untuk belajar. Anda dapat membangun kenangan yang indah baik bagi Anda maupun bagi anak remaja Anda, kenangan yang akan tersimpan sepanjang hidupnya, dan tentu saja, membangun hubungan yang dekat dengan anak remaja Anda akan sangat bernilai saat ia merasa tidak aman maupun sedang bingung.

Sumber : saidaonline/jawaban.com

Sibuk Dengan Keluarga atau Sibuk terus ?

Saat ini pukul 6 pagi. Anda memulai hari dengan dua cangkir kopi, memberi makan anak-anak dan membuang sampah ke depan sambil membantu anak-anak pergi ke sekolah dengan mobil jemputan. Lalu Anda pun menggila melakukan segala pekerjaan rumah. Pukul 10 pagi, Anda merasa lelah dan beristirahat selama 7-11 menit sambil menikmati cemilan dan melanjutkan kopi Anda. Andapun kemudian melanjutkan dengan membereskan semua cucian dan melanjutkan kegiatan membereskan rumah yang Anda lakukan sejak pagi. Anda ada pertemuan di sekolah dan anjing Anda perlu diperiksa ke dokter hewan sehingga Anda pun memesan fast food karena Anda sudah sangat kelaparan saat ini.

Anda kembali ke rumah untuk bertemu anak-anak dan mulai memikirkan makan malam. Ketika Anda bertemu dengan anak-anak yang baru pulang dari sekolah, kesibukan Andapun kembali berlanjut. Makan malam dilakukan di luar karena Anda harus mengantarkan satu persatu anak-anak Anda. Satu anak ada yang latihan sepak bola, yang lain balet, dan anak yang lain ada kegiatan di sekolahnya; tidak ada yang akan berada di rumah pada saat yang sama. Andapun memutuskan untuk memesan pizza dalam perjalanan pulang ke rumah karena Anda tidak punya waktu untuk menyiapkan makan malam. Setiap anggota keluarga makan kapanpun mereka selesai dengan kegiatan mereka masing-masing.

Anda pun kemudian membantu mengerjakan PR anak-anak sampai anak-anak siap untuk tidur. Pukul 10 malam, Anda merebahkan diri di sofa karena kelelahan dan mengambil semangkuk es krim untuk sekedar bersantai sebentar. Suami Anda menanyakan sebuah pertanyaan dan Anda membentaknya. Suami Anda menginginkan waktu dengan Anda, tapi Anda merasa lelah dan hanya memikirkan untuk membereskan cucian dan membayar beberapa tagihan. Akhirnya, sekitar pukul 1 pagi, Anda merangkak ke tempat tidur dan mengatur alarm untuk kembali berbunyi pukul 6 pagi.

Apa yang salah dengan ilustrasi ini?

Adanya kesenjangan yang sangat dalam dengan segala kegiatan yang Anda lakukan. Dan hasilnya adalah seorang ibu dan istri yang mudah tersinggung dan gampang ngambek, tidak dapat menikmati keluarganya. Jika ini adalah Anda, inilah saat untuk membuat beberapa perubahan besar:

Perlahankan ritme. Jika Anda terus-menerus melakukan segala sesuatu, yang namanya pekerjaan rumah memang tiada habisnya. Melakukan segala sesuatu dengan terburu-buru juga sama halnya membuat pikiran Anda kelaparan. Lalu rasa bersalah pun menyerang dan Anda makan lebih banyak. Melakukan segala seuatu dengan tergesa-gesa juga menguras tubuh Anda secara fisik. Anda perlu beberapa saat untuk beristirahat.

Pikirkan kembali semua aktivitas rumah tangga Anda. Dapatkah Anda mengurangi kegiatan dan melihat jadwal kegiatan anak-anak Anda kembali. Mereka dapat merasakan Anda tertekan dan mereka juga perlu untuk bermain dan bersantai.

