Translate

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Sebab Dia adalah Tuhan kekuatanku, bersama-Nya ku takkan goyah

Daniel Mananta - Susah Senang Ingat Tuhan

Muda. Kreatif. Enerjik. Berbakat. Mau melihat semuanya jadi satu? Lihatlah Daniel Mananta. Berhasil merambah dunia hiburan, kini ia serius dengan hobi yang juga menguntungkan.

Memulai karier sebagai VJ (video jockey) tahun 2003, membuat nama VJ Daniel (27), begitu publik mengenalnya, melejit. Kini, lima tahun sudah ia berkarya di dunia hiburan dan selalu kebanjiran job.

Sempat Kerja di Restoran

"Kalau bukan karena Tuhan, nggak mungkin!", kata Daniel ramah tentang ketenarannya. Selesai kuliah di negeri kangguru, ia seperti kebanyakan orang, mencoba mengaplikasikan ilmunya. Bermodalkan ijazah finance dari Edith Cowan University, sulung dua bersaudara ini melamar ke berbagai perusahaan. Sempat bekerja di sebuah restoran, namun itu dijalani hanya 3 minggu. "Nggak tahu kenapa Bos selalu marah-marah, padahal kerjaan beres. Saat Bos ngomong saya cuekin, nggak lama saya dipecat!", kenangnya. Lalu ia mulai bergerilya kembali mencari pekerjaan. Bank demi bank pun disambanginya. Hasilnya? Nggak ada yang mau terima. Masih di Aussie, Daniel pun sempat menjadi agen MLM (Multi Level Marketing-red). Kembali ke Indonesia, ia akhirnya membantu usaha orang tua. Berjualan pakaian di Mangga Dua. "Saya tipe orang yang aktif dan nggak bisa hanya menunggu orang datang membeli. Tapi ayah saya bilang, ini adalah proses." Dalam proses menunggu, ia datang pada Tuhan. Daniel berdoa ingin ke Jepang, punya banyak teman baru dan juga pekerjaan baru. "Saya berdoa setiap malam."

Sambil berdoa, putra pasangan Donny Mananta dan Anawaty Angkasa sudah siap dengan strategi lainnya, menjadi guru bahasa Inggris. Mantap dengan rencananya, ia ke gym. Di sana ia melihat iklan lowongan menjadi VJ. "Konsep lamarannya lucu banget. Saya membuat video 'sehari bersama Daniel'. Termasuk saya jualan di toko." Gayung bersambut. Bintang iklan pasta gigi inipun dipanggil. "Ini ajaib juga. Sebelum kasting, saya lihat tayangan MTV tentang cara supaya bisa lolos kasting VJ Hunt. Akhirnya saya diterima dan menjalani karantina ke Bali. Saya kaget dan senang. Sampai saya tanya, siapa yang bayar ke Bali ha..ha..ha..," kelakar Daniel menertawai kepolosannya. Doanya terjawab. Di Bali, kemenangan pun diraihnya. Otomatis ia mendapat pekerjaan plus teman baru. "Luar biasa banget! Meskipun tidak ke Jepang, gratis ke Bali itu sudah jawaban Tuhan. Saya jadi ingat guru saya. Katanya kalau berdoa dan punya keinginan, jangan pikirkan cara dan prosesnya Tuhan," terang Daniel serius.

Berusaha Profesional

Daniel tak lupa Tuhan pembuat segala yang ia miliki. Sebagai manusia ia hanya berusaha menjaga setiap pemberian-Nya dengan bijak. "Kerja sebaik dan semaksimal mungkin. Dan merefresh diri dengan baca komik, nonton DVD dan dengerin musik. Nggak mahal, kan?!" serunya minta persetujuan. Hiburan adalah privasinya dan sebisa mungkin ia tak mau diganggu. Kendati ia juga sadar sebagian dirinya adalah milik publik. "Just be smart untuk bersikap. Tahu batasan kapan saya milik publik dan kapan menikmati hidup as personal." Prinsip itu ditunjukkannya dalam pekerjaan dan kehidupan pribadinya. Dalam kehidupan pribadi, ia tak akan banyak bicara. Tak heran pemberitaan soal kehidupan pribadinya tak banyak berseliweran di televisi. Termasuk hubungan harmonis dengan keluarga yang dibanggakannya. "Menurut saya keluarga sayalah yang paling harmonis. Tiap Minggu kami selalu gereja bareng. Kalau ada waktu kosong kita ke bioskop. Teman Nyokap aja sampai sirik melihatnya," tegas model tersebut.

Keharmonisan keluarga menjadi semangat terbesar bagi Daniel dalam menjalani berbagai aktivitas. Sebab itu, tak heran suasana rumah selalu dirindukannya. "Pinginnya buru-buru pulang ke rumah. Kita bisa ngobrol apa pun sampai soal pacar, sambil makan dan nonton," ceritanya seru.

Mengadu Nasib di Dunia Presenter

Dalam menjalani pekerjaan, penyuka Linkin Park yang baru main di satu sinetron ini belum bertemu titik jenuh. "Kerjaan mana lagi yang cuma ngomong aja dibayar," jawab MC yang pernah mengalami microphone mati saat mulai tampil ini dengan enteng. Demi itu semua, tak segan-segan ia mencurahkan seluruh kreativitas dan bakatnya di dunia presenter. Lihat saja gayanya tiap kali membawakan berbagai acara. Ia terlihat begitu enerjik. "Bekerja itu harus total. Bagi saya penghargaan yang diperoleh adalah bonus dari apa yang sudah saya kerjakan," tegas host Indonesian Idol ini. Menurut VJ berpostur 180 cm ini dengan bekerja maksimal, orang akan menghargai kita. "Contoh," tambahnya lagi, "saya pernah dapat kerjaan jadi MC yang acaranya 'nggak banget'. Tapi saya berusaha untuk tetap bersikap profesional dan bekerja dengan maksimal."

