Translate

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Sebab Dia adalah Tuhan kekuatanku, bersama-Nya ku takkan goyah
Tampilkan postingan dengan label Success Story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Success Story. Tampilkan semua postingan

Menjadi Miliarder Dengan Cara Tuhan

Lima tahun lalu, Dr Anderson yang menggembalakan 2.000 orang jemaat ini melakukan kegiatan gereja seperti biasa, membayar tagihan tepat waktu dan hal-hal yang lainnya. Saat ia terbang untuk sebuah acara TV dengan Jesse Duplantis, ia membaca buku Robert Kiyosaki “Rich Dad, Poor Dad.” Selama penerbangan itu, ia merasa Tuhan berkata, "Banyak orang mengajarkan tentang kemakmuran, namun tidak ada yang menunjukkan kepada mereka bagaimana untuk sejahtera." Dia menyadari kebanyakan orang Kristen tidak melek finansial dan Gereja tidak mengajarkan jemaatnya proses yang benar dalam menjadi kaya.

Dr Anderson mengatakan kita perlu mengubah pola pikir kita yang sering memandang negatif kemakmuran. Tuhan ingin kita makmur. Kita memiliki kesalahpahaman yang memandang bahwa Yesus itu miskin. Jika kita melihat apa yang tertulis dalam Alkitab, kita akan melihat bahwa dari awalnya Yusuf dan Maria bukan tidak punya uang untuk penginapan, hanya ada tidak ada ruang untuk mereka. Ketika Yesus disalibkan, orang Romawi membuang undi untuk pakaian, yang menunjukkan hal itu berharga, bukan kain biasa seperti yang kita pikirkan. Yesus makmur. Orang-orang di zamannya tidak akan mendengarkan perkataan orang miskin tunawisma.

Ini adalah konsep yang cenderung kita lupakan. Kami mengambil uang kita dan lupa untuk memberikan kembali pada Kerajaan Allah dan menginvestasikannya. Dalam Maleakhi 3:7-14 berbicara tentang membawa perpuluhan kita ke gudang dan Tuhan akan membuka jendela surga. Dr Anderson mengatakan jika kita ingin berhasil, kita perlu mengikuti apa yang diuraikan dalam Alkitab. Kita perlu untuk berinvestasi di bumi. Kemudian kita akan melihat buah 30, 60, dan 100 kali lipat.

Lukas 19:11-27 menceritakan perumpamaan tentang mina. Seorang bangsawan memberikan setiap hambanya mina untuk "digunakan berbisnis" sampai ia kembali. Hamba pertama menghasilkan 10 mina, dan yang kedua menghasilkan lima mina dan yang ketiga menyembunyikan mina nya. Ketika pemiliknya kembali, ia menghadiahkan dua investor tadi untuk memerintah kota-kota, tetapi yang tidak menginvestasikan minanya disebut sebagai  seorang hamba yang jahat dan jahat. Satu-satunya saat Yesus memanggil kita hamba yang baik dan setia adalah ketika kita berada dalam tahap melipatgandakan apa yang telah Ia percayakan bagi Kerajaan Allah. Dr Anderson mengatakan uang ditentukan untuk selalu tersedia bagi kita, karena kekayaan orang fasik disimpan untuk orang benar, dan itu hanya soal waktu hingga kita sampai ke sana.

Ketika Dr Anderson mulai mengajarkan prinsip-prinsip ini, ada kenaikan 40% dari kehadiran di gerejanya dan persembahan dua kali lipat dalam bulan pertama. Dia juga merasa sebagai seorang pendeta, ia harus berlatih tentang apa yang ia kotbahkan dan menunjukkan bagaimana untuk menggunakan prinsip-prinsip firman Allah dalam dunia bisnis. Dia tidak ingin menggunakan uang gereja. Mengikuti prinsip membeli rendah dan menjual tinggi, dia meminjam $ 16.000 dan membeli sebuah rumah kecil di lingkungan yang ia tahu akan terjual dengan baik dalam beberapa tahun. Dia menjual rumah dan membeli properti lainnya. Dia terus membeli dan menjual properti. Setelah empat tahun dia menjual properti terakhirnya seharga $ 2.100.000 dolar dan terus berinvestasi.

Awal yang sulit

Dr Anderson tahu bagaimana rasanya hidup dalam kemiskinan sejak usia dini. Ia dibesarkan di sebuah gubuk di Loretta, Wisconsin tanpa listrik atau saluran air. Ayahnya adalah penebang pohon dan membeli gubuk dari sebuah perusahaan kereta api seharga $50. Ketika Dr Anderson berumur delapan tahun, dia mendapat pandangan lain tentang dunia ketika dia menonton televisi. Dia memutuskan tidak ingin menjadi miskin. Ketika ia sembilan tahun ia membaca sebuah buku komik tentang Gober Bebek yang akan mempengaruhi dia di kemudian hari. Paman Gober sangat kaya, tetapi ia memiliki kemunduran keuangan dan kehilangan segalanya. Ketika Paman Gober sedang berjalan-jalan, ia menemukan koin. Dia melihat beberapa anak memancing dan membeli ikan terbut dengan koin tersebut. Dia berbalik dan menjual ikan itu seharga tujuh dolar. Dia menggunakan uang ini untuk membeli skuter. Dia menjual skuter tersebut kepada seseorang yang mobilnya mogok. Cerita ini terus berlanjut sampai Paman Gober mendapatkan semua uangnya kembali. Kisah tentang Paman Gober  ini diajarkan Dr Anderson sebagai contoh karakteristik mereka yang menjadi kaya: mencari kesempatan untuk berinvestasi dalam sesuatu, jangan takut gagal; dan membeli rendah, menjual tinggi.

Kehidupan bahagia

Setelah sekolah menengah, Dr Anderson bergabung dengan Angkatan Laut selama empat tahun baru kemudian ke perguruan tinggi. Setelah lulus dia mengajar seni di sekolah tinggi dan di University of Wisconsin. Ia menikah dengan pacar masa SMA-nya, Maureen. Lima tahun setelah mereka menikah, mereka menerima Yesus dalam hidup mereka. Sekitar tujuh bulan kemudian, mereka berada dalam pelayanan penuh-waktu. Pada saat ini, Dr Anderson mendengar suara Tuhan, "Renungkan firman-Ku siang dan malam dan aku akan membuatmu kaya." Kemudian, ia mendengar Firman lain dalam Amsal 3:5 " Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.”

Sumber : CBN / jawaban.com

Sukses Dengan Ide Bisnis "Gila"

Tantangan pertama seorang wirausahawan adalah kritikan dari para pembunuh-pembunuh visi. Ketika Anda memulai suatu usaha yang baru dengan konsep yang berbeda, maka yang akan Anda terima adalah pandangan sinis, penghinaan dan kritikan. Namun jangan biarkan semua itu menghentikan Anda. Hal ini dialami oleh semua usahawan.

Apakah Anda pernah berpikir apa yang dikatakan orang ketika Bill Gates memutuskan untuk drop out dari Harvard dan memulai Microsoft? Atau bayangkan reaksi orang ketika Howard Shultz mendirikan Starbucks dan membuat orang membayar lima puluh ribu untuk secangkir kopi sementara mereka bisa membuatnya sendiri dengan membeli kopi instant seharga seribu rupiah. Mungkin 9 dari 10 orang akan berpikir mereka adalah orang gila, namun coba tebak siapa yang jadi milyader sekarang.

Mereka yang merusaha membunuh visi Anda hanya bisa berkomentar. Mereka juga tidak akan membantu Anda, mereka hanya mematahkan semangat Anda. Namun jika Anda berjalan selangkah demi selangkah maju ke depan, Anda akan meninggalkan mereka dan meraih mimpi Anda. Di kemudian hari, Anda akan menemukan mereka masih di posisi mereka dengan keadaan mereka semula, padahal Anda telah mencapai banyak hal dalam hidup Anda.

Jika banyak orang mengkritik Anda dan mengatakan ide usaha Anda adalah sesuatu yang mustahil, gunakan kritikan tersebut sebagai pemacu semangat Anda. Buktikan pada pengkritik Anda bahwa pendapat mereka salah.

Jika Anda telah memiliki keyakinan ini, pastikan bahwa produk Anda dibutuhkan oleh pasar. Mendengarkan kebutuhan pasar adalah kunci kedua agar apa yang Anda jual sukses.

Caranya mudah: Mulailah mendengarkan. Lakukan wawancara terhadap calon konsumen Anda. Apa yang mereka butuhkan, produk seperti apa yang mereka harapkan, seberapa besar mereka mau membayar jasa atau produk tersebut. Dipastikan Anda akan dikejutkan oleh respon mereka. Ingatlah bahwa masukan dari mereka akan menyempurnakan produk Anda.

Sumber : forbes / jawaban.com

Sukses Bukanlah Peristiwa Sekali Jadi

Sangat mudah untuk iri dengan Mark Zuckerberg, dengan kekayaan yang diraupnya dari Facebook senilai 6,9 miliar dolar. Saat ini Zuckerberg merupakan salah satu dari miliarder termuda di dunia dan masih berusia 26 tahun.

Namun jangan terlalu di ambil hati, hanya sedikit orang seperti Zuckerberg yang sukses dari usaha pertamanya. Ada 272 miliarder di Forbes 400, dan sebagian besar mengalami beberapa kali kegagalan, sebelum akhirnya mereka berhasil mencapai puncak sukses mereka.

Steven Bertoni, kontributor Forbes.com menulis dalam “Fail Like a Billionaire”:

Kesalahan adalah sekolah bagai pengusaha. Dalam sebuah kolom untuk paket ini, seorang investor miliarder Ken Fisher menunjuk bagaimana Sam Walton memulai toko pertamanya di  Arkansas. Kini Wal-Mart telah menjadi toko retail terbesar di dunia dengan 8.200 toko dan 2 juta pegawai dengan penjualan lebih dari 405 miliar dolar (dan Walton sekarang berada di urutan ke 6 dalam daftar orang paling kaya di dunia). Forbes 400 memiliki banyak kisah seperti yang dialami Walton.

Menjalani ujian melewati api, merupakan pengalaman penting bagi perusahaan. Produk pertama Apple adalah Newton tablet yang di luncurkan di tahun 1993. Produk ini gagal. Namun Newton merupakan DNA bagi Steve Jobs untuk menciptakan iPod, iPhone dan iPad. Semua gadget tadi telah mengubah dunia media, dan membantu Apple untuk menyaingi saingan raksasanya, Bill Gates dengan Microsoft-nya. Semua itu di awali dengan sebuah kegagalan.

Kali ini Jawaban.com mengutip dari Forbes.com mengenai rahasia yang di ungkap oleh para miliader tentang pengalaman yang harus di miliki para pengusaha untuk sukses. Beberapa dari mereka mencatat bahwa kegagalan merupakan salah satu pengalaman kuncinya.

Mark Cuban; Kekayaan bersih: 2.5 miliar dolar; Sumber : NBA’s Dalas Mavericks (Media Internet)

“Setiap kali Anda pulang, Anda menjumpai listrik telah diputus karena tidak bisa membayar tagihan. Hal ini merupakan sesuatu yang sangat memotivasi dan membuat rendah hati.”

Diane Hendricks; Kekayaan bersih : 2.1 miliar dolar; Sumber : ABC Supply

“Semua orang harus menjalani proses untuk menjelaskan impiannya kepada seseorang dan meyakinkan orang tersebut sebisa mungkin. Hal ini bisa jadi pengalaman yang membuat Anda merendahkan hati karena sering kali tidak berhasil. Tapi Anda harus komitmen sepenuhnya kepada impian Anda dan membuatnya menjadi kenyataan. Bagian yang Anda lakukan adalah dapat menterjemahkan mimpi Anda itu dan keluar mengambil resiko yang ada lalu mewujudkannya.”

Darwin Deason; Kekayaan bersih : 1 miliar dolar; Sumber : Afiliasi servis computer

“Anda harus mengalami kesuksesan dan kegagalan. Keduanya membentuk Anda menjadi lebih baik, keduanya membantu Anda belajar dan keduanya membantu Anda lebih sedikit gagal. Namun Anda harus mengalami keduanya.”

Leon Cooperman; Kekayaan bersih 1.5 miliar dolar; Sumber : Hedge fund

“Anda harus mengalami kemunduran. Beberapa tahun setelah saya memulai hedge fund milik saya sendiri, saya mengalami tahun yang buru. Saya mengalami penurunan 23% di tahun 1994. Saya bekerja keras, tekun dan terus bergerak maju. Pada tahun berikutnya, saya mengalami kenaikan 30%.”

Seperti apapun kondisi usaha Anda saat ini, ingatlah bahwa semua itu hanyalah sebuah proses yang harus Anda lewati. Selama Anda gigih, tekun dan terus melakukan inovasi, maka pada saatnya keberhasilan pasti akan Anda raih.

Sumber : forbes / jawaban.com

Billy Stade, Memulai Usaha Dari Satu Toko Kecil

Gairah Billy Stade terhadap olahraga snowboarding membuatnya berkeinginan menjual pakaian untuk ber-snowboard dari sebuah toko kecil pada tahun 1993. Dengan uang yang pas-pasan untuk membayar sewa tempat di bulan ini dan bulan sebelumnya, Billy bernegosiasi dengan para vendor yang ia tahu dapat menjual produknya. Hasilnya, produk pakaiannya pun dijual baik pada musim pertama. Namun, karena cuaca mendekati lebih hangat, Billy menyadari ia harus memperluas penawaran produk jika ia akan tetap dalam bisnis pakaian selama musim semi dan musim panas. Ketika dia melihat ombak dan toko-toko pakaian di Huntington Beach, California, Billy pun memutuskan untuk masuk ke bisnis fashion dan ia pun memperluas usahanya.

Bersama dengan Kari yang dinikahinya pada tahun 2003, perusahaan yang ia beri nama The Closet kian hari menunjukkan peningkatan yang signifikan. Perusahaannya tersebut menjual berbagai produk fashion untuk pria dan wanita dengan gaya khas negara bagian California, Amerika Serikat. "Kami selalu harus maju, progresif dan cerdas untuk bersaing dengan toko snowboarding yang besar di sekitar kami," ujar Billy.

Sekarang, The Closet menjual beberapa produk high-end, produk-produk selancar limited-edition, dan juga fokus ke bisnis fashion ritel. Produk-produknya pun sekarang telah dibandingkan dengan butik terkenal seperti Henri Bendel di Los Angeles.

