Translate

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Sebab Dia adalah Tuhan kekuatanku, bersama-Nya ku takkan goyah

I Miss You But I Hate You

Ini kisah Mira (30 tahun) yang tak bisa melupakan sang mantan meski sudah berpisah lama. "Saya berhubungan dengan mantan lima tahun lebih dan selama kurun waktu itu dia sama sekali tidak jujur, alias doyan selingkuh. Herannya, saya seperti orang bodoh dan selalu mengikuti maunya dia," kata karyawan setingkat supervisor sebuah perusahaan consumer goods.

Akhirnya, Mira harus jujur pada diri sendiri sehingga dia memutuskan untuk berpisah dengan pasangan. "Itu kejadian dua tahun lalu, tapi kok sampai sekarang masih merindukannya. Meski dia tak setia, saya dan dia bisa bersenang-senang bareng," kenangnya. Mira bingung, karena dulu yang tampak negatif pada mantan, kini terasa tak berarti. "Saya tahu harus melupakan dia dan mulai berkencan dengan pria lain, tapi kok tidak bertemu yang seperti mantan. Aduh, saya harus bagaimana?" kata Mira pasrah.

Kasus yang dialami Mira kerap kita dengar. Menurut Dr. Brenda Shoshanna, pakar yang mengasuh rubrik relationship di MSN, sebuah hubungan akan selalu membayangi hubungan kita manakala kita tidak memahami apa yang sebenarnya terjadi, bagaimana itu terjadi atau bagaimana reaksi kita menghadapinya.

Menurut versi Dr. Brenda, Mira sebenarnya bukan kehilangan si mantan, namun dia kehilangan kepercayaan dan penghargaan terhadap dirinya sendiri. Selama ini Mira merasa nyaman berada dekat si mantan, meski berulangkali dikhianati. Jadi begitu si mantan pergi, terasa ada sesuatu yang hilang.

Sejumlah wanita cenderung ingin terlibat dalam sebuah hubungan yang abusive, sebab mereka butuh dicinta dan disayang meski itu menyakitkan. Namun menjalin hubungan kembali dengan si mantan atau seseorang yang seperti dia bukanlah jawaban. "Jawabnya adalah memahami diri sendiri lebih dalam dan juga mengerti cinta sejati," kata Dr. Brenda.

Kunci utamanya menurut pakar relationship Jarot Wijanarko adalah pengampunan total. Ampuni mantan secara total. MELUPAKAN adalah hal yang mustahil, karena memory itu sudah ada di otak dan hati kita, dan tidak ada program untuk ‘delete file'. Yang perlu dilakukan adalah mengubah kepahitan itu saat mengingat mantan menjadi bersyukur. Bersyukurlah, melalui itu semua Anda menjadi dewasa. Hati akan pulih dan tidak sakit lagi.

Isi hari-hari Anda dengan kegiatan dan sibukkan diri dalam kegiatan yang positif, selain bekerja mencari nafkah atau meniti karier, temukan kebahagiaan dan kesenangan. Selain bekerja, isi dengan pelayanan, entah di gereja, sosial, yayasan atau lingkungan. Intinya temukan kebahagiaan dari sisi rohani ataupun kejiwaan. Hal itu akan membuat Anda merasa bahwa hidup Anda berarti.

Buka hati untuk tumbuh cinta terhadap pribadi baru. Jangan kecewa lantas kepahitan dan membenci setiap lawan jenis, itu namanya trauma. "Kalau Anda membuka hati, maka Tuhan akan lebih mudah menolong Anda, memberikan teman hidup baru atau kebahagiaan dalam pelayanan, dan saya percaya itu membuat hati bisa sembuh, penuh ucapan syukur, dan jika teringatpun tidak akan menderita. Jika sudah mendapat pria baru dan dalam beberapa hal, ia ‘kurang' dibanding si mantan, tidak perlu sedih atau membandingkan, ia pasti punya kelebihan di bidang lainnya," kata Jarot Wijanarko.

Bersyukur dan percaya, bahwa TUHAN mengijinkan semua terjadi untuk mendatangkan kebaikan (Roma 8:28), dan memberikan yang terbaik buat setiap anak-NYA.

Percaya bahwa Tuhan membuat semua indah pada waktu-NYA (Pengkotbah 3:11).

Roma 8:28 mengatakan, "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah".

Pengkotbah 3:11 mengatakan, "Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir".

Pemulihan hati tidak bisa instant, kadang memerlukan waktu, tetapi itu hal yang pasti. Jika Anda ada di dalam Tuhan, sungguh-sungguh berhubungan intim dengan Tuhan, latihlah dengan rajin beribadah, karena di dalam ibadah, sering Firman-Nya memberi inspirasi kekuatan hidup, bahkan gairah hidup yang baru.

Mazmur 147:3 mengatakan, "Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka".

Sumber : www.jawaban.com

Comments

No responses to “I Miss You But I Hate You”

Poskan Komentar