Translate

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Sebab Dia adalah Tuhan kekuatanku, bersama-Nya ku takkan goyah

Kehidupan Adalah Suatu Penugasan Sementara

"Ya Tuhan, beritahukanlah kepadaku ajalku, dan apa batas umurku, supaya aku mengetahui betapa fananya aku! (Mazmur 39:5).

Kehidupan di bumi adalah suatu penugasan sementara. Alkitab mengajarkan kepada kita tentang sifat kehidupan di muka bumi, yaitu bersifat singkat, sementara dan fana. Kehidupan digambarkan seperti seperti pelari cepat, nafas dan segumpal asap

Untuk memanfaatkan kehidupan kita secara maksimal, kita jangan pernah melupakan dua kebenaran.

Pertama :

Dibandingkan dengan kekekalan, kehidupan amatlah singkat.

Kedua :

Bumi hanya merupakan tempat kediaman sementara. Kita tidak akan lama berada di bumi, janganlah terikat di bumi. Tetapi mintalah supaya Tuhan membantu kita melihat kehidupan di bumi sebagaimana Dia melihatnya. Bumi bukan rumah tetap atau tujuan akhir kita, kita hanya lewat, hanya berkunjung. Alkitab dengan jelas menggunakan istilah orang asing, peziarah, pendatang, pengunjung dan musafir.

"Aku ini orang asing di dunia, janganlah sembunyikan perintah-perintah-Mu terhadap aku (Mazmur 119:9).

Identitas kita bukan di bumi ini melainkan dalam kekekalan dan tanah air kita ialah surga. Jika kita mempunyai konsep kebenaran itu, maka kita akan berhenti cemas memikirkan soal "memiliki semuanya" di bumi. Alkitab dengan jelas mengingatkan kepada kita bahayanya jika kita hidup dengan konsep dunia dan bermain-main dengan pencobaan-pencobaan dunia ini. Hal tersebut merupakan perzinahan rohani.

"Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah” (Yakobus 4:4).

Fakta bahwa bumi bukanlah merupakan rumah terakhir kita, memperjelas mengapa sebagai pengikut-pengikut Yesus, kita mengalami kesulitan, penderitaan dan penolakan di dalam dunia ini. Hal itu juga menjelaskan mengapa beberapa janji Allah tampaknya tidak tergenapi, beberapa doa tampaknya tidak dijawab dan beberapa keadaan tampaknya tidak adil. Tetapi itu bukanlah merupakan akhir kisah.  Untuk menjaga agar kita tidak menjadi terlalu terikat pada dunia, Allah membiarkan kita merasakan cukup banyak kesedihan dan ketidakpuasan di dalam kehidupan, sehingga kita tidak benar-benar bahagia di sini, karena seharusnya memang tidak. Bumi bukan rumah terakhir kita, sebaliknya kita diciptakan untuk sesuatu yang jauh lebih baik, yang lebih kekal.

Menyadari bahwa kehidupan di bumi hanyalah suatu penugasan sementara seharusnya mengubah nilai-nilai kehidupan kita secara radikal  yaitu nilai-nilai yang sifatnya kekal dan bukan nilai-nilai sementara. Dan juga mengira tujuan Allah bagi kehidupan kita adalah kekayaan materi atau keberhasilan/populer sebagaimana anggapan dunia adalah salah besar. Kehidupan yang berkelimpahan tidak ada kaitannya dengan kelimpahan materi. Kesetiaan kepada Allah tidak menjamin bahwa karier kita akan sukses dalam pekerjaan ataupun pelayanan. Paulus setia tetapi ia berakhir di penjara. Yohanes Pembaptis setia tetapi ia dipenggal. Jutaan orang yang setia mati sebagai martir. Tetapi akhir kehidupan bukanlah akhir segalanya.

Bagi Allah, pahlawan-pahlawan iman yang paling besar bukanlah orang-orang yang mencapai kemakmuran, keberhasilan dan kuasa di dalam kehidupan ini, melainkan orang-orang yang memperlakukan kehidupan ini sebagai suatu penugasan sementara dan melayani dengan setia. Ketika kehidupan menjadi sulit, ketika kita diliputi keraguan atau bertanya-tanya dalam hati apakah hidup bagi Kristus layak diperjuangkan, ingatlah bahwa kita belum pulang. Saat kematian, kita bukan meninggalkan rumah, justru kita sedang pulang.

Sumber : Rick Warren dalam buku "The Purpose Driven Life" bab VI

Comments

No responses to “Kehidupan Adalah Suatu Penugasan Sementara”

Poskan Komentar