Tidak semua hari-hari cerah dialami oleh pasangan Billy dan Kari Stade. Mereka ingat pada akhir tahun 2001, toko The Closet yang ketiga harus ditutup akibat penurunan ekonomi setelah 9/11. "Kami hanya berdoa," kata Billy. "Kami benar-benar lemas. Namun, saya dan Kari bekerja bergantian dari pukul 9 pagi ke 9 malam membangun kembali The Closet." Dengan ketekunan, badai yang mereka hadapi akhirnya bisa terlewati dengan baik. Sekarang,  perusahaan yang dipimpin pasangan suami istri ini mengoperasikan toko di tiga lokasi pesisir, yakni di Costa Mesa, Huntington Beach, dan Newport Beach.

Source : entrepreneur.com/jawaban.com

Chris Gardner Dari Gelandangan Jadi Multi-jutawan

Jika saya sebutkan nama Chris Gardner, mungkin Anda tidak tahu siapa dia. Namun jika Anda tahu film "The Pursuit of Happiness" maka itulah petunjuk bagi Anda. Film tersebut adalah kisah nyata dari kehidupan Chris Gardner yang diangkat menjadi film layar lebar.

Chris mengenakan dua buah jam tangan saat ini. Satu di tangan kiri menunjukkan waktu di Chicago, dan di kanan menunjukkan waktu di Afrika Selatan. Mengapa dia melakukan ini? Dia berkata, "Jika saya terlambat satu kali saja, maka saya akan rugi sebesar 50.000 dolar. Jadi saya piker akan lebih murah jika saya mengenakan dua jam tangan." Ya.. itu sebabnya Chris tidak segan membeli jam tangan yang masing-masing seharga 10.000 dolar itu.

Sebagai orang yang dulu hidup di jalanan dan mandi di kamar mandi umum, dengan baju hanya dua pasang maka pencapaiannya sebagai seorang multi-jutawan saat ini merupakan perwujudan dari impian Amerika.

Lahir di Milwaukee, Winconsin pada 9 Februari 1954, dengan nama lengkap Christopher Gardner kehidupannya dimulai dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Dia satu-satunya anak laki-laki dalam keluarganya, yang diasuh oleh orangtua tunggal, yaitu ibunya. Ibunya yang bekerja sebagai guru dan juga mengambil berbagai pekerjaan sambilan masih saja tidak bisa mencukupi kebutuhan keluarga. Ayah, adalah pribadi yang tidak pernah ia kecap dan itu sangat mempengaruhi kehidupannya.

Dalam pertumbuhannya, Gardner berpindah dari rumah saudara ke rumah panti asuhan. Hingga Gadner memasuki sekolah militer, Gadner baru tahu bahwa tempat terburuk di dunia ini adalah rumah dimana ia tinggal bersama ibunya dan ayah tirinya. Penyiksaan yang diterimannya dari ayah tirinya ternyata lebih kejam dari pada disiplin militer Amerika Serikat.Setelah putus sekolah tinggi, Gardner berbohong tentang usia dan bergabung dengan US Navy. Ia berharap untuk menjadi seorang tenaga medis dan bisa keliling dunia, tetapi itu tidak pernah dicapainya. Ia hanya sampai di North Carolina. Namun, pengalaman itu memperkenalkan Gardner ke ahli bedah jantung, yang kemudian mempekerjakan Gardner sebagai asisten penelitian klinis di University of California Medical Centre di San Francisco. Gardner menikmati pekerjaan, tetapi ia hanya memiliki penghasilan  $ 7,400 per tahun dan ia ingin lebih.

Gardner bermain-main dengan gagasan untuk menjadi seorang dokter, tapi ia memutuskan bahwa tahun-tahun melunasi pinjaman untuk  sekolah medis bukanlah untuk dia. Sebaliknya, ia menjadi penjual alat medis, dengan penghasilan $ 16.000 per tahun. Dia memuat peralatan ke mobilnya pada suatu hari dan sesuatu terjadi yang akhirnya mengubah kehidupan Gardner untuk  selamanya. Ia melihat Ferrari merah terang dan langsung jatuh cinta pada semua yang diwakilinya. "Saya bertanya kepada pria pemilik Ferrari itu dua pertanyaan," kenang Gardner. "Salah satunya, 'Apa yang Anda lakukan?' Yang kedua adalah,' Bagaimana Anda melakukan itu? ‘"

Seperti sudah ditakdirkan, pengemudi Ferrari adalah seorang pialang saham. Ketika Gardner mendengar bahwa orang itu berpenghasilan lebih dari $ 80.000 sebulan, ia memutuskan bahwa menjadi pialang saham adalah masa depannya. Dia tidak punya pendidikan, tidak ada pengalaman, dan tidak ada koneksi, tapi itu tidak menghentikan Gardner dari mencapai mimpi barunya.

Pada tahun 1987, Chris Gardner mendirikan perusahaan pialang, Gardner Rich & Co, di Chicago, Illinois, sebuah perusahaan pialang yang mengkhususkan diri dalam pelaksanaan utang, ekuitas dan transaksi produk-produk derivatif untuk beberapa lembaga terbesar negara, pensiun publik dan serikat pekerja ." Perusahaan baru itu dimulai nya di apartemen kecil Presidential Towers, dengan modal awal sebesar $ 10.000 dan perabot: meja kayu yang berfungsi sebagai meja makan keluarga. Gardner dilaporkan memiliki 75 persen dari perusahaan pialang saham dengan sisanya dimiliki oleh perusahaan hedge fund. Dia memilih nama "Gardner Rich" untuk perusahaannya karena ia menganggap Marc Rich, pedagang komoditi yang diampuni oleh mantan presiden Bill Clinton pada tahun 2001, "sebagai salah satu perusahaan berjangka yang paling sukses di dunia."

Setelah Gardner menjual sahamnya di Gardner, dalam kesepakatan jutaan dolar pada 2006, ia menjadi CEO dan pendiri dari Christopher Gardner International Holdings, dengan kantor di New York, Chicago, dan San Francisco. Selama kunjungannya  ke Afrika Selatan untuk mengamati pemilu saat Peringatan 10 tahun berakhirnya apartheid, Gardner bertemu dengan Nelson Mandela untuk membicarakan kemungkinan investasi di Afrika Selatan dan pasar-pasar baru seperti ditunjukkan dalam otobiografinya pada 2006. Gardner dilaporkan mengembangkan usaha investasi dengan Afrika Selatan yang akan menciptakan ratusan pekerjaan bagi jutaan  orang. Gardner menolak mengungkapkan rincian proyeknya sambil mengutip undang-undang sekuritas.

Source : Berbagai Sumber/jawaban.com

Trip Hawkins, Sang Raja Video Game

"Ketika saya masih kecil itu adalah zaman keemasan televisi ketika "Leave it to Beaver" muncul, dan aku  melihat teman-teman bahwa semua orang ingin menonton TV, saya pikir TV agak lambat dan sangat tidak interaktif. "

Dia mungkin hanya anak muda pada saat itu, tapi Trip Hawkins sudah bermimpi besar. Apa sesuatu yang akan lebih interaktif dibandingkan TV? Hawkins akan menjawab pertanyaan itu pada tahun 1982, ketika ia mendirikan Electronic Arts, sebuah perusahaan penerbitan video game sukses. Hari ini, sebagai CEO dari Digital Chocolate, sebuah perusahaan game untuk perangkat genggam, Hawkins tetap menjadi salah satu dari sedikit pengusaha yang telah mampu mengantisipasi trend game jauh sebelum waktu mereka.

William M. 'Trip' Hawkins III lahir pada 28 Desember 1953 di Pasadena, California. Dari usia muda, Hawkins 'hidup penuh dengan segala macam permainan.'

"Aku melihat dari bermain papan permainan, bahwa aku benar-benar berpikir dan lebih terlibat benar-benar menggunakan otak saya," katanya. "Saya secara pribadi semacam tersandung ke konsep bahwa Anda belajar dengan melakukan. Dan tentu saja, saya pikir, 'Hei ini benar-benar keren.'"

Permainan favorit Hawkins sesuatu yang model realitas. "Yang saya benar-benar sukai adalah simulasi, di mana mereka berusaha untuk menciptakan sesuatu dalam dunia nyata," katanya. "Masalah dengan simulasi adalah ada banyak mesin yang harus dioperasikan. Dan jika Anda melakukannya dengan tangan, dan sebagai contoh yang baik adalah Dungeons & Dragons, atau permainan perang, itu benar-benar terlalu banyak pekerjaan bagi kebanyakan orang untuk bermain.

Sesuatu berubah, ketika Hawkins menjamahkan tangan pada komputer pertamanya. "Ketika saya pertama kali melihat komputer, aku tahu ini adalah jawaban untuk saya," katanya. "Saya menyadari kita bisa benar-benar menempatkan pekerjaan di dalam mesin, dan pada layar, kita bisa membuat gambar dari apa yang kita ingin Anda gunakan untuk berinteraksi dengan. Dan itu akan berubah menjadi kehidupan nyata dalam sebuah kotak."

"Saya menyadari bahwa saya senang punya ide-ide, dan kemudian melihat ide-ide tersebut dibawa ke kehidupan," katanya. "Dan saya suka menggunakan permainan sebagai suatu cara untuk berhubungan dengan orang lain."

Setelah memelihara gairah ini ketika di sekolah menengah, Hawkins terdaftar di Harvard University, di mana ia merancang jurusannya sendiri Strategi dan Teori Terapan Permainan. Dia kemudian melanjutkan untuk menerima gelar MBA dari Stanford University.

Setelah lulus, Hawkins bekerja untuk Apple Computer, di mana ia menjadi Direktur Strategi dan Pemasaran. Tapi Hawkins mendapati dirinya terlalu banyak ide untuk tinggal di Apple. Dia ingin menciptakan perusahaan sendiri, di mana ia akan mampu membawa ide-ide tersebut hidup.

Maka, pada tahun 1982, Hawkins berbuat seperti itu. Ia berhenti dari pekerjaan yang menguntungkan di Apple, didirikan Electronic Arts, dan mulai bekerja menciptakan beberapa dunia video game paling populer.

Sumber : Evancarmichael.com/jawaban.com

Elizabeth Morrill, Pemberontak Yang Berhasil

Melawan perusahaan yang produknya sudah memiliki brand position yang kuat adalah sebuah hal mustahil bagi mereka yang baru terjun ke dalam dunia bisnis. Besarnya dana yang dimiliki kompetitor lama membuat pesaing baru urung untuk melakukan "perlawanan". Namun, semua ini tidak berlaku di dalam kamus Elizabeth Morrill.

Saat pertama kali membangun perusahaan minuman Fizzy Lizzy, Elizabeth tidak mendapat dukungan dari orang-orang disekitarnya. Pendapat-pendapat yang tak membangun harus ia terima ketika ia menjalani idenya. Para pengkritik sebenarnya bukanlah tanpa alasan melakukan itu karena wanita tersebut sebenarnya memang belum memiliki pengalaman dalam industri minuman.

Ketiadaan dukungan bukan membuat Elizabeth menjadi kehilangan semangat, justru hal ini semakin melecut dirinya untuk membuktikan bahwa usahanya akan menjadi besar. Perlu waktu yang lama untuk ia bisa menemukan racikan baru minuman yang akan diproduksi oleh perusahaannya. Keinginan untuk membuat produk dari bahan-bahan alami adalah salah satu alasan lain mengapa Elizabeth agak lama untuk memasarkan Fizzy Lizzy.

Lepas dari permasalahan racikan minuman, Elizabeth harus menghadapi penolakan dari orang-orang yang ingin mengemas jus buatannya dalam botol. Selain itu, orang-orang yang dihubunginya memberi nasihat yang menyebalkan: "Peluangnya sangat kecil untuk berhasil." Namun, ia tidak menyerah. Akhirnya, seorang ilmuwan makanan menjadi mitranya, dan Elizabeth kemudian bisa memproduksi. Setelah itu, dimulailah kerja keras dan banyak kerja beban, mengusung botol-botol kaca ke seluruh Manhattan. Dalam tujuh tahun, ia berhasil menembus satu demi satu toko yang menjual makanan khusus dan memajang produknya di rak-rak toko tersebut.

Elizabeth Morrill adalah salah satu pengusaha yang tetap percaya dengan mimpinya. Ia tidak membuang ide-ide yang ada di dalam kepalanya, justru ia membuat ide tersebut menjadi kenyataan. Ia tahu akan menghadapi hambatan yang besar, tetapi itu tidak membuatnya berhenti. Justru ia terus melangkah karena ia sadar besar kecilnya rintangan hanya bisa diketahui ketika sudah berada di dalam proses.

Sumber : The Big Idea; Donny Deutsch; Penerbit Gramedia/jawaban.com

JobLoft, Kesempatan Yang Tidak Sengaja Terlihat

Bagaimana perusahaan online Jobloft dimulai - Chris Nguyen adalah pendiri awal perusahaan Jobloft ini. Inilah cerita bagaimana ia memulai bisnisnya.

Ini berawal ketika suatu hari saya pergi ke mal dan melihat sekelompok mahasiswa dengan tumpukan resume di tangan pergi dari satu toko ke toko yang lain. Dengan latar belakang saya di bidang komputer saya pikir pasti ada cara yang lebih baik untuk melakukan ini. Tidak ada website di luar sana yang berfokus pada pekerjaan dengan perputaran tinggi. Saya datang dengan beberapa gagasan-gagasan yang keren seperti bisa menemukan pekerjaan berdasarkan kode pos. Faktanya hal ini menargetkan omset tinggi, saya pikir akan selalu ada permintaan untuk hal ini.

Saya selesaikan universitas dan saya bekerja di sebuah pekerjaan terbaik yaitu di pusat karier universitas. Saya membuat jaringan kecil untuk diri sendiri dan mendengar dari banyak eksekutif sumber daya manusia di perusahaan besar. Mereka mendengarkan saya dan melakukan analisis terhadap apa yang mereka cari lalu saya membuat daftar apa yang mereka cari. Saya gunakan hal tersebut untuk riset pasar dan membangun JobLoft.

