Translate

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Sebab Dia adalah Tuhan kekuatanku, bersama-Nya ku takkan goyah

Kota Efesus

Kota ini terkenal sebagai "Kota Metropolis Pertama dan Terbesar di Asia", "Lumen Asia", "Terang Asia", "Pasar Asia", dan "Gerbang Asia".



Kota Efesus terletak beberapa kilometer ke arah pedalaman dari Laut Aegean di Sungai Cayster. Pada zaman Yohanes, Efesus adalah pelabuhan terbesar di Asia Kecil, tetapi pelabuhan itu sudah lama tertimbun lumpur dan sebagian menjadi rawa-rawa. Kehancuran akibat gempa terjadi tahun 17 M.

Populasi kira-kira 200.000 - 500.000 orang yang terdiri dari enam suku. Kota ini menjadi "kota merdeka" di tahun 98 SM, artinya mereka tidak diawasi prajurit Romawi dan penduduk Efesus otomatis menjadi warga negara Romawi.

Kota ini membanggakan Kuil Artemis, salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia Kuno. Banyak ahli beranggapan bahwa Kuil itu jauh lebih menakjubkan dari Keajaiban Dunia yang lain. Penggalian di Efesus termasuk penggalian yang paling luas di dunia. Arkeolog J.T. Wood bekerja enam tahun sebelum pada akhirnya menemukan reruntuhan kuil Dewi Yunani yang disebut Diana oleh orang Romawi ini (sesaji-sesaji dari berbagai begara ditemukan di situ). Penyembahan Artemis termasuk praktek-praktek yang memalukan dan keji, misalnya pelacuran dan mutilasi di dalam ritus-ritusnya. Heraclitus, filsuf peratap dari Efesus itu, menangisi kekejian kota itu.

Ada stadion megah dengan kapasitas 24.000 - 25.000 tempat duduk.

Tahun 252 M, kaum Gotik meruntuhkan kuil dan kota itu menjadi reruntuhan.

Pada masa para martir dibawa dari Asia untuk dilemparkan kepada singa-singa di arena Roma, Ignatius menyebut Efesus, "Jalan Raya Para Martir".

Sumber : Team JKI IK Kerajaan & Mahanaim dalam buku "Rahasia 7 Jemaat"

Comments

No responses to “Kota Efesus”

Poskan Komentar