Translate

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Sebab Dia adalah Tuhan kekuatanku, bersama-Nya ku takkan goyah

7 Pembawa Bencana Dalam Suatu Hubungan

Bencana dapat menyerang hubungan setiap saat, jika kita membiarkan hal itu untuk terjadi. Saat bencana menyerang, hal itu bisa jadi akhir dari suatu hubungan dan akan membuat jalan hidup kita tak semulus yang kita dambakan. Berikut adalah 7 pembawa bencana dalam suatu hubungan yang harus Anda hindari.

1. Menelepon Saat Si Dia Sedang Mengemudi

Masih banyak orang yang tidak menyadari hal ini, namun sebenarnya sangat penting untuk diwaspadai. Jika Anda tahu bahwa si dia sedang mengemudi, jangan meneleponnya. Bahkan jangan kirimkan SMS kepadanya. Karena hal ini dapat benar-benar menjadi bencana dalam hubungan Anda jika telepon maupun SMS Anda dapat menyebabkannya terlibat dalam kecelakaan di jalan raya.

2. Bicara Di Belakang

Jika ada sesuatu yang mengganggu Anda tentang si dia, jangan bicarakan ini kepada orang lain di balik punggungnya. Sebaliknya, datangi si dia dan sampaikan hal apa saja yang mengganggu Anda. Biarkan si dia tahu persis apa yang ada di dalam pikiran Anda. Jika Anda membicarakan dirinya di belakang, pembicaraan Anda bisa sampai ke telinganya dari perkataan orang lain dan justru dapat mendatangkan bencana bagi hubungan yang sedang Anda jalani.

3. Menggoda Lawan Jenis

Hal ini memang fakta dan tidak dapat sepenuhnya dimengerti mengapa banyak orang yang masih menggoda rekan lawan jenisnya ketika ia sudah berada di dalam suatu hubungan. Anda tidak hanya akan menyakiti pasangan Anda, tetapi juga menyakiti orang lain yang Anda berikan pengharapan palsu.

4. Berselingkuh Dengan Teman Baiknya

Berselingkuh dengan sahabatnya atau orang lain tentu saja dapat membawa bencana dalam suatu hubungan. Anda harus menghindari perselingkuhan apapun yang terjadi. Jika sesuatu tidak berjalan baik sebagaimana mestinya, maka bicarakan hal itu kepada pasangan Anda mengenai hal itu. Jangan melarikan diri dan berselingkuh dengan orang lain. Berselingkuh justru akan membuat Anda menimbun masalah baru.

5. Tidak Menunjukkan Bahwa Anda Peduli

Dalam setiap hubungan, Anda perlu menunjukkan kepada si dia bahwa Anda peduli. Ada berbagai cara untuk melakukannya dan cara tersebut tidak pernah terlalu kuno untuk dilakukan. Berikan hadiah buatan tangan Anda sendiri, buatkan makan malam romantis yang indah untuknya, mengajaknya keluar untuk makan bersama dan menghabiskan waktu bersama merupakan beberapa cara untuk menunjukkan bahwa Anda peduli. Ketika Anda benar-benar jatuh cinta dengan seseorang, tunjukkan padanya bawa kepedulian Anda muncul secara alami.

6. Ketahuan Selingkuh

Tak seorangpun yang dapat menyangkal bahwa hal ini dapat mendatangkan bencana bagi suatu hubungan. Meskipun Anda bermaksud ketemu dengan selingkuhan Anda untuk terakhir kalinya, bagaimana jika ternyata di saat terakhir Anda justru ketahuan? Apakah Anda ingin semuanya berakhir seperti itu? Sangat sedikit sekali hubungan yang dapat tetap bertahan setelah peristiwa seperti ini terjadi.

7. Tidak Memberikan Ruang Pada Pasangan Anda

Ya, ada waktu untuk menghabiskan waktu bersama dan Anda pasti benar-benar menikmati hal ini. Namun ada juga saat dimana Anda berdua perlu waktu sendiri-sendiri. Banyak hubungan yang pada akhirnya berakhir hanya karena pasangannya tidak memberikan ruang yang cukup bagi pasangannya untuk memiliki waktu pribadi. Merupakan hal yang sangat lumrah bagi Anda maupun pasangan Anda untuk memiliki waktu pribadi bagi diri Anda sendiri. Jika pasangan Anda meminta waktu untuk sendiri, jangan diresponi dengan cara yang negatif. Jika Anda melakukannya, hal ini justru berbalik dapat menjadi bencana dalam hubungan Anda. Tentu saja Anda tidak perlu kuatir, namun jika mereka mulai menghabiskan semakin banyak waktu tanpa melibatkan Anda, maka Anda perlu membicarakan hal ini.

Suatu hubungan dapat berjalan dengan baik jika masing-masing pihak selalu mengutamakan kebutuhan pasangannya dibandingkan dirinya sendiri. Terlepas dari apapun yang sedang Anda hadapi, sepanjang apa yang Anda lakukan adalah untuk berusaha menyenangkan diri Anda sendiri, maka Anda perlu berpikir ulang untuk menjalin hubungan dengan siapapun. Karena pola pikir yang masih Anda miliki adalah pola pikir hidup melajang dan bukannya berpasangan.


Sumber : allwomenstalk/jawaban.com

Menikahi Pria Yang Lebih Muda? Pertimbangkan 7 Hal Ini!

Wanita menikah dengan pria yang lebih muda menjadi hal yang lebih umum saat ini. Namun tetap saja ketika mendengar pernikahan wanita yang usianya 5 tahun lebih tua dari pasangannya, alis kita akan terangkat. Entah ini penting bagi Anda atau tidak, namun sangatlah penting untuk mengambil keputusan ini dengan hati-hati sebelum menikahi pria yang lebih muda. Berikut adalah 7 hal yang patut dijadikan bahan pertimbangan.

1. Faktor Lingkungan

Tak peduli seberapa progresif masyarakat terhadap trend pernikahan yang berbeda, kelompok masyarakat yang tidak setuju akan selalu ada. Akan ada keraguan terhadap niat mempelai pria dan kepekaan dari mempelai wanita. Jika Anda adalah tipe yang sangat menghargai nilai-nilai penerimaan masyarakat, sangatlah peting untuk mempertimbangkan faktor ini dengan seksama sebelum mengambil keputusan jangka panjang.

2. Faktor Kedewasaan

Kondisi ini merupakan faktor yang terbukti bahwa kedewasaan pria berjalan jauh lebih lama dibandingkan wanita sehingga ketika pria menikah dengan wanita yang lebih muda, pernikahan itu biasanya berhasil karena kedua belah pihak berada pada tingkat kedewasaan yang sama. Di sisi lain, jika wanitanya yang lebih tua, ada kemungkinan suaminya belum berada pada tingkat kedewasaan istrinya. Hanya Anda yang dapat memutuskan jika ini adalah apa yang Anda hadapi.

3. Faktor Kompatibilitas

Kompatibilitas (kecocokan) dan umur untuk sebagian besar orang berjalan beriringan. Mereka yang seumur memiliki ketertarikan yang sama. Misalnya seorang pria berusia 28 tahun memiliki minat dalam olahraga petualangan, dimana seorang wanita berusia 35 tahun tidak lagi peduli akan kegiatan yang seperti itu. Jika Anda sedang menjalin hubungan dengan pria yang lebih muda, tinjau kembali berapa banyak hal yang dapat Anda berdua sukai bersama-sama.

4. Faktor Teman

Dalam kebanyakan kasus, teman-teman kita merupakan orang yang berasal dari kelompok usia dan gaya hidup yang sama. Jika Anda menjalin hubungan dengan pria yang lebih muda, Anda harus menghabiskan waktu dengan teman-temannya yang lebih muda dan tidak semua dari mereka mungkin mudah bergaul dengan Anda sebagaimana kekasih Anda.

5. Faktor Pendapatan

Sebagai pihak yang lebih tua dalam suatu hubungan, Anda mungkin lebih mapan secara keuangan dan karir dibandingkan pasangan Anda. Akibatnya, penghasilan Anda pun berpotensi lebih tinggi darinya. Hal ini bisa menjadi masalah bagi beberapa pasangan, bisa juga tidak. Namun putuskan hal ini dengan seksama sebelum mengambil keputusan yang besar.

6. Faktor Anak

Seorang wanita yang lebih tua mungkin berada di tahap berbeda dalam hidupnya berkenaan dengan anak-anak. Secara alami ia ingin memiliki anak secepatnya karena alasan biologis sedangkan pria yang lebih muda mungkin belum memiliki minat terhadap anak-anak. Seorang wanita yang telah memiliki anak sebelumnya mungkin  tidak berniat memiliki anak lagi sedangkan pasangannya yang lebih muda dan belum pernah memiliki anak mungkin memiliki rencana yang berbeda.

7. Puncak Komitmen

Pada akhirnya pernikahan merupakan salah satu komitmen terbesar yang bisa Anda buat. Jadi sebelum menikah dengan siapapun, Anda harus mempertimbangkan apakah menikah adalah sesuatu yang benar-benar Anda inginkan. Anda harus memastikan bahwa orang yang akan Anda nikahi adalah seseorang yang benar-benar Anda cintai, dan seseorang dengan siapa Anda ingin menghabiskan hidup Anda selamanya. Pada akhirnya, hanya Anda yang dapat memutuskan apakah Anda dapat mengatasi masalah ini maupun masalah lainnya yang akan timbul saat Anda memutuskan menikah dengannya.

Menikahi pria yang lebih muda merupakan sebuah langkah yang berani namun bukan sesuatu yang harus Anda putuskan dengan terburu-buru. Tinjau kembali segala rintangan yang mungkin datang dalam perjalanan hidup Anda berdua dan jika Anda merasa kasih Anda cukup kuat untuk mengatasi itu semua, teruslah melangkah maju.


Sumber : allwomenstalk/jawaban.com

Saat Pacaran Sudah Berlangsung Cukup Lama, Perlukah Menetapkan Deadline?

