Ikuti perbincangan dengan saya mengenai bisnis, karir, pekerjaan, dan motivasi di acara BUSINESS LOUNGE setiap hari Kamis, jam 19.00-20.30 di radio RHEMA 88.6 FM Semarang

Kemenangan Piere Roland

Pria muda ini sudah lama berkecimpung dalam dunia entertaiment, dan sempat mengalami masa keemasan sekitar tahun 2005. Piere Roland, pemeran utama sinetron Gerhana ini memulai karirnya dari menjadi bintang iklan, waktu itu kira-kira dia masih kelas 6 SD. Bertumbuh menjadi remaja dengan wajah tampan, Piere mulai masuk dunia modeling pada tahun 1993, sewaktu dia masih duduk di kelas 2 SMP.

"Bisa tembus ke sinetron, pertama kali pada tahun 1995 lewat sinetron Lupus. Semenjak itu, terus main sinetron sampai tahun 1998 saya mendapat peran utama di Gerhana. Dari 26 episode, Gerhana akhirnya selesai jadi 256 episode. Berarti itu berjalan hampir lima tahun."

Dalam usianya yang masih 19 tahun, Piere terbilang sangat sukses dengan membintangi sinetron tersebut.

"Dalam materi, penghasilan saya saat itu kurang lebih sekitar 70 juta setiap bulan."

Pendapatannya yang begitu besar saat itu, membuat dia semakin terlena dengan kemewahan dan dunia malam.

"Saya waktu itu sangat bangga dengan diri saya. Umur 19 tahun, duit ngga kekurangan, punya semua, tapi sayangnya saya bodoh. Saat itu saya adalah adalah perokok dan peminum. Saya minum setiap hari, dan perokok berat."

Namun kehidupan tidak semulus seperti yang diharapkan Piere, hingga satu titik karirnya mulai menurun dan membuatnya tidak memiliki apapun.

"Tiba-tiba semuanya hilang, sampai saya beli satu bungkus rokok saja ngga bisa. Karena memang waktu itu semua job stop, dan mengenai uang yang saya dapatkan, saya tidak tahu habisnya kemana saja. Pelan-pelan saya mulai naik lagi, saya mulai bisa menghasilkan lagi, lalu jatuh lagi. Lama-lama stress yang saya alami semakin tinggi karena mengerjakan beberapa hal, sampai akhirnya saya jatuh sakit. Seumur hidup saya, saya tidak pernah dirawat dirumah sakit, hari itu adalah pertama kali dalam hidup saya, saya masuk rumah sakit. Walaupun sakit, pasti di rawatnya di rumah. Itu pecah telor hari itu, dan itu merubah hidup saya."

Setelah menjalani pemeriksaan dan menjalani tes laboratorium, dokter menjatuhkan vonis atas dirinya.

"Ternyata saya adalah insulin dependent, tipe satu dari diabetes."

Sakit diabetes yang Piere derita membuatnya harus berkali-kali keluar masuk rumah sakit. Namun hal ini tidak membuat Piere jera, anehnya, hal ini semakin membuatnya tenggelam dengan mabuk-mabuk. Hingga suatu malam ia mengalami hal yang paling menakutkan dalam hidupnya.

"Ngga tahu kenapa, saya merasa hari itu adalah hari terakhir saya. Saya tidak bisa bernafas. Saya tidak bisa bernafas sama sekali. Rasanya hari itu nafas itu mahal sekali. Saya menghirup nafas, tetapi rasanya tidak ada udara yang masuk. Paru-paru saya sepertinya tidak bisa memompa udara, hanya sedikit sekali udara yang saya bisa hirup."

Kondisi Piere sangat kritis, pasangan hidupnya saat itu bersamanya dirumah sakit, namun tidak berani masuk keruangan dimana Piere dirawat karena tidak tega melihat keadaannya.

"Waktu kami belum menikah, kami baru berencana akan menikah. Setelah semua ini berlalu, baru saya tahu bahwa istri saya waktu itu bahwa dia merasakan hal yang sama dengan saya."

