Translate

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Sebab Dia adalah Tuhan kekuatanku, bersama-Nya ku takkan goyah

‘Out Of The Box’ Di Dalam Keluarga

Seorang laki-laki baru saja membeli buku yang menurutnya buku itu ‘romantis'. Dengan semangat dan sekali-kali melamun, dia membaca buku tersebut. Kadang tampak tersirat wajah optimis. Buku dengan judul menantang, ‘Tujuh Rahasia Membuat Wanita Bergairah' baru saja diselesaikan dan ada judul lain yang sedang dibacanya,‘Mengenal Titik Eksotis Wanita'.Ia yakin inilah jurus untuk keluar dari kotak masalah, ini adalah hal-hal di luar kewajaran, inilah carany a keluar dari rutinitas yang membosankan!!! Ini dia kejutan buat istrinya!

Dengan fantasi yang details, dia pulang ke rumah. Dan setelah anak mereka tertidur, dia ajak istrinya bercinta dan dia mulai menerapkan 'ilmu' yang dia harapkan dapat menjadi kunci kebahagiaan pernikahannya. Laki-laki ini frustasi, bahwa 'ilmu'nya tidak bisa diterapkan pada istrinya. Respon istrinya tidak seperti yang diharapkannya. Istrinya bahkan berujar,"risih"-lah, "geli"-lah dan "jangan macam-macam" atau bahkan kata-kata keras "hargailah saya, saya bukan wanita murahan!" Laki-laki ini menganggap istrinya frigid. Rupanya pengalaman serupa juga dijumpai oleh teman-temannya di kantor.

Simak baik-baik pelajaran ini dan temukan jawabannya, supaya kasus di atas tidak menjadi kisah Anda. Kenalilah pasangan Anda, supaya Anda tahu apa yang membuatnya tersenyum. Hal-hal di luar kotak kewajaran, kotak rutinitas, kotak budaya yang belum tentu benar, kotak peraturan yang sudah saatnya direvisi. Kotak-kotak norma baku apa yang akan membuat pasangan tersenyum bahkan menjadi bergairah ?

