Translate

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Sebab Dia adalah Tuhan kekuatanku, bersama-Nya ku takkan goyah

Kota Tiatira

Tiatira (saat ini disebut : Akhisar), adalah kota di propinsi Lidia di bagian Barat Asia Kecil, terletak di jalan raya antara Pergamus dan Sardis, di selatan tepi sungai Likius - cabang sungai Hermus.

Sebuah kota pemukiman yang kurang penting dibandingkan keenam kota lainnya, memiliki kepentingan komersial sebagai pusat pewarnaan kain. Inilah kampung halaman Lidia (penjual kain ungu di Filipi, KPR 16 : 14 - 15), orang pertama di Eropa yang menanggapi Injil.

Walaupun tidak pernah merupakan kota besar, tetapi pusat komersial dan industri yang makmur di zaman PB, dan juga kota militer. Para arkeolog menemukan bukti-bukti banyaknya serikat kerja atau koperasi dan perusahaan dagang di sini. Keanggotaan di serikat-serikat kerja ini, yang penting bagi keberhasilan finansial dan sosial, hampir selalu melibatkan adat istiadat kekafiran dan praktek-praktek ibadah takhyul, pesta-pesta yang menggunakan makanan yang telah dipersembahkan kepada berhala dan amoralitas seksual.

Di sinilah seorang peramal bernama Sambathg mengepalai suatu bisnis peramalan yang makmur. Keterlibatan dengan agama yang berpusatkan wanita ini mungkin merupakan persiapan yang tanpa disadari mempersiapkan gereja untuk pelayanan Izebel yang korup (ayat 20).

Kota ini juga membanggakan sebuah kuil Apolla, "dewa matahari", yang menjelaskan mengapa Tuhan memperkenalkan diri-Nya sebagai "Anak Allah" (hanya satu gelar ini digunakan di Wahyu). Yohanes harus mengirim berita yang merupakan peringatan dan hukuman yang keras kepada jemaat ini, yang dapat menjelaskan deskripsi mata dan kaki Tuhan yang demikian menggentarkan.

Arti nama Tiatira sendiri tidak jelas, tetapi nama modern kota ini - Akhisar - berarti "istana putih".

Sumber : Team JKI IK Kerajaan & Mahanaim dalam buku "Rahasia 7 Jemaat"

Comments

No responses to “Kota Tiatira”

Poskan Komentar