"Biasanya saya langsung berdoa, ‘Tuhan kenapa bisa sampai kaya gini?' Biasanya saya selalu meminta terus, ‘Saya harus gimana? Mesti ini, mesti itu...' karena kejadian ini bukan hanya sekali saja, hal itu sudah ketiga kali sewaktu itu. Jadi saya lebih banyak meminta, namun pada malam itu doa saya berbeda. Saya lebih banyak berserah. Beberapa kali saya diminta kedalam, namun saya ngga berani. Dalam pikiran saya terbersit pikiran ‘apakah ini hari terakhir dia.' Karena kalau dilihat dari fisiknya, itu sudah benar-benar kritis. Jadi saya ngga mau ngeliat dia lagi, dari pada aku masuk kedalem, tapi malah bikin dia nge-drop. Akhirnya mama masuk kedalam, dan setelah itu kita dapat kabar lagi, kata dokter leher Piere harus di bolongin. Kita rundingan dulu, rundingan keluarga. Pada saat itu aku ngga ikut-ikutan, karena aku Cuma mikir kalau Tuhan mau ambil Piere, ambil aja." Demikian tutur Bonita, istri Piere.

Malam itu menjadi malam yang menakutkan bagi Piere karena pasien di kanan dan kirinya meninggal dunia. Namun anehnya, pada keesokkan harinya Piere sembuh total.

"Saya bangun dalam keadaan yang sangat baik. Menghirup udara dengan sangat bebas, seperti sekarang ini. Saya sembuh 100 persen."

Namun apa yang Piere alami di hari itu tidak juga membuatnya jera.

"Ada satu momen dimana saya jatuh lagi sama rokok. Ketika saya shooting lagi sampai subuh terus, saya mulai merokok lagi. Susah memang, manusia punya bad habit itu susah dihilangin. Sampai saat itu saya tidak tahu bagaimana caranya menghilangkan kebiasaan buruk saya," ungkapnya.

"Sampai anak saya berumur empat bulan, karena dia lahir di Macao saya harus jemput dia. Saya berada di airport, saya masih simpan satu bungkus rokok. Waktu itu saya merokok dua bungkus setiap hari. Saya pegang rokok itu, saya lihat, dan saya tentukan hari itu, saya harus berhenti merokok. Saya lihat tong sampah, saya buang satu bungkus rokok itu. Oooh gini ya Tuhan, ternyata gitu caranya berhenti. Harus hegh...! Kalau saya mau berhenti merokok, saat ini juga saya mau berhenti, saya berhenti. Bukan ngurang-ngurangin, bukan hari ini tidak merokok, besok merokok. Tapi saat ini juga komit sama Tuhan. Dess! Pasti bisa. Hari itu, karena karena saya mengambil keputusan, saya mau berhenti dari merokok dan hingga saat ini saya tidak merokok dan minum. Dan saya bisa mengambil keputusan itu karena apa? Karena saya mau memberikan sesuatu buat Tuhan. Dan itu change my life banget."

Demikianlah kehidupan Piere dan keluarganya dirubahkan, dimulai dari sebuah keputusan untuk komitmen di hadapan Tuhan untuk berubah.

"Berhenti merokok dan minum adalah sesuatu yang sulit buat saya. Jadi jika saya bisa melakukannya hingga saat ini, jika bukan karena bantuan dari Tuhan, hal itu tidak mungkin sama sekali."

"Jadi selama hidup saya, tiga hal yang saya dapatkan, yang pertama uang, kekuasan dalam bidang saya dan kedudukan dalam bidang saya, ternyata ketiga hal ini tidak bisa memberikan kepuasan dalam hidup saya. Saya tidak pernah merasa puas. Dan sekarang yang berbeda dari dulu adalah saya dapatkan kebahagiaan didalam Tuhan. Kebahagiaan itu sangat mahal sekali. Lalu point hidup saya mulai berubah dari situ, saya mulai menghargai Tuhan beri saya nyawa lagi pada saya. Nyawa itu ternyata mahal sekali. Tuhan beri kelepasan pada saya. Dan ketiga yang saya pelajari adalah ketiga hal tadi uang, kedudukan dan kekuasan pada akhirnya tidak akan menyelamatkan kita."