Saya baru saja mendengar seorang wanita muda yang harus mengakhiri hubungannya dengan kekasih sejak masa kuliah yang telah terjalin selama 10 tahun. Sang wanita hanya ingin menikah namun sang pria belum siap berkomitmen. Saya benar-benar terkejut. Sepuluh tahun!

Saya tahu bahwa apa yang akan saya beritahukan kepada Anda mungkin akan sangat berbahaya bagi banyak wanita, tapi saya harus mengatakannya. Secara pribadi saya mengenal beberapa pasangan yang berpacaran selama lima tahun atau lebih dan akhirnya menikah (dan masih berbahagia dengan pernikahannya). Lalu mengapa fakta ini berbahaya? Karena saya mungkin saja membuat wanita terjebak ke dalam hubungan buntu yang tidak akan pernah mengarah pada pernikahan dan memberikan harapan palsu bahwa mereka juga akan menjadi salah satu dari mereka yang sukses melangkah ke pelaminan setelah menjalin hubungan percintaan yang cukup lama. Bahkan mungkin memotivasi para wanita untuk menjadikannya sebagai alasan dan menggantung mereka selama beberapa tahun atau lebih.

Para wanita, sebelum Anda terlalu bersemangat biarkan saya mengatakan dua hal mengenai kisah-kisah sukses tersebut:

1. Para wanita itu harus melewati neraka selama bertahun-tahun. Saya hanya bisa membayangkan rasa sakit dan frustrasi yang harus mereka alami tahun demi tahun dengan terus menunjukkan betapa mereka mencintai pasangannya dan berharap pada janji-janji untuk melangkah ke jenjang selanjutnya, sementara mereka menyaksikan teman-teman mereka satu demi satu melangkah di altar. Dapatkah Anda menanggung rasa sakit itu, hari demi hari, selama bertahun-tahun?

2. Para wanita tersebut pada akhirnya memberikan pilihan kepada pasangannya: nikahi saya atau kamu akan kehilangan saya. Dan mereka benar-benar serius. Mereka memutuskan hubungan, pergi sementara waktu sampai akhirnya sang pria kembali mengajak bersama, dan mencoba lagi. Tidak lebih. Namun hal ini berhasil.

Pelajarilah hal ini hai para wanita. Jika Anda sedang berada di dalam suatu hubungan dengan seorang pria yang tidak mampu berkomitmen lebih jauh dalam pernikahan, Anda memiliki dua pilihan:

1. Tetap bertahan di sana dan berharap ia akan sadar suatu hari nanti.

2. Putuskan hubungan Anda dengannya.

Jika Anda memilih pilihan nomor satu, Anda akan bergabung dengan ratusan wanita frustrasi dan kecewa yang telah mengambil pilihan yang sama, dan pada akhirnya kembali menemukan diri berkencan dengan bekas luka dan kepahitan, ditambah usia Anda yang lebih tua bersaing dengan mereka yang lebih muda, ceria, dan teman bermain yang asyik. Jika Anda berada di pertengahan 30-an, bertahan di dalam sebuah hubungan yang tidak pasti hanya merupakan bunuh diri baik secara sosial maupun emosi.

Saran saya adalah ambillah pilihan kedua dan putuskan hubungan Anda. Ya, hal itu memang menakutkan. Bagaimana jika ia ternyata tidak kembali kepada Anda? Yah, faktanya jika ia tidak kembali kepada Anda bagaimanapun ia tidak akan menikahi Anda meskipun Anda terus bertahan dalam hubungan tersebut. Bagaimana jika ia hanya membutuhkan lebih banyak waktu? Cukup adil jka Anda menetapkan sebuah kerangka waktu yang wajar untuk Anda. Kecuali pasangan Anda sedang tidak menempuh studi yang membutuhkan waktu lama, seharusnya tidak lebih dari 6 bulan ia sudah dapat membuat komitmen yang jelas untuk menikahi Anda dalam waktu dekat. Jika pernikahan tak kunjung terwujud setelah setahun bertunangan, bagi saya inilah waktunya bagi Anda untuk melangkah pergi dan mengakhiri hubungan Anda. Bertunangan selama bertahun-tahun juga bukan merupakan sebuah solusi. Saya tidak dapat melihat alasan yang baik untuk bertunangan lebih dari beberapa bulan atau selama yang dibutuhkan untuk mempersiapkan pernikahan Anda yang sempurna.

Lalu berapa lama seharusnya sebuah hubungan itu terjalin? Menurut saya lebih dari setahun. Jika Anda tidak mendapatkan kejelasan sampai saat itu, kemungkinannya sangat tinggi bahwa pernikahan itu memang tidak akan pernah terjadi. Dan tentu saja hal ini juga berlaku bagi pria yang berpacaran dengan wanita yang tidak dapat berkomitmen. Jika seorang wanita tidak dapat berkomitmen untuk menikah dengan Anda saat ini, dapat dipastikan ia tidak akan pernah siap.


Sumber : shine/jawaban.com

Pentingnya Menjadi Diri Sendiri Saat Berkencan

Jika Anda pernah menyaksikan episode Bachelor atau The Dating Game – Anda dapat melihat hanya beberapa orang yang menjalankan seni menjadi diri sendiri. Kebanyakan menampilkan senyum palsu, cekikikan dan tawa yang terlalu keras, memainkan rambut secara berlebihan dan sedapat mungkin menyembunyikan kekurangan mereka – apakah itu menyembunyikan komedo di wajah maupun ketidakmampuan untuk bertahan dalam sebuah pekerjaan. Sungguh sangat membuang-buang waktu! Sangat jelas, jika Anda berkencan dengan seseorang maka Anda mencari seseorang yang ‘nyambung’ dengan Anda. Namun, jika Anda tidak dapat menjadi diri sendiri atau mencoba dengan berbagai cara untuk menghindari orang lain mengetahui siapa Anda yang sebenarnya... Anda mungkin akan berakhir di rumah.

Sayangnya, dunia kencan online saat ini telah membuat seseorang semakin mudah untuk hidup dengan identitas palsu dan membuat orang lain berpikir bahwa mereka adalah seseorang yang sebenarnya tidak demikian adanya. Tentu saja, Anda telah mendengar akan kisah-kisah orang menikah yang memakai status single, atau foto yang menipu untuk menuntun orang lain membayangkan seseorang yang salah. Semua hal ini tampaknya bodoh. Tekhnologi sama yang digunakan orang untuk terhubung dengan orang lain juga dapat digunakan untuk mencari tahu diri Anda yang sebenarnya.

Kencan pertama dapat diibaratkan sebagai wawancara kerja. Sama halnya Anda tidak mungkin membiarkan pewawancara Anda tahu bahwa Anda adalah seorang perokok berat, cukup normal dan mungkin bijaksana untuk menyembunyikan beberapa hal kepada orang yang Anda kencani di pertemuan pertama. Kencan pertama dengan pembicaraan yang melantur, kemudian mulai menjadi nyaman dalam pertemuan selanjutnya, mungkin dapat membuat Anda terlihat baik dan menawan. Namun bagaimanapun juga, berbohong kiri kanan meskipun hanya untuk hal-hal sepele apalagi jika merupakan hal yang serius, hanya akan membuat Anda terlihat buruk pada akhirnya. Intinya adalah mengetahui bagaimana meninggalkan kesan yang baik tanpa menyembunyikan kekurangan Anda. Toh Anda bukan psikopat yang sedang menyamar, jadi tidak ada salahnya menjadi diri Anda sendiri.

Ahli hubungan menyarankan kepada para pasangan kencan untuk setidaknya bersikap jujur dan tidak takut mengungkapkan beberapa informasi yang bersifat pribadi. Berbicara mengenai minat Anda dan menjadi diri sendiri saat kencan dengan tidak mengkompromikan nilai-nilai atau pendapat Anda pribadi sangatlah penting untuk menjaga harga diri Anda. Hal ini juga baik jika Anda ingin menghemat waktu dan menyingkirkan rumput liar yang mengganggu dengan lebih cepat daripada nanti. Apakah ini artinya Anda harus terburu-buru memperdebatkan pandangan politik dan agama Anda? Belum tentu. Namun, jika Anda melihat bahwa seseorang yang Anda kencani memiliki beberapa pendapat sendiri yang kuat dan jelas tidak sejalan dengan sistem nilai Anda, ada kemungkinan dalam jangka panjang sekalipun hubungan itu tidak akan berhasil.

Saat ini jika menjadi diri sendiri dalam sebuah kencan berarti menyertakan beberapa perilaku yang tidak diinginkan atau kasar bahkan sampai mempertanyakan perilaku Anda – Anda mungkin ingin menundanya untuk sementara waktu. Hanya karena Anda senang memakai celana yang telah dipakai berhari-hari atau pergi keluar rumah tanpa mandi, atau bahkan maruk saat makan malam, tidak berarti Anda juga dapat melakukannya saat sedang berkencan. Bahkan sebenarnya, kurangnya tata krama menunjukkan tingkat keseriusan dari tidak menghormati baik diri sendiri maupun seseorang yang Anda kencani. Pada saat yang sama, akan datang satu titik mengenai kemana arah hubungan Anda saat mereka melihat sisi lain dari Anda. Pasangan kencan Anda akan memutuskan apakah sisi kualitas Anda ternyata lebih kurang bernilai dibandingkan hasrat yang diinginkannya.

Manfaat yang didapatkan dengan menjadi diri sendiri saat kencan jelas sangat banyak. Salah satunya, Anda tidak perlu berpura-pura merasa baik mengenai diri Anda sendiri saat kencan. Bahkan jika kencan tidak berjalan dengan baik, adalah lebih baik daripada mengorbankan siapa diri Anda sendiri demi orang lain. Kedua, mengawali hubungan dengan kejujuran merupakan ide yang baik. Jika Anda memulainya dengan kepalsuan, orang yang Anda kencani akan terus bertanya-tanya apalagi yang Anda sembunyikan. Ini jelas bukan tujuan Anda berkencan jika Anda menginginkan hubungan jangka panjang. Manfaat lain, jika Anda sendiri bersikap lebih natural dan jujur, Anda akan merasa lebih nyaman. Anda akan menunjukkan diri Anda yang terbaik, daripada menghabiskan energi menjadi orang lain yang bukan Anda. Dan jika Anda berdua ternyata tidak cocok, atau bahkan tidak ingin melanjutkan pertemuan kencan lagi – paling tidak Anda tahu bahwa ini adalah diri Anda yang sebenarnya dan bukanlah Anda yang sedang berpura-pura. Dunia ini dipenuhi dengan miliaran orang sehingga dalam berkencan sangatlah normal jika Anda merasa tidak ‘nyambung’ dengannya.

