Translate

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Sebab Dia adalah Tuhan kekuatanku, bersama-Nya ku takkan goyah

Ibunda Thomas Alva Edison

nancy-thomas Suatu hari pada tahun 1854, seorang bocah berusia 7 tahun, pulang ke rumahnya membawa secarik kertas dari gurunya. ibunya membaca kertas tersebut, "Thomas adalah sangat bodoh dan sulit diajar, sekolah tidak sanggup lagi mendidiknya."

Sang ibu kaget dan terhenyak membaca surat ini, keesokan harinya ia mendatangi Reverend G.B, guru sekolah Edison, untuk membicarakan masalah ini. Namun ibu ini menjadi kesal karena sikap kasar dan penolakan guru tersebut. Akhirnya ia membuat tekad yang teguh, "Anak saya bukan anak bodoh. saya sendiri yang akan mendidik dan mengajar dia."

Tak banyak orang mengenal siapa Nancy Edison, namun bila kita mendengar nama Edison, kita langsung tahu bahwa dialah penemu paling berpengaruh dalam sejarah. Thomas Alva Edison menjadi seorang penemu dengan 1.093 paten penemuan atas namanya., baik berupa lampu, mikrofon, mesin penerima telepon, fotokopi dll. siapa yang sebelumnya menyangka bahwa bocah yang diminta keluar dari sekolah, akhirnya bisa menjadi seorang genius?

Nancy Edison, ibu dari Thomas Alva Edison, tidak menyerah begitu saja dengan pendapat pihak sekolah terhadap anaknya. Nancy yang memutuskan untuk menjadi guru pribadi bagi pendidikan Edison dirumah, telah menjadikan puteranya menjadi orang yang percaya bahwa dirinya berarti. Nancy yang memulihkan kepercayaan diri Edison, dan hal itu mungkin sangat berat baginya. namun ia tidak sekalipun membiarkan keterbatasan membuatnya berhenti.

ancy memang pernah menjadi guru di sekolah, namun hanya sebentar. Namun rahasia sukses Nancy mendidik Edison adalah ia sangat berdedikasi bagi pendidikan anaknya, tidak memaksakan namun mengembangkan pengalaman, mencari aneka cara menarik untuk menggugah rasa ingin tahu dan ingin mempelajari. Ia membelikan Edison buku-buku pendidikan, bahasa, sejarah dan pengetahuan, seperti School of Natural Philosophy karangan R.G. Parker yang menjelaskan bagaimana eksperimen fisika dan kimia didalam rumah. Edison mengingatnya sebagai buku sains pertama yang dibacanya sewaktu ia masih bocah. Hal-hal ini menyebabkan belajar menjadi menyenangkan dan dia mempraktekkan setiap eksperimen didalam buku tersebut, dia mengumpulkan uang sakunya untuk membeli alat-alat dan bahan-bahan percobaan dan membentuk lab kecil di atap rumahnya yang sederhana.

Nancy berhasil mendidik anaknya mencapai tahap "belajar sendiri untuk masa depan sendiri". Thomas mengenangnya sebagai, "Ibu membuat saya seperti sekarang ini. Dia memahami saya dan mendorong saya mempelajari aneka hal sampai menemukan bidang yang benar-benar saya minati dan saya kembangkan." Edison belajar tentang inisiatif dan sikap pantang menyerah. Dengan membaca buku ia mempelajari pengetahuan praktis, insipirasi dan kebijaksanaan. Melalui observasi ia menambah pengalamannya. Sikap pantang menyerah dan terus berusaha yang ditanamkan ibunya kepadanya menuntunnya menjadi orang sukses. Walaupun mencapai keberhasilan tidak mudah, harus melewati berkali-kali kegagalan,seperti sewaktu eksperimennya menciptakan bola lampu, namun ia terus berusaha dan berusaha.

Ketika ia berhasil, ia meninggalkan pepatah yang sangat terkenal yaitu: “Banyak kegagalan dalam hidup ini dikarenakan orang-orang tidak menyadari betapa dekatnya mereka dengan keberhasilan saat mereka menyerah.” (Erabaru/ch)

Sumber : www.erabaru.or.id

Comments

No responses to “Ibunda Thomas Alva Edison”

Poskan Komentar