Bagian yang paling sulit adalah JobLoft adalah memulai mencari orang untuk bekerja dengan Anda ketika Anda tidak punya uang. Satu-satunya pilihan adalah menyerah pada keringat ekuitas. Aku membutuhkan seorang tenaga penjualan dan berpaling kepada seorang teman saya (Sunny Mokha) yang saya pikir akan sangat cocok untuk peran tersebut. Beberapa hari kemudian dia setuju. Mencari programmer juga penting karena Anda perlu orang yang bisa melaksanakan visi Anda. Aku punya teman (Lee Liu) yang bekerja untuk NVIDIA sebagai pengembang web mereka dan aku mencoba sekuat tenaga untuk mengajak dia di kapalku. Lee adalah karyawan TI pertama di NVIDIA yang mengajukan paten untuk perusahaan. Lee juga merekrut temannya Andy Lai untuk melengkapi tim pengembangan. Maka pada hari itu JobLoft.com lahir.

Dari September 2005 hingga akhirnya kami meluncurkannya pada  Mei 2006 kami mengembangkan website kami berdasarkan umpan balik dari klien masa depan kami. Strategi kami adalah untuk mendapatkan klien sebanyak mungkin, jadi kami memberi mereka layanan gratis untuk mendapatkan pekerjaan yang terdaftar di situs. Kami memberi mereka lowongan pekerjaan gratis untuk menunjukkan kepada mereka bahwa kami bisa memberi mereka traffic. Kami ingin memulai dengan 15 mitra tetapi berakhir dengan 30. Pada saat itu diposting lebih dari 2.000 pekerjaan di Kanada. Dalam waktu 9 bulan kami tahu kami perlu dana jadi kami mengajukan banyak malaikat investor swasta. Jawabannya umumnya  adalah tidak. Mereka tidak mau berinvestasi karena risiko tinggi dan kami baru lulus dari universitas. Mereka pikir karena di Internet, siapa pun bisa menyalinnya.

Kami hampir menyerah dan kemudian melihat peluang online dari Bisnis anadian Youth Business Foundation yang memberikan $ 15.000 untuk modal bagi pengusaha muda yang ingin memulai bisnis. Kami bermitra dengan perusahaan rekrutmen dan menjadi rekan dalam menandatangani pinjaman dengan kami. Saya mendapatkan $ 15.000  lagi dari uang cinta teman dan keluarga sehingga memiliki $ 30.000 sampai pada saat peluncuran. Semua uang masuk ke penjualan dan pemasaran jadi kami berjalan cukup ramping.

Web tersebut diluncurkan pada 9 Mei dan mendapat banyak liputan pers. Itu adalah cerita yang bagus untuk diceritakan. Kami orang Kanada, baru lulus dari universitas, dan membantu orang menemukan pekerjaan. Dengan kode pos  dan kemampuan untuk menerima pesan teks ke telepon Anda, kami masuk dalam demografis pemuda. Kami ingin mengganggu HR industri online dan mengubah cara perusahaan online.

Dengan menggunakan kekuatan media online, dan menggunakan alat-alat seperti MSN, Facebook, dan MySpace. Orang-orang yang sejalan yang bergabung, demikianlah JobLoft berkembang.

Kami ikut acara TV yang disebut Dragon's Den tempat dimana kami dilihat sebagai pengusaha sukses. Kami pergi pada bulan Juli 2006, dan ke 5 naga ingin terlibat dalam usaha ini. Kami dinegosiasikan $ 200.000 untuk 50% saham dari perusahaan. Kami memiliki $ 0 keuntung namun kini sudah memiliki penilaian sebesar $ 400.000. Itu tidak berhasil pada akhirnya karena perbedaan pendapat, tetapi kami menerima banyak perusahaan ekuitas swasta dan modal ventura dengan bunga karena ekspos TV. Beberapa investor benar-benar mencoba untuk melihat cara pandang Anda bagaimana Anda menjalankan perusahaan Anda sehingga kami ingin bermitra dengan seseorang yang melihat visi kami. Kami sedang dalam pembicaraan dengan mitra potensial.

Saran untuk pemula - Miliki rencana bisnis. Hal ini akan bertindak sebagai cetak biru bagaimana bisnis Anda akan bertumbuh. Akan selalu berubah, Anda harus zig zag dengan perubahan bisnis. Namun hal tersebut memberikan garis besar rencana pemasaran Anda dan jasa Anda.

Jaringan. Anda tidak pernah tahu siapa seseorang yang dapat membantu Anda. Mayoritas pelanggan kami yang datang ke JobLoft datang melalui jaringan. Jangan takut untuk bertanya - yang terburuk yang bisa mereka katakan adalah tidak. Dengan cara ini Anda akan bertemu orang-orang yang sangat berpikiran terbuka dan membantu Anda berpikir di luar kotak.

Melihat tantangan sebagai hambatan bukan sebagai penghalang jalan. Kami memiliki banyak tantangan teknis. Kami harus mengubah proses bagaimana kami melaksanakan proses online kami. Anda perlu untuk dapat menangani banyak hal sekaligus. Suatu hari saya lakukan keuangan, kemudian dukungan, kemudian penyalin data, lalu penjualan. Jadi kita mengenakan banyak topi dan Anda harus mampu beradaptasi dengan lingkungan jenis ini.

Kelilingi diri Anda dengan orang-orang hebat. Dewan penasihat kami benar-benar hebat. Kami kembali ke universitas kami untuk melihat siapa yang bisa membantu kami dan membawa kami pada direktur program yang berbeda. Mereka membantu memperkenalkan kami di industri yang berbeda dimana kami terlibat di dalamnya. Jika Anda tidak tahu apa-apa, jangan takut untuk bertanya, Anda meminimalkan kesalahan-kesalahan Anda dengan belajar dari orang lain.

Bermitra dengan teman-teman Anda tidak seburuk yang Anda pikirkan. Mereka mengatakan bahwa Anda tidak boleh berbisnis dengan teman-teman Anda tapi kami telah membuktikan mereka salah. Kita masih teman baik sampai hari ini. Mereka dapat memberikan dukungan emosional yang Anda butuhkan tetapi pastikan setiap orang memiliki spesialisasi dimana mereka bisa fokus. Saya ingin seseorang yang tidak memiliki keahlian saya. Hal ini menantang kadang-kadang karena ketika Anda memulai sulit ketika Anda tidak melihat keberhasilan di awal.

Kesalahan untuk dihindari - Miliki pengacara yang baik yang dapat memahami seluk setiap aspek hukum bisnis. Kami tidak tahu apa-apa tentang bagaimana melindungi diri kami sebagai sebuah perusahaan. Ketika datang untuk menutup kesepakatan dengan mitra dan investor, Anda membutuhkan seorang pengacara yang akan membantu Anda dan memastikan rincian yang adil.

Bersiaplah. Selalu mengantisipasi pertumbuhan. Jika Anda akan membuat sebuah website anda harus memiliki kemampuan untuk tumbuh. Penting untuk menjadi proaktif dan tidak reaktif. Mengantisipasi pertumbuhan skala lebih besar membuat Anda bisa menjawab kebutuhan.

Pilih investor Anda dengan bijaksana. Kalian semua di ranjang yang sama. Kami menggunakan mantra HOT - Honesty : kejujuran, Openness: keterbukaan, Trust: kepercayaan. Jika Anda tidak dapat mempercayai mereka Anda, tidak boleh bekerja dengan mereka. Tanyalah dan cari referensi untuk investor Anda. Hal terbaik yang kami lakukan adalah pencarian di Google dan kami belajar banyak tentang investor kami untuk melihat apakah mereka memberikan kesepakatan yang baik atau tidak. Google dapat menjadi teman terbaik Anda untuk menemukan jawaban untuk pertanyaan Anda.

Jika saya harus memulai bisnis baru ... Itu akan tetap berada dalam bidang komunitas sosial. Saya melihat peluang besar di komunitas niche website - apa yang Facebook dan MySpace lakukan itu besar tetapi mereka hanya awal. Kesempatan lain di industri ini adalah UGC - user generated content. Situs seperti Digg dan YouTube mendapatkan pengunjung untuk memasang konten. Jika saya melakukan hal itu lagi, saya akan menyentuh ke jaringan tersebut. Perhatian kami memulai usaha ini yang pendapatannya tidak didasarkan pada iklan. Sekarang kita tahu bahwa suatu model pendapatan berdasarkan iklan dapat bekerja.

Sumber : Evancarmichael.com/jawaban.com

David Novak, Habiskan Masa Kecil di Taman Trailer

Hidup dalam segala kemudahan adalah dambaan hampir seluruh manusia di muka bumi ini. Baik mereka yang tinggal di kota-kota besar atau kecil, semuanya menginginkan apa yang mereka butuhkan dapat terpenuhi. Namun, diantara banyak orang yang menginginkan hal-hal yang mengenakkan tersebut, mungkin hanya beberapa yang mau merasakan hal-hal yang menyakitkan.

Salah satu orang sukses yang berhasil melewati masa-masa sulit dalam fase hidupnya adalah David Novak, CEO Yum! Perusahaan yang mengelola bisnis restoran terbesar di dunia seperti KFC, Pizza HUT, Taco Bell, Long John Silver, dan A&W. Masa kecil David dihabiskannya di tiga puluh dua taman di dua puluh tiga negara bagian Amerika Serikat.

Beranjak dewasa dan dituntut memiliki pekerjaan, pria yang kini berusia 56 tahun itu memulai karirnya dengan menjadi pekerja rendahan sebagai copywriter di sebuah perusahaan periklanan. Untuk apa yang ia kerjakan ketika itu dihargai dengan upah sebesar $7.200/tahun.

Semangat untuk maju membuat David menjadi seorang yang selalu maksimal dalam melakukan tugas yang diberikan perusahaan kepadanya. Perlahan tapi pasti, karirnya semakin hari semakin bersinar sampai pada tahun 2002, ia diberikan tanggung jawab untuk menjadi pimpinan tertinggi di Yum! Brands Inc.

Di tangannya, perusahaan yang bergerak dalam bidang makanan itu terus menerus meneguk keuntungan yang besar. Atas keberhasilannya itu, David sering diundang dalam pertemuan-pertemuan formal maupun non-formal untuk mengajarkan mengenai manajeman atau kiat-kita sukses dalam berbisnis.

Dalam satu tayangan talkshow yang disiarkan oleh salah satu televisi swasta di Amerika Serikat, ia memberikan nasihat mengenai bagaimana membuat perbedaan besar dalam kehidupan dan bisnis. Berikut nasihatnya:

1. Selalu tepat ukuran. Jangan mendongak atau menunduk-selalu lihat lurus ke depan. Selalu bersikap sederhana. Perlakukan CEO sama seperti petugas yang menjalankan lift.

2. Hindari penyamarataan. Orang yang dahulu hidup dalam keadaan miskin belum tentu ketika ia dewasa akan menjadi orang yang tidak berguna. Tidak sedikit orang seperti ini justru membawa perubahan besar ketika ia dewasa dan menjadi seorang profesional atau pengusaha.

3. Ciptakan budaya hadiah dan pengakuan. Tidak peduli apakah Anda berurusan dengan eksekutif ternama atau dengan seseorang yang disuruh-suruh di restoran, jangan pernah meremehkan kekuatan pujian kepada seseorang bahwa ia telah melakukan pekerjaan yang baik.

Tak ada yang aneh dengan konsep itu. Anda tidak harus belajar di sekolah bisnis untuk mengetahuinya, dan tahukah Anda David tak pernah mengenyam pendidikan di sekolah bisnis. Namun, prinsip-prinsip yang ia katakan diatas memiliki potensi memberi ketajaman pada bisnis.

Sumber : berbagai sumber/bm/jawaban.com

LoveSac, Dari Iseng Menjadi Sebuah Kesuksesan

Ketika berumur 18 tahun, Shawn Nelson sedang menonton TV dan dia melihat sebuah "karung kacang yang besar" yang terlihat nyaman ketika duduki. Dia membeli 14 yard vinyl, dan memotongnya sepeti penangkap bola baseball, dan menghabiskan tiga minggu untuk mencari sesuatu yang lembut untuk mengisi kantung itu. Hasilnya adalah lahirnya "Lovesac" berdiameter 7 kaki, dan ketika orang melihat dan mencobanya - mereka menyukainya.

Ketika para tetangga melihatnya, mereka mulai memesan. Ketika Nelson memulai perusahaannya, semua itu seperti bahan guyonan saja. Dengan bantuan gratis dari teman-temannya, dia membuat LoveSacs di ruang bawah tanah orangtuanya dan membawanya ke pameran, acara-acara bahkan mengantarkannya sendiri. Semuanya berjalan dengan sangat baik, hingga sebuah telephone mengubah hidupnya: sebuah pesanan senilai seperempat juta dolar dari Too Inc.

"Saya menjawab telephone itu dan berkata,'Dua belas ribu LoveSacs? Tentu, tidak masalah. Itulah yang kami lakukan; kami adalah yang terbaik di dunia di bidang ini," kenang Nelson.

Jalan berbatu: Gentar. Nelsom mengumpulkan $ 50.000 melalui utang kartu kredit dan membangun sebuah pabrik. Dia bekerja 19 jam sehari dan tidur di pabrik.

"Saya hampir bankrut secara emosional,fisk dan mental," kata Nelson. "Tanganku terluka dan berdarah. Kami selesaikan pesanan (untuk Too Inc) tetapi memakan habis semua keuntungannya."

Tepat ketika menghadapi jalan gelap, sebuah ide sederhana muncul. Buka sebuah toko. Bukan hanya toko, namun toko yang dirancang agar terlihat seperti sebuah franchise yang berkelas. Bahkan sebelum hal ini menjadi franchise. Itu berhasil. Kini ada sekitar 55 toko LoveSac yang mereka waralabakan dan penjualannya mencapai 30 juta dolar pertahun.

Terus maju: "Kita sedang menuju kearah (pasar yang) memperluas kehidupannya," jelas Nelson yang membagikan bagaimana ia mencapai keberhasilan usaha dengan kerendahan hati. "Kini kamu punya catalog yang tebalnya tiga inchi, dan menjual segala sesuatu yang  over-the-top, bling-bling, LoveSac-get-out-of-our-freaking-way."

Tidak seorangpun mengharapkan keberhasilan dari LoveSac, bahkan Nelson sendiri. Dia mengatakan bahwa dirinya berkomitmen untuk mencari jalan keluar bagi setiap masalah yang penting baginya - demikian juga setiap wirausahawan - sukses. "Putuskan bahwa selalu ada jalan keluar," tambahnya. "Dan Anda akan sampai disana (sukses - red)."

