Seperti orang bermain dadu, angka berapa yang muncul tak ada yang tahu.
Nasib seperti sedang diadu, itulah hidup dengan jalan dimana kita sedang berlalu.
Kadang tak jelas arah yang kita tuju, tetapi ada Tuhan yang Mahatahu.
Tuhan yang punya mau, Dia yang gandeng kita untuk terus maju.
KepadaNYA kita mengadu, kepadaNYA kita berseru, kepadaNYA juga hati kita merindu.
Saat persoalan seperti badai menderu, kita menjerit kapan ini berlalu.
Tapi mari percaya hari baru zaman baru sudah berlaku segera akan jadi nyata di ujung waktu.
Ingat bahwa gunung ada puncaknya, disana pendakian berakhir, laut ada dasarnya, disana gelombang tak menyentuhnya, gurun ada tepinya, disana oasis jadi milik kita.
Sabarlah dalam menanti, Penjagamu terjaga selalu.
Sumber : Pdt Petrus Agung Purnomo
Comments
No responses to “puisi Dari Hati Yang Paling Dalam”
Posting Komentar