Translate

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Sebab Dia adalah Tuhan kekuatanku, bersama-Nya ku takkan goyah

Serumah Dengan Mertua Tanpa Konflik, Mungkinkah Itu ?

Hidup bersama dengan mertua Anda atau mertua Anda tinggal bersama Anda merupakan sebuah situasi yang kompleks – terutama bagi Anda yang tinggal di Afrika dan Timur tengah, dan bagian lain di bumi ini dimana tinggal bersama mertua adalah praktek budaya yang umum. Tinggal bersama mertua dapat bekerja dengan baik bagi beberapa rumah tangga. Namun beberapa dari Anda mungkin tidak memiliki keluarga yang mudah diajak bekerjasama sehingga membuat hidup bersama menjadi lebih mudah.

Situasi seperti ini sebenarnya cukup membingungkan karena Alkitab berkata sebagai pasangan menikah, Anda harus meninggalkan orangtua dan bersatu sebagai suami istri (baca: Kejadian 2:24; Matius 19:5; Markus 10:7 dan Efesus 5:31). Namun ketika Anda harus berhadapan dengan situasi yang tidak memungkinkan untuk mewujudkan hal itu, kehidupan pernikahan menjadi lebih rumit.

Bagaimana Anda dapat menjalani prinsip Alkitab untuk “pergi dan bersatu” saat Anda telah menikah, namun masih hidup satu atap dengan mertua Anda secara damai? Anda selalu ingin mengasihi dang “menghormati” mertua Anda, karena Anda tahu itu adalah hal yang tepat untuk dilakukan. Namun ketika mertua Anda tidak membuat hal itu menjadi mudah, bagaimana Anda harus menghadapi hal itu?

Sejujurnya, kami juga tidak tahu. Konflik dengan mertua sepertinya suatu hal yang tidak mungkin diselesaikan! Namun Alkitab berkata bersama dengan Tuhan tidak ada yang mustahil! Jadi jika tidak ada pilihan lain bagi Anda untuk terus tinggal dengan mertua, maka harus ada jalan untuk membuatnya berhasil. Mungkin tidak sedamai atau senyaman seperti yang Anda inginkan, tapi dengan pertolongan Tuhan, Anda dapat melakukannya.

Alkitab mengingatkan kita bahwa berbagai penderitaan akan kita hadapi di dalam kehidupan ini. Bahkan dalam kehidupan pernikahan kita diberitahu bahwa “mereka yang menikah akan menghadapi banyak masalah dalam hidup ini” (1 Korintus 7:29).Amsal 27:17 dimana Anda memiliki kesempatan untuk mengizinkan Tuhan membawa keluar karakter-Nya di dalam Anda saat keadaan dan orang-orang menggosok Anda dengan cara yang dapat menimbulkan percikan api. Ikuti aturan untuk hidup kudus sebagaimana yang dapat Anda baca di Kolose 3. Tinggal bersama dengan mertua mungkin merupakan sebuah kesusahan atau “masalah” yang Anda butuhkan untuk berjalan dalam bimbingan dan kekuatan Tuhan. Bisa jadi situasi ini menjadi sebuah situasi dimana “besi menajamkan besi” seperti yang dituliskan Alkitab dalam

Memang benar idealnya Anda dan mertua hidup di dalam rumah tangga yang terpisah. Namun hal yang ideal tidak selalu mungkin untuk dijalani. Jadi setelah Anda berdoa, jika Anda melihat bahwa keadaan tidak akan berubah saat ini, pilihan bijaksana berikutnya adalah melakukan yang terbaik dari setiap keadaan dimana Anda berada di dalamnya, daripada menghabiskan energi untuk mengeluh dan mengharapkan hal yang tak dapat Anda ubah saat ini. Ada saatnya untuk berkata-kata dan ada saatnya juga untuk diam dan biarkan Tuhan yang berkata-kata (lihat Pengkhotbah 3:1-8). Di waktu yang lain Tuhan memberitahu kita untuk “puas dengan keadaan yang sedang kita hadapi” (lihat Filipi 4:12-13). Dan mungkin inilah yang sedang Anda hadapi saat ini. Mintalah pada Tuhan untuk memperlihatkan apa yang harus Anda lakukan dalam tahap kehidupan Anda ini.