1. Kejutan dan terobosan
Kejutan bagi pasangan bukanlah mengenai seks yang aneh-aneh. Jika hubungan yang terjalin baik-baik saja, hal itu bisa saja akan menjadi kejutan yang menarik bagi pasangan Anda. Namun jika hubungan tidak baik, tidak intim, tidak ada komunikasi, tidak ada sendau gurau, tidak ada keterbukaan antara suami istri baik mengenai keuangan, kegiatan sehari-hari, maka kejutan di bidang seks yang diharapkan menggairahkan justru bisa berdampak sebaliknya.Karena itu kejutan apa yang berdampak positif? Kejutan yang membangun hubungan. Misalnya memberikan pemberian-pemberian sebagai tanda cinta, seperti bunga, makanan kesukaan atau hal-hal yang diperlukan secara pribadi oleh pasangan Anda, seperti dompet, ikat pinggang, tas atau barang pribadi lainnya jika Anda melihat milik pasangan Anda sudah mulai usang. Kejutan hadiah tiket paket liburan ataupun hadiah-hadiah kejutan lainnya. Rutinitas itu terkadang membosankan. Walaupun hal itu baik, tetapi sering membuat orang jenuh. Karena itu 'out of the box', di luar kerangka normal dan formal diperlukan untuk memberikan kesegaran dalam hubungan dan mulailah dengan kreatif melakukan kejutan-kejutan, yaitu perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik, lebih romantis. Mungkin bukan budaya Jawa atau suku-suku lainnya di dunia timur, atau bagi wanita yang bertemperamen plegmatis (yang memang tipe follower), tidak berinisiatif untuk menyatakan cinta dan mengajak suami bercinta. Istri menjadi malu-malu dan lebih baik menyimpan keinginannya rapat-rapat di dalam hati. Celakanya, suaminya bukanlah tipe inisiator, diapun seorang pendiam, yang juga tipe follower. Suami mulai mengalami kejenuhan hubungan suami istri dan ketika dia melihat film barat, film romantis, melihat bagaimana wanita begitu aktif di ranjang, kadang di atas, berguling atau berbagai posisi, atau paling tidak begitu terbuka menyatakan keinginan atau inisiatif bercinta, maka suami diam-diam mendambakan istrinya bergairah dan bukan tampil alim di tempat tidur. Ia ingin istrinya alim dalam arti setia, menjadi ibu yang baik, tidak selingkuh, tetapi ia menginginkan istrinya bergairah di ranjang. Jika pernikahan sudah berjalan di atas lima tahun dan kejenuhan hidup perkawinan seolah-olah dalam kotak rutinitas, maka itulah saatnya istri boleh saja memberi kejutan dengan keluar dari kotak budaya, kotak temperamen dasar dan cobalah untuk menerobos kebiasaan kehidupan cinta di dalam pernikahan dengan menjadi inisiator dan rasakan kesegaran dan keintiman hubungan yang baru dan dalam akan mewarnai pernikahan Anda. Inisiatif dan kreatifitas kejutan tidaklah harus dalam bidang seks, tetapi bisa saja dalam hal-hal praktis lainnya. Misalnya memulai suatu kebiasaan baru, membukakan pintu mobil saat istri akan turun mobil, membuatkan minuman panas, entah kopi atau coklat, jika selama ini suami membuat sendiri, mulailah membuatkan untuk dia. Diam-diam belajarlah teknik memijat dan tawarkan pijatan kepada pasangan Anda. Jika pasangan Anda mau dan selama ini belum dilakukan, coba tawarkan untuk mandi bersama dan tawarkan Anda yang memandikan dia. Jika dia tidak mau karena alasan-alasan tertentu, jangan memaksa. Paksa-memaksa hanya merusak hubungan. Teknik kejutan yang berlaku mujarab terhadap sebuah pasangan, belum tentu berlaku bagi pasangan lainnya. Mendekor ulang ruang tidur, memasang lampu tidur baru, bahkan memasang aroma therapi efek romantis di kamar tidur. Membeli sepasang piyama tidur, untuk diri Anda dan pasangan Anda. Kejutan yang berarti bagi pasangan sering bukan hal-hal aneh, mewah, hadiah, tetapi perubahan sikap. Setiap orang punya obsesi tersendiri, keinginan terpendam yang berbeda. Karena itu kenalilah pasangan Anda atau Anda bisa langsung menanyakan apa saja yang dia inginkan dan rindukan. Mungkin dia tidak ingin hal yang aneh-aneh, ia hanya ingin Anda ikut pergi ke gereja bersamanya, ia hanya ingin berdoa bersama sekeluarga. Selama ini mungkin Anda menghindar dan karenanya istri Anda tidak menghargai Anda, tidak hormat, tidak kagum karena Anda tidak rohani di matanya. Karena istri tidak kagum, istri pun tidak tumbuh cintanya kepada Anda dan perlahan namun pasti menjadi tidak bergairah dan frigid, dingin secara seksual. Kejutan yang ia rindukan bukan hal-hal mengenai teknik seks yang hebat, dia merindukan Anda beribadah dengan sungguh-sungguh. Jika saja Anda mau rendah hati, memberikan kejutan yang memang dia rindukan selama bertahun-tahun, percaya saya, itu menjadi hadiah istimewa baginya. Anda bisa merenung sejenak, apa yang sekiranya membuat pasangan Anda bahagia? Apa kiranya yang dia inginkan dari Anda untuk Anda lakukan? Apa yang membuatnya senang? Kembangkan fantasi Anda, kembangkan kreatifitas Anda! Lalu ambil keputusan, ambil inisiatif untuk melakukannya segera!