Versi mudahnya seperti ini. Ketika Anda berkencan dengan seseorang, Anda ingin agar mereka mengenal Anda yang sebenarnya. Jika Anda bersembunyi di balik ‘penampilan’, mencoba menjadi seseorang yang bukan Anda untuk membuat pasangan kencan Anda terkesan dengan seolah-olah menjadi pasangan ideal bagi mereka – Anda sedang menipu diri Anda sendiri dan pasangan kencan Anda. Anda sedang membuang waktu dan energi Anda, dan beresiko merusak kepercayaan diri dan harga diri Anda dalam proses berjalannya kencan. Gugup merupakan satu hal, namun menutupi hal itu dengan berpura-pura merupakan hal lain. Menjadi diri sendiri saat berkencan bukan soal membuat seseorang terkesan, tapi mencoba merasakan dan mencari tahu apakah orang ini adalah seseorang yang bisa Anda lihat setiap hari dan menghabiskan hidup bersamanya selamanya. Anda harus dapat menjadi diri sendiri saat kencan dan masih tetap sopan, menarik, atraktif dan diinginkan. Jika tidak, Anda mungkin perlu menghabiskan waktu di kantor seorang konselor atau sekolah etika sebelum Anda melanjutkan kencan.

Bahkan, jika Anda memposting profil diri Anda sendiri dalam sebuah forum kencan online – meskipun hanya untuk bersenang-senang pada awalnya, berusahalah untuk sejujur mungkin. Anda tidak pernah tahu siapa yang akan Anda temui atau kemana hubungan ini akan membawa Anda.


Sumber : professorshouse.com/jawaban.com

Saya Suka Jadi Jomblo! Kamu?

TUHAN akan menjaga keluar masukmu, dari sekarang sampai selama-lamanya. – Mazmur 121:8

Torry Martin melakukan perjalanan ke seluruh Amerika menjadi pelawak Kristen di berbagai konferensi, kapal pesiar dan retreat. Ia juga menulis novel, kolom humor dan episode dari Adventures in Odyssey untuk Focus On The Family. Jika Anda mendengarkan salah satu karyanya “embracing life”, ia mengatakan, “Tidak ada keraguan dalam pikiran saya bahwa alasan saya masih lajang sampai hari ini adalah karena Tuhan ingin agar saya bebas untuk melayani,” ujarnya. “Saya benar-benar merasa terpanggil untuk tetap melajang, dan saya tidak mungkin menikmatinya dengan cara yang lain.”

Selain itu, ia melihat bahwa pelayanannya jauh lebih luas dari sekedar melawak dan menulis. “Saya senang menjadi lajang dan melakukan apapun yang Tuhan ingin untuk saya lakukan,” ujarnya. “Apakah itu hanya sekedar melakukan perjalanan untuk menemui teman saya, atau melakukan perjalanan misi yang singkat, atau hanya menghabiskan waktu berdoa syafaat bagi orang lain.” Dia melanjutkan dengan berkata, “Pelayanan terbesar saya adalah memiliki waktu untuk menjadi seorang teman yang baik bagi mereka yang ada di dalam kehidupan saya yang juga penting.”

Torry merujuk ke ayat di atas sebagai motivasi baginya untuk menikmati kehidupan saat ini. “Mengetahui bahwa mata Tuhan senantiasa tertuju kepada saya selamanya, apakah saya tetap melajang atau menikah, membawa kenyamanan yang besar kepada saya dan mendorong saya untuk menikmati apapun yang datang di dalam kehidupan saya.”

Dia juga memiliki beberapa saran yang bagus untuk para lajang. “Saya tidak berpikir bahwa Tuhan benar-benar sedang menunggu agar seseorang menikah sebelum ia dapat menggunakan segenap potensi mereka seutuhnya. Lihatlah Rasul paulus. Ia tidak menikah dan Tuhan memakainya di segala tempat. Bagaimana dengan Ibu Teresa? Apakah menurut Anda ada yang pernah mengatakan bahwa ia tidak menjalani kehidupan yang maksimal hanya karena ia belum menikah? Atau bagaimana dengan profesor di pulau Gilligan? Ia tidak menikah dan pria itu adalah seorang yang jenius!”

Torry jelas-jelas tidak takut untuk menggunakan bakat komedinya untuk menggambarkan hal-hal spiritual. Sesuatu yang dilakukannya dengan sangat baik.

Menggali lebih dalam ke dalam Mazmur 121:8

1. Buatlah daftar pelayanan yang telah diberikan Tuhan kepada Anda – termasuk pelayanan yang dapat Anda gunakan untuk mendukung dan mendorong keluarga dan rekan Anda.

2. Apakah Anda percaya bahwa Anda sanggup memiliki waktu, usaha dan doa ke dalam seluruh pelayanan Anda jika Anda telah menikah saat ini? Jelaskan.

3. Pernahkah Anda bersyukur kepada Tuhan untuk memberikan pelayanan yang ada saat ini kepada Anda? Jika belum, ambil waktu untuk melakukannya saat ini.

4. Apakah Mazmur 121:8 memberikan kenyamanan kepada Anda dan mendorong Anda untuk menikmati kehidupan saat ini sama seperti Torry?

5. Apakah Anda percaya bahwa Tuhan sedang menunggu Anda menikah sebelum IA akan memakai seluruh kapasitad Anda?

Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, Anda akan semakin menyelami pentingnya peranan yang Anda jalani saat ini sebagai seorang lajang di dalam Tuhan.


Sumber : cbn.com/jawaban.com

Mengampuni Pasangan Selingkuh, Mungkinkah?

Memiliki pernikahan yang hebat dan memuaskan bukanlah suatu hal yang mustahil meskipun tampaknya seperti itu dengan terus meningkatnya angka perceraian. Kebenarannya adalah pernikahan tidak kurang dari menjadi pasangan yang baik dan segala sesuatu yang dilakukan memerlukan usaha. Menjalani sebuah pernikahan memerlukan usaha. Bukan karena kerja keras ataupun usaha yang buruk, bukan juga dengan upaya yang tampaknya membosankan, namun pernikahan sesungguhnya merupakan komitmen yang dilakukan setiap hari satu sama lain.

Dalam setiap pernikahan pria dan wanita memiliki peran dan kebutuhan yang berbeda. Tergantung pada pasangan untuk memaknai peran ini dan mendiskusikan apa yang mereka butuhkan dari pasangannya. Sampai Anda membuat segala sesuatunya menjadi jelas antara apa yang Anda butuhkan dan apa yang pasangan Anda butuhkan, Anda sebenarnya sedang berenang melawan arus.

Pada umumnya kebituhan wanita lebih pada hal-hal yang emosional dan kurang kongkrit, sedangkan kebutuhan pria lebih ke arah fisik. Wanita menginginkan kepastian dan stimulasi mental sedangkan pria menginginkan seorang yang aktif dengan hobinya dan saling berbagi ketertarikan. Biasanya pasangan menjadi tidak bahagia dan tidak stabil saat kebutuhannya tidak terpenuhi. Kebutuhan ini kemudian dipenuhi oleh orang lain. Apakah Anda ingin agar orang lain yang memenuhi kebutuhan utama pasangan Anda? Hal ini tidak hanya soal seks. Kebutuhan pasangan bisa dalam bentuk apa saja.

Tentu saja tidak satupun dari informasi ini yang tidak dapat diubah. Bagaimanapun pernikahan merupakan suatu hal yang perlu Anda pelajari dari waktu ke waktu. Upaya yang diperlukan untuk menciptakan pernikahan bahagia adalah dengan memastikan bahwa Anda dapat memenuhi kebutuhan pasangan Anda dan tanpa Anda minta kebutuhan Anda pun akan terpenuhi juga.


Sumber : allwomenstalk/jawaban.com

Kebiasaan Baik Pasangan Bahagia

Tips pernikahan hari ini berupa daftar cara-cara yang dapat Anda gunakan untuk mendukung pasangan Anda. Semakin saya memikirkan hal ini, semakin saya berpikir betapa relevannya hal ini bagi suatu hubungan yang dijalani secara serius, terutama dalam pernikahan.

Tentunya kita semua pernah melihat sebuah hubungan dimana salah satu pihak mengomel pada pasangannya setiap saat – tidak diperlukan cincin untuk menjadi cerewet.

Tips-tips yang dapat Anda gunakan untuk mendukung pasangan dan menciptakan kebiasaan yang baik demi kebahagiaan pernikahan adalah:

Omelan bukanlah suatu hal yang membangun
Kenali dan pelajari kebiasaan pasangan Anda
Tanyakan padanya, “Bagaimana saya dapat menolong?”
Tahu saatnya untuk diam
Lakuan segala sesuatu bersama-sama
Rayakan Kesuksesan

Saya berharap banyak pasangan maupun mereka yang belum berpasangan belajar melakukan tips ini dan menemukan cara untuk menerapkannya dalam kehidupan mereka sehari-hari. Mungkin jika lebih banyak orang yang mengawali kebiasaan baik ini untuk membangun kebiasaan dalam menjalin hubungan yang baik, bisa saja angka perceraian akan menjadi jauh lebih sedikit.


Sumber : allwomenstalk/jawaban.com

10 Cara Menghadapi Mertua Yang Sulit

Kebanyakan wanita diberkati dengan mertua yang luar biasa. Namun, beberapa yang kurang beruntung harus menghadapi mertua yang sulit untuk dihadapi. Bagi mereka yang harus menghadapi situasi berhadapan dengan mertua yang membuat stres, berikut adalah beberapa tips yang dapat menolong.