Kembali lakukan makan keluarga bersama. Lakukan kegiatan berdasarkan jadwal. Manfaat yang Anda dapatkan akan begitu mencengangkan – nutrisi yang lebih baik, prestasi akademik, dan resiko yang lebih kecil untuk perilaku nakal – membayar harga untuk hal kecil dengan hasil besar. Singkirkan debu-debu di panci dan siapkan makanan praktis bagi keluarga yang dapat tersaji dalam 30 menit.

Beristirahatlah. Agar dapat berfungsi dengan baik, Anda setidaknya memerlukan tujuh jam tidur di malam hari. Kurang dari itu akan meningkatkan berat badan Anda dan menyebabkan Anda mudah tersinggung.

Jadilah istri bukan hanya sekedar ibu. Menjadi ibu bisa membuat Anda sangat sibuk, dan seringkali lupa bahwa Anda juga adalah seorang istri. Jika Anda mengakhiri setiap hari dalam keadaan lelah dan tidak ada waktu kebersamaan dengan pasangan Anda, perlu dilakukan evaluasi ulang atas penggunaan waktu Anda. Suami Anda membutuhkan perhatian Anda dan Anda membutuhkan perhatian darinya. Jagalah agar ikatan pernikahan itu tetap kuat dalam rangka menjaga pernikahan Anda.

Penting bagi Anda untuk menjalankan peran Anda dengan baik dalam rangka mengurus anggota keluarga lainnya. Buatlah perubahan kecil dan tambahkan waktu tenang untuk menyegarkan jiwa Anda. Keluarga Anda membutuhkan Anda!

Sumber : cbn.com/jawaban.com

Bagaimana Menghadapi Balita "Picky Eater"

Memberi makan pada anak kerap kali menjadi masalah bagi orang tau. Banyak anak yang sulit diatur dengan makanan serta pola makannya. Ada juga anak yang hanya ingin makan dengan 1 jenis makanan saja, bila diberi makan yang lain pasti menolak. Anak seperti ini biasa disebut “Picky Eater”. Total anak Picky Eater di dunia mencapai 50 persen.

Menurut dr Aryono Hendarto, Sp.A(K), kesulitan makan pada anak biasa terjadi saat berusia 1-5 tahun. "Pada usia ini anak biasanya sangat aktif dan sedang senang mengeksplorasi sekelilingnya. Karena itu, kegiatan makan tidak disukai anak karena dianggap membosankan," tuturnya.

Survei menunjukkan, kebanyakan anak Picky Eater hanya mau makan jenis makanan yang lumat seperti bubur (27,3 persen), kesulitan mengunyah dan menelan (24,1 persen). "Ada banyak faktor yang memengaruhi mengapa anak jadi sulit makan, misalnya karena memang si anak punya penyakit sehingga tidak berselera makan atau karena faktor psikologis," kata dokter dari Divisi Nutrisi dan Metabolik Anak FKUI/RSCM Jakarta ini.

Dalam mencari penyebab anak kesulitan makan, ada beberapa hal yang perlu dievaluasi orangtua, misalnya, apakah jumlah dan porsi makanan yang diberi sesuai dengan kebutuhan anak. "Ukuran lambung tiap anak beda-beda, jangan sampai kita memaksa anak menghabiskan porsi yang berlebihan," katanya dalam acara parenting workshop mengenai nutrisi untuk anak yang diadakan oleh Abbott Nutrition di Jakarta beberapa waktu lalu.

Anak yang tidak makan dengan baik, memungkinkan anak tersebut tidak mendapat nutrisi yang cukup. Namun, orangtua juga tidak boleh memberi perlakuan yang salah terhadap anak. "Memaksa anak untuk makan justru akan memperparah keadaan," imbuh dr Tjin Wiguna, Sp.KJ (K), psikiater anak.

Untuk mengetahui kecukupan nutrisi yang diasup anak, orangtua bisa melihat dari grafik pertumbuhan berat badan anak. "Jika dalam tiga bulan berat badan balita tidak naik, berarti memang ia kekurangan nutrisi," Tambah dr Tjin.