Sumber : Entrepreneur.com / jawaban.com

Jacobs Bersaudara, Sempat Bingung Untuk Makan

Bagi Anda yang saat ini mengalami masalah dengan meraih kesuksesan maka John dan Bert Jacobs adalah orang-orang yang tepat yang perlu Anda baca kisahnya. Dua pemuda asal Amerika Serikat ini mengalami banyak penderitaan sebelum mereka bisa membawa perusahaan mereka, Life is Good menjadi salah satu perusahaan terkemuka di negeri berjuluk Pam Sam tersebut.

Pada tahun 1989, John dan Bert yang menyenangi dunia merancang gambar mulai menekuni bisnis kecil-kecilan yakni menjual T-shirt di pekan raya musiman dan di kampus-kampus. Bahkan demi mencari tambahan sesuap nasi, keduanya harus bepergian selama berminggu-minggu menjual produk mereka.

Rumah yang mereka jadikan markas disebut "dive" - sebutan untuk tempat kotor dan berantakkan. Dinding rumah mereka digunakan untuk menggambar konsep-konsep. Enam tahun sudah tidak terasa Jacobs bersaudara ini menjual T-shirt buatan mereka dan itu masih terlihat ada perkembangan yang berarti.

Namun, pertemuan mereka dengan teman-teman mereka mengubah segalanya. Saat pertemuan itu kedua adik kakak tersebut meminta tamu-tamu yang datang memberikan kritikan pada lukisan dinding mereka dan menambahkan komentar-komentar. Diskusi itu pun akhirnya berbuah manis.

Keesokkan pagi, sebuah pemikiran baru tercetus. Sebuah lukisan pria yang sedang tersenyum yang dibuat oleh Bart meyakinkan mereka untuk membuat T-shirt bergambar seperti yang ada di lukisan tersebut. Didorong naluri bisnis, mereka pun berani menghabiskan 78 dollar untuk membuat empat puluh delapan T-shirt bergambar pria beraut muka tersenyum dan tulisan "Life is Good". Mereka kemudian menjual T-shirt itu di pekan raya jalanan di Cambridge, bersama dengan beberapa T-shirt lain. Hanya dalam waktu empat puluh lima menit setelah gerai dibuka, empat puluh delapan T-shirt itu habis terjual. 

Besarnya animo pembeli terhadap produk mereka, membuat John dan Bert terus memproduksi T-shirt itu. Mereka pun akhirnya menamai pria tersenyum di dalam gambar itu Jake. Perlahan tapi pasti, keuntungan setiap tahun semakin berlipat-lipat dan sejalan itu gambar-gambar Jake yang unik mereka pasang di produk mereka. Sekarang merek "Life is Good" ada di mana-mana, dari topi, bola sepak, piring makanan anjing, hingga cangkir kopi.

Rasa kemanusiaan yang tinggi tetap tertanam di dalam hati Jacobs bersaudara. Setelah mengecap keberhasilan, mereka sepakat untuk mendirikan sebuah Yayasan yang mereka beri nama Yayasan "Life is Good". Yayasan ini mendistribusikan uang yang berhasil mereka kumpulkan secara nasional melalui festival-festival "Life is Good" kepada organisasi-organisasi terbaik yang melayani anak-anak yang sedang menghadapi tantangan-tantangan yang tidak adil.

Sumber : Donny Deutsch; The Big Idea; Penerbit Gramedia / Jawaban.com

Isadore Sharp, Membangun Hotel Bermodal Tekad

"Saya mulai dari hanya membangun satu [hotel], itu berhasil jadi mari kita membangun yang lain, dan bekerja sehingga menjadi tiga lalu berlanjut ke empat," kenang Isadore Sharp, perintis Four Season Hotel. "Ini masalah dari apa yang saya sebut sebagai batu loncatan."

Sharp mungkin tidak merencanakan untuk menciptakan jaringan terbesar di dunia hotel mewah, tapi itulah yang terjadi. Dalam lebih dari empat puluh tahun sejak ia pertama kali memasuki bisnis, Sharp telah mengambil alih industri hotel seperti badai, mengubah ide layanan dan kualitas, dan melakukan segala sesuatu dengan caranya sendiri. Apa faktor-faktor yang membantu pengusaha hotel asal Kanada ini berhasil?

Kepemimpinan: "Pemimpin harus menetapkan pola perilaku bagi orang lain untuk mengikutinya," kata Sharp.
Dia percaya bahwa kepercayaan - dalam integritas dan keterbukaan - adalah ukuran dari seorang pemimpin yang baik. Dengan demikian, dia berusaha untuk mengembangkan kualitas ini dalam dirinya sendiri dalam rangka untuk memotivasi dan membawa keluar yang terbaik pada karyawannya. "Dengan membangkitkan potensi dari setiap pekerja dari atas ke bawah," kata Sharp, "Saya percaya bahwa bisnis dapat memanfaatkan sumber yang unik dan keberhasilan kepemimpinan untuk abad 21 ini."

Fokus: Pada awal kariernya, Sharp dihadapkan dengan banyak skeptis. Selama hampir lima tahun, ia mengetuk pintu demi pintu mencari investor, tanpa keberhasilan. Tekad yang Sharp dalam mencapai satu tujuannya yaitu membangun sebuah hotel yang membuat dia tetap maju. "Jika seseorang memberitahu saya 'Lihat, kau akan mulai hari ini dan menghabiskan waktu lima tahun ke depan membuang-buang waktumu mencoba untuk mendapatkan semua hal ini dimulai,' aku akan berkata aku tidak bisa melakukan itu," kata Sharp. "Tapi kau tidak pernah berpikir tentang apa yang akan diambil dari Anda. Berpikir: Aku punya saat ini. "

Service: "Dengan Cina, India, Rusia dan negara-negara berkembang lainnya yang tumbuh di pasar yang penting, pengakuan dan penghargaan dari sebuah merek tidak hanya akan membantu memperoleh pangsa pasar, tetapi juga membuka banyak peluang untuk pembangunan," kata Sharp. Sepanjang karirnya, Sharp telah berupaya untuk memastikan bahwa nama merek ini identik dengan kualitas. Dari batu bata yang saling terkait dari jalan masuk di Four Seasons Hotel, tidak ada detail terlalu kecil untuk Sharp dalam tujuannya untuk menyediakan layanan kualitas tertinggi untuk tamu-tamunya.

Pertimbangan: "Perlakukan orang lain seperti Anda ingin mereka lakukan kepada Anda," kata Sharp. "Itu diatur dalam budaya perusahaan, yang memberikan layanan, yang memungkinkan kami untuk menjadi yang terbaik." Apa itu membantu para karyawannya setelah tsunami Asia atau menolak untuk memecat stafnya bila bisnis menjadi buruk setelah serangan 9 / 11, Sharp mampu naik ke atas pada platform perlakukan orang lain seperti ia ingin di perlakukan kembali.

Manajemen: visi Sharp ada hubungannya dengan layanan. Dia tidak ingin terlibat dalam masalah kepemilikan hotel, dia hanya ingin menjalankan hotel berkualitas tinggi. Dengan menolak untuk mengikuti jalan para pesaingnya, dan mengembangkan skema manajemen unik, Sharp mampu mengembangkan keunggulan komparatif dan bangkit di atas sisanya.

"Setiap jalan akan memiliki jalan memutar dan gundukan," kata Sharp. "Pilihannya adalah garpu di jalan. Biasanya ketika Anda memahami sesuatu dan merasa senang memberi Anda keinginan untuk bertahan, mengatasi skeptisisme dan melihat melalui sisi negatif  atas orang yang hadir." Sharp pasti punya banyak jalan memutar sepanjang jalan, tetapi karena ia bergairah atas apa yang dia lakukan, ia menolak untuk menyerah. "Apa pun yang Anda lakukan, jangan pernah menggunakan kruk, dan jangan pernah berpikir memiliki alasan untuk tidak mengatakan, 'Ya, aku melakukan yang terbaik."

Sumber : Evancarmichael.com/jawaban.com

Vera Wang, Sempat Ditolak Sebagai Pemred Vogue

Legenda dunia fashion Vera Wang dilahirkan dalam sebuah keluarga kaya, tapi itu tidak mencegahnya mengalami kegagalan. Mimpinya menjadi pemain ice skating di ajang Olimpiade tidak pernah berhasil terwujud. Dan ketika ditolak sebagai Pemimpin Redaksi majalah Vogue, Wang mengira ia harus membuat sebuah keputusan yang benar-benar drastis. Saat itulah ia memutuskan untuk mengubah haluan menjadi wanita bisnis. Sekarang, Wang adalah Ketua, CEO, dan pemilik salah satu rumah mode paling sukses dalam sejarah dunia.

Vera Ellen Wang lahir pada 27 Juni 1949 di New York, Amerika Serikat. Ayahnya adalah keturunan jauh dari Jenderal Cina kaya, sementara ibunya adalah putri politisi Cina. Setelah Perang Dunia II, pasangan muda ini melarikan diri ke New York, di mana mereka akhirnya menikah dan punya dua anak, Vera dan adiknya, Kenneth.

Di New York, Wang bersekolah ke The Chapin School dan dilanjutkan ke Sarah Lawrence College, di mana ia lulus dengan gelar di bidang Sejarah Seni. Pada masa sekolah inilah, Wang menemukan apa yang akan menjadi mimpi pertama di hidupnya, yaitu skating. Setelah menerima sepasang sepatu luncur es sebagai hadiah Natal, Wang mulai fokus serius pada olahraga. Setiap hari pada pukul enam pagi, Wang sudah berada di arena, melakukan berbagai putaran latihan sebelum menuju ke sekolah. Kerja kerasnya akhirnya terbayar ketika pada usia 12 tahun, Wang memenangkan kejuaraan ice skating regional pertama.

Akhirnya, tantangan untuk menyeimbangkan waktu belajar dengan kompetisi ice skating menjadi terlalu berat untuk Wang. Ia pun memutuskan untuk melepas hobi olahraga yang di kemudian hari akan disesalinya.

Setelah olahraga ice skating keluar dari hidupnya, Wang memilih untuk fokus pada gairah terbesar dalam hidupnya yang kedua, yakni pakaian. Ketidakmampuan memadamkan gairahnya terhadap dunia fashion, Wang mulai mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memasuki industri mode.

Keberuntungan mendatangi hidup Wang pada saat dia menjadi asisten redaktur di majalah Vogue kemudian Direktur Fashion Polly Mellen. Kesempatan tersebut memberikan pengalaman belajar yang besar bagi Wang, yang menggunakan pekerjaan sebagai kesempatannya untuk mempelajari seluk-beluk industri. Kerja kerasnya tidak sia-sia dan dalam waktu dua tahun, jabatan Wang naik menjadi editor fashion majalah.

Ini adalah sebuah tuntutan besar bagi wanita yang ketika itu baru berusia 24 tahun. Kerap bekerja tujuh hari seminggu, Wang berkembang di lingkungan yang menantang. Namun, karena pekerjaannya lebih kepada masalah editorial daripada merancang, Wang masih gatal untuk membuat produk sendiri di dunia industri fashion. Pada pertengahan 1980-an, setelah 16 tahun belajar dari Vogue dan ditolak sebagai pemimpin redaksi, Wang akhirnya meninggalkan majalah tersebut.

Hari penganggurannya tidak berlangsung lama setelah Wang diterima kerja di Ralph Lauren menjadi seorang perancang aksesori. Akhirnya, Wang pun terlibat dalam kreatif dan menangani aspek mode seperti yang selalu diinginkannya. Namun, ia tidak dapat menghindari fakta bahwa tak peduli seberapa keras ia bekerja, namanya tidak akan pernah tercantum di produk-produk yang dibuatnya.

Perjumpaannya dengan Arthur Becker telah mengubah kehidupan Wang. Jalinan hubungan yang serius diantara keduanya membuat mereka meneruskan hubungan tersebut ke pernikahan. Agar tampil cantik dan anggun di pesta pernikahan, ia pun akhirnya mencari gaun yang akan dikenakan nanti saat pernikahan.

Dari satu toko ke toko yang lain, tidak ada satu pun gaun yang dinilainya cocok ia kenakan. Stres dengan keadaan tersebut, akhirnya muncullah ide untuk membuat gaun sendiri. Berbekal keahliannya merancang, ia pun mulai membuat gaun yang diinginkannya di atas kertas putih. Setelah selesai, rancangan tersebut ia serahkan kepada penjahit. Luar biasa, akhirnya ia mendapatkan gaun pernikahannya, yang ia rancang sendiri dengan tangannya.

Walaupun telah menikah, Wang masih adalah seorang karyawan di Ralph Lauren. Suaminya yang adalah seorang pengusaha tidak membuatnya menjadi seorang yang manja. Dengan tangannya sendiri ia menghasilkan uang bagi keluarganya. Ketidakadaan anaklah yang akhirnya membuat Wang berhenti bekerja dan fokus menjalani treatmen kesuburan.

Di tahun 1990, Wang memutuskan untuk membangun usahanya sendiri. Sang ayah pun turut membantunya pada saat pendirian usaha dengan memberikan modal 4 juta dolar AS. Dengan uang tersebut, Wang akhirnya mendirikan sebuah toko gaun pernikahan di Madison Avenue, New York.

Label mode Vera Wang, pelan tapi pasti mulai dikenal masyarakat Amerika Serikat. Gaun-gaun pernikahannya banyak dicari kalangan kelas atas.

Tidak puas dengan memproduksi pakaian, ia pun mulai membuat perhiasan, sepatu, dan banyak produk lainya dengan merek namanya sendiri. Kini, perusahaan yang didirikan Wang menjadi perusahaan yang besar. Setiap tahun, pendapatan perusahaannya mencapai jutaan dolar AS.  

Sumber : evancarmichael/bm/jawaban.com

Ralph Braun, Membangun Bisnis Dari Kursi Roda

Ralph Braun, pendiri BraunAbility, telah menghabiskan hidupnya di kursi roda karena penyakit pada tulang belakangnya. Untuk Braun dapat bergerak dia membangun sebuah skuter bertenaga baterai dan, kemudian, lift untuk kursi roda pada mobilnya. Perlahan-lahan, ia berbalik inovasi ini menjadi sebuah bisnis dengan penjualan $ 200 juta per tahun. Braun akhirnya menutup usaha skuter dan  berfokus pada lift. Tapi sebelum ia melakukannya, Braun menjadikan dirinya pasokan seumur hidup untuk skuter. "Itu bagian dari lemari pakaian saya untuk memiliki salah satu triwheelers saya," katanya.

