Translate

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Sebab Dia adalah Tuhan kekuatanku, bersama-Nya ku takkan goyah

Sejarah Tanah Suci

Lokasi Tanah Suci terletak di ujung timur dari kawasan Mediterania. Berbatasan dengan Libanon di bagian utara, bagian timur dengan Syria dan Yordania, dan bagian selatan dengan Gunung Sinai. Tanah Suci berukuran kecil, lebih kurang 14.000 m2 , tetapi mempunyai peranan penting dalam sejarah manusia. Pada zaman kuno, kawasan ini dilalui oleh jalur paling penting dalam komunikasi yang menghubungkan Mesir dengan Syiria dan Mesopotamia.

Pada zaman modern, kawasan ini menjadi kawasan yang tidak pernah tenang dikarenakan kawasan ini adalah kelahiran dari tiga kepercayaan besar monotheisme (agama) dan merupakan bagian dari Timur Tengah yang adalah juga merupakan jembatan bagi tiga benua. Kawasan ini adalah tempat dimana terdapat sisa-sisa dari peradaban paling kuno dunia, suatu kawasan dimana sepanjang sejarahnya merupakan pertemuan antara Timur dan Barat, tanah tempat para nabi dan Kristus, yang mana dengan ajaran dan hukum abadi mengarahkan tindakan kemanusiaan berdasarkan keadilan dan hukum melahirkan tiga kepercayaan monotheisme, yaitu agama Yahudi, Kristen, dan Islam.

Bagi kaum Yahudi, kawasan tersebut adalah tanah perjanjian yang terdapat dalam Kitab Suci dan kejayaan masa lampau mereka. Bagi kaum Kristen, adalah merupakan tanah dimana Kristus hidup dan menderita, tanah yang mendengar kata-kataNya yang agung dan menyaksikan segala perbuatanNya yang ajaib. Bagi kaum Islam, adalah tanah dimana nabi mereka terangkat ke surga.

Dari saat paling kuno sampai saat ini, peziarah datang dari segala penjuru sekalipun dengan kelelahan yang menyiksa, ketidaknyamanan menghadapi segala resiko untuk melihat tanah dengan sejarah dan kepercayaan luar biasa, tanah yang mereka kenal sejak kecil. Kawasan yang melahirkan kepercayaan dan kasih ini juga merupakan kawasan yang melahirkan peperangan, pertumpahan darah, dan kesengsaraan.

Arkeologis mengatakan bahwa Tanah Suci dikuasai pada awal tahun 9.000 sebelum Masehi oleh komunitas tertua yang dikenal di dunia, tetapi sejarah tertulisnya dimulai ketika Abraham dari Ur di Mesopotamia dan tiba di Kanaan lebih pada tahun 1950 sebelum Masehi.

1.250 SM

Joshus menyeberang sungai Jodan, menguasai tanah Kanaan dan membaginya kepada kedua belas suku Israel

1.200 SM

Kaum Filistin dari Kreta menduduki kawasan Tanah Suci, dan tanah Kanaan diberi nama sesuai dengan nama mereka “Palestina”

1.025 SM

Saul dinobatkan sebagai Raja Israel yang pertama

1.004 – 962 SM

Daud diangkat menjadi Raja Israel menggantikan Saul

965 – 922 SM

Salomo diangkat sebagai Raja menggantikan Raja Daud dan mendirikan Bait Allah

953 – 930 SM

Israel terbagi menjadi dua, sebelah utara dikuasai oleh Israel, dan sebelah selatan oleh Yudea

721 SM

Bangsa Asyur menguasai Samaria dan membawa kesepuluh suku dari Kerajaan Utara ke pengasingan sekaligus mengakhiri Kerajaan Israel

587 SM

Raja Nebukadnezar menghancurkan Yerusalem dan Bait Allah, dan membawa suku Yehuda ke pengasingan di Babilon

539 SM

Bangsa Cyrus menjajah Babilon dan membolehkan kaum Yahudi untuk kembali ke Yerusalem dan Bait Allah dibangun kembali oleh Zerubabel

334 SM

Alexander Yang Agung menjajah Palestina sampai meninggal dan Tanah Suci dikuasai oleh Ptolemy dari Mesir

198 SM

Antiochus ke III dari Siria mengalahkan Mesir dan Palestina dan beralih ke bawah kekuasaan Seleucid