1. Pisahkan Diri Anda

Anda mugkin merasa perlu untuk menyingkir dari situasi yang panas dan memberikan diri Anda waktu untuk memikirkan hal-hal yang baru saja terjadi dan mengambil waktu untuk merencanakan berdamai dengan mertua. Bersikap sopanlah di hadapannya dan biarkan mertua Anda tahu bahwa Anda memerlukan “time out”.

2. Jangan Diambil Hati

Perilaku mertua Anda kemungkinan besar tidak bersifat pribadi; beberapa mertua memang tidak pernah bisa puas dengan pilihan anak mereka. Karena Anda mencintai pasangan Anda, cobalah untuk senantiasa menunjukkan hal itu di hadapannya.

3. Bangun Pikiran Anda

Jangan menyia-nyiakan tenaga dan emosi Anda hanya untuk mempertahankan konflik dengan mertua; bebaskan pikiran Anda untuk menyadari seberapa sulitnya perilaku mertua Anda untuk Anda pahami, hal itu tidak akan mempengaruhi kemampuan dan rumah tangga Anda untuk menjadi istri dan ibu yang hebat bagi suami dan anak-anak Anda.

4. Kewajiban Suami

Merupakan tanggung jawab suami untuk memimpin keluarga dan melindungi Anda, bahkan dari ibunya sendiri. Sebagai suami seharusnya ia tidak pernah membiarkan ibunya melontarkan perkataan negatif mengenai Anda atau bersikap buruk terhadap Anda. Pastikan bahwa suami memahami apa yang yang Anda rasakan atas situasi ini dan peranan yang harus diambilnya dalam hal ini.

5. Mengunci Pintu

Jangan pernah menyerahkan kunci cadangan rumah Anda kepada mertua (ini hanya berlaku untuk mertua yang sulit). Kunjungan tanpa pemberitahuan tidak selalu bisa Anda sambut dengan baik. Jika Anda atau suami menyerahkan kunci kepadanya, sama halnya Anda menyerahkan kendali rumah ke dalam tangannya, baik Anda suka maupun tidak.

6. Bicara Dengannya

Miliki pembicaraan yang jujur mengenai masalah dengan mertua Anda. Beritahu padanya bagaimana tindakannya mempengaruhi keluarga Anda. Mungkin ia hanya tidak tahu bagaimana ia seharusnya berperan sebagai mertua yang baik.

7. Melihat Setiap Kisah Dari Dua Sisi

Cobalah untuk memahami posisi mertua Anda; mungkin situasi ini berasal dari kesalahpahaman berkepanjangan aau mungkin mertua Anda memiliki kepedulian yang patut Anda perhatikan. Apapun keprihatinan yang dirasakannya, perhatikan dan perbaiki keprihatinannya tersebut.

8. Selalu Menjadi Orang Yang Lebih Baik

Hal ini mungkin sulit namun jangan pernah menghadapi mertua Anda dalam kemarahan. Hadapi situasi yang ada dengan kepala dingin dan dengan pikiran terbuka, dan selalu, SELALU ambillah jalan tengah terbaik.

9. Tempatkan Diri Anda Dalam Posisinya

Tidak peduli bagaimanapun kondisi anak kita, mereka tetap anak kita. Mungkin mertua Anda memiliki kesulitan membiarkan anaknya tumbuh dewasa. Bayangkan diri Anda jika berada di posisinya dan ambillah keuntungan dari perspektif tersebut.

10. Cobalah Untuk Senantiasa Menunjukkan Kasih Kepadanya

UPAYAKAN untuk selalu menjalin hubungan baik dengan mertua. Medium perdamaian mungkin perlu dibuat namun dengan tetap memberi dan menerima akan sepadan dengan usaha Anda untuk menjaga keluarga tetap utuh. Mertua Anda akan selalu menjadi bagian dari keluarga Anda sampai salah satu di antara Anda meninggal dunia. Jadi kenapa tidak memperjuangkan yang terbaik sampai saat itu tiba.

Berurusan dengan perbedaan-perbedaan yang ada dengan mertua bukan suatu hal yang mudah maupun cepat untuk diselesaikan, namun hasil yang damai memiliki nilai yang sangat berarti bagi upaya yang Anda lakukan. Apakah Anda benar-benar ingin menjadi seorang istri yang meminta suami Anda memilih antara ibunya atau Anda? Berhati-hatilah dengan ultimatum karena Anda mungkin tidak akan menyukai hasilnya.


Sumber : allwomenstalk/jawaban.com

8 Trik Membangun Pernikahan Hebat

Tingkat perceraian terus meningkat dan saya sangat tidak suka saat mendengar seseorang yang saya kenal secara pribadi pada akhirnya bercerai! Saya telah menikah selama tujuh tahun. Tentu saja bagi sebagian Anda tujuh tahun bukanlah suatu waktu yang lama. Saya menikah ketika berusia 18 tahun dan tidak menyesal sedikitpun. Anda dapat melihatnya saat ini, kami masih tetap kuat, sama seperti saat pertama kali bertemu. Sepertinya saya tahu beberapa trik yang ckup baik untuk sebuah pernikahan yang hebat! Berikut ini saya akan memberikan 8 trik kepada Anda untuk membangung sebuah pernikahan yang hebat. Apakah Anda hendak melakukannya atau tidak, semuanya terserah kepada Anda, namun trik ini akan selalu tersedia bagi Anda!

1. Tetap Setia Dalam Pernikahan Anda

Menit pertama Anda menikah, itu adalah saat dimana Anda mencurahkan hidup bagi pasangan Anda. Pastikan Anda tetap setia. Seharusnya tidak ada orang ketiga di dalam pernikahan Anda. Sebagian besar perceraian disebabkan oleh mereka yang tidak berlaku setia. Jadi, pertahankan komitmen Anda dengan berlaku setia.

2. Makan Malam Di Luar Sebagai Sebuah Keluarga

Tentu saja, beberapa pasangan meninggalkan anak-anak mereka dengan pengasuh saat pergi makan malam, namun saya tidak pernah melakukan hal ini. Bawa serta anak-anak Anda dan bersenang-senanglah. Ini merupakan cara yang baik untuk saling terhubung satu sama lain, bersama-sama sebagai satu keluarga!

3. Jangan Pernah Bertengkar Karena Uang

Saya selalu mengatakan kepada suami saya bahwa kami tidak akan bertengkar karena masalah uang. Tentu saja uang diperlukan untuk bertahan hidup, namun meributkan uang tidak akan membawa Anda kemana-mana. Daripada bertengkar, duduk tenang dan datanglah dengan solusi agar dapat melewati masalah keuangan. Hal ini selalu berhasil untuk saya!

4. Percaya Pada Pasangan Anda

Anda percaya kepada pasangan Anda, bukan? Jadi, tunjukkan pada pasangan Anda bahwa Anda mempercayai dirinya. Kepercayaan merupakan suatu hal yang sangat vital ketika memasuki suatu hubungan dan juga pernikahan.

5. Jangan Bersikap Negatif

Anda harus meninggalkan sikap negatif jauh-jauh dari pernikahan Anda. Jangan biarkan stres pekerjaan mengganggu pernikahan Anda. Saat stres, Anda dapat mengatakan hal-hal yang akan Anda sesali kemudian namun tak dapat Anda tarik kembali.

6. Luangkan Waktu Bersama

Saya tidak dapat memikirkan ide yang lebih baik untuk terhubung dengan pasangan selain meluangkan waktu bersama. Sebagaimana Anda perlu memberi makan tubuh Anda untuk bertahan hidup, Anda juga perlu memberi makan pernikahan Anda untuk bertahan. Dalam hal ini, makanan pernikahan adalah dengan meluangkan waktu bersama. Anda tidak ingin pernikahan Anda menjadi ‘kurus’, bukan?

7. Memikirkan Penampilan Di Tempat Tidur

Jangan terlalu cuek saat Anda hendak pergi tidur. Saat Anda memikirkan penampilan Anda, saya yakin pasangan Anda pasti akan menyukainya! Pria sangat menyukai renda-renda, terutama yang berwarna hitam dan merah. Jadi, tonjolkan keseksian Anda dan pikirkan penampilan Anda saat hendak beranjak tidur.

8. Berbagi Hobi Bersama

Jika Anda tidak memiliki hobi yang dapat dilakukan bersama-sama, maka temukanlah satu! Banyak pasangan yang memilih untuk pergi memancing bersama, sementara pasangan lainnya memilih untuk traveling bersama. Saya dan suami tidak hanya menyukai ikan, tapi saya juga bermain video games bersamanya. Itulah dua hobi yang kami lakukan bersama. Dalam opini saya, duduk dan menonton televisi bukanlah cara yang baik untuk terhubung, jadi saya tidak menyarankannya sebagai sebuah hobi.

Seperti yang Anda lihat, ada 8 trik untuk membangun pernikahan yang hebat. Pada akhirnya, saya ingin menambahkan bahwa tidak ada yang sempurna, sehingga tidak seharusnya Anda mengharapkan pasangan Anda untuk menjadi sempurna.

Sumber : allwomenstalk/jawaban.com

Mengendalikan Pasangan Memicu Masalah Dalam Pernikahan

Apakah Anda pernah jengkel karena pasangan Anda memiliki kebiasaan yang berbeda dari yang Anda lakukan? Apakah Anda marah jika ia memiliki pendapat yang berbeda dan membuat pilihan yang berbeda dari Anda? Jika demikian, Anda telah membuat kontrol pribadi Anda menjadi pemicu masalah dalam pernikahan Anda. Berikut adalah tiga poin penting untuk dipertimbangkan:

1. Ketakutan Mendasari Masalah Pengendalian

Isu pengendalian menyebabkan banyak masalah di dalam pernikahan. Perasaan yang Anda alami saat itu bisa sangat intens termasuk rasa marah terhadap orang lain. Banyak orang merasa lebih aman saat orang lain di sekitar mereka bercermin pada pendapat mereka, kepercayaan mereka dan pilihan mereka. Kebutuhan Anda akan rasa aman dan juga rasa takut menjadi kontribusi akan keinginan Anda agar orang lain menjadi seperti Anda. Pepatah lama yang mengatakan, “Ada keselamatan dalam jumlah,” mengacu pada ketakutan kaum primitif untuk berdiri sendiri.

