Translate

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Sebab Dia adalah Tuhan kekuatanku, bersama-Nya ku takkan goyah

Coba

Seringkali kita dengar dalam suatu komunikasi seseorang berkata: "Saya akan coba untuk melakukannya." Apa kenyataan yang sering terjadi? Terlalu sering kita temukan bahwa orang tersebut tidak melakukan apa yang ia katakan sebagai "akan saya coba" tersebut.

Mengapa? Karena "mencoba" identik dengan "kebohongan." Apakah menurut anda kalimat berikut ini mempunyai makna: "Saya akan coba bernafas," Saya akan coba terjun ke kolam renang," atau "Saya akan coba tidur malam ini." Tidaklah masuk di akal untuk mengatakan "coba". Hanya ada: anda lakukan atau tidak lakukan. Tidak ada setengah melakukan dan/atau setengah tidak melakukannya!

Dalam film In The Empire Strikes Back, Yoda berkata kepada Luke Skywalker: "Lakukan atau tidak. Tidak ada coba (Do or do not. There is no try)." Kata "coba" memang ADA dalam kamus bahasa kita. Tapi inti dari kalimat tersebut adalah bahwa "coba" tidak seharusnya ada dalam tata-bahasa seseorang yang ingin berprestasi tinggi.

Bila anda ingin pergi ke luar kota bersama teman anda lalu anda telpon dia untuk mengajaknya dan jawabnya:"Oh terimakasih. Saya akan coba sediakan waktu untuk itu." Pesan saya: bersiaplah bepergian seorang diri!

Federal Express mempunyai slogan yang sangat tepat. Mereka tidak pernah mengatakan bahwa mereka akan "mencoba" mengantarkan paket anda tepat waktu. Slogan mereka adalah: "Pasti dan Yakin Hanya Satu Malam (Absolutely, positively overnight.)"

Masuk akal?



Disadur dari Bits & Pieces, Issue No. 531 (May 1999), © The Economics Press, Inc.* dalam www.erabaru.or.id

Comments

No responses to “Coba”

Poskan Komentar