Perlu diingat bahwa Anda dan pasangan masih bisa “meninggalkan” orangtua Anda dalam pola pikir maupun perilaku Anda – mencari cara untuk dapat bersatu bersama, meskipun Anda tidak dapat hidup terpisah dengan keluarga Anda dalam menjalani hari-hari hidup Anda. Anda hanya harus lebih cerdas untuk mewujudkan hal ini – dengan tegas menempatkan batasan-batasan yang memungkinkan. Tuhan dapat menunjukkan kepada Anda bagaimana melakukan hal ini.

Anda bahkan mungkin memiliki pasangan yang tidak sepenuhnya mendukung Anda agar dapat melalui situasi yang sulit ini. Tentu saja hal ini pasti menyedihkan dan membingungkan Anda karena hal ini jelas bukanlah pernikahan yang dimaksudkan Tuhan! Tapi jangan menyerah. Tuhan bersama dengan Anda saat Anda berseru meminta pertolongan pada-Nya. Serahkan situasi yang Anda hadapi kepada-Nya dan secara terus-menerus mintalah petunjuk-Nya untuk melakukan yang terbaik dari setiap situasi yang sepertinya sangat buruk sekalipun!

Dan jangan menyerah jika Anda berdoa dan Tuhan sepertinya berdiam diri selama beberapa waktu. Diamnya Tuhan tidak akan berlangsung selamanya. Bukan berarti Tuhan tidak mendengar seruan Anda, namun ada alasan dibalik sikap diam Tuhan yang perlu Anda terima. Dia adalah Tuhan dan jalan-Nya bukanlah jalan Anda. Tuhan memberitahu kita di dalam Alkitab, “Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.” (Yesaya 55:9) “Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN.” (Yesaya 55:8)

Jika Anda bertanya-tanya kenapa Tuhan tidak menjawab doa Anda secepat yang Anda harapkan atau dengan cara yang sama seperti yang Anda yakini bagaimana IA seharusnya peduli terhadap masalah ini maupun masalah lainnya, pertimbangkan pemikiran berikut ini, yang datang dari ajaran Oswald Chambers dalam bukunya My Utmost for His Highest, (dipublikasikan oleh Barbour Company). Chambers menulis:

Kita memiliki gagasan bahwa Tuhan akan memberikan ganjaran pada iman kita. Mungkin ini hanyalah tahap awal; tetapi kita tidak akan rugi apa-apa dengan memiliki iman. Iman membawa kita ke dalam hubungan yang benar dengan Tuhan dan memberikan kesempatan kepada Tuhan untuk bertindak dan menunjukkan kuasa-Nya. Tuhan sering mengetuk pintu hati Anda melalui pengalaman hidup sehingga Anda dapat berhubungan dengan-Nya. Tuhan ingin Anda mengerti bahwa ini adalah sebuah kehidupan dari iman, bukan sebuah kehidupan sentimentil semata dengan menikmati berkat-berkat-Nya.

Kehidupan awal dari iman Anda sangatlah sempit dan intens, menetap pada pengalaman hidup yang mendatangkan cahaya dan penuh dengan keindahan; lalu Tuhan akan menarik berkat-nya secara sadar untuk mengajar Anda berjalan dengan iman. Anda lebih layak baginya saat ini daripada Anda dahulu yang melalui hari-hari Anda penuh dengan kegembiraan dan kesaksian yang mendebarkan.

“Iman secara alami haruslah diuji dan ujian sejati dari iman bukanlah untuk mempersulit kita mempercayai Allah, tapi karakter Allah harus dijernihkan di dalam pikiran kita sendiri. Saat iman bekerja, ia harus melampaui segala batasan yang ada... Iman di dalam Alkitab adalah iman kepada Tuhan yang menentang segala sesuatu yang berlawanan dengan-Nya – Saya akan tetap bertahan pada karakter Tuhan apapun yang Ia bisa lakukan. ‘Meskipun aku harus mati, aku akan tetap percaya kepada-Nya’ – ungkapan ini merupakan ungkapan iman yang paling agung yang terdapat di seluruh Alkitab.”