2. Liburan, Vacancy
Kejenuhan bahkan kelelahan dapat terjadi karena masing-masing sibuk bekerja, bekerja dan terus bekerja memenuhi kebutuhan ekonomi yang seolah tidak ada habisnya, bahkan terus meningkat. Kejenuhan, kelelahan membuat seseorang menjadi sensitif dan mudah marah, lantas bertengkar hebat hanya untuk hal-hal kecil atau salah komunikasi. Anda dapat mengatasi kejenuhan dan rutinitas dengan mengambil waktu untuk keluar dari rutinitas kerja, yaitu liburan berdua, tanpa anak-anak, bisa benar-benar berdua, atau berdua mengikuti acara-acara untuk couples, seperti retreat couples.

3. Hang out
Makan di luar, jalan-jalan ke tempat yang belum pernah dikunjungi atau mengunjungi tempat-tempat yang memberikan kenangan khusus, misalnya tempat-tempat yang biasa dikunjungi waktu pacaran dulu, tempat dimana berciuman pertama kali, tempat dimana pertama kali menyatakan cinta, walaupun itu berarti mengunjungi tempat dimana dulu indekost. Jika pasangan dari satu kampus, maka reuni dengan teman-teman kuliah dimana beberapa pasang dulu pacaran dan sekarang telah menikah, juga memberikan dampak positif.Reuni SMA atau mahasiswa dimana pasangan bukan berasal dari sekolah atau kampus tersebut, dalam beberapa kasus justru berdampak negatif, karena berjumpa dengan mantan pacar yang sama-sama sedang mengalami kejenuhan dengan pasangan masing-masing, lalu saling curhat dan ada juga yang memicu perselingkuhan.

4. Sendirian
Sesekali keluar kota sendirian. Bangkitkan rasa kangen yang menggelora dan nyatakan rasa kangen tersebut dengan pasangan Anda, baik dengam sms atau telpon. Sering kejenuhan muncul dan pernikahan seperti membosankan karena hidup dalam kotak yang sama terus-menerus. Salah satu bisa bepergian sendirian, entah untuk bisnis atau kegiatan sosial maupun pelayanan.Saat sendirian dan kesepian, gunakan kesepian secara positif, bukan dengan selingkuh, bukan dengan merasa kok saya pergi sendirian, merasa pasangan tidak mendukung dan melukai hati sendiri dengan 'berbelas kasihan' terhadap diri sendiri yang hanya membuat hati merana. Gunakan kesepian secara positif, dengan sms atau telpon, ungkapkan isi hati Anda kepada pasangan Anda, bahwa Anda kesepian tanpanya, bahwa Anda ingin segera pulang untuk bertemu dengannya, bahkan Anda bisa lebih jelas mengungkapkan kerinduan untuk bertemu dan menyentuhnya, untuk bercinta dengannya! Jika rasanya kurang etis karena belum terbiasa menyatakan keinginan bercinta seperti itu, Anda bisa menunda hingga nanti bertemu. Tetapi ungkapkan dan jangan dipendam dalam hati dan Anda akan merasakan kuasa ungkapan kerinduan yang dinyatakan secara verbal / perkataan langsung kepada pasangan!

Sumber : Jarot Wijanarko dalam www.jawaban.com

Pelajaran Dari Burung Angsa

Perfeksionis Vs Easy Going

Anda merasa kegiatan yang dilakukan secara spontan bisa membuat hidup Anda lebih 'hidup'. Sementara suami Anda malah merasa hidupnya bakalan kacau balau bila melakukan kegiatan tanpa rencana. "Bagaimana mau sukses kalau tidak memiliki perencanaan hidup yang jelas," begitu selalu prinsipnya. Suami perfeksionis, sedangkan Anda lebih easy going. Lalu, di mana titik temunya?

Sifat Dasar Bertolak Belakang

Setiap orang, menurut teori psikologi, mempunyai sifat dasar yang terangkum dalam DISC (dominant, influencing, steady, compliant). "Hanya, masing-masing pribadi memiliki satu sifat dasar yang lebih dominan dibandingkan sifat lainnya," kata Ratna K. Adam, psikolog dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Jika suami Anda perfeksionis, berarti sifat dasarnya adalah compliant. Sedangkan Anda yang lebih santai, memiliki sifat dasar influencing.