Dan inilah pengakuan dari Piere Roland, "Tuhan Yesus saya hidup, Tuhan Yesus saya hebat, dan sampai hari ini kalau saya boleh bilang, fyuh.... Unbelievable.. saya ngga tahu mau ngomong apa.. terlalu dashyat buat saya."

(Kisah ini sudah ditayangkan pada 3 November 2009 dalam acara Solusi Life di O'Channel)

Sumber : www.jawaban.com

saat Aku Terjun Dari Gedung

Saat aku meloncat dari atas gedung ...

 image001

 

 

 

Kulihat pasangan yang saya tahu sebenarnya saling mencintai sedang bertengkar dan saling memukul satu sama lainnya di lantai 10

image002

 

 

 

 

 

 

Kulihat Peter yang biasanya kuat dan tabah ternyata sedang menangis di lantai 9

image003

 

 

 

 

 

 

Kulihat temanku Ah Mei memergoki tunangannya sedang bercinta dengan sahabatnya sendiri di lantai 8

image004

 

 

 

 

 

 

 

Kulihat sahabatku bernama Dan sedang meminum obat anti depresi di lantai 7

image005

 

 

 

 

 

 

 

Di lantai 6, kulihat juga sahabatku yang lain yaitu Heng, seorang pengangguran terus membeli 7 koran  berbeda untuk mencari lowongan kerja tiap hari

image006

 

 

 

 

 

 

 

Di lantai ke 5, Mr. Wong yang sangat dihormati publik ternyata sedang mencoba baju dalam istrinya

image007

 

 

 

 

 

 

Di lantai 4, Rose sedang bertengkar hebat dengan pacarnya karena suatu hal

image008

 

 

 

 

 

 

 

Di lantai 3, seorang kakek tua selalu memandang ke arah jendela mengharapkan ada seseorang yang datang untuk

image009

 

 

 

 

 

 

 

Di lantai 2, kulihat Lily sedang memandangi foto suaminya yang sudah meninggal 6 bulan lalu

image010 image011 image012

Sebelum aku melompat dari gedung, kupikir aku adalah orang yang paling malang di dunia ini

Sekarang aku sadar bahwa setiap orang punya masalah dan kekuatirannya sendiri

Setelah kulihat semuanya itu, aku tersadar bahwa ternyata keadaanku sebenarnya tidak begitu buruk seperti yang aku kira

image013

Semua orang yang kulihat tadi sekarang sedang melihat aku...

image014 

Kurasa setelah mereka melihatku sekarang, mungkin mereka merasa bahwa situasi mereka sama sekali tidak buruk.

 

"Bersyukurlah atas dirimu apa adanya karena bila kamu membandingkan dengan orang lain, kamu akan terkejut dengan rahasia hidup mereka"

My Redeemer Lives - Team Hoyt

Ini adalah cuplikan perjuangan sang ayah untuk membahagiakan anaknya. Betapa kasih seorang ayah mampu mengatasi segala hal, dari yang tidak mungkin menjadi mungkin, semua karena kasih.

Setiap kali saya melihat video ini dan mendengarkan lagu yang mengiringinya membuat saya menangis dan semakin kuat untuk menjalani kehidupan ini dengan Tuhan, tidak peduli seberapa berat yang saya alami, sekalipun harus merangkak, aku akan terus jalan dengan Yesusku.

Ketika Pria Butuh Waktu Sendiri

Setiap pria secara periodik membutuhkan sejenis pelarian untuk menyendiri. Mungkin saat itu ia sedang lelah bekerja, perlu waktu berpikir, memiliki stres tingkat tinggi, tidak punya solusi untuk suatu persoalan, atau bahkan ia tak tahu mengapa ia perlu menyendiri. Terkadang pria hanya sekedar merindukan waktu sendirian.

Pelarian seperti ini perlu bagi seorang pria untuk menolongnya berpikir, bersantai, berkumpul, mengisi tenaga kembali dan menarik nafas dari rutinitas yang harus dijalaninya setiap hari. Waktu menyendiri memelihara jiwa seorang pria. Dulunya, pria akan pergi ke laut lepas, mengeksplorasi lahan-lahan baru, berkuda ke gunung-gunung, dan berburu. Di hati pria masih ada tempat untuk menyendiri. Dari seribu cara untuk melakukan hal ini, ia mungkin akan menonton televisi, bermain internet, memancing, main golf, bersepeda atau jogging, olahraga, berkonsentrasi pada hobi atau proyek, ataupun bekerja lebih lama.