Inilah cerita kehidupan Braun:

Saya dibesarkan di Winamac, Indiana, di tengah ladang jagung, Anda mungkin berkata. Jika Anda menggambar garis lurus antara Indianapolis dan Chicago dan meletakkan jari Anda tepat di tengah garis, itu di mana Anda akan menemukan Winamac.

Ketika saya berumur 6 tahun, saya menemukan bahwa ada sesuatu yang salah. Saya tidak bisa menaiki tangga seperti anak-anak lain di keluarga saya. Orangtuaku membawaku ke sebuah rumah sakit anak-anak di Indianapolis, dan mereka mendiagnosis dengan distrofi otot. (Diagnosis ini kemudian berubah menjadi atrofi otot tulang belakang.) Saya baru saja 14 tahun ketika saya pergi ke sebuah kursi roda. Sangat traumatis, tapi saya punya orang tua yang saya bisa berikan ucapan terima kasih karena telah membantu saya melewati semuanya itu. Ayah saya tidak mau menyerah, dan ia tidak akan membiarkan saya menyerah.

Ketika saya lulus SMA, saya kuliah di negara bagian Indiana untuk satu tahun, tapi saya harus drop out. Kesulitan dalam menelusuri kampus dengan kursi roda standar cukup tinggi. Jadi saya mulai merancang sebuah skuter bertenaga baterai. Paman saya membantu saya dalam hal ini, saya mengembangkan bakat mekanik dari mereka. Setelah sekitar tiga atau empat bulan, saya datang dengan skuter pertama saya. Saya membangunnya di garasi sepupu saya di mana ia diperbaiki peralatan traktor.

Semua orang bilang itu tidak akan berhasil. Saya pikir ini adalah kemampuan yang diberikan Tuhan, karena saya merasa saya dikirim ke sini untuk membantu orang  yang cacat mendapatkan mobilitas.

Saya mendapat pekerjaan di sebuah pabrik pasokan otomotif lokal sebagai kontrol kualitas teknisi. Saya dapat menegosiasikan dengan pabrik sangat baik tentang skuter baru saya. Di pekerjaan, orang akan melihat skuter saya dan memberitahu saya bahwa mereka tahu seseorang yang membutuhkannya. Saya melakukan ini selama delapan atau sembilan tahun, membuatnya dengan  paruh waktu sampai sekitar tahun 1970.

Transportasi saya waktu itu adalah truk tua yang dikonversi sehingga saya bisa menyetir skuter tepat didalamnya. Tetapi ketika mereka memindahkan pabrik jauh dari rumahku, saya harus mencari sesuatu yang lebih dapat diandalkan. Kebetulan bahwa pada tahun 1970, mobil Dodge muncul dengan ukuran baru yang punya AC dan power steering dan semua barang ini. Ini luar biasa.

Saya mulai mengubah salah satu dari mereka sehingga saya bisa berkendara dari kursi roda. Sebagian besar dilakukan di sini, di Winamac. Orang-orang akan berkendara ke sini dari Massachusetts dan Texas, dan mereka akan menunggu di sebuah motel sementara kami mengubah kendaraan mereka pada akhir pekan. Saya mulai dengan satu karyawan, dan hanya butuh satu bulan atau lebih sebelum aku harus menyewa satu lagi.

Saya terus bekerja di pabrik, karena saat itu saya punya tiga anak, dan saya butuh pendapatan. Saya mengambil semua uang dari membuat skuter dan membangun lift dan memasukkannya kembali dalam bisnis. Saya keluar dari pabrik pada pukul 3:30 sore, lalu pulang dan bekerja sampai larut pagi dan kemudian bangkit kembali dan kembali bekerja di pabrik.

Saya keluar dari pabrik pada tahun 1973 untuk fokus pada bisnis sendiri. Bangunan pertama yang saya sewa bocor begitu banyak, rasanya seperti lebih banyak hujan di dalam daripada di luar. Untungnya, kami berada di gedung itu hanya sembilan bulan sebelum saya melihat sebuah bangunan yang  mampu  saya beli. Kami berada di sana selama beberapa tahun sebelum terjadi kebakaran yang cukup buruk.

Saya berada di jalan selama tiga sampai empat tahun. Saya pergi ke Michigan, Wisconsin, Kentucky, dan Florida, di mana pun saya bisa menemukan orang-orang yang akan membutuhkan produk ini. Saya menyetir lebih dari 50.000 mil per tahun.

Setelah kebakaran, saya harus membuat keputusan. Dengan veteran yang terluka kembali dari Vietnam, lift sangat dibutuhkan. Kami juga telah mulai menjual van yang sepenuhnya dikonversi. Teknologi di belakang skuter menjadi mudah tersedia, dan mereka bisa dibuat jauh lebih murah di luar negeri. Saya memutuskan untuk fokus pada lift dan konversi van.

Banyak orang-orang cacat dan keluarga mereka segera melihat manfaat dari lift yang saya buat.

Hari ini, kami memiliki lebih dari 200 dealer di seluruh negeri memasang lift dan menjual van konversi kami. Kami melakukan sekitar $ 200 juta dalam penjualan tahun lalu. Markas kami masih di Winamac. Kami juga memiliki tiga bangunan pabrik besar di sini dan lebih dari 700 karyawan.

Ketika saya membangun bisnis ini, saya punya dua kelemahan. Saya masih muda, dan saya adalah orang cacat. Saya tidak pernah membiarkan hal itu menghalangi saya. Saya memberikan usaha ekstra untuk mencapai keberhasilan.

Sumber : Inc.com/jawaban.com

Kimberly Aya, Berhasil Karena Kue Palsu

Pilihan karier Kimberly Aya bisa dikatakan sangat mudah. Semenjak berusia 8 tahun, ia sudah mulai merancang kue untuk ayahnya dan sejak itu dia tidak pernah berhenti melakukannya. Setelah menikah dan pindah ke Turki selama 15 tahun, ketrampilan membuat kue terus diasahnya. Jangan heran, sekembalinya dari negara tersebut ke Amerika Serikat, ia pun memulai bisnis pertamanya yakni membuka toko kue khusus.

Aya mulai memamerkan rancangan kuenya pada saat acara pameran pernikahan. Meskipun sebagian besar peserta acara menggunakan kue palsu hanya untuk ditampilkan, Aya malah menyadari bahwa sebagian besar pengantin sebenarnya lebih suka tampilan kue palsu. Beberapa bulan kemudian, ide cemerlang ini ia terapkan dalam kehidupan sehari-harinya yakni dengan mendirikan usaha yang ia beri nama Fun Cakes Rental.

Dengan menggunakan gum paste dan fondant untuk hiasan dan dekorasi, kue palsu seperti asli dibuat oleh Aya. Setiap kue, yang sebagian besar terbuat dari busa selalu disisipi bagian yang dapat dimakan pengantin. Hal ini dilakukan agar produk yang ia buat sama persis dengan kue yang asli.

Beberapa tahun kemudian, bisnis ini pun mulai terkenal. Pelanggan Aya pun bukan hanya berasal dari Amerika Serikat, tetapi sudah sampai seluruh dunia. Bahkan pembuatan kue pernikahan untuk keperluan film juga dilakoninya. Di akhir tahun 2009, Fun Cakes Rental telah resmi menjadi bisnis waralaba di Amerika Serikat. "Saya adalah salah satu orang yang datang untuk bekerja setiap hari dan benar-benar mencintai pekerjaan," kata Aya. "Saya sangat beruntung."

Sumber : entrepreneur/bm/jawaban.com

Leslie Wexner: Aku Tahu Rahasia Para Wanita

Ia mengetahui Rahasia dari Victoria (Victoria's Secret, red). Menekan batasan-batasan (the limits, red) dengan The Limited. Mengendarai The Express untuk mengenakan ketenaran. Pionir sejati dari toko-toko pakaian spesial, lusinan dari konsep ritel Leslie Wexner telah digodok lebih dari 40 tahun terakhir tidak hanya menjadikan dirinya pria yang sangat kaya, tetapi juga telah menolong menciptakan sebuah ceruk pemasaran baru yang membuka jalur untuk usaha-usaha pemula berorientasi brand seperti Talbot's, The Gap, J Crew dan lainnya yang tak terhitung.

Wexner tampaknya memang terlahirkan untuk sebuah karir di "perdagangan khusus wanita." Setelah berimigrasi keluar dari Rusia, orang tua Wexner bekerja di beragam posisi industri garmen sebelum membuka toko pakaian wanita mereka sendiri di Columbus, Ohio, pada tahun 1951. Mereka menamakan toko tersebut dengan nama Leslie seperti nama putra mereka.

Awalnya, Wexner tidak terpikir untuk berkarir di ritel. Salah satu ambisi awalnya adalah menjadi seorang arsitek. Lalu ia pun bertumbuh dewasa, setidaknya sebagian adalah hasil dari tekanan ayahnya, Wexner menjadi sangat tertarik untuk menjalankan bisnisnya sendiri. Setelah lulus dari The Ohio State University dengan sarjana dalam administrasi bisnis, ia mulai menolong orang tuanya menjalankan toko keluarga. Pada waktu itu, toko Leslie menjalankan operasi bisnis yang sukses menjual segala tipe dari pakaian wanita. Tetapi Wexner mempercayai bahwa toko tersebut bisa lebih menguntungkan jika menspesialisasikan hanya berjualan pakaian olahraga. "Meskipun saya tidak mengerti fesyen, saya mengerti bahwa [pakaian olahraga] sering dipakai oleh teman-teman wanita saya," Wexner menjelaskan. [Pakaian olahraga] adalah jenis pakaian kami yang paling menguntungkan, dan perasaan saya bagaimana jika kamu mendapatkan uang dari menjual es krim coklat, mengapa menjual rasa lainnya?"

Setelah beberapa percobaan tak sukses untuk berbicara dengan ayahnya untuk men-stok pakaian olahraga, Wexner memutuskan untuk melakukannya sendiri. Dengan pinjaman $5.000 dari tantenya, ia membuka tokonya sendiri di Columbus pada tahun 1963, diberi nama "The Limited" karena ia membatasi stoknya untuk pakaian-pakaian wanita saja. Memutuskan untuk menjadikan usahanya sukses, Wexner menjalankan jadwal kerja yang melelahkan - sering tiba di toko pada pukul 7 pagi dan pulang di tengah malam.

Itu tidaklah berjalan lama hingga kerja keras Wexner dan strategi ritel uniknya mulai terbayar. Di tahun pertamanya, The Limited mencapai puncak penjualan pada $160.000, dan di akhir tahun keduanya, Wexner telah membuka lagi dua toko. Pada tahun 1965, Milton Petrie, ketua dari jaringan usaha besar toko-toko khusus wanita , terkesan dengan operasi milik Wexner yang ia tawarkan untuk membeli 49,5 persen dari operasinya. Tetapi Wexner ingin untuk menjalankan bisnisnya sendiri, dan tak ragu-ragu melemahkan tawaran Petrie. Tetap saja, Wexner memuji Petrie dengan menolong mengalahkan "mental penjaga toko"-nya dan mulai berpikir seperti seorang pengusaha untuk membangun jaringan beragam toko.

Sepanjang 1960an, The Limited mulai bertumbuh. Melirik untuk memperlebar operasinya di Ohio, Wexner menjadikan The Limited publik pada tahun 1969 untuk menghimpun uang untuk memperlebar usaha lebih lagi. Sepanjang masa itu, ia menjalin pertemanan dengan Alfred A. Taubman, seorang pengembang real estate yang spesialisasi di mall, yang selanjutnya terbukti menjadi kunci dari kesuksesan Wexner. Taubman mengajari Wexner pentingnya desain toko yang menarik dan menemukan lokasi-lokasi yang tepat untuk toko-tokonya. Terima kasih kepada pertolongan dan saran Taubman, pada tahun 1980an, toko-toko Wexner diperhitungkan sebagai pemimpin industri untuk tampilan toko.

Sebagaimana waktu dan selera berganti, kemampuan Wexner untuk selalu up-to-date dan mempertemukan memenuhi kebutuhan para kustomer-nya menjadikan dirinya satu langkah lebih maju dalam persaingan. Pada tahun 1980, banyak baby boomers yang masih remaja yang sangat menyukai pakaian olahraga yang telah menginspirasi toko-toko pertama Wexner mulai menaiki tangga perusahaan. Mereka masih menginginkan pakaian-pakaian nyaman dengan harga-harga beralasan, tetapi mereka juga menginginkan pakaian-pakaian berkualitas tinggi dan sebuah gaya yang merefleksikan tingkat kemapanan mereka yang baru.
Menyadari pentingnya untuk menjembatani desain-desain tersebut ke pasaran secepatnya yang memungkinkan, Wexner membeli Mast Industries untuk memproduksi line fesyennya, dan menyiapkan jaringan distribusi terkomputerisasi yang memampukan The Limited untuk mempabrikkan garmen-garmennya sendiri dan menaruh mereka di rak penjualan hanya dalam hitungan minggu. Sebagai hasilnya, The Limited bisa mengirimkan desain-desain baru ke toko-tokonya setiap beberapa minggu daripada bukannya secara musiman, sebagaimana standar industri pada masa itu.

Dengan The Limited berkembang sukses, Wexner mengubah perhatiannya ke jalur ritel yang lain. Pada tahun 1982, ia membeli dan mengembangkan baik jaringan usaha Lane Bryant dan Victoria's Secret; memulai sebuah jaringan toko pada tahun 1983, disebut Express untuk merangkul para pembeli muda, mengambil alih jaringan usaha 796-store Lerner yang nyaris bangkrut dan toko-toko Henry Bendel pada tahun 1985; juga membeli Bath & Body Works pada tahun 1985 untuk berkompetisi dengan The Body Shop milik Anita Roddick; meluncurkan baik The Limited Too untuk menjual pakaian anak-anak dan pakaian pria Structure pada tahun 1987, dan membeli Abercrombie & Fitch pada tahun 1988.

Di akhir era 1980an, Wexner tampaknya tak terhentikan. Tetapi terjadi pertemuan awan hitam. Resesi pada tahun 1990an menyebabkan penjualan menjadi datar. Lebih parahnya, selagi bisnis-bisnis intinya mulai mengendur, Wexner menjadi terpecah oleh mengejar hal-hal luar dari real estate hingga desain interior. Harga-harga saham plummeted dan para investor menaruh kambing hitam tentu saja di kaki Wexner.

