Translate

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Sebab Dia adalah Tuhan kekuatanku, bersama-Nya ku takkan goyah

Misteri Rahasia Ketiga

Pada tanggal 13 Mei 1917, siang hari, di sebuah desa kecil yang bernama Fatima di Portugal, 3 orang anak gembala cilik Lucia (10 th.), Jacinta (7 th.), dan Francisco (9 th.) berbicara dengan seorang putri mahacantik yang muncul di atas sebuah pohon karet. Putri ini menyuruh mereka agar dalam beberapa bulan mulai sekarang, datang ke samping pohon karet pada waktu yang sama setiap bulan yakni pada tanggal 13, katanya ada yang ingin ia bicarakan.

Kemudian, pada tanggal 13 Juni dan 13 Juli, siang hari, ketiga anak gembala cilik ini datang ke samping pohon karet seperti yang dijanjikan dan bertemu dengan putri yang cantik itu. Satu-satunya gejala yang dilihat oleh beberapa saksi mata yang berada di tempat adalah bahwa setiap tiba di saat itu, matahari berubah menjadi sangat redup, namun orang-orang (selain anak-anak gembala cilik ini) sama sekali tidak melihat ada orang di atas pohon.

Tanggal 13 Agustus, untuk mencegah penyebaran secara luas pembicaraan yang dianggap menyesatkan pikiran ini, polisi kotapraja mengurung ke-3 anak ini ke dalam penjara. Namun, berhubung anak-anak tetap teguh atas kisah yang terjadi pada mereka, polisi mau tidak mau melepas kembali anak-anak ini. Pada tanggal 13 Agustus, karena anak-anak itu ditangkap oleh polisi, di dekat pohon karet itu tidak ada lagi gejala aneh apa pun seperti yang terlihat mereka.

Dan oleh karena terjadi peristiwa penahanan ini, sehingga "peristiwa Fatima" menyebar ke sejumlah besar pedesaan. Tanggal 13 Agustus di dekat pohon karet menjadi lautan manusia, siang hari jam12:00 lewat, sinar matahari tiba-tiba kehilangan cahaya, sejumlah besar orang mengangkat tangan, menunjuk ke arah langit dan berteriak nyaring: "Ia telah datang, ia telah datang". Ada seorang bernama Maria Belera menyaksikan kejadian tersebut.

Dalam laporan kesaksiannya, ia melukiskan suasana saat itu. Saya takut diri saya sama seperti orang lain akan menimbulkan halusinasi, oleh karena itu saya berusaha sekuat tenaga mengendalikan diri, tidak terpengaruh oleh halusinasi mereka. Namun, matahari telah kehilangan cahayanya, dan itu adalah kenyataan yang saya lihat dengan mata kepala sendiri...."

Ketika Lucia mengangkat tangan menunjuk ke arah langit, dan berteriak nyaring "Dia di sana! Dia di sana!" tanpa disadari saya juga menengadahkan mata memandang langit. "Dan saya sangat terkejut, saya benar-benar dengan jelas melihat sebuah benda bercahaya sedang terbang ke arah timur. Benda yang mengeluarkan cahaya itu tidak besar, lebarnya lebih kecil sedikit dibanding tingginya, kecepatan terbang sangat cepat, saya melihatnya lenyap di belakang angkasa. Sebenarnya benda apakah itu? Saya tidak habis mengerti."

Tanggal 13 Oktober hari itu, putri yang cantik muncul lagi, dan hanya ke-3 anak kecil yang dapat melihatnya seperti beberapa kali sebelumnya, kali ini ia menyatakan bahwa dia adalah " Bunda Mawar", serta memberitahu pada mereka tiga rahasia yang berhubungan dengan masa depan. Tidak lama setelah itu, pemandangan yang menakjubkan muncul. Hujan lebat tiba-tiba berhenti, matahari menembus awan hitam dan menyembulkan kepalanya, sama seperti beberapa kali sebelumnya, cahaya matahari sangat redup. "Tiba-tiba, matahari mulai berputar sendiri dengan kecepatan yang memusingkan.

Terkadang ia seolah-olah mendekat ke arah kami. Peristiwa yang sulit dilupakan terjadi: Massa yang kaget dengan wajah pucat pasi, spontan bersujud di tanah yang becek dan berair, ada yang mulutnya komat-kamit, ada yang berseru pada langit dan bumi. Segenap lembah berkumandang, suara pekikan dan suara raungan yang mengerikan. Tidak lama kemudian, matahari berhenti berputar, lalu menari tarian Wallce yang aneh, kami merasakan ia tiba-tiba menjauh dan tiba-tiba mendekat, sebuah cahaya warna dan kilau yang berubah-ubah menyinari semua orang...."

Keajaiban matahari yang disebut itu berlangsung selama 10 menit, di beberapa mil yang cukup jauh juga dapat terlihat, arsip dokumen yang menguraikan peristiwa membuat orang merasa yakin. Tahun 1927, gereja Katholik menganugerahkan Desa Fatima sebagai kualifikasi tanah suci, hingga kini masih merupakan tanah suci Bunda Mawar Fatima.

Dua di antara tiga anak yang usianya lebih kecil yaitu Jacinta dan Francisco setelah melalui masa perang pada tahun 1918-1919 menjadi lemah dan meninggal karena terjangkit influenza yang melanda Eropa. Lucia yang usianya lebih tua tetap hidup dan menjadi suster, dibaptis dengan nama Lucia dos Santos, ia telah mencatat tiga rahasia yang diberitahu oleh bunda kepadanya dan ke-2 saudara sepupunya. Rahasia pertama adalah melihat suasana neraka, rahasia kedua adalah dianggap peringatan terhadap terjadinya pada perang dunia ke-2.

Lantas, apa bunyi rahasia ketiga? Hingga Juni 2000, isi rahasia yang ke-3 baru diumumkan, ada berita yang mengatakan bahwa sampai pada tahun 1960 baru ada seorang paus yang pernah membuka dan membacanya. Konon paus Vatikan itu pernah memberitahu orang dekatnya, saat setelah ia membaca isi rahasia tersebut, rasa takutnya nyaris membuatnya pingsan.

Sumber : www.erabaru.or.id

Comments

No responses to “Misteri Rahasia Ketiga”

Poskan Komentar