Selain itu, banyak orang yang merasa lebih memegang kendali ketika mereka dapat memprediksi perilaku orang lain dan bila orang lain itu memenuhi harapan mereka. Dan mereka tidak perlu mengalami bertumbuhnya perasaan tidak nyaman, perubahan, maupun ketegangan terhadap diri sendiri. Sebaliknya, mereka dapat berpura-pura bahwa dunia mereka adalah logis, teratur, dapat diprediksi dan aman.

2. Terlalu Mengendalikan Pasangan Anda Dapat Membuat Anda Merugikan Pernikahan Anda Sendiri

Masalah pengendalian Anda juga dapat dipicu oleh cara pandang Anda yang melihat pasangan sebagai perluasan dari diri Anda sendiri. Persepsi ini pada akhirnya mengakibatkan Anda yang selalu mencoba mendikte pakaian yang dikenakan pasangan, bagaimana dia menata rambutnya, dengan siapa ia berteman, pandangan politik apa yang dianutnya, dan apa yang bisa serta tidak bisa ia lakukan. Sementara pasangan Anda pada awalnya mungkn berusaha untuk berubah agar tidak menimbulkan pertengkaran, dan Anda menciptakan hubungan orangtua-anak yang dinamis namun pada akhirnya akan mendorong pemberontakan dan kebencian atas pengendalian yang Anda lakukan dalam hidup mereka.

3. Menggunakan Penghinaan Dan Nama Julukan Merupakan Upaya Untuk Kembali Mendapatkan Kontrol

Sementara tidak ada hal yang menyeramkan terlibat dalam banyak isu pengendalian di dalam suatu hubungan, perilaku patologis dapat menjadi pemicu dalam beberapa kasus. Misalnya saja, pasangan yang marah karena suami/istrinya tidak menuruti apa yang didiktekannya dapat menjadi kasar. Orang ini mungkin berpikir bahwa ia memiliki hak untuk ‘menghukum’ pasangannya. Nama julukan dan penghinaan yang dilontarkan seringkali digunakan untuk membangun kontrol atas orang lain.

Sangat mudah untuk mengarahkan telunjuk kepada pasangan Anda dan menyatakan bahwa ia perlu berubah. Sangatlah sulit untuk menghadapi masalah Anda sendiri yang belum terselesaikan dan mengambil tanggung jawab untuuk merubah diri Anda sendiri. Ketika Anda menjadi lebih sadar akan masalah pengendalian dalam pernikahan Anda, tempat awal untuk perubahan selalu dimulai dari diri Anda sendiri dan respon Anda terhadap apa yang terjadi.


Sumber : romancestuck.com/jawaban.com

Sentuhan, Kebutuhan Pernikahan yang Seringkali Terabaikan

Sentuhan sangatlah penting bagi seorang bayi dan tetap penting sepanjang hidup manusia. Bahkan, penelitian medis terhadap sentuhan menunjukkan bahwa sentuhan mengembangkan banyak situasi, baik bagi orang dewasa dan anak-anak, dengan mengurangi kecemasan, menenangkan ketakutan, megurangi rasa sakit, menurunkan tekanan darah, mengurangi stres, menenangkan yang sakit dan mengurangi rasa kesepian.

Dengan sentuhan yang menawarkan beragam manfaat tersebut, sungguh memalukan bagi Anda untuk membiarkan hidup berlalu begitu saja tanpa menikmati kasih sayang yang layak Anda terima. Bahkan jika Anda memiliki pasangan yang kurang memberikan sentuhan kepada Anda, Anda masih dapat memberikan sentuhan kepadanya dan mendapatkan penghargaan yang sama. Sentuhan memungkinkan seseorang untuk secara bersamaan menerima dan mengirimkan perasaan, sehingga tidak penting siapa yang memulai bentuk kasih sayang ini.

Terkadang satu-satunya hal yang perlu dilakukan seseorang adalah belajar bagaimana menunjukkan sentuhan. Begitu mereka melakukannya, maka alam secara natural akan mengambil alih. Hal ini dikarenakan tubuh manusia memicu produksi endorfin (respon kesenangan) setiap kali seseorang terlibat dalam perilaku tertentu yang berpusat pada fungsi tubuh yang diperlukan untuk bertahan hidup (makan, pengasuhan, koitus, dsb); bahkan bila terjadi secara kebetulan, banyak di antara area yang sama terjadi dalam hubungan seks.

Ingat, Anda bertanggung jawab untuk mendapati kebutuhan Anda terpenuhi, bukan pasangan Anda. Jika Anda perlu disentuh, maka lakukanlah sentuhan kepada pasangan. Dan Anda berdua akan semakin berbahagia karena hal ini.

Sumber : romancestuck.com/jawaban.com

5 Tips Menjauhkan Buah Hati Anda Dari Masalah

Apakah buah hati Anda yang selalu terlihat baik terlibat masalah? Apakah Anda kuatir dengan siapa ia bergaul? Berikut ini Anda akan menemukan 5 tips pengasuhan yang dapat membantu buah hati Anda menjauh dari masalah.

Seorang anak berusia 10 tahun yang bernama Joe dan adiknya yang berusia 8 tahun, Danny, berkelahi seperti anjing dan kucing. Sang kakak menggunakan otot sedangkan sang adik menggunakan kata-kata.

Tepat sesaat setelah Joe mengangkat tinjunya, Danny melihat gelang Joe yang bertuliskan huruf WWJD. Danny menunjuk gelang itu dan berteriak, “What Would Jesus Do?” Pertengkaran pun tertunda sesaat.

Apakah Anda mengkuatirkan anak-anak Anda yang berkelahi satu sama lain atau anak-anak di luar rumah yang membuat masalah dan merepotkan Anda, Anda tetap harus bertindak. Saya tahu bagaimana kuatirnya Anda. Berikut ini adalah kekuatiran seorang ibu yang mungkin memiliki kekuatiran yang sama dengan yang Anda alami.

Seorang ibu baru-baru ini meminta saya untuk memberikan tips pengasuhan bagaimana menjauhkan anaknya dari teman-temannya yang selalu membuat masalah.

“Anak saya yang berusia 6 tahun dan temannya membuat masalah di sekolah,” tulisnya. “Saya mencoba melakukan berbagai macam cara yang berbeda untuk memisahkan kedua anak ini. Saya bahkan meminta anak saya yang lain untuk memberitahu saya jika anak saya sedang bermain dengan anak itu. Tapi semua usaha itu sepertinya sia-sia.”

Berikut adalah tips pengasuhan untuk menjauhkan anak Anda dari masalah:

Tips #1 – Bicarakan dengan orangtua dari teman anak Anda. Cari tahu apakah mereka juga kuatir mengenai anak mereka yang bermasalah. Pastikan Anda melakukan hal ini dengan sopan. Hindari menyalahkan orangtua dari teman anak Anda. Pikirkan bersama-sama sebagai orangtua untuk menemukan solusi yang terbaik.

Tips #2 – Bicarakan hal ini dengan guru. Tanyakan kepada guru anak Anda sekiranya ada ide-ide yang dapat membantu. Jika semua pihak telah setuju, realisasikan ide tersebut menjadi tindakan.

Tips #3 – Berhati-hatilah dengan laporan anak Anda mengenai perilaku saudaranya kepada Anda. Hal ini dapat membuat keretakan di antara anak-anak Anda. Anak yang Anda mintai tolong untuk mengawasi saudaranya akan dibenci karena menjadi seorang pengadu.

Tips #4 – Dapatkan izin dari orangtua teman anak Anda untuk mendudukkan anak mereka dengan anak Anda dan ajak bicara bersama-sama. Buatlah grafik untuk masing-masing mereka. Pada bagian atas tulislah tujuan yang positif. Buatlah tujuan yang sama untuk masing-masing anak. Tujuan yang diberikan harus merupakan kebalikan dari semua masalah yang mereka lakukan selama ini. Berikan kepada mereka hadiah yang positif untuk hari-hari dimana mereka bertingkah laku baik dan dapatkan laporan yang positif dari guru.

Pastikan agar hadiah tersebut melibatkan Anda. Pertimbangkan untuk menghadiahi mereka membaca buku yang merupakan pilihan mereka sendiri, mengerjakan proyek seni yang mengasyikkan bersama-sama, bermain bola, dll. Saat mereka berperilaku lebih baik, berikan hadiah kepada mereka setiap 3-5 hari sampai mereka tidak memerlukannya lagi.

Tips #5 – Jika semua tips di atas tidak berhasil dan mereka berada di kelas yang sama, mintalah kepada kepala sekolah untuk menempatkan anak Anda di kelas yang berbeda. Sebagaimana Anda, banyak orangtua yang juga menghadapi masalah yang sama. Semoga tips ini dapat membantu.

Membesarkan anak-anak memang tidaklah mudah. Ketika teman bermain anak Anda membawanya ke dalam masalah, hal itu membuat pengasuhan menjadi jauh lebih sulit. Terkadang Anda harus tetap menahan emosi Anda dan meminta bantuan dari para guru, pendeta dan orangtua lainnya. Jika Anda meminta bantuan dengan penuh respek, Anda akan menemukan solusi yang dibutuhkan. Dan satu hal lagi, Anda akan tahu apa yang harus Anda lakukan.

Sumber : saidaonline.com/jawaban.com

Mengatasi Anak Yang Kecanduan Games

Kenapa anak suka sekali bermain games? Jawabannya sederhana, games itu memang enak dan mengasyikkan. Sebenarnya anak ingin sekali bisa ngobrol dengan orangtua, tetapi orangtua sibuk. Merea ingin sekali diskusi dan curhat dengan ayah atau ibunya. Tapi cara bicara orangtua tidak asyik bahkan cenderung menjengkelkan. Mereka butuh orangtua yang enak diajak ngobrol dan jadi teman. Beberapa remaja berkata kepada kami, “Belum dengar papa mama bicara saja, muka mereka sudah tidak enak dilihat.” Mereka mengeluhkan bicara dengan orangtua sering tidak nyambung. Dalam keadaan seperti itulah mereka melarikan diri mencari kegiatan yang asyik. Ternyata mereka temukan dalam bermain games.