Untuk mengembangkan pola makan yang benar kepada anak, orang tau harus manjadi contoh bagi mereka. Pemberian multivitamin juga tidak menjadi larangan, namun sebaiknya diingat bahwa vitamin bukanlah pengganti makanan, anak tetap perlu diajari pola makan yang baik.

Sumber : kompas/jawaban.com

Heart of Parenting

Ada cakupan yang sangat luas yang harus disadari orangtua ketika mereka mendidik anak-anak mereka. Terkadang cakupan-cakupan ini diabaikan orangtua. Banyak orangtua yang tampak bahagia mengalihkan daerah ini kepada siapapun yang bertindak sebagai pengasuh utama dari anak mereka, baik ayah atau ibu, kakek atau nenek, ataupun orang lain. Saya percaya pada tema sentral kali ini, yakni ‘heart of parenting’ bagi anak-anak yang masih kecil harus ada di dalam setiap daerah pengasuhan anak-anak Anda.

Jadi, jika Anda adalah orangtua yang mengalihkan tanggungjawab pengasuhan kepada orang lain, apakah Anda dapat memikirkannya kembali?

Mengasuh anak-anak memang sangat melelahkan, namun saat-saat berharga ini akan berlalu dengan sangat cepat. Tahun-tahun ini akan berlalu sebelum Anda menyadari keberadaan Anda sebagai orangtua sepenuhnya. Anak-anak, sebagaimana orangtua, memerlukan tahun-tahun awal dalam kehidupan mereka untuk membentuk ikatan yang abadi dan mendalam.

Ini adalah sebuah petunjuk kuat yang saya berikan kepada Anda hari ini. Tahun-tahun awal ini adalah tameng pengasuhan bagi anak Anda karena anak-anak membutuhkan manajemen, pengawasan dan kematangan.

Tujuan utama dalam mengasuh anak-anak dapat dikelompokkan menjadi dua bagian umum, keamanan dan perkembangan. Keduanya dapat dijelaskan secara umum. Keamanan – pastikan pada kondisi rumah Anda, kendaraan Anda, dan sejauh mana Anda memiliki kontrol dimanapun Anda menempatkan buah hati Anda. Selanjutnya, susun rencana yang fleksibel untuk mendukung perkembangan anak Anda pada tahun-tahun awal kehidupannya, tahun-tahun sekolahnya, masa remajanya, dan ketika ia beranjak dewasa. Anda tidak akan pernah berhenti menjadi orangtua.

Ruang lingkup dengan tujuan yang lebih besar adalah membantu anak Anda berkembang dengan sehat, memiliki informasi yang baik, penuh kasih sayang, dan menjadi pribadi yang kompeten. Dua ketrampilan pengasuhan terbaik yang dapat Anda miliki adalah kesabaran dankehadiran. Milikilah kedua ketrampilan tersebut.

Luangkan waktu bersama dengan anak Anda sebanyak mungkin. Membereskan rumah bisa menunggu, piring kotor pun bisa menunggu. Luangkan waktu untuk bermain, observasi, dan juga bercakap-cakap. Baik Anda maupun anak Anda membutuhkan interaksi ini. Segala sesuatu berkembang melalui hubungan. Tema sentral yang disajikan di sini adalah hubungan yang dekat dan keterkaitan. Berusahalah untuk benar-benar ‘mengenal’ anak Anda sebelum mereka harus menghabiskan waktu di sekolah, dan waktu yang Anda miliki sebenarnya sangat singkat.

Sadarilah bahwa kehadiran Anda dalam mengasuh sang buah hati adalah kunci dari segalanya. Luangkan waktu bersama dengan anak Anda, tak peduli seberapa singkat waktu itu. Seperti pepatah yang mengatakan bukan kuantitas yang perlu diperhitungkan tapi kualitas.

Perhatikan anak Anda ketika mereka sedang menghibur diri dalam melalui hari-hari mereka. Jadilah orangtua yang awas. Lihat bagaimana mereka bertingkah di tengah-tengah teman sebaya atau teman bermainnya. Bagaimana mereka menjawab tantangan, masalah-masalah kecil yang mereka hadapi, seperti saat bermain di atas bangku. Bersikap aktiflah dalam kehidupan mereka. Pernahkah Anda memperhatikan bahwa kadang-kadang anak kecil akan melirik kembali kepada Anda?