Ratna menjelaskan, ciri-ciri orang bersifat compliant, antara lain perfeksionis, penuh rencana dan selalu ingin akurat. Kebalikannya, orang yang memiliki sifat influencing lebih mudah menyesuaikan diri dengan keadaan, optimistis dan senang bergaul. Hanya saja sisi negatifnya, ia cenderung berantakan, tidak perhatian terhadap hal mendetail, bahkan sering lupa.

Nah, akibat dari sifat dasar yang bertolak belakang itu, tidak heran jika suami perfeksionis jadi sering marah atau mengomel, karena Anda yang bertipe influencing dianggapnya kurang disiplin, kurang rapi dan tidak memiliki perencanaan hidup. Sebaliknya, Anda menganggap suami terlalu menuntut dan sulit menerima apa adanya.

Hindari Mengkritik Langsung

Mengubah sifat seseorang perlu usaha keras karena sifat itu terbentuk sejak dia kecil dan terus dibawa hingga dewasa. Tapi, Ratna menilai, kemungkinan suami berubah tetap ada. Hanya saja perubahannya tidak dahsyat. Dan, perubahan itu tak bisa langsung terlihat. Perlu proses sebelum akhirnya ia memutuskan berubah.

Jika berniat sedikit mengubah suami agar lebih santai dan fleksibel, Anda perlu memakai cara halus. Cara paling ampuh, menurut Ratna, adalah mencoba bersabar dan mengalah.

Cara lain, berikan suami Anda pilihan. Bicarakan dengan suami tentang sikapnya yang kaku. Carilah waktu yamg tepat, mungkin ketika menonton televisi, saat suami sedang tidak stres karena pekerjaan kantor. Bujuklah sambil bercanda agar ia sedikit ‘longgar' terhadap standar kesempurnaannya.

Fleksibel Perlu Ada Batasnya

Pertengkaran, mungkin, tak pernah terjadi karena Anda cenderung memandang sesuatu dengan santai. Tapi, apakah Anda tak akan menjadi bosan melihat suami marah-marah terus? Rasanya, tak ada salahnya jika Anda juga berusaha lebih toleran. Barangkali, lebih mudah mengubah diri sendiri daripada berusaha mengubah suami.

Ratna menilai, akan lebih baik lagi jika Anda memiliki agenda yang berisi jadwal kegiatan Anda sehari-hari. Jangan sampai Anda membuat dua janji pada waktu yang sama. Saat Anda berjanji akan makan malam bersama suami, eh... Anda malah pergi ke kafe bersama teman-teman.

Memang tidak gampang untuk bisa saling memahami, apalagi jika sifat Anda dan suami sangat bertentangan. Tapi, jika Anda tetap memegang pembawaan Anda yang santai dan tenang, meski menghadapi masalah, ini akan membantu Anda untuk lebih memahaminya.

Setiap orang perlu menyadari konsep pernikahan yang benar, bahwa menikah bukan hanya untuk menjadi sama, tetapi untuk menjadi satu. Menikah untuk saling melengkapi. Setiap pribadi perlu menjadi dewasa dengan menerima pasangannya. Setiap pribadi perlu dewasa dan belajar mengatasi konflik dan pertengkaran. Jika sudah menikah, maka suami dan istri sudah menjadi ‘satu daging', dan sudah berarti dari Tuhan karena Tuhan sudah ‘ijinkan' terjadi. Bila terjadi konflik, lalu muncul kesadaran bahwa pasangan Anda ‘bukan dari Tuhan', ini kesadaran yang salah dan berbahaya. Adanya masalah dalam pernikahan bukan berarti pasangan Anda bukan berasal dari Tuhan.