Lama di dunia VJ membawa hatinya untuk fokus di dunia presenter. Meski tidak menutup kemungkinan untuk film atau sinetron. Selain menikmati, ia pun optimis bahwa bagiannya adalah mengerjakan apa yang dipercayakan sebaik mungkin. Baginya yang terpenting adalah mensyukuri apa yang ada termasuk usaha clothing label yang tengah digarapnya sekarang. "Saya yakin Tuhan punya jalan sendiri untuk hidup saya. Soal clothing label, itu hobi. Kebetulan Bokap akan pensiun, jadi saya ingin memberikan sedikit perhatian untuk membantu bisnisnya."

Tidak Merokok

Popularitas dan kemewahan yang didapatnya bukanlah tanpa proses. Flash back tentang proses yang dilalui, Daniel melihatnya sebagai buah dari doa dan perjuangan. Tak kalah pentingnya adalah nasihat orang tua. Penyuka apapun tentang Jepang ini ingat pesan orang tuanya. Seorang public figure bak pohon tertinggi di antara pohon di sekelilingnya. Pohon ­paling tinggi biasanya makin banyak diterpa angin yang menggoyangnya. Kenapa pohon itu bisa berdiri terus? Karena ia punya akar yang kuat dalam arti prinsip dan kepercayaan. "Prinsip hidup saya adalah agama. Dengan prinsip ini, hal salah apa pun yang ada di sekitar, kita tak akan tergoda," jelasnya singkat, namun sarat makna. Ini pula yang diartikannya sebagai pelayanan. Kehidupan sehari-hari bahkan tiap detik adalah persembahan untuk Tuhan. "Tiap detik adalah pelayanan. Bukan hanya waktu-waktu tertentu. Perbuatan kita menceritakan kabar tentang Tuhan, nggak harus teriak-teriak ayo baca firman," ujarnya ekspresif menirukan gaya seorang pengkhotbah.

Cara menunjukkan jati diri sebagai anak Tuhan? "Dalam memberikan nasihat, terkadang saya memasukkan nilai-nilai agama. Sebenarnya saya lebih pada memberikan contoh baik seperti tidak merokok dan sesibuk apapun selalu ke gereja setiap Minggu." Kelihatannya sulit bagi pria untuk tidak merokok, namun tidak bagi jemaat Gereja Katolik Stella Maris ini. Daniel mengaku karena di keluarganya tidak ada yang merokok jadi tidaklah sulit. "Dulu pernah mencoba seperti apa sih rasanya merokok itu. Eh, ternyata jadi batuk-batuk dan 'segini doang nih rasanya'. Ya udah, saya langsung berhenti karena pada dasarnya saya tidak suka rokok," kisahnya antusias.

Beramal Sejak Kecil

Suka dan duka menjadi hal yang tak terhindarkan dalam hidup. Sekali lagi ini bukan soal besar bagi Daniel yang sudah diajarkan tentang Tuhan oleh orang tuanya sejak kecil. "Orang tua terutama Mama saya adalah orang yang religius. Sejak kecil sampai sekarang, saya sudah ditanamkan dan hidup dengan prinsip kristiani yang kuat." Banyak kisah yang mengantarkannya pada kebesaran dan kekuasaan Tuhan. Salah satunya bergabungnya ia dengan MTV. Peristiwa ini menjadi momen yang tak terlupakan bagi cowok ramah berlesung pipit tersebut.

"Tuhan dalam hidup saya," ujar Daniel, "adalah figur yang selalu ada bersama saya. Dalam kondisi apa pun yang saya alami, saya yakin Dia tidak pernah meninggalkan saya." Menurut pengakuannya, sebelum memandu acara (MC) ia selalu menyempatkan diri berdoa terlebih dahulu. "Kalau ada yang salah saya belajar mengaku ke Tuhan dan minta bimbingan-Nya. Seperti itulah saya merasakan kehadiran Tuhan. Dalam keadaan susah pun saya bersyukur, apalagi­ senang." Ditambahkannya, apa pun yang ia miliki sekarang, semua itu adalah pemberian Tuhan. Materi dan semua berkat - tak­ terkecuali persoalan - diterimanya sebagai proses dan pembelajaran Tuhan untuk membuatnya menjadi orang yang lebih baik. Wujud syukur atas semua hal yang diterimanya adalah dengan memberikan sebagian materi yang diperolehnya kepada kaum yang memang membutuhkan.

"Ada satu yayasan rumah sakit yang khusus membantu orang miskin. Saya memilih untuk beramal di sana," akunya tanpa mau berbagi lebih detail. Soal memberi, hal ini sudah mendarah daging. "Sejak kecil saya diajar bahwa semua uang yang kita terima itu berasal dari Tuhan. Jadi harus balikin ke Tuhan. Kalau nunggu kaya dulu baru kita memberi, sama saja kita sebenarnya nggak mau memberi," ujar penggemar bola ini. Rasa syukur bagi VJ satu ini tak melulu bicara soal materi, tapi juga pembaharuan dan perubahan diri. Pribadinya yang easy going memang tak membosankan. Ia pun tak menolak membagi pikiran kreatifnya. Ia tahu masih banyak hal yang harus diperbaiki dalam dirinya, terutama tentang besar kepala. Kadang hal ini terjadi lantaran ia merasa idenya yang paling bagus. Kadang juga ia mengeluarkan ucapan-ucapan kasarnya dalam bahasa Inggris. "Saya masih harus memperbaiki diri," ujarnya merendah.

Sumber : www.jawaban.com

Comments

No responses to “Daniel Mananta - Susah Senang Ingat Tuhan”

Poskan Komentar