Dengan memperhatikan bagaimana anak Anda berfungsi dalam lingkungannya, Anda akan merumuskan ide-ide tentang bagaimana anak Anda berpikir dan memecahkan masalah. Perhatikan bakat dan kemampuan anak Anda yang dapat Anda dukung dan tumbuhkan lebih lagi.

Tampaknya semua ketrampilan pengasuhan lainnya dibangun di atas dasar seni kesabaran. Anak kecil, pada kenyataannya semua anak-anak, secara teratur memiliki tekhnik mereka sendiri untuk menghabiskan kesabaran Anda, terutama jika Anda baru saja menjadi orangtua. Jangan biarkan hal itu menimpa Anda. Bagaimanapun juga mereka menjadi anak-anak tanpa usaha, bukan? Lanjutkan pengasuhan Anda dengan mengawasi dan mendapatkan kebijaksanaan. Pada akhirnya, Anda akan berubah menjadi orangtua yang ‘paling baik’ yang pernah ada. Jika pertumbuhan Anda sebagai orangtua diperburuk dengan teriakan-teriakan kepada buah hati Anda, mereka tidak akan menjadi lebih baik, dan Anda akan kehilangan kesempatan untuk membantu menumbuhkan karunia yang telah Tuhan berikan dalam hidup mereka.

Mengasuh anak kecil bisa benar-benar mudah dan menyenangkan sepanjang Anda memahami prinsip-prinsip, dan memulainya dengan dasar-dasar yang benar. Jadi, kehadirankesabarandan perencanaan adalah bangunan pengasuhan bagi anak-anak Anda di usia emas mereka.

Sumber : saidaonline/jawaban.com

Menjadi Seorang Ibu Yang Baik Dengan 3 Prinsip

Sebelum saya memiliki anak, saya memiliki daftar “ibu yang baik”. Mungkin Anda juga harus membuatnya. Daftar yang saya buat adalah sebagai berikut

Ketika aku menjadi seorang ibu, aku akan mencintai anak-anakku.

Ketika aku menjadi seorang ibu, aku tidak akan menyakiti anakku secara fisik.

Ketika aku menjadi seorang ibu, aku akan memiliki sebuah rumah yang damai dan penuh cinta.

Daftar tersebut lahir dari pengalaman dan pengharapan saya secara pribadi. Saya dibesarkan dalam sebuah keluarga yang mengalami didfungsi dan berjanji tidak akan melakukan kesalahan yang sama kepada anak-anak saya. Saya sendiri tidak memiliki petunjuk bagaimana untuk mewujudkan keinginan tersebut.

Ketika anak pertama saya lahi, saya pikir saya adalah ibu terbaik di dunia. Sebagai ibu saya hanya beberapa jam setiap harinya, tetapi ketika bangun harus tetap ceria dan teliti. Tetapi ketika anak saya pertama Leslie baru berumur sepuluh bulan, ternyata saya hamil lagi. Kemudian kami mengetahui bahwa bayinya kembar! Saya baru saja melewati ulang tahun ke 24 ketika Ryan dan Melissa lahir. Namun begitu dokter selesai memotong tali pusar mereka, gelar ibu terbaik di dunia seperti dilucuti dari saya dan saya mulai bergumul dengan masalah pengasuhan anak: mencintai, kurang tidur, dan rasa bersalah.

Saya tentu saja mencintai bayi-bayi saya, tetapi sejalan dengan pertumbuhan mereka daftar “ibu yang baik” tadi diubah. Saya menemukan daftar tersebut ternyata tidak cukup merangkum semuanya. Ditiap tahap pertumbuhan anak-anak saya, ada tantangannya tersendiri. Pada faktanya, kesulitan seorang ibu berbeda-beda ditiap waktu.

