Translate

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Sebab Dia adalah Tuhan kekuatanku, bersama-Nya ku takkan goyah

Kisah Sukses Estee Lauder

"Saya tidak mencapai sini dengan bermimpi atau memikirkan tentang ini. Saya sampai disini dengan melakukannya." - Estee Lauder



Estee Lauder membangun kerajaan bisnis kosmetik berdasarkan motto, "Tidak ada wanita yang tidak cantik, hanya wanita yang kurang terawat." Dengan menyakinkan yang "tidak terawat" itu mereka bisa menjadi cantik - dengan sedikit pertolongan dari produk-produknya - ia mengambil peran raksasa dalam dunia kosmetik dan menang. Memulai tidak lebih dari sebuah mimpi, dengan ambisi yang luar biasa, selera bagus, keteguhan, marketing inovatif, dan kerja keras, visioner kreatif ini menjadi wanita yang terkaya berkat kerja kerasnya sendiri di Amerika dan menciptakan sebuah dinasti keluarga yang terus berlanjut hingga hari ini.

Terima kasih kepada latar belakang romantis mistikal yang ia ciptakan untuk dirinya sendiri, sedikit yang mengetahui kehidupan masa kecil Estee Lauder hingga tahun 1985. Selama beberapa tahun, dengan sangat gembira ia salah mengarahkan media dengan kisah-kisah mengklaim ia adalah seorang berlatar-belakang bangsawan yang sopan. Hanya ketika sebuah biografi tak resmi yang mengancam untuk mengekspos kebenaran Estee Lauder "akui sepenuhnya," muncul ke media cetak sebuah otobiografi berjudul Estee: A Success Story.

Lahir sebagai Josephine Esther Mentzer pada tahun 1908, calon Grand Dame Kecantikan ini bertumbuh di area Corona dari Queens, New York. Latar belakangnya memanglah seorang Eropa - orang-tuanya, Max Mentzer dan Rose (Schotz) Mentzer, adalah imigran-imigran Yahudi dari Hungaria dan Czechoslovakia, tetapi mereka jauh dari kelas atas. Ayahnya memiliki toko peralatan berat, dimana dari situlah keluarganya hidup.

Dalam otobiografinya, Lauder mengakui sebagai seorang anak ia malu akan gaya hidup orangtuanya yang kampungan dan sangat berlogat Inggris. "Keduanya sangat Eropa dengan cara yang sangat medok," tulisnya, "dan saya sangat menginginkan untuk menjadi Amerika 100 persen." Bekerja di toko ayahnya menanamkan pengetahuan kepada Estee Lauder akan dunia ritel dan kewirausahaan di usia muda. Tetapi apa yang sebenarnya ia mimpikan adalah "menjadi seorang aktris - seperti lampu-lampu sorot, bunga-bunga, pria tampan," jelasnya.

Tak lama setelah Perang Dunia I meletus, paman Lauder, John Schotz, datang untuk hidup dengan keluarga Lauder. Seorang ahli kimia yang spesialisasi membuat sendiri produk perawatan kulit "rahasia"-nya, Schotz membangun laboratorium pengganti sementara dalam sebuah kandang kecil di belakang rumah keluarga Mentzer dan mulai membuat krim-krimnya dengan Estee muda di sampingnya. "Saya melihat jalur saya sebenarnya dalam Paman John saya... Saya menyimak dan mempelajarinya."

Berketetapan untuk menjadi seorang ilmuwan, Lauder menunjukkan barang-barang pamannya ke teman-teman sekelasnya di Newton High School, untuk memberikan kepada mereka make-over lengkap untuk membuktikan kualitas dari produk-produk pamannya. Ia belajar marketing dan merchandising dimulai dari usia sangat muda, mengatakan, "Untuk menjual sebuah krim, Anda menjual sebuah mimpi pada awal hari."