Menyadari bahwa ia telah terlalu memaksakan dirinya sendiri, Wexner mulai membalikkan usaha-usaha bukan intinya untuk berkonsentrasi pada pakaian wanita, dan ia mengambil serangkaian saham buyback untuk meningkatkan nilainya. Pada tahun 1999, strategi-strategi tersebut mulai membuahkan hasil. Pada bulan Juni di tahun tersebut, The Limited Inc. dinyatakan sebagai salah satu firma yang paling bertumbuh cepat di Ohio oleh The Plain Dealer, dan pada bulan Agustus, harga-harga stok bangkit 11 persen.

Baik Wexner dan The Limited bisa mengembalikan kejayaan mereka kembali bisa dilihat. Tetapi faktanya - Wexner dengan sangat luar biasa mempengaruhi industri fesyen dan menunjukkan dunia korporat bagaimana kesuksesan bisa diraih dengan menaruh perhatian pada faktor-faktor pasar dan mengerti apa yang mendorong para pembeli untuk membeli produk-produk. Salah satunya yang pertama untuk menyadari ketertarikan pakaian olahraga yang terlihat smart, Leslie Wexner menolong menciptakan pakaian kasual yang gaya, terjangkau yang sekarang mendominasi pasar fesyen.

"Anda harus mengerti bahwa tak seorang pun harus membeli sesuatu... Setiap orang memiliki pakaian yang cukup di lemari pakaian mereka bahkan untuk 100 tahun ke depan. Maka masalahnya adalah untuk menciptakan sebuah permintaan untuk menstimulasi orang untuk membeli." - Leslie Wexner

Sumber : entrepreneur.com & www.jawaban.com

Michael Dell: Pria Muda Ajaib Di Dunia Komputer

"Anda tidak harus menjadi seorang yang jenius atau seorang visionaris atau bahkan seorang lulusan perkuliahan untuk menjadi sukses. Anda hanya membutuhkan sebuah framework dan sebuah mimpi." - Michael Dell

Michael Dell bukanlah satu-satunya pengusaha muda yang mengendarai booming komputer di akhir tahun 1980an dan awal 1990an dari keusangan menuju kejayaan. Seperti Rod Canion dari Compaq dan Steve Jobs dari Apple, Michael mengubah bisnis muda yang belum banyak pengalaman menjadi kerajaan komputer milyaran dolar. Tetapi tidak seperti Canion dan Jobs yang mengalami nasib buruk, yang kehilangan kendali atas ciptaan mereka ketika mereka bertumbuh, Michael telah menangani untuk tetap memegang kendali atas usaha maverick-nya dan menerima pengakuan unik untuk menjadi CEO terlama dalam industri komputer.

Mengikuti ide sederhana dengan menjual sistem-sistem komputer personal yang terkustomisasi langsung ke para kustomer ia dapat sangat mengerti kebutuhan-kebutuhan mereka dan menyediakan solusi-solusi komputer paling efektif untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan itu, Michael telah menjadikan Dell Computer Corp. Sebagai perusahaan pemimpin penjualan langsung sistem-sistem komputer.

Orang-tua Michael menginginkan ia menjadi seorang dokter. Tetapi sewaktu ia berada di masa sekolah menengah pertama, Michael terpaku pada komputer-komputer. Selagi kebanyakan teman-teman seangkatannya terpaku di bawah atap-atap mobil tua, Michael menyukai terpaku dengan Apple IIe-nya.

Untuk menyenangkan orang-tuanya, Michael terdaftar sebagai pra-mahasiswa kedokteran di Universitas Texas pada tahun 1983, tetapi tetap saja yang menjadi kegemarannya adalah komputer-komputer. Sepanjang semester pertamanya, Michael menghabiskan waktu luangnya membeli PC-PC lama yang perlu dibetulkan dari ritel-ritel lokal, lalu meng-upgradenya dan menjualnya dari kamar asramanya. Usahanya itu sukses, hingga akhirnya satu hari teman sekamarnya menumpuk inventarisnya yang semakin banyak dekat pintu kamar asrama mereka.

Michael menganggap itu sebagai satu tanda sudah waktunya untuk memindahkan bisnisnya yang berkembang dari kampus. Kedua orang-tuanya geram ketika ia mengatakan kepada mereka bahwa ia ingin drop out dari kampus, maka untuk menenangkan mereka, Michael setuju untuk kembali ke sekolah jika penjualan musim panas terbukti mengecewakan. Di bulan pertama bisnisnya, Michael menjual beberapa PC seharga $180.000. Ia pun tak pernah kembali lagi masa senior sekolahnya.

Selagi mencari jalan untuk memperlebar bisnis awalnya yang sedang bertumbuh, Michael menyimpulkan bahwa komputer dengan cepat akan menjadi sebuah komoditas, dan dengan komoditas-komoditas, apa yang paling penting adalah harga dan pengantarannya. Michael melihat bahwa cara tercepat untuk menerima kedua gol tersebut adalah dengan memotong perantara. Ia menyadari bahwa ia bisa membeli komponen-komponen dan merakit keseluruhan PC sendiri dengan harga lebih murah. Lalu ia bisa menjual setiap mesinnya melalui telepon langsung ke para pelanggan dengan 15 persen untuk membangun brand-nya. Teknik ini, yang selanjutnya dikenal sebagai "model penjualan langsung," dapat merevolusi industri dan menjadikan Michael Dell sebagai multi-milyuner dalam prosesnya.

Michael Dell yang berusia 19 tahun memakukan usaha bisnisnya PCs Ltd., dan perusahaan yang berbasis di Austin ini dengan cepat menjadi salah satu perusahaan yang bertumbuh paling cepat di negerinya. Daripada membanjiri pasaran dengan ratusan dari ribuan komputer "berkulit coklat yang tawar," perusahaan dapat berfokus pada apa yang terbaik - menciptakan mesin-mesin yang terkustomisasi untuk meng-order.

Strategi ini bekerja. Dalam operasinya di tahun pertama, PCs Limited menarik hingga lebih dari $6 juta dari penjualan, dan Michael dengan cepat mendapat reputasi sebagai "pria muda ajaib." Untuk membayar namanya yang semakin tenar, ia mengubah nama perusahaan menjadi Dell Computer Corp. pada tahun 1987. Penjualan terus berlanjut mengembang, mencapai puncak $159 juta pada akhir tahun 1988. Di tahun yang sama, Dell membuat sebuah penawaran awal publik yang meraup $30 juta, dan sekitar $18 juta-nya masuk langsung ke kantong Michael.

Bagi banyak pengusaha awal, itu bisa menjadi sinyal puncak bahwa sudah waktunya untuk berpindah ke petualangan selanjutnya yang menjanjikan. Tetapi dalam pikiran Michael ia baru saja mulai. Ia sekarang mengatur pandangannya untuk mengambil alih pemimpin industri IBM, mengatakan kepada para stafnya bahwa kata pertama dari putrinya yang baru lahir adalah "Daddy, kill IBM." Teknik ini mendapat responm dan penjualan Dell melompat pada lebih dari $800 juta pada tahun 1991. Pada tahun 1992, Michael menyiapkan sebuah gol untuk melewati $1,5 milyar di akhir tahun tersebut. Selalu melewati pencapaiannya, Michaell mendapatkan gol-nya dan lalu, penjualan pun meroket hingga $2juta milyar. Tetapi di tengah kesuksesannya, ada awan-awan mendung yang bertemu di langit-langit.

Pertumbuhan perusahaan melangkah terlalu cepat bagi si pengusaha muda untuk menanganinya. Pada pertengahan 1993, Dell Computer Corp. terlihat berada di luar kendali. Harga-harga saham terpantul dari $49 pada Januari 1993 menuju sekitar $16 pada bulan Juli. CFO dari Dell pun resign, meninggalkan kekosongan manajemen. Dan yang terburuknya, Michael membongkar semua merek baru dari komputer-komputer notebook dikarenakan produksi yang miskin dan dipaksa untuk duduk di atas sisi dari segmen yang bertumbuh cepat dari pasar PC untuk lebih dari 12 bulan.

Michael menyadari bahwa ia perlu untuk melakukan sesuatu - dan melakukannya dengan cepat. Solusinya adalah mencari para manajer yang lebih tua berpengalaman untuk menolongnya mengambil kendali dari juggernaut-nya yang berusia 9 tahun. Pertama ia membawa Mort Topfer, eksekutif musiman dari Motorola, untuk menangani operasi sehari-hari. Selanjutnya ia memanfaatkan talenta-talenta Kevin Rollins, sebuah pakar organisasi dari Bain and Co., untuk menjalankan operasi-operasi pekerja Amerikanya. Dan, mungkin saja kudetanya yang paling penting, Michaell mencuri desainer Apple Powerbook yakni John Medica.

Dalam 12 bulan penyusunan perusahaan sangatlah benar, dan di tahun selanjutnya keuntungan-keuntungan pun mendaki hingga $149 juta. Tetapi bahkan dengan perubahan haluan yang luar biasa ini, Michael mengetahui tempat perusahaannya di persaingan industri PC yang terus meningkat biar bagaimanapun tak ada jaminannya. Untuk memastikan agar terus berlanjut sukses, Michael dan para eksekutif top-nya membuat sepasang keputusan strategi kontroversial yang menjalankan penghitungan tren industri yang sedang terjadi. Pertama, bukannya mengawali perang harga untuk mengejar penjualan unit-unit yang luar biasa, Michael memutuskan untuk berfokus pada para pelanggan bisnis yang bermargin tinggi. Kedua, perusahaan memandang untuk bersandar secara eksklusif pada pasar langsung daripada ritel.

Para pengamat industri mempertanyakan gerakan yang kedua, menunjuk bahwa dengan menjual langsung Dell merendahkan pasar home PC. Tetapi Michael mengetahui lebih baik. Dalam penyelidikan awal ke toko-toko ritel, Michael menemukan bahwa ia tidak bisa berkompetisi dengan nama brand Compaq yang kuat dan harga Packard Bell yang mematikan. Menjual melalui toko-toko ritel sudah pasti di luar rencana. Tetapi Michael tidak menyerahkan pasar konsumen yang menguntungkan begitu saja. Melainkan, ia memutuskan untuk menjual PC-PC yang terkustomisasi penuh melalui telepon, fax, dan penjualan langsung untuk para pembeli komputer rumah yang lebih mutakhir.

Sekali lagi, Michael memutuskan para pengkritiknya bahwa mereka salah. Pendekatan baru perusahaannya telah memiliki penjualan yang mencapai puncak $5,5 milyar pada akhir tahun 1996. Tetapi Michael memiliki kartu as yang lain di balik lengan bajunya. Pada Juli 1996, Dell meluncurkan salah satu website penjualan komputer langsung pertama, dan hanya dalam dua bulan, telah meratakan penjualan internet dengan kelebihan dari $2 juta sehari (sebuah angka yang dapat terus naik hingga $6 juta sehari pada 1998). Kombinasi dari penjualan langsung via telepon dan Internet mendorong penjualan Dell hingga $7.7 juta pada Februari 1997.

Hingga saat ini, para pakar industri dan tiga lawan utama Dell yakni, Compaq, IBM, dan Hewlett-Packard, teryakinkan bahwa penjualan langsung hanya dapat memberi sebuah ceruk pasar. Tetapi sebagaimana serangan langsung Dell mulai meningkatkan potongan ke pembagian pasar mereka, semua ketiga kompetitornya mengadopsi model penjualan langsung itu, tetapi tidak seperti Dell, melanjutkan untuk menawarkan mesin-mesin mereka melalui toko-toko ritel juga.

Baik ya tidaknya Compaq, IBM dan Hewlett Packard merubah strategi mereka sebenarnya selanjutnya akan menangkap kembali pembagian pasar yang terhilang akan hadirnya Dell. Tetapi dengan menjadi yang pertama kali, Dell tentu saja memiliki keuntungan, sebagaimana ketika angka-angka dengan jelas bermunculan. Selagi industri PC bertumbuh dengan 5 persen yang diremehkan pada tahun 1998, Dell bertumbuh dalam jalur yang luar biasa dengan lebih dari 50 persen, mencapai penjualan $12.3 milyar. Pada Januari 1999, Dell habis terjual baik IBM dan Hewlett-Packard pun seimbang untuk mengambil ali sebagai pembuat komputer nomor satu, meninggalkan Compaq.

Selagi ia telah benar-benar mendiamkan para pengkritiknya, Michael Dell telah membuktikan bahwa ia memiliki fleksibilitas, stamina, dan visi untuk berada di puncak dari bisnis paling kompetitif di negeri itu, bahkan dengan melalui waktu-waktu yang bergelombang. Sebagai roketer penjualan internet ($30 juta sehari pada Juli 1999), Dell melanjutkan untuk mengherankan para kompetitornya, mencengangkan para analis, dan mempesona para pemegang saham.

Sumber : entrepreneur.com & www.jawaban.com

Ruth Handler: Ibunda Kerajaan Bisnis Barbie

Ketika pendiri kedua Mattel, Ruth Handler, awalnya menawarkan agar perusahaan membuat boneka dewasa, staf marketing di Mattel menolak keras ide tersebut. Gadis-gadis kecil menyukai bermain dengan boneka-boneka bayi, klaim mereka. Dan mereka yakin bahwa wanita dewasa tak akan menginginkan anak-anak mereka bermain dengan boneka-boneka wanita dewasa. Tetapi dinamo rekan bisnis ini tidak menyerah begitu gampangnya. Memerlukan hampir tiga tahun bagi dirinya untuk meyakinkan perusahaan agar membuat boneka tersebut. Itu mungkin adalah keputusan terbaik yang akhirnya mereka lakukan. Barbie, begitulah Ruth berikan nama bagi boneka yang memiliki panjang 11,5 inch tersebut, menjadi hit besar, tidak hanya membuat Mattel sebuah pemimpin tak tergoyahkan dalam pembuatan boneka, tetapi juga menciptakan industri $1,9 milyar per tahunnya.

Perusahaan tersebut akhirnya menjadi salah satu pemimpin pembuat boneka di dunia dimulai dari sebuah bisnis garasi tak menguntungkan di El Segundo, California. Para pendiri aslinya, Harold Matson dan Elliot Handler, memberi nama perusahaan tersebut dengan nama "Mattel," menciptakan sebuah nama dengan mengkombinasikan dari awal dan akhir nama mereka. Produk pertama Mattel adalah bingkai-bingkai foto, tetapi Elliot mengembangkan sebuah bisnis pembuatan furnitur rumah boneka dari sisa potongan bingkai foto.