Di tengah dunia yang makin mekanistik, banyak anak yang kesepian. Mereka butuh hiburan. Inilah yang dimanfaatkan produsen games. Mereka menggelontorkan ribuan hingga jutaan games. Mulai lewat PC, FB, HP, I Touch, Game Boy, PS, Nintendo, dll. Games menjadi kegiatan alternatif yang menghibur bagi anak-anak. Mereka berhasil menghibur lewat dunia maya. Karena dunia nyata makin tidak nyaman, malah kadang menyakitkan, maka sebagian anak melarikan diri ke dunia maya.

Salah satu sahabat saya, Martin Elvis pernah meneliti di kalangan remaja tentang apa yang mereka inginkan dari orangtua. Dua jawaban tertinggi adalah: Bisa jadi tempat curhat dan ada waktu untuk lebih sering ngobrol.

Jika kita tidak memberikan komunikasi yang baik pada anak-anak dengan segenap waktu, tenaga dan pikiran kita, maka hal itu bisa diambil alih oleh media audio-visual. Sesungguhnya kita sedang berlomba dengan media.

Meski games sangat disukai anak-anak, ada beberapa hal yang tidak bisa dilakukan oleh games terhadap anak kita. Hanya kita yang bisa melakukannya. Pertama, tidak dapat menyebut atau memanggil nama anak kita dengan emosi, tidak mempunyai perhatian secara pribadi, anak kita dianggap sebagai kosumer. Kitalah pribadi yang bisa memanggil namanya, memperhatikan dia, menatap matanya, dan berkomunikasi secara pribadi dengan dia. Kedua, tidak dapat memangku anak kita atau memeluk anak kita. Ketiga, tidak bisa membacakan buku cerita sebelum tidur. Keempat, games juga tidak pernah bisa mendengarkan anak kita.

Bila Anak Kadung Kecanduan Games

Bila anak kadung kecanduan games, apa yang orangtua lakukan? Kecenderungan orangtua adalah mengeluhkan anaknya. Minta supaya anaknya dikonseling, minta agar anaknya berubah, dan lain sebagainya. Ini terbalik. Sesungguhnya, orangtualah yang perlu dikonseling. Orangtualah yang harus berubah terlebih dahulu. Jangan paksakan anak berhenti main atau mengurangi games terlebih dahulu. Tidak! Tetapi sementara anak belum bisa lepas dari games, orangtualah yang mengubah diri.

Beberapa saran praktis:

  1. Sediakan waktu dan kebersamaan dengan anak lebih banyak. Menemani anak di rumah. Jika Anda sangat sibuk, aturlah sedemikian rupa. Anggap saja anak Anda sedang “sakit” dan perlu ditemani.
  2. Mengembangkan cara berkomunikasi yang lebih enak dan nyambung dengan anak.
  3. Berusaha memahami kebutuhan anak, termasuk bahasa anak. Menyelami games-games yang dimainkan supaya bisa menjadi pintu masuk Anda bicara dengan anak.
  4. Rencanakan waktu untuk makan bersama dan rekreasi bersama. Ngobrol dengan remaja yang enak adalah saat situasi mereka juga enak, saat makan dan santai.
  5. Jangan bicara apalagi dengan marah-marah kepada anak saat mereka sedang main games. Hal itu justru membuat mereka bertambah terluka. Berusaha bicara dengan menatap anak dengan kasih sayang.
  6. Jika ibunya yang lebih nyambung, biar si ibu yang jadi juru bicara. Jika si ayah yang lebih tepat bicara, biar si ayah yang bicara dengan si anak. Jangan bicara saat anak sedang tidak suka Anda ajak bicara. Hanya menambah luka si anak.
  7. Jika konflik makin tajam dan anak Anda sudah tidak mau mendengarkan Anda, maka pergilah menjumpai seorang konselor dan mediator keluarga agar ia menjembatani kembali komunikasi yang retak dan rusak. Konselor ahli tentunya punya cara untuk menyambung kembali tali komunikasi yang sudah putus.

Tidak Ada Jalan Yang Mudah

Jika komunikasi sudah terjalin dengan baik, ngobrol sudah enak, barulah orangtua bisa menyampaikan keinginannya. Disepakati bersama apa saja kegiatan yang juga mengasyikkan buat anak. Hobi apa saja yang bisa dikembangkan dan disalurkan supaya perhatian anak tidak melulu ke games. Mendengar aspirasi dan harapan anak kepada orangtua, dan sebagainya.

Kalau sudah kecanduan, maka tidak ada jalan yang mudah dan gampang. Kadang membuat kita menangis dan berjuang kembali merebut anak-anak kita. Sebagai orangtua kitalah yang perlu dengan rendah hati berubah. Supaya dengan perubahan kita, anak-anak berubah.


Sumber : Julianto Simanjuntak, MDiv, MSi/jawaban.com

Bertengkar Di Depan Anak Menunjukkan Ketidakdewasaan

Sebagai orangtua, kita semua bersalah untuk hal ini. Kita bertindak seperti anak-anak di depan anak-anak kita ketika kita masuk ke dalam sebuah argumen dengan pasangan kita. Keadaan ini sangatlah menyedihkan ketika putra putri kita melihat langsung ketidakdewasaan kita sebagai orangtua dan dampak terburuk dari hal ini adalah emosional mereka pun ikut rusak karena kesalahan kita.

Jadi, mengapa kita melakukannya? Orangtua memiliki kemampuan ajaib untuk lupa bahwa anak-anak mereka mendengar dengan jelas setiap perkataan yang keluar dari mulut mereka saat bertengkar. Atau orangtua malah berpikir bahwa anak-anak mereka terlalu kecil untuk memahami isi dari pertengkaran dan mengabaikan untuk menyadari bahwa nada negatif yang kita gunakan akan ditiru anak-anak kita. Anak-anak melakukan apa yang kita lakukan bukannya apa yang kita katakan, meskipun kita seringkali berharap sebaliknya. Jika mereka melihat kita menyelesaikan perselisihan dengan perdebatan, mereka akan mempelajari taktik yang sama.

Lalu apa yang harus kita lakukan saat kita tidak sependapat dengan pasangan sementara anak-anak sedang berada di hadapan kita? Tunda ketidaksetujuan Anda untuk sementara waktu. Simpan masalah untuk sementara waktu sampai anak-anak tertidur atau bermain di luar rumah. Sangatlah tidak adil bagi mereka untuk melihat ayah dan ibunya bertengkar hebat di hadapan mereka sementara mereka tidak dapat melakukan apa-apa untuk memihak. Seorang anak tidak boleh berada di dalam posisi dimana mereka harus memilih salah satu antara ayah atau ibunya. Tidak ada yang dapat membuat seorang anak merasa sangat tidak aman ketika mereka melihat ayah dan ibunya tidak berada dalam satu tim yang solid. Dan jika orangtua tidak berada di dalam tim yang sama, maka anak-anak akan merasa mereka perlu pergi untuk mencari rasa aman.

Salah satu dampak terburuk dari berdebat di depan anak-anak adalah saat kita sebagai orangtua hendak menerapkan pengasuhan atas mereka. Secara garis besar pola pengasuhan harus diputuskan bahkan sebelum pasangan memiliki anak. Hal-hal seperti pengaturan pola tidur, sekolah, disiplin, sistem kepercayaan, dan persiapan keuangan anak merupakan beberapa contoh dari hal-hal pengasuhan yang penting. Tidak memiliki rencana pengasuhan alu kemudian bertengkar tentang gaya pengasuhan yang berbeda tidak akan menghasilkan apa-apa selain mengurangi rasa hormat anak-anak kepada ayah dan ibunya. Saat berbeda pendapat, carilah solusi bersama tapi tidak di depan anak-anak. Jika Anda merasa masih perlu banyak belajar untuk menjadi figur orangtua yang baik, maka berpura-puralah untuk selalu menjadi orangtua yang baik sampai Anda benar-benar telah berhasil. Bagian dari menjadi orangtua yang baik adalah saat kita dapat memainkan peranan sebagai orangtua dengan baik.

Salah satu efek samping terburuk dari hidup di dalam lingkungan yang tidak bersahabat adalah stres. Stres seharusnya jangan pernah menjadi bagian hidup dari seorang anak. Beberapa stres yang menyehatkan seperti tantangan menyelesaikan tugas sekolah, pengalaman melakukan hal-hal baru, atau perubahan normal dalam kehidupan seorang anak adalah baik, untuk membantunya bertumbuh sebagai seorang pribadi. Bagaimanapun juga stres negatif yang disebabkan karena tinggal di dalam sebuah keluarga tidak bahagia yang dipenuhi konflik sangatkah buruk bagi kesehatan mental dan fisik seorang anak. Jika kali lain Anda harus bertengkar untuk memutuskan apakah si kecil harus dilatih sepak bola atau les piano, mintalah masukan dari anak Anda sendiri akan kegiatan apa yang ingin dipilihnya.

Belajarlah untuk memilih pertengkaran Anda. Jika Anda seorang yang selalu memulai pertegkaran, mungkin masalah terletak pada Anda dibandingkan pasangan Anda. Hal yang lebih mengkuatirkan dari hal ini adalah Anda mungkin mengasuh anak Anda dengan cara yang sama. Memukul dan memarahi anak merupakan cara yang menyedihkan dan sangat tidak efektif untuk memotivasi, mendorong maupun menginspirasi buah hati Anda untuk mencapai kapasitas kedewasaan terbaik yang ia bisa. Hal terburuk dari semua, sebutan yang serigkali kita berikan saat sedang berada di tengah pertengkaran dapat meninggalkan kesan yang permanen baik bagi pasangan maupun anak yang mungkin belum mengerti bahwa sebutan itu hanya terlontar dalam suasana panas saat itu saja.