Dengan cara-cara ini para pria menyatakan kebutuhannya untuk menyendiri. Tetapi menurut pandangan wanita, hubungan yang sehat itu harus dekat. Semakin dekat, semakin baik. Suami yang terlalu banyak menyendiri membuat istri membunyikan alarm bahaya dan merasa kesepian. Ketika sang suami menuntut waktu untuk sendiri, sang istri cenderung berpikir, dan mungkin bertanya, "Mengapa kamu tidak melakukannya bersama aku?" atau "Apakah kamu tidak suka menghabiskan waktu bersama aku?" Pertanyaan ini merupakan sebuah usaha agar suaminya lebih mendekat dan meyakinkan sang istri bahwa suaminya benar-benar mencintai istrinya. Namun jika sang istri terlalu menuntut atau terlalu tergantung, biasanya membuat sang suami merasa terlalu dikendalikan sehingga sang suami mencari lebih banyak waktu untuk sendiri.

Waktu untuk sendiri maupun kedekatan sebagai suami istri merupakan kebutuhan yang sah dan setiap hubungan membutuhkan keseimbangan dari keduanya. Jika terlalu banyak ruang untuk menyendiri, maka hubungan dapat terputus dan pernikahan mulai mirip dua orang yang hanya tidur sekamar, bukannya sepasang suami istri. Walaupun begitu, jika terlalu banyak kedekatan, sebuah hubungan akan masuk ke dalam jaring sehingga setiap pasangan kehilangan identitas individunya. Kahlil Gibran bahkan menulis, "Biarlah ada ruang di antara kebersamaanmu." Seiring dengan waktu-waktu keintiman, pasangan yang sehat juga menciptakan saat-saat yang berjarak di mana mereka saling mendukung satu sama lain untuk mengejar apa yang menjadi tujuannya dan pengembangan pribadinya.

Seorang pria biasanya memerlukan waktu untuk sendiri selama ada konflik. Apabila pria merasa frustrasi, suntuk, disalahkan, dikuasai, tidak dihormati atau dihina, mereka cenderung bereaksi dengan dua pertahanan. Kalau tidak menyerang atau mengundurkan diri, ia kadang-kadang menyerang, kemudian mundur (saya menyebutnya tabrak lari). Apabila mereka mundur, kerap kali karena mereka menyadari sebuah serangan baik secara emosional, lisan atau fisik tidak membuat dampak positif. Sehingga sepertinya mundur merupakan pilihan yang paling rasional dan paling aman.

Akan tetapi, reaksi ini justru menimbulkan ketakutan di hati wanita. Wanita menemukan kenyamanan di dalam kedekatan, sehingga jika seorang suami mengundurkan diri, seorang istri cenderung mengejar. Ia ingin meyakinkan semuanya berjalan dengan baik. Tetapi begitu ia semakin dekat, saat itu pula suaminya semakin menghindar. Bukan karena ia tidak mencintai istrinya, tetapi karena ia merasa suntuk. Sang suami tidak menolak istrinya, namun ia sangat menginginkan ruang untuk menenangkan dirinya dan memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya.

Sang istri seharusnya memberikan waktu bagi sang suami untuk sendiri ketika ia memerlukannya. Tetapi di sinilah seorang suami yang baik dapat memberikan kedekatan yang diperlukan istrinya ketika ia menjelaskan saat ia butuh sendiri. Cukup beritahu sang istri dengan nada suara yang tenang: "Aku butuh waktu untuk sendiri", "Aku mau ke sana", "Aku akan kembali", "Di saat aku kembali, kita bisa melanjutkan percakapan ini" atau "Kita dapat membereskannya kembali nanti". Kini istrinya dapat memiliki rasa percaya diri bahwa ia tidak ditolak atau tidak dihiraukan.

