Translate

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Sebab Dia adalah Tuhan kekuatanku, bersama-Nya ku takkan goyah

Peser Janda Miskin

Nampaknya uang koin atau uang logam baru dikenal sekitar abad ke-7 atau pada abad ke-6 SM. Kerajaan Persia mulai memakai uang koin secara luas pada sekitar abad ke-5. Sejak itu negara-negara bahkan kota-kota lainnya mulai membuat uang koinnya sendiri. Koin yang mula-mula merupakan kepingan logam yang sederhana yang dibubuhi cap kewenangan untuk mengeluarkan uang koin tersebut, sedangkan nilainya tidak dicantumkan. Yang menentukan nilai koin tersebut adalah beratnya.

Pada zaman Perjanjian Baru, ada tiga macam mata uang yang beredar di Palestina. Mata uang resmi pemerintahan/kekaisaran dalam hal ini mata uang Romawi, mata uang daerah dalam hal ini mata uang Yunani, dan mata uang lokal, yaitu mata uang Yahudi.

Markus 12 : 41-42 menceritakan tentang seorang janda miskin yang memberi sebanyak dua peser. "Pada suatu kali Yesus duduk menghadapi peti persembahan dan memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar. Lalu datanglah seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit".

Peser atau dalam bahasa Yunani "lepton" adalah satuan mata uang Yahudi yang nilainya paling kecil. Satu peser/lepton nilainya setengah duit, sehingga dua peser berarti satu duit.

Berapakah nilai satu peser/lepton jika dikurskan dalam rupiah ? Di dalam Matius 20 dikatakan bahwa upah kerja sehari adalah 1 dinar atau 128 peser. Jika diumpamakan umpah kerja sehari adalah Rp. 30.000, maka Rp. 30.000 dibagi 128 adalah Rp. 234. Karena janda miskin itu memberi 2 peser, maka nilai pemberiannya adalah Rp. 460, atau jika dibulatkan menjadi Rp. 500.

Renungkanlah mengeni janda miskin ini. Sudah janda, ditambah lagi miskin. Dengan tidak memberi saja dia sudah miskin. Tapi ia memilih untuk memberikan semua uang yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya. Di dalam pandangan Yesus, pemberiannya itu adalah yang terbesar dari semua pemberian orang kaya saat itu karena ia memberikan semua yang ia punya.

Persembahan merupakan ekspresi dari sikap kita terhadap uang. Jika uang adalah segala bagi kita, maka kita akan mengorbankan Tuhan demi uang. Tetapi jika Tuhan adalah segalanya, maka kita akan mengorbankan uang untuk menyatakan kasih kita kepada Tuhan, "Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada" (Matius 6 : 21)

Sumber : Manna Sorgawi

Comments

No responses to “Peser Janda Miskin”

Poskan Komentar