Mempercayai bahwa perusahaan sedang menukik jatuh, Matson menjual semuanya ke partnernya dan istrinya Handler, yakni Ruth, yang bergabung dengan suaminya sebagai sesama pendiri. Terdorong oleh kesuksesan mereka dalam bisnis furnitur boneka, kedua Handlers mengubah inti perusahaan ke boneka-boneka dan mulai membuat sebuah dasar untuk produk-produk musikal, termasuk ukulele berukuran anak-anak dan sebuah kotak musik pengengkol tangan yang dipatenkan, yang meraup banyak pemasukan perusahaan pada tahun 50an dan 60an.

Perusahaan berjalan dengan sangat baik, tetapi masih dari jauh dari kelompok industri besar. Itulah pada tahun 1956 ketika Ruth Handler mengeluarkan ide jenius yang akan meroketkan Mattel menjadi yang terdepan dalam industri boneka dan memukau empat generasi gadis muda.

Ruth mendapatkan inspirasinya akan boneka Barbie ketika sedang menonton putrinya yang masih kecil, Barbara, dan teman-temannya bermain dengan boneka kertas. Para gadis kecil itu sedang bermain seandai-andai gadis dewasa atau remaja dengan boneka-boneka tersebut, membayangkan diri mereka sebagai mahasiswi, cheerleaders, dan orang dewasa yang berkarir. Itu dengan instan membuat Handler menyadari dan berpura-pura akan masa depan adalah bagian penting dari pertumbuhan. Dalam meriset pasar, ia menemukan area yang kosong dan berketetapan untuk mengisi ceruk pasar tersebut dengan boneka 3 dimensi.

Para desainer Mattel memiliki keragu-raguan, hingga mengatakan bahwa membuat boneka seperti itu adalah mustahil. Selagi berlibur di Eropa, Handler menemukan sebuah boneka Jerman bernama Lili - sebuah hadiah yang agak berbau pornografi bagi pria. Ia membeli tiga buah boneka ke rumah dan mengirimkan para desainer Mattel ke Jepang untuk mengatakan kepada mereka "carikan kami seorang pembuatnya."

Visi Ruth bagi boneka tersebut, yang ia panggil Barbie (panggilan putrinya), agar boneka tersebut menjadi wanita yang "ideal." Menurut legenda, wajah dan figur Barbie diciptakan dari sebuah kombinasi dari fitur-fitur bintang-bintang populer masa itu, termasuk alis Audrey Hepburn yang terkenal.

Pada tahun 1959, Barbie adalah sebuah realita dan siap untuk menggebrak toko-toko. Tetapi ada sedikit halangan. Pada awalnya dalam riset pasar, terungkapkan bahwa para ibu membenci boneka tersebut, satu orang melaporkan, "Wow! Itu benar-benar adalah boneka kesukaan ayah, bukankah begitu?" Para peritel boneka di Toy Fair tahun 1959 di New York City, para peritel tidak pernah melihat sebelumnya sebuah boneka yang sama sekali tidak seperti boneka bayi dan balita yang populer pada masa tersebut, dan banyak yang menolak untuk membawanya.

Tak kenal takut, Ruth langsung mengarahkan ke para gadis muda dengan iklan-iklan televisi yang merepresentasikan Barbie sebagai orang sebenarnya. Terima kasih kepada pendekatan marketing inovatif ini, dalam tiga bulan semenjak debutnya, boneka-boneka Barbie terjual rata-rata sekitar 20.000 per minggunya. Permintaan akan boneka tersebut begitu luar biasa hingga itu membutuhkan beberapa tahun untuk persediaan memenuhi permintaan. Barbie begitu suksesnya hingga ia mampu menjadikan Mattel untuk publik pada tahun 1960, dan dalam waktu lima tahun, Mattel bergabung dalam peringkat Fortune 500.

Selama beberapa tahun selanjutnya, seluruh industri hanya berputar mengenai Barbie. Para desainer secara berlanjut bekerja menciptakan pekerjaan-pekerjaan untuk Barbie yang merefleksikan perubaha fesyen masa itu. Tetapi mereka tidak hanya berputar pada pakaian saja. Barbie selanjutnya memiliki rumah impiannya sendiri, mobil, pesawat, yacht, lusinan aksesoris lainnya, belum termasuk lagi "teman-temannya," seperti boneka-boneka bernama Midge, Skipper, dan Christie. Barbie bahkan memiliki kekasihnya sendiri, yakni Ken, yang diberi nama seperti putranya Handler. Ironisnya, kisaran dari harga $5 ke atas, kebanyakan dari pakaian-pakaian dan aksesoris-aksesoris Barbie harganya lebih dari boneka itu sendiri (Barbie harganya $3). Faktanya, di masa sekarang aksesoris-aksesori Barbie meraup nyaris 40 persen dari pemasukan Mattel.

Semenjak "kelahirannya," diperkirakan 1 milyar Barbie telah terjual dalam empat dekade, menjadikan "anak" dari Handler ini sebagai boneka fesyen terlaris di setiap pasar global besar, dengan penjualan tahunan di seluruh dunia mencapai $1,9 milyar.

Pada tahun 1999, dalam sebuah event gala merayakan 40 tahun Barbie, Handler ditanya apakah ia terkejut akan kesuksesan dari Barbie yang luar biasa. "Saya selalu berpikir bahwa Barbie sangat sangatlah basic," jawabnya. "Ia adalah dasar dari sebuah boneka untuk dimainkan selama mungkin, dan saya memiliki keyakinan bahwa ia akan menjadi mainan yang luar biasa. Tetapi saya tidak pernah berpikir bahwa akan ada mainan manaoun yang bisa bertahan sepanjang ini atau bertumbuh sebesar ini."

Setelah kemenangan pribadi melawan kanker payudara di pertengahan tahun 1970an, Ruth Handler pensiun dari Mattel. Ia melangkah menggunakan pengalaman pribadi dan keahliannya untuk memulai Ruthton Corp. yang didedikasikan untuk pengembangan dan memproduksi prostheses payudara yang disebut "Nearly me." Oleh pertemuan dengan pembeli-pembeli department store, mempromosikan sendiri produk-produk di sepanjang AS, dan berbicara dengan sesama pejuang melawan kanker payudara lainnya, Handler membangun perusahaan keduanya dengan sukses. Pada tahun 1991, ia menjual Ruthton Corp. ke sebuah divisi dari raksasa kecantikan dan kesehatan Kimberly-Clark.

Sumber : entrepreneur.com & www.jawaban.com

Kisah Sukses Estee Lauder

"Saya tidak mencapai sini dengan bermimpi atau memikirkan tentang ini. Saya sampai disini dengan melakukannya." - Estee Lauder



Estee Lauder membangun kerajaan bisnis kosmetik berdasarkan motto, "Tidak ada wanita yang tidak cantik, hanya wanita yang kurang terawat." Dengan menyakinkan yang "tidak terawat" itu mereka bisa menjadi cantik - dengan sedikit pertolongan dari produk-produknya - ia mengambil peran raksasa dalam dunia kosmetik dan menang. Memulai tidak lebih dari sebuah mimpi, dengan ambisi yang luar biasa, selera bagus, keteguhan, marketing inovatif, dan kerja keras, visioner kreatif ini menjadi wanita yang terkaya berkat kerja kerasnya sendiri di Amerika dan menciptakan sebuah dinasti keluarga yang terus berlanjut hingga hari ini.

Terima kasih kepada latar belakang romantis mistikal yang ia ciptakan untuk dirinya sendiri, sedikit yang mengetahui kehidupan masa kecil Estee Lauder hingga tahun 1985. Selama beberapa tahun, dengan sangat gembira ia salah mengarahkan media dengan kisah-kisah mengklaim ia adalah seorang berlatar-belakang bangsawan yang sopan. Hanya ketika sebuah biografi tak resmi yang mengancam untuk mengekspos kebenaran Estee Lauder "akui sepenuhnya," muncul ke media cetak sebuah otobiografi berjudul Estee: A Success Story.

Lahir sebagai Josephine Esther Mentzer pada tahun 1908, calon Grand Dame Kecantikan ini bertumbuh di area Corona dari Queens, New York. Latar belakangnya memanglah seorang Eropa - orang-tuanya, Max Mentzer dan Rose (Schotz) Mentzer, adalah imigran-imigran Yahudi dari Hungaria dan Czechoslovakia, tetapi mereka jauh dari kelas atas. Ayahnya memiliki toko peralatan berat, dimana dari situlah keluarganya hidup.

Dalam otobiografinya, Lauder mengakui sebagai seorang anak ia malu akan gaya hidup orangtuanya yang kampungan dan sangat berlogat Inggris. "Keduanya sangat Eropa dengan cara yang sangat medok," tulisnya, "dan saya sangat menginginkan untuk menjadi Amerika 100 persen." Bekerja di toko ayahnya menanamkan pengetahuan kepada Estee Lauder akan dunia ritel dan kewirausahaan di usia muda. Tetapi apa yang sebenarnya ia mimpikan adalah "menjadi seorang aktris - seperti lampu-lampu sorot, bunga-bunga, pria tampan," jelasnya.

Tak lama setelah Perang Dunia I meletus, paman Lauder, John Schotz, datang untuk hidup dengan keluarga Lauder. Seorang ahli kimia yang spesialisasi membuat sendiri produk perawatan kulit "rahasia"-nya, Schotz membangun laboratorium pengganti sementara dalam sebuah kandang kecil di belakang rumah keluarga Mentzer dan mulai membuat krim-krimnya dengan Estee muda di sampingnya. "Saya melihat jalur saya sebenarnya dalam Paman John saya... Saya menyimak dan mempelajarinya."

Berketetapan untuk menjadi seorang ilmuwan, Lauder menunjukkan barang-barang pamannya ke teman-teman sekelasnya di Newton High School, untuk memberikan kepada mereka make-over lengkap untuk membuktikan kualitas dari produk-produk pamannya. Ia belajar marketing dan merchandising dimulai dari usia sangat muda, mengatakan, "Untuk menjual sebuah krim, Anda menjual sebuah mimpi pada awal hari."

Tetapi sebelum ia mencapai mimpinya untuk menjadi spesialis perawatan kulit glamor, Estee bertemu dan menikah dengan Joseph Lauter, seorang penjual tekstil sukses moderat, dan pindah dengannya ke Manhattan. Tak lama setelah itu, pasangan itu mengadopsi lafal dari nama keluarga asli Austria mereka, Lauder, yang selanjutnya menambahkan kepercayaan akan klaim Estee yang salah bahwa ia lahir di Wina.

Di sepanjang tahun-tahun awal pernikahannya dan bahkan setelah kelahiran dari anak pertamanya, Leonard, pada tahun 1933, Lauder melanjutkan untuk memperhalus dan meningkatkan krim-krim pamannya, memasak krim-krim di kompor dapurnya. Untuk menciptakan sebuah pasar bagi produknya, ia memberikan demonstrasi-demonstrasi dan make over gratis di salon-salon, hotel-hotel, stasiun kereta, dan bahkan jalanan. Ia juga mulai mengunjungi rumah-rumah dari klien-kliennya, dimana ia bisa membangun pertemanan dan menjual lebih banyak krim. Itu tidak lama sebelum akhirnya Lauder menjadi tamu tetap dalam daftar tamu dari nyonya rumah kota New York paling berpengaruh.

Menyadari bahwa kontak-kontak sosial penting dalam bisnis kecantikan, Lauder memutuskan untuk menjadikan mimpi-mimpi masa kecilnya menjadi nyata dengan menjadi seorang wanita akan perbaikan dan terhormat. Melalui pembuatan dan penataan dari kebenaran dan dengan berpakaian seperti pelanggan-pelanggan mereka dan meniru perilaku mereka, Lauder menjadikan dirinya wanita kecantikan yang anggun dan sopan - sebuah peran yang dengan cepat menjadi tak dapat dibedakan dari kenyataan. Tetapi dalam pemikirannya sendiri akan pencarian jual-menjual, pernikahannya meretak, hingga akhirnya berakhir cerai pada tahun 1939.

Setelah perceraiannya, Lauder pindah ke Miami Beach, Florida, dimana ia melanjutkan untuk menjual produk-produk kulitnya kepada para pelancong kaya. Ia juga memiliki hubungan dengan beberapa pria kaya dengan harapan dapat membantu bisnisnya. Tetapi itu terjadi. Setelah tiga tahun mencari pangeran kaya untuk menjadikan mimpinya nyata, ia mulai merasa lelah akan pengejaran itu dan menyadari bahwa ia merindukan mantan suaminya. Ironisnya, adalah penyakit yang membawa pasangan ini bersama lagi.

Ketika Leonard datang dengan penyakit gondoknya, Joseph dan Estee bersatu kembali sebagai ayah dan ibu. Percikan terjadi, dan mereka menikah kembali pada tahun 1942, setuju untuk melanjutkan bisnis kosmetik bersama - dengan Estee bertugas dalam marketing dan pengembangan produk dan Joe menangani keuangan, produksi, dan administrasi.

Pasangan ini membuka toko pertama mereka di New York pada tahun 1944. Setelah sejumlah waktu pada Desember tahun itu untuk memberikan kelahiran bagi putra kedua mereka, Ronald, Estee langsung kembali bekerja, secara resmi membentuk Estee Lauder Inc. pada tahun 1946. Dalam kebutuhan produksi dan fasilitas-fasilitas penyimpanan, keluarga Lauders mengubah sebuah restoran Manhattan menjadi sebuah pabrik. Estee berjualan sepanjang hari dan memasak krim-krim dan minyak-minyak untuk produk-produknya di atas kompor-kompor restoran di malam hari.

Dan apa yang membuktikan sebagai pergerakan marketing yang jenius, Estee memutuskan untuk menjual produk-produknya hanya melalui department-department store kelas atas. Target pertamanya adalah Saks Fifth Avenue. Ia meyakinkan Saks untuk menaruh order besar untuk krim-krim kulitnya, dimana toko tersebut menjual habis hanya dalam dua hari. Kesuksesannya dengan Saks meyakinkan Estee bahwa ia bisa berkompetisi dengan para raksasa kosmetik seperti Revlon, Helena Rubinestein dan Elizabet Arden. Ia menjadi seorang pedagang persuasif yang suka keliling berdedikasi untuk mempenetrasikan setiap department store di Amerika Serikat yang pas dengan produknya.