Sering kita jumpai, bahwa sebelum menikah seorang pria atau wanita sangat yakin bahwa pacarnya itu dari Tuhan sekalipun orang tua melarang atau pendeta menyarankan jangan. Namun begitu mereka masuk ke dalam pernikahan, banyak sekali yang yakin bahwa suami atau istrinya bukan jodoh dari Tuhan. Keyakinan itu ada hanya berdasar pada kenyataan bahwa mereka berbeda.

Tuhan menunjukkan konsep ini dengan jelas melalui Adam dan Hawa. Adam bertengkar dengan Hawa dan saling menyalahkan. Karena Hawa yang jatuh ke dalam dosa, akhirnya Adam juga ikut jatuh ke dalam dosa dan Adam dikutuk dengan berkeringat akan mencari nafkah (hidup susah). Bisa dibayangkan, bagaimana galaunya perasaan mereka saat kehidupan nyaman dan indah yang selama ini mereka nikmati bersama dengan Tuhan berakhir sudah. Pertengkaranpun tak dapat dihindarkan. Jelas terlihat ada masalah dalam pernikahan mereka. Apakah Hawa bukan jodoh dari Tuhan? Jelas Hawa dari Tuhan, Tuhanlah yang menciptakan Hawa dan memberikannya kepada Adam.

Menemukan masalah dalam pernikahan, bertengkar dengan pasangan, menemukan kesulitan dalam usaha, bukan berarti suami atau istri Anda yang tidak membawa hoki sehingga harus ‘diganti' karena Anda menganggapnya bukan jodoh Anda. Ada masalah dan pertengkaran antara suami istri bisa jadi karena adanya dosa ataupun ketidakdewasaan secara pribadi. Jika Anda mengalami kesulitan memperbaiki hubungan antar suami istri, tetaplah berusaha menerapkan nilai-nilai pernikahan sesuai standard Firman Tuhan. Anda juga bisa datang konseling pada hamba Tuhan yang dapat Anda percayai.

Sumber : www.jawaban.com

Ibu Yang Luar Biasa

Yang Di Dalam Lebih Berkualitas Daripada Yang Di Luar

"Orang yang bijak lebih berwibawa dari pada orang kuat, juga orang yang berpengalaman dari pada orang yang tegap kuat" (Amsal 24 : 5)

Akhir-akhir ini kita banyak mendengar tentang istilah "pencitraan". Itu tidak lebih dari upaya "make up" untuk menampilkan pesona luar yang hebat sehingga mengesankan banyak orang. Yach...itulah manusia. Begitu gemar dengan "make up" memoles wajah dan penampilan luar.

Tetapi firman Tuhan mengajar yang berbeda. Kekuatan dan pesona ilahi itu muncul dari dalam. Dari integritas, karakter, kekudusan dan kekuatan yang di dalam...Jelas yang di dalam lebih berkualitas dari pada yang di luar.

Jadi, kejarlah saja yang di dalam lebih dari pada "pencitraan" diri yang di luar"

Puji Tuhan.

Sumber : Pdt Petrus Agung Purnomo

Tahun Baru Yahudi 5769

September 2008 kemarin, bangsa Yahudi merayakan tahun baru 5769. Angka 9 itu berbentuk seperti rahim, yaitu lambang kesuburan dan kemakumuran. Pada tahun baru itu, orang Yahudi melakukan tindakan profetis, yaitu memakan :

1. apel yang dicelup madu yang melambangkan kemanisan
2. roti berpilin yang ditaburi biji sesawi yang melambangkan penyediaan Tuhan dan iman yang memindahkan gunung
3. buah delima yang memiliki biji kurang lebih 153 buah, melambangkan pelipatgandaan

Tradisi itu berlangsung turun temurun sampai sekarang. Nah, tahun kita masih 2 bulan lagi. Dari hal itu, kita bisa belajar dari bangsa Yahudi tentang pengharapan dan iman. Bukankah kita mempunyai Tuhan yang sama, dan kita semua adalah keturunan rohani dari bangsa Israel.

Jadi....masukilah setiap hari yang diberi Tuhan dengan sukacita dan pengharapan !

Sumber : dari berbagai sumber