Memang baik menentukan target, tetapi saya butuh sesuatu yang lebih. Saya butuh tahu apa yang perlu dilakukan. Jadi saya mulai melihat ulang daftar “ibu yang baik” tadi dan mengubahnya menjadi prinsip-prinsip berikut ini.

Tiga prinsip yang setiap ibu harus tahu.

  1. Seorang ibu jangan takut untuk meminta tolong
  2. Seorang ibu terkadang membuat kesalahan, tetapi kita bisa belajar dari kesalahan itu.
  3. Seorang ibu harus merawat si pengasuh, yaitu dirinya.

Meminta pertolongan

Karena saya tidak memiliki pengetahuan yang kaya bagaimana untuk menjadi orangtua, maka saya mencari bantuan. Saya membaca buku dan majalah tentang pengasuhan anak. Saya juga bertanya kepada para ibu yang saya percaya dan yang anak-anaknya menunjukkan buah dari pola asuh yang baik dan lembut.

Salah satu wanita yang menjadi teladan saya adalah ibu mertua saya. Saya dapat menghubunginya ketika anak-anak saya mulai rewel. Dia akan berdoa bagi anak-anak saya ketika mereka mulai bertumbuh dewasa dan mulai menyetir mobil sendiri atau mulai punya pacar. Meminta bantuan mungkin tidaklah mudah pada awalnya, ada dua pilihan apakah saya bisa berpura-pura semua dalam keadaan terkendali atau jujur dan memohon bantuan.

Ibu, belajarlah dari kesalahanmu

Kita juga bisa melakukan kesalahan, lalu menyalahkan anak-anak Anda atau orang lain, tapi bisa juga belajar dari kesalahan tersebut. Jika Anda mendapati diri Anda menjadi orangtua yang tidak seperti Anda bayangkan, tanyakan empat pertanyaan ini pada diri Anda sendiri:

-         Apa yang menyebabkan saya bertindak atau merespon seperti ini?

-         Apakah ada cara lain yang lebih baik untuk menangani situasi seperti ini?

-         Apa yang bisa saya pelajari dari hal ini?

-         Apakah saya menyelesaikan masalah ini bersama dengan anak-anak saya?

Rawatlah diri Anda

Kunci terakhir untuk menciptakan rumah yang penuh cinta adalah dengan merawar diri Anda. Sangat tidak masuk akal jika Anda membuat target namun Anda kelelahan dan kurang tidur. Ketika saya memiliki tiga orang anak yang usianya memasuki dua tahun, saya menyadari jika saya tetap mempertahankan keadaan yang seperti saat itu, mereka dapat membuat saya terkapar.
Saya membutuhkan bantuan. Dalam sebuah acara hari ibu yang dibuat gereja lokal saya, para ibu dengan anak kecil diberi kesempatan untuk istirahat selama beberapa jam tiap minggunya. Para ibu bisa berbelanja ke mall atau pergi berdua dengan pasangannya.

Ingatlah bahwa menjadi orangtua itu adalah sebuah proses. Setiap hari Anda bisa belajar untuk menjadi lebih baik lagi sebagai orangtua maupun sebagai seorang pribadi dengan memberi pengaruh positif bagi anak-anak kita.

Penulis :

T. Suzanne Eller, pembicara dan penulis buku “The Mom I Want to Be: Rising Above Your Past to Give Your Kids a Great Future.”

Sumber : jawaban.com

Orang Tua Idaman Para Remaja

Salah satu hadiah terbesar yang bisa orangtua berikan bagi anak-anaknya adalah dukungan dan tuntunan selama mereka bertumbuh menjadi seorang dewasa yang bertanggung jawab. Namun tidak sedikit orangtua yang harus bergumul agar anak-anaknya menjadi remaja yang bertanggung jawab.

Ada sebuah cara dalam mengasuh anak-anak Anda agar bertumbuh menjadi pribadi yang dewasa, yaitu dengan mengasihi anak Anda tanpa syarat. Teladan ini sudah Yesus Kristus tunjukkan dengan bagaimana Ia mengasihi kita.

Affirmation (Afirmasi)

Berikan afirmasi kepada anak Anda setiap kali ada kesempatan.