Tetapi sebelum ia mencapai mimpinya untuk menjadi spesialis perawatan kulit glamor, Estee bertemu dan menikah dengan Joseph Lauter, seorang penjual tekstil sukses moderat, dan pindah dengannya ke Manhattan. Tak lama setelah itu, pasangan itu mengadopsi lafal dari nama keluarga asli Austria mereka, Lauder, yang selanjutnya menambahkan kepercayaan akan klaim Estee yang salah bahwa ia lahir di Wina.

Di sepanjang tahun-tahun awal pernikahannya dan bahkan setelah kelahiran dari anak pertamanya, Leonard, pada tahun 1933, Lauder melanjutkan untuk memperhalus dan meningkatkan krim-krim pamannya, memasak krim-krim di kompor dapurnya. Untuk menciptakan sebuah pasar bagi produknya, ia memberikan demonstrasi-demonstrasi dan make over gratis di salon-salon, hotel-hotel, stasiun kereta, dan bahkan jalanan. Ia juga mulai mengunjungi rumah-rumah dari klien-kliennya, dimana ia bisa membangun pertemanan dan menjual lebih banyak krim. Itu tidak lama sebelum akhirnya Lauder menjadi tamu tetap dalam daftar tamu dari nyonya rumah kota New York paling berpengaruh.

Menyadari bahwa kontak-kontak sosial penting dalam bisnis kecantikan, Lauder memutuskan untuk menjadikan mimpi-mimpi masa kecilnya menjadi nyata dengan menjadi seorang wanita akan perbaikan dan terhormat. Melalui pembuatan dan penataan dari kebenaran dan dengan berpakaian seperti pelanggan-pelanggan mereka dan meniru perilaku mereka, Lauder menjadikan dirinya wanita kecantikan yang anggun dan sopan - sebuah peran yang dengan cepat menjadi tak dapat dibedakan dari kenyataan. Tetapi dalam pemikirannya sendiri akan pencarian jual-menjual, pernikahannya meretak, hingga akhirnya berakhir cerai pada tahun 1939.

Setelah perceraiannya, Lauder pindah ke Miami Beach, Florida, dimana ia melanjutkan untuk menjual produk-produk kulitnya kepada para pelancong kaya. Ia juga memiliki hubungan dengan beberapa pria kaya dengan harapan dapat membantu bisnisnya. Tetapi itu terjadi. Setelah tiga tahun mencari pangeran kaya untuk menjadikan mimpinya nyata, ia mulai merasa lelah akan pengejaran itu dan menyadari bahwa ia merindukan mantan suaminya. Ironisnya, adalah penyakit yang membawa pasangan ini bersama lagi.

Ketika Leonard datang dengan penyakit gondoknya, Joseph dan Estee bersatu kembali sebagai ayah dan ibu. Percikan terjadi, dan mereka menikah kembali pada tahun 1942, setuju untuk melanjutkan bisnis kosmetik bersama - dengan Estee bertugas dalam marketing dan pengembangan produk dan Joe menangani keuangan, produksi, dan administrasi.

Pasangan ini membuka toko pertama mereka di New York pada tahun 1944. Setelah sejumlah waktu pada Desember tahun itu untuk memberikan kelahiran bagi putra kedua mereka, Ronald, Estee langsung kembali bekerja, secara resmi membentuk Estee Lauder Inc. pada tahun 1946. Dalam kebutuhan produksi dan fasilitas-fasilitas penyimpanan, keluarga Lauders mengubah sebuah restoran Manhattan menjadi sebuah pabrik. Estee berjualan sepanjang hari dan memasak krim-krim dan minyak-minyak untuk produk-produknya di atas kompor-kompor restoran di malam hari.

Dan apa yang membuktikan sebagai pergerakan marketing yang jenius, Estee memutuskan untuk menjual produk-produknya hanya melalui department-department store kelas atas. Target pertamanya adalah Saks Fifth Avenue. Ia meyakinkan Saks untuk menaruh order besar untuk krim-krim kulitnya, dimana toko tersebut menjual habis hanya dalam dua hari. Kesuksesannya dengan Saks meyakinkan Estee bahwa ia bisa berkompetisi dengan para raksasa kosmetik seperti Revlon, Helena Rubinestein dan Elizabet Arden. Ia menjadi seorang pedagang persuasif yang suka keliling berdedikasi untuk mempenetrasikan setiap department store di Amerika Serikat yang pas dengan produknya.