Apakah ada batasan usia bagi seorang anak untuk melihat langsung bagaimana orangtuanya berdebat tanpa terkena dampak buruknya? Mungkin tidak ada. Tak peduli berapapun usia seorang anak, apakah di sekolah dasar, remaja maupun orang dewasa yang bahkan mungkin sudah menjadi orangtua, mendengar orangtuanya bertengkar akan selalu membuatnya canggung, tidak nyaman, dan tertekan. Tanpa diragukan lagi bahkan bagi manula jika masih memiliki orangtua dan melihatnya bertengkar akan merasakan hal yang sama.

Jika Anda menemukan bahwa diri Anda terus-menerus berdebat dengan pasangan Anda, baik di depan anak-anak maupun hanya antara Anda berdua, mungkin Anda berdua perlu introspeksi diri dan mengembangkan kepribadian Anda. Perpustakaan dan toko buku dipenuhi dengan buku pengembangan diri yang dapat membantu Anda memiliki pernikahan yang lebih harmonis. Beberapa orang bahkan memperlakukan orang asing lebih ramah daripada memperlakukan pasangan mereka sendiri. Bersikap baik dan hormatilah satu sama lain maka anak-anak Anda akan mendapatkan manfaat dari lingkungan yang damai dimana mereka dibesarkan. Belajarlah bagaimana mengontrol emosi Anda, mengontrol amarah Anda, dan mungkin sedikit lebih mengalah dan suka menolong, pada akhirnya akan membuat Anda menjadi seorang yang lebih menyenangkan untuk berada di sekitar siapapun juga.

Berdebat adalah tentang kontrol. Salah satu pihak selalu bersikeras bahwa dia benar sementara yang lain selalu salah. Jika Anda memiliki pola seperti ini setiap saat, maka memperbaiki masalah kepribadian perlu diupayakan. Memilih perkelahian dan menjadi jahat hanya akan membuat Anda tidak disukai oleh siapapun juga, dan sangat berbahaya bagi Anda sebagai pasangan mapun sebagai orangtua. Pertimbangkan jika menyakiti perasaan orang lain layak untuk dibenarkan. Bukankah Anda akan lebih bahagia jika membuat orang lain bahagia sebagai imbalannya? Duduklah dan pikirkan apa yang dapat Anda lakukan untuk menjadi seorang yang lebih baik dan lebih lembut baik sebagai pasangan maupun sebagai orangtua.

Jika perdebatan menjadi masalah dalam pernikahan Anda dan Anda tidak bisa mempertahankannya hanya antara Anda berdua, carilah konseling. Lebih buruk lagi jiak Anda terus-menerus berdebat di depan anak-anak Anda dan pada akhirnya berakhir dengan perceraian. Maka anak-anak pun tidak memiliki pilihan selain harus memilih antara ayah atau ibunya. Tidak ada anak-anak yang dapat melihat perceraian sebagai sebuah pengalaman yang positif. Luka yang tak pernah sembuh merupakan hasil dari retaknya hubungan orangtua. Jika Anda merasa sulit untuk mempertahankan pernikahan, pertimbangkan perasaan anak-anak. Semua anak-anak berhak untuk tumbuh dalam lingkungan yang damai dan stabil.\

Sumber : profesorhouse.com/jawaban.com

Menyingkap Misteri Apa Yang Diinginkan Pria

Jika Anda telah beberapa kali menjalin hubungan dalam hidup Anda dan masih bingung dengan apa yang diinginkan pria, maka Anda mungkin lupa untuk menaikkan antena atau menghidupkan radar Anda.

Pria adalah misteri, meskipun pria seringkali mengeluhkan betapa wanita sangatlah misterius untuk dipahami, karena seringkali wanita mengatakan sesuatu ketika sebenarnya mereka menginginkan yang lain, dan bagaimana wanita begitu mengedepankan perasaan sehingga komunikasi seringkali menjadi sulit. Namun wanita – ketika sedang berada di antara kalangan mereka sendiri – juga percaya bahwa pria sama misteriusnya – kurang lebih demikian.

“Saya terus bertanya padanya akan warna teras yang sepertinya salah dan yang saya dapatkan hanyalah gumaman belaka. Apa maksudnya?”

“Di malam yang lain saya bertanya apada suami saya apa yang diinginkannya untuk makan malam dan ia berkata, ‘Apapun yang bisa segera kamu siapkan, sayang.’ Jadi saya sediakan fillet ikan dan salad mentimun. Lalu kemudian ia datang ke meja dan menggerutu, “Tidak bisakah kita mendapakan makanan yang lebih baik dari ini?’ Saya tidak tahu harus berbuat apa lagi. Ketika saya meminta pendapatnya, ia hanya menggumamkan beberapa kata. Saya benar-benar tidak mengerti apa yang diinginkannya.”

Kita cenderung membandingkan pria dengan novel misteri: akhir yang mengejutkan selalu datang belakangan, ketika Anda benar-benar tidak menduganya. Ketika Anda membalik halaman demi halaman, Anda merasakan nuansa misteri, tetapi Anda hanya memiliki gagasan yang kabur mengenai apa yang sebenarnya terjadi karena penulis telah begitu cerdik memanipulasi plot, menggunakan adegan demi adegan bermakna sebelum kebenaran terungkap. Kabut misteri mulai terungkap di halaman 999. Sebelum itu, persiapkan diri Anda untuk menikmati kisah maha panjang. Pria memang bagaikan plot kisah misteri. Para istri menyadari bahwa mereka tidak sepenuhnya mengenal siapa yang mereka nikahi, atau membuat para istri berkata, “Saya pikir saya tahu dirinya seperti membalik tanganku.” Namun jangan salah sangka. Tidak semua pria seperti itu, penuh dengan misteri.

Untuk Mengetahui Apa Yang Diinginkan Pria – Kenali Jiwa Mereka

Kedengarannya cukup sederhana bukan? Namun membaca jiwa merupakan seni yang belum diasah untuk kesempurnaan. Jiwa adalah esensi, inti dari keberadaan Anda. Dan ketika seseorang seringkali mengalami jalan memutar dalam hidupnya dan seringkali merasa kecewa, jiwanya menjadi kabur. Jadi dia sendiri tidak tahu pria seperti apa dirinya sebenarnya. Setelah melalui serangkaian peristiwa kehidupan yang sedih dan traumatis, cara pandangnya terhadap kenyataan menjadi berbeda  dengan Anda. Ketika dua orang menjalani level kehdupan yang berbeda, sangatlah sulit untuk mengetahui apa yang mereka inginkan.

Ketika Anda mecoba bertanya pada seorang remaja – yang sudah terjun dalam obat-obatan selama bertahun-tahun dan belum pernah mengenal kasih dan simpati – apa yang ia inginkan dari kehidupan? Cobalah mendapatkan jawaban langsung darinya!

Kembali pada apa yang diinginkan pria, hal ini akan membantu Anda untuk memahami beberapa asumsi mengenai sifat alami pria. Apa yang membuatnya bereaksi? Apa yang menjadi tombol penggeraknya?

Dr. John Gray yang menulis Mars and Venus on a Date (Harper Collins, 1997), mengatakan bahwa pria bagaikan obor sementara wanita seperti oven. Jika seorang wanita mengetahui hal ini secara naluriah, ia tidak akan terlalu frustrasi menghadapi pria. Dr. Grays mengatakan bahwa pria dapat sangat tertarik kepada seorang wanita, namun tiba-tiba kehilangan minat. Apakah karena mereka tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan dari wanita sasaran mereka? Apakah obyek dari keinginan mereka runtuh setelah mereka mendapatkan Y padahal mereka mengharapkan X? Dr. Gray mengatakan, “Pria bagaikan obor yang dapat memanas dengan sangat cepat dan kemudian mati seketika. Sedangkan wanita bagaikan oven. Perlahan-lahan memanas dan perlahan-lahan mendinginkan diri.”

Dr. Gray menunjuk pada persoalan yang sebenarnya: “Seorang wanita berasumsi jika seorang pria tertarik secara fisik kepadanya, maka pria itu juga berminat menjalin hubungan dengannya.” Itu adalah dua hal yang berbeda. Pria bisa saja terpesona pada wanita yang menarik. Pria menyukai apa yang ia lihat dan mencari tahu seberapa jauh ia bisa terus melangkah, tapi bisa jadi ia tidak memikirkan ‘hubungan’ sama sekali. namun wanita memikirkan sebaliknya.

Jika Anda Mengetahui Alerginya – Setengah Misteri Telah Terpecahkan

Kita tidak bicara mengenai alergi makanan atau parfum. Kita sedang bicara mengenai hal yang tidak berwujud, hal-hal yang selalu mengganggunya saat menjalin suatu hubungan.

Salah satu yang kita kenal adalah pria alergi terhadap komitmen. Para wanita, jika Anda ingat aturan utamanya, Anda akan belajar untuk tidak terlalu cepat membicarakan komitmen dalam suatu hubungan. Hal itu harus datang dari dirinya. Dia harus bersedia dan siap mengubah status untuk menjalani kehidupan rumah tangga yang penuh dengan tanggung jawab. Cobalah batasi kebebasan masa kanak-kanak yang masih dibawanya hingga saat ini dan lihatlah apa yang terjadi. Ia akan berubah menjadi monster secara tiba-tiba karena Anda tidak menanggapi keinginannya dengan serius.

Dan ini alergi pria lainnya: pria tidak menginginkan badai, berkonfrontasi secara emosional. Pria akan melarikan diri jika Anda memiliki kebiasaan sering menangis. Lupakan akan pernyataan bahwa tangisan dapat membagkitkan naluri pelindung pria. Hal itu memang benar, namun akan menjadi kebal jika terjadi berulang kali.

Para wanita, dengarkanlah: berteriak-teriak dan mengoceh akan memicu keinginan pasangan Anda untuk lari dari Anda. Ketika Anda sedang merasa emosi, salah satu hal praktis yang baik adalah untuk tidak berdebat. Sebaliknya, katakanlah Anda akan mendiskusikan hal ini setelah Anda merasa lebh baik dan lebih tenang. Hal ini juga merupakan cara yang baik untuk menghindari Anda dari mengatakan hal-hal yang menyakitkan dan akan Anda sesali kemudian.