Meskipun Anda sedang berjuang untuk menghadapi anak Anda, namun Anda harus belajar mempercayai Anda. Karena kebanyakan anak remaja berjuang untuk melawan rasa rendah diri mereka. Anak dengan kepercayaan diri yang rendah sering kali menjadi pribadi yang tidak bertanggung jawab. Remaja yang kurang percaya diri menjadi seorang pemberontak. Bagaimana mereka bertindak dibawah standar adalah gambaran tentang kepercayaan diri mereka yang rendah.

Warmth (Kehangatan)

Jadikan goal Anda untuk menjadikan lingkungan rumah Anda sebagai tempat yang penuh kehangatan dan perhatian. Mulailah dengan langkah awal ketika anak Anda pulang dari sekolah, ajak ke tempat makan favoritnya sambil mendengarkan cerita tentang apa yang ia alami sepanjang hari dan bagaimana perasaannya.
Jangan mencecar anak Anda dengan pertanyaan, tapi tahan lidah Anda dan lebih banyak menjadi pendengar. Jaga percakapan agar tetap hangat dan ramah. Selain itu, jangan ragu untuk memberikan pelukan kepadanya, dan katakan bahwa Anda merasa senang bisa menghabiskan waktu bersamanya.

Encouragement (Dukungan)

Berikan banyak dorongan kepada anak remaja Anda. Jangan pernah menahan dukungan emosional bagi dia. Terus beritahu mereka betapa Anda mencintainya, bahkan disarankan untuk mengekspresikannya dengan banyak cara – pastikan bahwa ia tahu bahwa Anda mencintainya tanpa syarat.

Kuatkan anak Anda dengan kata-kata dan juga dengan tindakan Anda. Tantang mereka untuk menjadi pribadi yang maksimal sebagaimana Tuhan telah ciptakan mereka.

Sumber : cbn.com/jawaban.com

Jika Anak Berbicara Kotor

Apa yang akan Anda lakukan jika mendapati anak Anda berbicara sesuatu yang kotor dan kasar? Padahal di rumah tidak ada yang mengajarinya. Bagaimana menghadapinya?

Anda harus mengetahui alasan mengapa seorang anak Anda berkata kotor dann kasar, antara lain :

  1. Anak-anak sering kali mengatakan kata-kata kasar dan jorok karena menikmati reaksi orang-orang di sekitarnya, seperti ia ditertawakan seolah-olah itu lucu dan menghibur, atau diperhatikan dengan rasa kaget dan ingin tahu dari lingkungannya.
  2. Anak berkata kasar atau jorok bisa juga karena ia menirunya dari teman di sekolah, sekadar iseng, atau saat ia merasa marah dan mengetahui bahwa kata tadi bisa memancing kekesalan orang lain, atau hanya karena sedang mempelajari kata-kata yang baru dan senang dengan bunyi kata itu tanpa mengetahui artinya.

Anda harus memperhatikan saat kapan dan apa yang terjadi setelah anak berkata kasar atau jorok agar Anda bisa mengerti alasannya. Dengan mengetahui itu, Anda akan lebih mudah mengatasinya. Saat anak mengucapkan kata kasar dan jorok, Anda bisa bertanya kepada anak, "Dari siapa kamu belajar kata XXX?", "Tahukah kamu arti XXX?", atau "Tahukah kamu apa akibatnya kalau orang lain dikatakan XXX?"

Anak usia 4 tahun pada umumnya senang mempelajari kata-kata baru, apalagi di usia ini kemampuan berbahasa dan menyerap informasi anak-anak sedang berkembang dengan pesat. Selain itu, minatnya untuk mencoba dan mengeksplorasi hal baru sangat tinggi, termasuk mencoba-coba hal yang negatif tanpa ia sadari.

Daripada memberi hukuman atau peringatan keras kepada anak saat mengucapkan kata kasar atau jorok, lebih baik berikan perhatian saat ia mengucapkan kata-kata yang sopan sehingga ia lebih sering dan senang mengucapkan kata-kata yang baik.

