Translate

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Sebab Dia adalah Tuhan kekuatanku, bersama-Nya ku takkan goyah

Hadiah Terindah

Apakah Anda mengalami kesulitan untuk memilih hadiah yang indah bagi seseorang ? Seorang teman memberikan saran kepada saya :

  • Hadiah berupa kesediaan untuk mendengar. Tidak perlu menyela, tidak perlu memikirkan tanggapan. Dengarkan saja.
  • Hadiah berupa ungkapan kasih sayang. Bermurah hati dalam memberikan pelukan, ciuman, dan tepukan lembut di bahu pada waktu yang tepat.
  • Hadiah kegembiraan. Bersenda gurau dan berbagi cerita lucu. Pemberian ini akan menyatakan, "Saya senang tertawa bersamamu".
  • Hadiah berupa karya tulisan. Menyatakan penghargaan atau kasih sayang dengan pesan singkat karya tulisan tangan Anda sendiri.
  • Hadiah berupa pujian. Ketika kita secara tulus mengatakan, "Penampilanmu menarik sekali" atau "Kamu sangat spesial", perkataan ini dapat menyukakan hati orang tersebut.

Saat kita memasuki bulan perayaan yang istimewa ini, mengapa kita tidak memberikan hadiah terindah yang pernah kita terima  ? Ceritakanlah tentang "hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita" (Roma 6 : 23). Atau ceritakanlah ayat Yohanes 1 : 12, "Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya". Ingatkan mereka bahwa "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal" (Yoh 3 : 16).

Hadiah terindah dari apapun juga adalah Yesus Kristus. "Syukur kepada Allah karena karunia-Nya yang tak terkatakan itu !" (2 Kor 9 : 15).

"Hadiah terbesar yang pernah diberikan adalah Yesus Kristus yang diutus turun dari surga. Hadoah ini dapat menjadi milik Anda, jika Anda percaya ; Percayai Dia sebagai Juruselamat, dan terimalah hidup baru"

Sumber : Santapan Rohani

Comments

No responses to “Hadiah Terindah”

Posting Komentar