Mungkin sepertinya Allah tampak kejam saat ia menarik diri dari Anda ketika Anda sedang menghadapi begitu banyak masalah, tetapi kami mendorong Anda untuk memahami bahwa Tuhan memiliki alasan kenapa ia mengizinkan hal-hal tertentu terjadi dengan cara-cara tertentu dan pada saat-saat tertentu. Saat Tuhan berdiam diri, mungkin merupakan saat ketika IA mempercayai Anda untuk hidup dengan iman pada saat ini dan untuk bekerjasama dengan Dia untuk menambah kapasitas karakter Anda melampaui batas dari apa yang Anda pikir mungkin harus terjadi. Kami mendorong Anda untuk percaya pada keheningan-Nya dan percaya pada hati-Nya. Tuhan mengasihi Anda dan mengetahui apa yang terbaik bagi semua pihak pada akhirnya.

Jika Anda memiliki pasangan yang mengakui mandat Alkitab untuk “pergi dan bersatu” namun Anda tidak dapat melakukannya pada saat ini, mintalah pada Tuhan sebagai pasangan yang telah menikah untuk menolong Anda – bahkan jika ini adalah sesuatu yang Anda rasakan harus Anda lakukan dengan pikiran dan tindakan Anda agar Anda dapat tinggal di rumah yang sama sebagai sebuah keluarga. Tuhan akan memimpin Anda (pada waktu yang tepat) saat Anda bersandar pada-Nya, bukan pada apa yang Anda lihat saat ini (lihat Amsal 3:5-6).

Jika Anda tidak memiliki pasangan yang mengakui mandat “pergi dan bersatu”, maka tanyalah Tuhan apa yang harus Anda lakukan untuk menjalani hidup setiap hari (jam, menit) dengan batasan-batasan hidup yang Anda miliki. Tuhan akan menjadi penuntun Anda. Dan apa yang Anda lihat hari ini pada pasangan Anda dapat berubah di masa depan. Percayakan Tuhan untuk hal ini.

Untuk membantu Anda lebih lanjut dalam perjalanan ini, carilah artikel lainnya yang dapat Anda baca dan dapat memberikan wawasan bagaimana Anda harus berperilaku dalam situasi hidup yang Anda hadapi saat ini. Bahkan jika keadaan yang Anda hadapi tidak sama dengan apa yang Anda baca, berdoalah. Minta Tuhan untuk menunjukkan kepada Anda apa yang bisa dan tidak dapat Anda gunakan, dan apa yang dapat Anda sesuaikan sedemikian rupa sehingga dapat dipraktekkan di dalam situasi Anda saat ini. Buka hati dan pikiran Anda pada setiap kemungkinan yang Tuhan tunjukkan pada Anda.

Pastikan bahwa apa yang Anda lakukan tidak bertentangan dengan Firman Tuhan. Sangatlah penting bagi Anda untuk tidak membiarkan pikiran Anda sendiri atau roh yang bertentangan menyamar sebagai “malaikat terang” (yang bekerja melawan cara Allah) untuk menipu Anda. Waspadalah! (lihat 1 Petrus 5:8-11) Biarkan Alkitab melalui bimbingan Roh Kudus menuntun Anda ke dalam kebenaran untuk setiap keputusan yang Anda buat.

“Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.” (2 Timotius 3:16-17)

Mintalah Tuhan untuk menolong Anda menjadi kuat dalam melakukan apa yang terbaik dan tepat untuk semua pihak – terutama bagi kesehatan pernikahan Anda.

Sumber : marriagemissions.com/jawaban.com

Comments

No responses to “Serumah Dengan Mertua Tanpa Konflik, Mungkinkah Itu ?”

Poskan Komentar