Alasan lain seorang pria mungkin membutuhkan ruang adalah karena ia merasa tidak dimengerti, malu, atau sedang sensitif - terutama jika ia merasa gagal dalam mencari nafkah, melindungi, menjadi orangtua, atau gagal dalam pernikahan. Rasa tidak nyaman ini membuat pria diam dan menyepi sampai ia dapat mengatasinya. Tanpa waktu untuk sendirian, ia akan dengan mudah dan segera merasa terpojok, di mana ia mungkin menyerang dengan kata-kata yang tak terpikirkan sebelumnya, tapi akan disesali kemudian.

Berikut beberapa cara yang membangun bagi seorang istri agar dapat memberikan ruang kepada suaminya:

  1. Doronglah suami Anda untuk menghabiskan waktu bersama sahabat-sahabatnya.
  2. Jangan terlalu banyak bertanya.
  3. Ciptakan perdamaian di rumah.
  4. Ciptakan saat-saat hening.
  5. Pastikan suami Anda mempunyai ruangnya sendiri di rumah.
  6. Dukung hobinya.
  7. Berterimakasihlah kepada suami Anda atas apa yang dilakukannya bagi Anda.
  8. Menonton televisi bersama.
  9. Biarkan ia sendirian.
  10. Ingat, Anda tidak harus melakukan semuanya bersama-sama.

Bagi wanita, rasa aman datang dari kedekatan dan hubungan. Bagi pria, rasa aman datang dari ruang dan jarak. Walaupun demikian, jika pria sedang bekerja keras, mereka perlu kedekatan lebih daripada yang mereka sadari. Masalahnya bukan karena mereka memandang rendah kedekatan, tetapi mereka tidak percaya bahwa kedekatan itu akan sangat membantu. Mereka harus merasa cukup aman agar bisa membuka diri.

Memberikan ruang berarti menghormati dan menghargai pria. Memberikan kedekatan berarti menunjukkan cinta dan penguatan bagi seorang wanita. Keduanya penting, tidak ada strategi yang salah. Seorang wanita harus mengizinkan seorang pria bila ia membutuhkan waktu untuk sendiri, dan seorang pria harus ingat untuk datang kembali dan memenuhi kebutuhan istrinya. Saling berbicara, mendengarkan, berpegangan tangan, berkencan, menulis memo yang mengungkapkan cinta, rencana untuk berpiknik bersama, berdoa bersama dll. Tolonglah istri Anda untuk menghilangkan rasa tidak berharga yang dapat muncul ketika ia ditinggalkan sendiri terlalu lama. Biarkan ia merasa dicintai dan dipedulikan.

Sumber : Dr. Steve Stephens – Lost In Translation / www.jawaban.com

Milikilah Pikiran Milyuner

Hadapi kenyataan ini, tidak semuanya kita menghasilkan ratusan juta setiap tahunnya, dan tak semuanya pula dari kita menerima limpahan warisan. Bagaimanapun, itu tidak berarti kita tidak bisa membangun kekayaan yang sejahtera - itu hanya membutuhkan waktu. Jika Anda masih muda, waktulah yang berada di samping Anda dan pensiun sebagai milyuner pun dapat diraih. Baca beberapa tips berikut untuk meningkatkan tabungan Anda dan bekerja dengan gol ini.

Hentikan pembelanjaan tak berdasar
Sayangnya, banyak orang memiliki kebiasaan berbelanja barang-barang dan pelayanan yang sebenarnya tidak mereka butuhkan. Dari pengeluaran-pengeluaran kecil seperti kopi di pagi hari, itu sebenarnya bisa menambah - dan juga mengurangi jumlah uang yang bisa Anda simpan. Pengeluaran-pengeluaran besar pada barang-barang mewah juga menahan banyak orang untuk menaruh uang dalam tabungan mereka setiap bulannya.

Ini artinya Anda membutuhkan sedikit pengorbanan dari kebiasaan berbelanja Anda. Tidak berarti pula Anda tak bisa lagi keluar dan bersenang-senang, tetapi artinya Anda harus membelanjakan dengan tidak berlebihan - dan menyiapkan sebuah budget jika Anda ingin menyimpan sejumlah uang.