Ambisi dan dedikasinya mulai terbayar di akhir tahun 1950an, sebagaimana merk Estee Lauder menjadi fitur reguler di toko-toko prestisius seperti I. Magnin, Marshall Field's, Nieman-Marcus and Bonwit Teller. Tetapi perusahaan masihlah kecil jika dibandingkan dengan para raksasa tersebut. Berketetapan untuk mengubah ini, Lauder memulai sebuah strategi promosi inovatif. Beralih dari satu perusahaan periklanan ke perusahaan lain dikarenakan ukuran kecil dari akun mereka, keluarga Lauder mulai menginvestasikan seluruh budget periklanan mereka yang sejumlah $50.000 menjadi sampel-sampel yang ditawarkan melalui direct mail, hadiah-hadiah amal dan sebagai hadiah dengan pembelian. (Teknik Lauder yakni "hadiah dengan pembelian" menjadi trademark perusahaan dan selanjutnya, menjadi standar praktik industri). Hasilnya adalah ribuan pelanggan baru.

Tetapi titik balik yang sebenarnya bagi perusahaan terjadi pada tahun 1953 ketika Lauder pertama kali memperkenalkan parfumnya - Youth Dew, sebuah sabun mandi yang juga merangkap sebagai parfum. Seharga hanya $8.50, Youth Dew adalah kemewahan terjangkau bagi kebanyakan wanita, dan penjualan membesar dari beberapa ratus dolar per minggu menjadi ribuan. Pada pertengahan 1950an, Youth Dew menghitung untuk 80 persen dari penjualan Estee Lauder dan telah mentransformasikan perusahaan yang berkembang ini menjadi sebuah bisnis jutaan dolar.

Sepanjang tahun 1960an, Lauder melanjutkan untuk memperlebar merek produknya, memperkenalkan (di antara hal lainnya) peralatan mandi pria dibawah nama brand Aramis dan merek pertamanya yang berorientasi fesyen, kosmetik terbukti tes alergi, Clinique. Sebagai tambahan, Lauder menyiapkan untuk menaklukkan dunia, meyakinkan Harrods di London dan Galleries Lafayette di Paris untuk membawa produk-produknya. Pada pertengahan 1970an, produk-produk Lauder berada di pasaran pada lebih dari 70 negara.

Perusahaan pun meneruskan kemakmurannya sepanjang 1980an dan 90an, menjadi perusahaan kosmetik terbesar ketiga di Amerika - dengan 10.000 karyawan dan penjualan hingga $2 milyar. Pada tahun 1999, produk-produk Estee Lauder terhitung hampir 50 persen terjual di semua ritel kecantikan di Amerika.

Penjaja keliling krim kulit yang berjuang ini sekarang telah pensiun, dengan keuntungan bersih dari inovasinya - kecantikan dalam kendi kecil - sekitar $5 milyar, menurut majalah Fortune. Meskipun putranya Leonard dan cucu-cucunya sekarang menguasai ruang-ruang eksekutifnya, Estee Lauder tetap diingat sebagai jenius kreatif dan roh pendorong perusahaan. Pengusaha klasik dan inovator yang menolak untuk mendengar para ahli, mental pengambil resiko Lauder dan menolak untuk berdiam nyaman untuk sesuatu yang sedikit daripada yang terbaik telah mengubah dunia distribusi kosmetik. Tetapu Lauder sendiri menjelaskan rahasia kesuksesannya dengan sederhana: "Saya adalah seorang wanita dengan sebuah misi dan tulus-ikhlas dalam mengejar mimpi saya."

Sumber : entrepreneur.com & www.jawaban.com

Daniel Mananta - Susah Senang Ingat Tuhan

Muda. Kreatif. Enerjik. Berbakat. Mau melihat semuanya jadi satu? Lihatlah Daniel Mananta. Berhasil merambah dunia hiburan, kini ia serius dengan hobi yang juga menguntungkan.

Memulai karier sebagai VJ (video jockey) tahun 2003, membuat nama VJ Daniel (27), begitu publik mengenalnya, melejit. Kini, lima tahun sudah ia berkarya di dunia hiburan dan selalu kebanjiran job.

Sempat Kerja di Restoran

"Kalau bukan karena Tuhan, nggak mungkin!", kata Daniel ramah tentang ketenarannya. Selesai kuliah di negeri kangguru, ia seperti kebanyakan orang, mencoba mengaplikasikan ilmunya. Bermodalkan ijazah finance dari Edith Cowan University, sulung dua bersaudara ini melamar ke berbagai perusahaan. Sempat bekerja di sebuah restoran, namun itu dijalani hanya 3 minggu. "Nggak tahu kenapa Bos selalu marah-marah, padahal kerjaan beres. Saat Bos ngomong saya cuekin, nggak lama saya dipecat!", kenangnya. Lalu ia mulai bergerilya kembali mencari pekerjaan. Bank demi bank pun disambanginya. Hasilnya? Nggak ada yang mau terima. Masih di Aussie, Daniel pun sempat menjadi agen MLM (Multi Level Marketing-red). Kembali ke Indonesia, ia akhirnya membantu usaha orang tua. Berjualan pakaian di Mangga Dua. "Saya tipe orang yang aktif dan nggak bisa hanya menunggu orang datang membeli. Tapi ayah saya bilang, ini adalah proses." Dalam proses menunggu, ia datang pada Tuhan. Daniel berdoa ingin ke Jepang, punya banyak teman baru dan juga pekerjaan baru. "Saya berdoa setiap malam."

Sambil berdoa, putra pasangan Donny Mananta dan Anawaty Angkasa sudah siap dengan strategi lainnya, menjadi guru bahasa Inggris. Mantap dengan rencananya, ia ke gym. Di sana ia melihat iklan lowongan menjadi VJ. "Konsep lamarannya lucu banget. Saya membuat video 'sehari bersama Daniel'. Termasuk saya jualan di toko." Gayung bersambut. Bintang iklan pasta gigi inipun dipanggil. "Ini ajaib juga. Sebelum kasting, saya lihat tayangan MTV tentang cara supaya bisa lolos kasting VJ Hunt. Akhirnya saya diterima dan menjalani karantina ke Bali. Saya kaget dan senang. Sampai saya tanya, siapa yang bayar ke Bali ha..ha..ha..," kelakar Daniel menertawai kepolosannya. Doanya terjawab. Di Bali, kemenangan pun diraihnya. Otomatis ia mendapat pekerjaan plus teman baru. "Luar biasa banget! Meskipun tidak ke Jepang, gratis ke Bali itu sudah jawaban Tuhan. Saya jadi ingat guru saya. Katanya kalau berdoa dan punya keinginan, jangan pikirkan cara dan prosesnya Tuhan," terang Daniel serius.

Berusaha Profesional

Daniel tak lupa Tuhan pembuat segala yang ia miliki. Sebagai manusia ia hanya berusaha menjaga setiap pemberian-Nya dengan bijak. "Kerja sebaik dan semaksimal mungkin. Dan merefresh diri dengan baca komik, nonton DVD dan dengerin musik. Nggak mahal, kan?!" serunya minta persetujuan. Hiburan adalah privasinya dan sebisa mungkin ia tak mau diganggu. Kendati ia juga sadar sebagian dirinya adalah milik publik. "Just be smart untuk bersikap. Tahu batasan kapan saya milik publik dan kapan menikmati hidup as personal." Prinsip itu ditunjukkannya dalam pekerjaan dan kehidupan pribadinya. Dalam kehidupan pribadi, ia tak akan banyak bicara. Tak heran pemberitaan soal kehidupan pribadinya tak banyak berseliweran di televisi. Termasuk hubungan harmonis dengan keluarga yang dibanggakannya. "Menurut saya keluarga sayalah yang paling harmonis. Tiap Minggu kami selalu gereja bareng. Kalau ada waktu kosong kita ke bioskop. Teman Nyokap aja sampai sirik melihatnya," tegas model tersebut.

Keharmonisan keluarga menjadi semangat terbesar bagi Daniel dalam menjalani berbagai aktivitas. Sebab itu, tak heran suasana rumah selalu dirindukannya. "Pinginnya buru-buru pulang ke rumah. Kita bisa ngobrol apa pun sampai soal pacar, sambil makan dan nonton," ceritanya seru.

Mengadu Nasib di Dunia Presenter

Dalam menjalani pekerjaan, penyuka Linkin Park yang baru main di satu sinetron ini belum bertemu titik jenuh. "Kerjaan mana lagi yang cuma ngomong aja dibayar," jawab MC yang pernah mengalami microphone mati saat mulai tampil ini dengan enteng. Demi itu semua, tak segan-segan ia mencurahkan seluruh kreativitas dan bakatnya di dunia presenter. Lihat saja gayanya tiap kali membawakan berbagai acara. Ia terlihat begitu enerjik. "Bekerja itu harus total. Bagi saya penghargaan yang diperoleh adalah bonus dari apa yang sudah saya kerjakan," tegas host Indonesian Idol ini. Menurut VJ berpostur 180 cm ini dengan bekerja maksimal, orang akan menghargai kita. "Contoh," tambahnya lagi, "saya pernah dapat kerjaan jadi MC yang acaranya 'nggak banget'. Tapi saya berusaha untuk tetap bersikap profesional dan bekerja dengan maksimal."

Lama di dunia VJ membawa hatinya untuk fokus di dunia presenter. Meski tidak menutup kemungkinan untuk film atau sinetron. Selain menikmati, ia pun optimis bahwa bagiannya adalah mengerjakan apa yang dipercayakan sebaik mungkin. Baginya yang terpenting adalah mensyukuri apa yang ada termasuk usaha clothing label yang tengah digarapnya sekarang. "Saya yakin Tuhan punya jalan sendiri untuk hidup saya. Soal clothing label, itu hobi. Kebetulan Bokap akan pensiun, jadi saya ingin memberikan sedikit perhatian untuk membantu bisnisnya."

Tidak Merokok

Popularitas dan kemewahan yang didapatnya bukanlah tanpa proses. Flash back tentang proses yang dilalui, Daniel melihatnya sebagai buah dari doa dan perjuangan. Tak kalah pentingnya adalah nasihat orang tua. Penyuka apapun tentang Jepang ini ingat pesan orang tuanya. Seorang public figure bak pohon tertinggi di antara pohon di sekelilingnya. Pohon ­paling tinggi biasanya makin banyak diterpa angin yang menggoyangnya. Kenapa pohon itu bisa berdiri terus? Karena ia punya akar yang kuat dalam arti prinsip dan kepercayaan. "Prinsip hidup saya adalah agama. Dengan prinsip ini, hal salah apa pun yang ada di sekitar, kita tak akan tergoda," jelasnya singkat, namun sarat makna. Ini pula yang diartikannya sebagai pelayanan. Kehidupan sehari-hari bahkan tiap detik adalah persembahan untuk Tuhan. "Tiap detik adalah pelayanan. Bukan hanya waktu-waktu tertentu. Perbuatan kita menceritakan kabar tentang Tuhan, nggak harus teriak-teriak ayo baca firman," ujarnya ekspresif menirukan gaya seorang pengkhotbah.

Cara menunjukkan jati diri sebagai anak Tuhan? "Dalam memberikan nasihat, terkadang saya memasukkan nilai-nilai agama. Sebenarnya saya lebih pada memberikan contoh baik seperti tidak merokok dan sesibuk apapun selalu ke gereja setiap Minggu." Kelihatannya sulit bagi pria untuk tidak merokok, namun tidak bagi jemaat Gereja Katolik Stella Maris ini. Daniel mengaku karena di keluarganya tidak ada yang merokok jadi tidaklah sulit. "Dulu pernah mencoba seperti apa sih rasanya merokok itu. Eh, ternyata jadi batuk-batuk dan 'segini doang nih rasanya'. Ya udah, saya langsung berhenti karena pada dasarnya saya tidak suka rokok," kisahnya antusias.

Beramal Sejak Kecil

Suka dan duka menjadi hal yang tak terhindarkan dalam hidup. Sekali lagi ini bukan soal besar bagi Daniel yang sudah diajarkan tentang Tuhan oleh orang tuanya sejak kecil. "Orang tua terutama Mama saya adalah orang yang religius. Sejak kecil sampai sekarang, saya sudah ditanamkan dan hidup dengan prinsip kristiani yang kuat." Banyak kisah yang mengantarkannya pada kebesaran dan kekuasaan Tuhan. Salah satunya bergabungnya ia dengan MTV. Peristiwa ini menjadi momen yang tak terlupakan bagi cowok ramah berlesung pipit tersebut.

"Tuhan dalam hidup saya," ujar Daniel, "adalah figur yang selalu ada bersama saya. Dalam kondisi apa pun yang saya alami, saya yakin Dia tidak pernah meninggalkan saya." Menurut pengakuannya, sebelum memandu acara (MC) ia selalu menyempatkan diri berdoa terlebih dahulu. "Kalau ada yang salah saya belajar mengaku ke Tuhan dan minta bimbingan-Nya. Seperti itulah saya merasakan kehadiran Tuhan. Dalam keadaan susah pun saya bersyukur, apalagi­ senang." Ditambahkannya, apa pun yang ia miliki sekarang, semua itu adalah pemberian Tuhan. Materi dan semua berkat - tak­ terkecuali persoalan - diterimanya sebagai proses dan pembelajaran Tuhan untuk membuatnya menjadi orang yang lebih baik. Wujud syukur atas semua hal yang diterimanya adalah dengan memberikan sebagian materi yang diperolehnya kepada kaum yang memang membutuhkan.

"Ada satu yayasan rumah sakit yang khusus membantu orang miskin. Saya memilih untuk beramal di sana," akunya tanpa mau berbagi lebih detail. Soal memberi, hal ini sudah mendarah daging. "Sejak kecil saya diajar bahwa semua uang yang kita terima itu berasal dari Tuhan. Jadi harus balikin ke Tuhan. Kalau nunggu kaya dulu baru kita memberi, sama saja kita sebenarnya nggak mau memberi," ujar penggemar bola ini. Rasa syukur bagi VJ satu ini tak melulu bicara soal materi, tapi juga pembaharuan dan perubahan diri. Pribadinya yang easy going memang tak membosankan. Ia pun tak menolak membagi pikiran kreatifnya. Ia tahu masih banyak hal yang harus diperbaiki dalam dirinya, terutama tentang besar kepala. Kadang hal ini terjadi lantaran ia merasa idenya yang paling bagus. Kadang juga ia mengeluarkan ucapan-ucapan kasarnya dalam bahasa Inggris. "Saya masih harus memperbaiki diri," ujarnya merendah.

Sumber : www.jawaban.com