Apa Yang Pria Inginkan – 4 Tingkat Daya Tarik

Dr. Gray memberikan wawasan akan 4 tingkat daya tarik pria yang dapat membantu kita untuk menguraikan apa yang diinginkan pria. Menjadi akrab dengan psikologi pria akan menjadi petunjuk bagi kita bagaimana harus berperilaku dan mengajar kita bagaimana agar TIDAK membuat minatnya terhadap kita berkurang.

Tingkat Satu: Daya Tarik Fisik

Hal ini merupakan level terendah bagi seorang pia, tanpa memandang usia. Pria yang lebih muda akan memikirkan seorang wanita dalam hal fisik, sementara pria yang lebih tua, pria yang lebih dewasa juga akan tertarik pada seorang wanita dalam hal fisik, terutama jika mereka sedang dalam tahap pendekatan. Daya tarik fisik penting bagi pria. Wanita harus memahami bahwa ini merupakan tahap yang paling awal dari sebuah kencan. Mereka tidak harus berpikir bahwa langkah logis berikutnya bagi seorang pria adalah untuk mengajukan pernikahan.

Tingkat Dua: Daya Tarik Emosi

Dr. Gray mengatakan ketika seorang pria mulai merasakan keterikatan emosi, dia “akan merasa nyaman dan sayang terhadap seorang wanita bukan hanya karena ia merasa tertarik secara fisik, tetapi karena ia ingin menjadi lebih dekat karena memang dia suka kepadanya.”

Tingkat Tiga: Daya Tarik Mental

Daya tarik mental merupakan tingkatan dimana seorang pria mulai menyadari bahwa wanita yang ia kencani memiliki karakter yang layak untuk dicermati lebih dekat. Sang pria mulai menemukan ciri-ciri kepribadian yang belum pernah dilihat sebelumnya: kekuatan, kepercayaan diri, kemampuan menangani stres, dll. Hal ini juga merupakan tahap ketika pria mendeteksi tingkat kedewasaan sang wanita dan menghargainya.

Tingkat Empat: Daya Tarik Jiwa

Dr. Gray mengatakan bahwa pada tingkat ini, hati pria akan terbuka. Akhirnya! Cinta sedang dalam perjalanan, dan pria sedang berpikir, “Mungkn yang satu ini adalah orangnya.”

Pria Juga Menginginkan Ini...

Sebuah artikel dari koran Kanada melaporkan sebuah survei mengenai apa yang dicari pria dari wanita. Setelah pria berdamai dengan daya tarik fisik dan emosional, pria yang serius memikirkan seorang wanita akan menempatkan prioritas pada kesetiaan, bukan hanya sekedar pada penampilan dan otak.


Sumber : professorshouse.com/jawaban.com

7 Tips Menghadapi Amukan Balita Di Depan Umum

Ketika balita Anda mengamuk di rumah, Anda dapat memindahkannya ke ruangan lain, menjauhinya, atau mengabaikan semua amukannya. Namun ketika Anda berada di luar rumah dan di tempat umum, di tengah tatapan mata orang banyak yang tidak dapat membantu, jauh lebih sulit bagi Anda untuk mengambil suatu tindakan.

Setiap ibu terkadang berharap agar tidak ada anak lain di taman. Karena anak-anak lain akan membawa mainan mereka sendiri, sepeda mereka sendiri – dan orangtuanya. Kemudian anak Anda ingin menggunakan sepeda yang dimiliki anak lain. Saat anak yang memiliki sepeda berkata tidak, anak Anda pun mengamuk, dan orangtua lain hanya melihat dengan pandangan tidak setuju ketika Anda mencoba memberikan alasan kepada anak Anda yang baru berusia tiga tahun namun gagal.

Berikut adalah 7 saran yang dapat Anda gunakan untuk menghindari amukan anak di depan umum:

1. Mulailah Secara Cerdas

Beberapa persiapan pekerjaan dapat memusingkan kepala ketika amukan datang sebelum dimulai. Bila Anda berada di rumah, mainkan peranan skenario yang berbeda. Berikan anak kesempatan untuk berlatih menanggapi berbagai situasi. Misalnya saja jika pandangan balita Anda tertuju pada mainan keren yang dimiliki anak lain dan tidak tertarik untuk meminjamkan mainannya kepada anak Anda, apa yang dapat anak Anda lakukan atau katakan? Lakukan dengan memberikan beberapa opsi, dan tekankan tidak semua anak akan berbagi dengan anak Anda. Pertimbangkan agar anak Anda membawa mainannya sendiri saat pergi ke tempat umum.

2. Tetapkan Harapan Sejak Awal

Sangatlah penting untuk menetapkan harapan sebelum Anda meninggalkan rumah. “Kita akan pergi ke toko untuk membeli susu, telur, dan roti. Kita tidak pergi untuk membeli mainan.” Mintalah agar anak Anda mengulangi informasi ini dan tetap bahas hal ini dengannya. “Kita tidak akan membeli mainan. Jack tidak akan berteriak atau menangis. Apakah kamu akan berteriak atau menangis?”

Banyaknya pengulangan akan membantu Anda memberi penekanan pada maksud Anda, sebagaimana kata-kata refrase anak Anda akan kembali kepada Anda.

3. Persiapan

Jika Anda tahu semua ibu lain membawa makanan ringan saat berjalan-jalan ke taman dengan anak-anak mereka, bawalah sesuatu yang dapat dikunyah anak Anda. Jangan tarik anak Anda dan memaksanya terus bermain selama tiga jam dengan berharap balita Anda akan tetap ceria dan tenang sepanjang waktu tanpa adanya hadiah kecil. Dan jangan bawa anak Anda ke restoran yang hanya akan membuat Anda menunggu lebih lama untuk mendapatkan makanan pembuka.

4. Perjelas Aturan Anda

Jika Anda membuat pengecualian terhadap suatu aturan, perjelas tentang apa yang Anda lakukan. Misalnya saja, jika Anda tidak pernah membeli es krim di taman, tetapi Anda melakukannya hari ini untuk merayakan kesuksesan balita Anda ke toilet sendiri, katakan demikian secara eksplisit, “Kita biasanya tidak membeli es krim di sini, tapi hari ini berbeda. Hari ini kita membeli es krim karena kamu berhasil menggunakan toilet! Hari ini berbeda dan spesial. Besok kita tidak akan membeli es krim di sini, tapi hari ini kita membelinya.”

5. Abaikan Penghakiman Dari Orang Lain

Anda telah melakukan persiapan, Anda telah membuat rencana – dan entah kenapa hal itu tidak berjalan dengan baik. Saat ini Anda terjebak di tengah-tengah toko dengan seorang anak yang sedang menjerit, troli yang penuh dengan barang belanjaan, dan kerumunan pasang mata yang tidak bersahabat memperhatikan setiap gerak Anda. Apa yang Anda lakukan?

Pertama-tama, ingatlah bahwa orang asing akan tetap menjadi orang asing. Mereka tidaklah terlalu penting. Siapapun yang memiliki anak pasti secara diam-diam mengucapkan doa agar mereka tidak berada di posisi Anda saat itu. Bagaimana dengan mereka yang menghakimi Anda?

Siapa yang membutuhkan mereka? Buang mereka dari pikiran Anda, dan berkonsentrasilah pada anak Anda. Ingat juga bahwa meskipun kita menganggap semua orang mengawasi gerak-gerik kita, kebanyakan orang sebenarnya jauh lebih egois dan terlalu sibuk memikirkan diri mereka sendiri daripada fokus pada orang lain.

Jika Anda sedang tidak terburu-buru, bawalah anak Anda ke tempat yang relatif tenang dari toko dan dudukkan ia di lantai, di kereta belanja, di kursi, atau dimanapun. Duduklah atau berdiri di dekatnya dan keluarkan ponsel, buku atau barang apapun yang dapat pura-pura dijadikan fokus Anda selama beberapa menit. Abaikan anak Anda dan jangan merespon sampai ia berhenti berteriak. Jangan membuat alasan atas tingkah lakuknya, jangan minta maaf atas kelakuan anak Anda, dan jangan sungkan untuk melontarkan komentar sinis kepada siapa saja yang merasa perlu berkomentar atas gaya pengasuhan Anda. Ingat, mereka bukan masalah Anda.

Anak Anda pada akhirnya akan tenang, dan Anda bisa memberinya pilihan: apakah  akan menyelesaikan kegiatan ini secara baik-baik, pulang dan mendapatkan sedikit pujian atas ketaatannya, atau membayar barang belanjaan saat ini juga, pulang dan ia harus menghabiskan waktunya selama satu jam di dalam kamar.

6. Jangan Menyerah

Namun bagaimana jika Anda harus menyelesaikan belanjaan Anda? Maka lakukanlah. Sedapat mungkin, abaikan anak Anda. Jangan memberikan respon, dan jangan menyerah pada godaan untuk mengatakan, “Berhenti merengek!” Abaikan anak Anda dan fokus untuk tidak mendengarkan anak Anda.

“Teriakan dan tangisan akan menjadi masalah ketika orangtua menyerah pada anak terlalu cepat atau terlalu sering. Hal ini hanya akan mengajarkan kepada anak bahwa amukan merupakan sebuah cara yang efektif untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan,” ujar Diane Ryals, pendidik dari University of Illinois Extension family life. Jadi, jangan lakukan itu. Lakukan apa yang perlu Anda lakukan, bawa balita Ada ke mobil atau bawa pulang ke rumah, dan biarkan ia tahu betapa kecewanya Anda atas perilaku yang ditunjukkannya.

7. Jadilah Konsisten

Selama Anda menangani amukan balita Anda secara efektif di rumah – dengan mengabaikan dan tidak menyerah – pada akhirnya mereka akan mengurangi perilaku ini ketika sedang berada di luar rumah bersama Anda. Meskipun hal ini tampaknya sulit untuk dipercaya saat ini, akan tiba harinya ketika Anda meminta remaja Anda untuk pergi keluar bersama. Sampai saat itu tiba, teguhkan hati Anda dan Anda dapat menikmati es krim ketika tiba di rumah.

Sumber : sheknows.com/jawaban.com