Sumber : kompas.com/dan/jawaban.com

Ingin Lengket dengan Si Buah Hati?

Hasil penelitian menunjukkan bahwa bila seorang ayah hadir pada saat persalinan, atau melibatkan diri dalam mengurus bayi yang baru lahir, ia akan ‘terpikat' oleh si bayi, merasa selalu ingin bersama si bayi dan ingin mahir dalam serba-serbi mengurus bayi. Yang menentukan adalah kebersamaan dengan si bayi pada saat-saat awal, baik itu ayah kandung maupun bukan ayah kandung.

Bagi sang ibu, bila membiasakan diri tidur berdampingan dengan bayinya sejak si bayi lahir, terlebih bila ia menyusui bayinya tersebut akan membuat mereka makin lengket. Ketika menyusui, tubuh ibu akan mengeluarkan hormon yang sangat istimewa yang disebut prolaktin, yaitu hormon yang membangkitkan rasa keibuan dalam dirinya. Hormon ini membuat seorang ibu relaks, tenang, segan melakukan banyak hal karena dalam dirinya timbul rasa sangat nyaman berada bersama bayinya.

Sebagai orangtua, sangat disarankan untuk melakukan kontak langsung dengan bayi, kulit dengan kulit atau setidaknya bayi merasakan sentuhan Anda, lakukan juga kontak mata dengan mata saat menyusui bayi maupun saat memberikan bayi Anda botol susu. Bisa terjadi bahwa ibu terpaksa menyusui anaknya karena sedang menjalani pengobatan.

Momen terindah adalah ketika Anda melihat karya agung Tuhan yang mampu membuat sebuah nafas tumbuh dalam hidup Anda. Habiskan waktu bersamanya, karena kehidupan akan terus berubah dan momen tidak dapat diulang kembali.

Sumber : Buku Mendidik Anak dengan Cinta/lh3/jawaban.com

Ketika Anak Beranjak Remaja

Ketika anak Anda beranjak remaja, Anda mungkin akan terkejut dengan perubahan perilaku mereka. Anak yang tadinya begitu dekat dengan Anda, tiba-tiba mulai menarik diri dan memandang Anda seperti orang asing. Menurut Michele Borba, Ed. D., seorang pakar pendidikan anak, diperlukan perspektif yang baru untuk menjembatani hubungan Anda dengan anak Anda yang beranjak remaja. Berikut ini adalah sejumlah langkah yang dianjurkan Borba ketika Anda berhadapan dengan Anak remaja Anda :

  1. Sadarilah bahwa perilaku anak Anda mungkin akan agak aneh. Jadi tidak perlu terlampau cemas dengan hal tersebut. Masa remaja merupakan waktu terjadinya berbagai perubahan dalam kehidupan anak remaja, mulai dari perubahan fisik, kognitif, maupun emosional.
  2. Cari literatur yang membahas pola asuh terhadap anak remaja. Semakin dalam pemahaman Anda terhadap perilaku anak remaja, semakin baik cara Anda menghadapinya.
  3. Jangan bereaksi terlalu berlebihan ketika anak remaja Anda membuat ulah. Tahan keinginan Anda untuk menghakimi atau mengkritiknya saat itu juga. Katakan padanya, Anda butuh waktu untuk berpikir.
  4. Saatnya untuk membuat aturan, tetapkan hal-hal yang menurut Anda tidak dapat dinegosiasikan, terutama menyangkut keselamatan anak dan nilai-nilai keluarga. Misalnya, menepati jam malam merupakan suatu keharusan.
  5. Temukan hal-hal umum yang dapat menjadi penjalin hubungan dengan anak. Gunakan minat anak remaja Anda sebagai bahan percakapan, misalnya musisi favoritnya, olah raga kesukaannya, atau teman-teman dekatnya.

Kunci untuk menghadapi anak remaja Anda adalah mengetahui cara menyeimbangkan diri agar tidak terlalu ikut campur atau justru terlalu mengabaikannya.

Sumber : mediaindonesia.com/dan/jawaban.com