Ambisi dan dedikasinya mulai terbayar di akhir tahun 1950an, sebagaimana merk Estee Lauder menjadi fitur reguler di toko-toko prestisius seperti I. Magnin, Marshall Field's, Nieman-Marcus and Bonwit Teller. Tetapi perusahaan masihlah kecil jika dibandingkan dengan para raksasa tersebut. Berketetapan untuk mengubah ini, Lauder memulai sebuah strategi promosi inovatif. Beralih dari satu perusahaan periklanan ke perusahaan lain dikarenakan ukuran kecil dari akun mereka, keluarga Lauder mulai menginvestasikan seluruh budget periklanan mereka yang sejumlah $50.000 menjadi sampel-sampel yang ditawarkan melalui direct mail, hadiah-hadiah amal dan sebagai hadiah dengan pembelian. (Teknik Lauder yakni "hadiah dengan pembelian" menjadi trademark perusahaan dan selanjutnya, menjadi standar praktik industri). Hasilnya adalah ribuan pelanggan baru.

Tetapi titik balik yang sebenarnya bagi perusahaan terjadi pada tahun 1953 ketika Lauder pertama kali memperkenalkan parfumnya - Youth Dew, sebuah sabun mandi yang juga merangkap sebagai parfum. Seharga hanya $8.50, Youth Dew adalah kemewahan terjangkau bagi kebanyakan wanita, dan penjualan membesar dari beberapa ratus dolar per minggu menjadi ribuan. Pada pertengahan 1950an, Youth Dew menghitung untuk 80 persen dari penjualan Estee Lauder dan telah mentransformasikan perusahaan yang berkembang ini menjadi sebuah bisnis jutaan dolar.

Sepanjang tahun 1960an, Lauder melanjutkan untuk memperlebar merek produknya, memperkenalkan (di antara hal lainnya) peralatan mandi pria dibawah nama brand Aramis dan merek pertamanya yang berorientasi fesyen, kosmetik terbukti tes alergi, Clinique. Sebagai tambahan, Lauder menyiapkan untuk menaklukkan dunia, meyakinkan Harrods di London dan Galleries Lafayette di Paris untuk membawa produk-produknya. Pada pertengahan 1970an, produk-produk Lauder berada di pasaran pada lebih dari 70 negara.

Perusahaan pun meneruskan kemakmurannya sepanjang 1980an dan 90an, menjadi perusahaan kosmetik terbesar ketiga di Amerika - dengan 10.000 karyawan dan penjualan hingga $2 milyar. Pada tahun 1999, produk-produk Estee Lauder terhitung hampir 50 persen terjual di semua ritel kecantikan di Amerika.

Penjaja keliling krim kulit yang berjuang ini sekarang telah pensiun, dengan keuntungan bersih dari inovasinya - kecantikan dalam kendi kecil - sekitar $5 milyar, menurut majalah Fortune. Meskipun putranya Leonard dan cucu-cucunya sekarang menguasai ruang-ruang eksekutifnya, Estee Lauder tetap diingat sebagai jenius kreatif dan roh pendorong perusahaan. Pengusaha klasik dan inovator yang menolak untuk mendengar para ahli, mental pengambil resiko Lauder dan menolak untuk berdiam nyaman untuk sesuatu yang sedikit daripada yang terbaik telah mengubah dunia distribusi kosmetik. Tetapu Lauder sendiri menjelaskan rahasia kesuksesannya dengan sederhana: "Saya adalah seorang wanita dengan sebuah misi dan tulus-ikhlas dalam mengejar mimpi saya."

Sumber : entrepreneur.com & www.jawaban.com

Comments

One response to “Kisah Sukses Estee Lauder”

Gema Parfum mengatakan...
12 Februari 2015 11.31

Terima kasih infonya gan.
Lumayan buat nambah wawasan.

Gema Parfum
Parfum Estee Lauder.

----------

Poskan Komentar