Rencanakan dana pensiun secepatnya... alias ASAP!
Ketika seseorang menerima uang, tanggung-jawab pertama mereka umumnya adalah membayar pengeluaran-pengeluaran mendesak seperti biaya sewa kost atau kontrak rumah, makanan, dan kebutuhan-kebutuhan lainnya. Sekali pengeluaran-pengeluaran tersebut telah ditutupi, langkah selanjutnya adalah menyiapkan perencanaan dana pensiun.

Sayangnya, perencanaan pensiun seringkali tak dipikirkan oleh banyak orang muda. Misalkan saja Anda saat ini berusia 23 tahun dan memasukkan sejumlah uang untuk pos dana pensiun Anda setiap tahunnya sejumlah Rp 4,8 juta (itu artinya hanyalah 400 ribu setiap bulannya!). Bayangkan jika itu konsisten Anda lakukan, ketika Anda berusia 50 tahun Anda sudah memiliki dana pensiun 129,6 ratus juta.

Belum lagi ditambah dari dana pensiun tempat Anda bekerja jika Anda mendapatkan fasilitas tersebut.

Tingkatkan kepekaan akan pajak
Terkadang beberapa orang berpikir bahwa dengan mereka melakukan pajak-pajak mereka sendiri itu akan menyimpan sejumlah uang bagi mereka. Dalam beberapa kasus, itu bisa saja benar. Bagaimanapun, di beberapa kasus lain itu justru bisa saja membuat mereka menghabiskan lebih banyak uang karena mereka gagal mengambil keuntungan dari banyak potongan yang tersedia bagi mereka.

Cobalah untuk lebih ter-edukasi sehingga mengetahui item-item apa yang bisa dipotong. Tetapi, jika ternyata Anda tak bisa untuk menjadi lebih ter-edukasi lagi dengan pajak pendapatan Anda sendiri, bisa saja Anda membayar untuk mendapatkan pertolongan dari yang ahli.

Menyewa Versus Membeli
Dalam beberapa masa di hidup kita, kebanyakan dari kita menyewa sebuah rumah atau sebuah apartment dikarenakan kita tidak mampu untuk membeli sebuah rumah, atau dikarenakan kita masih tidak yakin dimana kita ingin tinggal untuk jangka waktu panjang. Dan itu oke-oke saja. Bagaimanapun, menyewa tidaklah selalu sebuah investasi jangka panjang yang bagus dikarenakan membeli sebuah rumah adalah cara yang bagus untuk membangun sebuah ekuitas.

Membeli mobil-mobil mahal
Tak ada yang salah dengan membeli sebuah kendaraan mewah. Bagaimanapun, orang-orang yang membelanjakan banyak uang dari penghasilan mereka pada sebuah kendaraan sebenarnya sedang melakukan sebuah tindakan yang merugikan bagi diri mereka sendiri - terutama karena asset ini nilainya dapat turun begitu cepatnya.

Singkatnya, ketika Anda masih muda, pertimbangkan membeli sesuatu yang praktikal dan memiliki pembayaran bulanan yang rendah - atau sesuatu yang bisa Anda beli dengan cash.

Jangan ‘jual' diri Anda begitu mudahnya
Beberapa orang dengan ekstrimnya setia pada majikan mereka dan akan bertahan bersama mereka selama bertahun-tahun tanpa melihat pemasukan mereka melonjak. Ini bisa menjadi sebuah kesalahan, sebagaimana menaikkan penghasilan Anda adalah cara yang sangat baik untuk meningkatkan rate tabungan Anda.

Selalu luaskan pandangan Anda untuk kesempatan-kesempatan yang lain dan cobalah untuk tidak ‘menjual' diri Anda begitu mudah. Bekerja keraslah dan carilah seorang majikan yang akan mengkompensasi Anda untuk etika kerja, keahlian-keahlian, dan pengalaman Anda.

Intinya Anda tidak harus memenangkan lotere untuk melihat tujuh figur angka di akun bank Anda. Bagi kebanyakan orang, cara satu-satunya adalah menabungnya. Jika Anda memulai sedari muda, membelanjakannya dengan bijak dan menabung dengan rajin, mimpi-mimpi ratusan juta pun siap diraih.

Sumber : investopedia.com/jawaban.com