175 SM

Antiochus ke IV menjadi raja, mencemarkan persembahan kepada Allah dan menodai Bait Allah dengan mempersembahkan babi pada altar Bait Allah

64 SM

Pompey menjajah Palestina

40 SM

Bangsa Parthians mengejutkan bangsa Roma dengan serangan mendadak dan menguasai Tanah Suci

39 SM

Herodes Yang Agung mengusir bangsa Parthians dan berkuasa sampai abad 4 SM

4 – 1 SM

Yesus lahir

30 Masehi

Yesus disalibkan

66

Bangsa Yahudi dipimpin kaum Zealots memberontak

70

Titus memberantas pemberontakan Yahudi dan meluluhlantakkan Yerusalem

132 – 135

Kaum Yahudi kembali memberontak untuk kedua kalinya di bawah pimpinan Bar Kokhba, menjatuhkan Hadrian yang menghancurkan Yerusalem, dan membangunnya kembali sebagai kota Romawi Aelia Capitolina

330 – 634

Palestina beralih di bawah kekuasaan Bynzantium. Setelah konverensi Konstantin, kekristenan menyebar secara luas dan banyak gereja didirikan

614

Bangsa Persia menguasai Palestina. Ribuan umat Kristen dibunuh dan ratusan gereja dihancurkan

636

Kaum Muslim menguasai Palestina dan menjadikan kota suci yang ketiga

1009

Fatimid Khalif Hakem menghancurkan gereja, makam suci, serta bangunan Kristen lainnya yang menyulut perang dan dendam antara Timur dengan Barat dalam Perang Salib selama 200 tahun

1187

Saladin, Pangeran Muslim dari Mesir, mengalahkan Ksatria Perang Salib di daerah Tanduk Hittin dan mengakhiri kekuasaan mereka atas Yerusalem

1263

Mameluke, Sultan Beybars dari Mesir, menguasai daerah kekuasaan Ksatria Perang Salib yang tersisa dan menguasai kota-kota pesisir pantai selama 250 tahun

1400

Bangsa Mongol dibawa ke Timurleng menguasai Palestina

1517

Kekaisaran Ottoman dari Turki menguasai Palestina dan berkuasa di sana selama 400 tahun

1917

Palestina berada di bawah kekuasaan Sekutu pada perang dunia I di bawah pimpinan Jenderal Allenby. Pada tahun ini pula dikeluarkan Deklarasi Balfour yang menyatakan Palestina sebagai tanah air bangsa Yahudi

1922

Mandat atas Palestina oleh Inggris disetujui oleh Liga Bangsa-Bangsa

1947

Persatuan Bangsa-Bangsa mengadopsi rencana pemisahan Palestina antara Israel dan Yordania

1948

Mandat Inggris berakhir dan pada tanggal 14 Mei 1948, perwakilan Yahudi Nasional mendirikan negara Israel. Sejak saat itu peperangan antara bangsa Yahudi dan Arab dimulai. Pada tahun yang sama pula perang berakhir dan gencatan senjata ditandatangani antara Israel, Mesir, Syria, Yordania, dan Libanon. Dan Palestina dibagi antara Israel dan Yordania

1967

5 juni, terjadi peperangan antara bangsa Arab dan Israel selama 6 hari dan Israel menguasai Jazirah Sinai, Dataran Tinggi Golan, dan Tepi Barat Sungai Yordan

1973

6 Oktober, kembali pecah perang antara bangsa Israel dan Arab selama 16 hari dan diakhiri dengan gencatan senjata

1979

Presiden Anwar Sadat dari Mesir berkunjung ke Israel dan diikuti dengan penandatanganan perdamaian antara keduanya. Sinai diberikan kepada Mesir

Harapan yang ada bahwa ada damai akan lahir nantinya di kawasan Tanah Suci, bangsa Yahudi, dan bangsa Arab yang sebelumnya hidup damai berabad-abad akan mencapai perdamaian setelah pertikaian yang terjadi berpuluh-puluh tahun dan akan bekerjasama kembali untuk membangun kemakmuran dan perdamaian dan masa depan kawasan Tanah Suci

Sumber : Suara Pelayanan Edisi Nov - Des 07 No 54

Comments

No responses to “Sejarah Tanah Suci”

Poskan Komentar